Kenapa Jangan Terburu Menghakimi

Malam kian larut. Kami masih memandangi layar televisi yang menyiarkan pertandingan sepak bola liga asing. Kulihat Mtv sahabatku masih khusyuk menikmati permainan kendati matanya mulai mengerjap tanda kantuk mulai menyerang.

“Aku enggak habis pikir, kenapa ada orang yang begitu fanatik pada klub sepak bola. Anehnya lagi, mereka rela begadang atau bangun malam padahal tidak mendapat bayaran. Dapat apa coba selain capek dan kantuk?”

Mtv yang bernama asli Mustofa rupanya tergoda untuk merespons. “Lah kamu sendiri dapat apa Rud kalau baca buku?” ujarnya singkat masih dengan mata mengerjap.

Ngapain baca buku?

“Ya dapat kenikmatan tersendirilah, Bro. Kamu sendiri kan suka baca, tentu tahu kan nikmat membaca!” balas saya tak mau kalah dengan jebakan betmen-nya.

“Ya sama ajalah, penggemar bola ya dapat kenikmatan tersendiri dengan nonton bola. Yang mungkin enggak kamu pahami, sebagaimana mereka mungkin enggak paham kenapa kamu suka baca buku.”

Saya mengiyakan elaborasi jawabannya. Sepakat memang bahwa sensasi kenikmatan dari sebuah aktivitas atau hobi boleh jadi bersifat sangat privat dan terbatas pada penggemar yang sangat mungkin tidak bisa dijangkau atau dirasakan oleh orang lain yang bukan menggemarinya.

Bukan urusanku!

Saya lantas teringat pada seorang teman kantor yang gemar mengoleksi action figure superhero. Di lemari mungil di sebelah meja kerjanya terdapat beberapa sosok superhero yang saya duga amat disukainya. Harganya ternyata mahal loh! Saya sempat membatin kenapa ada orang menekuni hobi mahal seperti itu yang menurut saya kekanak-kanakan dan tidak ada manfaatnya sama sekali.

Percakapan larut malam dengan Mtv membuat saya tersadar untuk tidak terburu menghakimi atau menilai pilihan orang lain. Setiap kondisi atau keputusan masing-masing orang telah melalui serangkaian pertimbangan atau syarat yang tidak saya mengerti. Oleh sebab itu, sangat sulit atau bahkan mustahil bagi saya untuk melakukan penghakiman terhadap apa yang saya lihat belaka.

Hati-hati menghakimi

Bukan hanya terhadap penggemar sepak bola yang fanatik, tetapi juga terhadap penggila action figure, apalagi gunpla yang sangat fantastis harganya. Belum lagi penghobi fotografi yang harga kameranya bisa bikin mata terbelalak, atau hardcore gamers yang mengandalkan laptop/PC berharga ratusan juta demi kenikmatan yang sukar saya bayangkan.

Dulu sewaktu belajar bahasa Inggris, saya pernah membaca kalimat yang berbunyi

Things are not always what they seem to be.”

Kalimat itu terngiang-ngiang dalam memori, berdering kuat berkali-kali ketika tagar #LayanganPutus mengudara di jagat Twitter. Bagaimanapun, kita ibarat penonton yang tidak terlibat dalam pertandingan secara langsung. Kita ini outsider yang sangat mungkin keliru menghasilkan penilaian.

Juga ketika foto orang miskin yang beredar di media sosial dengan caption yang seolah menyudutkan orang kaya sebagai tindakan pamer harta lantaran sering pergi umrah. Adalah bukan domain kita untuk memasuki wilayah keikhlasan hati atau frekuensi amal mereka.

Kita hanya mampu menafsirkan atau malah menduga-duga apa yang tampak secara visual oleh kita. Dan kita paham bahwa tidak semua penafsiran, apalagi dugaan, adalah benar adanya. Tugas kita adalah belajar dari pengalaman, bukan menghakimi pengalaman orang lain apalagi menyalahkannya.

Yang lebih mendesak adalah menelisik kebusukan diri sendiri lalu berusaha mengoreksinya.

Terima kasih kepada Mustofa atas percakapan singkat suatu malam di rumah sewa mungil di bilangan Pondok Cabe beberapa tahun silam. Meski kini tinggal di Bandung, obrolan bareng Mtv waktu itu menjadi alasan agar saya–dan semoga kita–tak terburu menghakimi orang lain hanya berdasarkan apa yang kita lihat saja.

4 Comments

  1. Benar sekali, banyak orang yang mudah sekali menghakimi padahal hanya tahu dari luarnya saja. Buruknya sampai lupa dengan khilaf diri sendiri. Terima kasih untuk pengingatnya…

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s