Rahasia Bunga Telang: Dari Teh Nikmat Hingga Nasi Kerabu yang Nendang

Akhir pekan lalu saya ibarat angka satu, merujuk lagu Caca Handika yang dahulu pernah sangat kondang. Kamis malam istri bertolak ke Pasuruan untuk mendampingi si sulung yang akan berpartisipasi dalam Kejurprov Taekwondo 2019 selama 3 hari. Si bungsu pun ikut sehingga saya terpaksa tinggal di rumah karena ada pekerjaan yang harus dibereskan.

Harus saya akui, berada sendirian di rumah sangat tidak nyaman mengingat selama ini sering bersama-sama. Kalaupun saya atau istri pergi untuk suatu urusan, kondisinya tak pernah benar-benar sendiri. Selalu ada duo Xi yang menemani–salah satu atau keduanya. Itu pun tak sampai tiga hari seperti di Pasuruan kemarin.

Hal yang segera terasa begitu Bunda turut serta adalah tuntutan perut yang tak bisa dikompromi. Saya termasuk penyuka masakan rumah meskipun tak menampik mencicipi masakan luar apalagi kalau ditraktir, hehe. Selain lebih hemat, masakan sendiri terjamin proses dan kehalalannya. Bisa tambah sesuai kebutuhan tanpa harus merasa malu. Namun justru inilah perkaranya, yaitu saya tak bisa memasak.

Hari Jumat saya memasak nasi dan membeli lauk matang yang ternyata bertahan sampai Sabtu–antara lain sambal penyet dan ikan asin. Karena tak ada jadwal mengantar anak-anak ke dojang untuk berlatih Taekwondo, Minggu pagi saya manfaatkan untuk mencuci baju sebagai antisipasi bertumpuknya pakaian kotor sepulang dari Pasuruan.

Beres menjemur, saya lihat bunga telang yang ada di pot lumayan banyak kuncupnya. Bahkan boleh dibilang, nyaris tiap hari saya memanen bunga lucu ini. Saya biasa menyeduhnya menjadi teh seperti usulan Nia bloger Semarang yang dahulu menghadiahi pokok pohonnya. Tentu teh tak pernah saya lewatkan, tapi lama-lama bosan juga dinikmati sebagai teh saja.

Hangat dan bersahabat

Akhirnya browsing-lah saya untuk memasak nasi kerabu, kuliner khas Malaysia yang berwarna biru itu. Sayang sekali nasi uduk kerabu saya tak masimal pada warna lantaran kekurangan kelopak bunga telang. Terlalu banyak air yang saya seduh sehingga saat dipadu dengan santan, birunya tak menyala. Untunglah rasanya enak, bolehlah untuk percobaan pertama.

Makan nasi kerabu KW ditemani teh telang tawar hangat, oh sungguh mantap. Apalagi ada sambal, ikan asin, dan botok tahu tempe. Sesekali bunga yang sudah terseduh enak juga dikunyah–krenyes-krenyes gitu! Alhamdulillah, makan siang dan malam jadi maknyus. Kalau sudah begini, tak ragu lagi deh untuk memasak nasi uduk sendiri kapan-kapan. Apakah BBC Mania pernah mengudap kue atau nasi dengan pewarna alami bunga telang? Sudah tahu kan kalau bunga ini punya banyak khasiat untuk kesehatan salah satunya merawat kulit dan rambut?

Advertisements

8 thoughts on “Rahasia Bunga Telang: Dari Teh Nikmat Hingga Nasi Kerabu yang Nendang

  1. Jadi pengen icip, Mas. Hhhmmm.
    Terima kasih atas ulasan yang unik. Ibu-ibu patut membaca dan mencoba resepnya. Salam hangat.

    Like

  2. Aku baru tahu bahwa itu adalah bunga Telang namanya wkkwkwk. Emang rasanya enak, bang? Pengen nyoba nyeduh jg deh

    Like

  3. aku baru tau bentuk bunganya seperti itu :D.perasaan kalo bunga itu aku sering liat, tp ga tau namanya bunga teleng.

    krn bbrp kali nyobain menu nasi kerabu pas masih sekolah di Malaysia. trus di jkt juga prnh pesen nasi tumpeng, tp wrnnya biru. kata yg bikin itu dr bunga teleng. enaaak sih rasa nasi tumpengnya. sama aja kyk nasi kuning. cm wrna biru.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s