Blogwalking Masa Kini dan Masa Lalu: Mendadak Kangen Bloger Jadul

Di saat blog semakin menjanjikan sebagai mesin uang, blogwalking (BW) rupanya tak bisa dikesampingkan. Semakin hari semakin banyak produk atau merek yang ingin dipromosikan atau digaungkan melalui blogosphere. Konten bukan lagi patokan utama agar blog bisa dilirik untuk menampilkan pesan sponsor, tetapi merambah hingga faktor lain yang sebelumnya tak diperhitungkan. Jika dahulu kredibilitas blog dinilai dari PR atau Page Rank atau Alexa Rank, kini DA atau Domain Authority yang disyaratkan sebagai acuan untuk lolos menerima job.

Selain DA, pemegang brand melalui agency tak jarang mensyaratkan page view tertentu untuk tulisan yang sudah diunggah di blog. Komentar dan jempol, juga distribusi konten di media sosial juga menjadi nilai plus yang diperhitungkan untuk seleksi job berikutnya. Singkat kata, blog post engagement harus bagus sehingga memuaskan employer atau pemberi pekerjaan.

Grup bloger saling mendukung

Bukan hanya tulisan berbayar atau sponsored post yang dituntut menciptakan buzz atau dengungan di jagat maya, bahkan tulisan yang dikirim untuk lomba blog pun sering dinilai menurut produktivitasnya baik dari jumlah komentar maupun kinerja di mesin pencarian. Dari sinilah akhirnya grup-grup WA beranggotakan bloger bermunculan. Bukan hanya untuk berbagi ilmu seputar blogging, tetapi juga untuk saling mendukung agar performa blog post bisa maksimal. Maka silaturahmi dalam bentuk BW pun diagendakan menurut kesepakatan.

Mendaftarkan blog post terbaru ke dalam blogwalking list sungguh menyenangkan. Terbayang akan banyak komentar menarik yang muncul setelah artikel kita dibaca. Apalagi jika tulisan itu adalah sponsored post yang menuntut laporan page view, semakin bersemangatlah kita dalam menanti kolega bloger. Jangan sampai melewatkan kesempatan BW agar tulisan kita berlimpah trafik dan komentar. Tak terkecuali saya pribadi, beberapa kali mendaftarkan artikel blog baik organik maupun berbayar atau artikel lomba.  

Konsisten menulis dan berkomentar secara autentik adalah PR bloger sepanjang waktu.

Dalam waktu singkat, komentar pun bermunculan di blog kita, kebahagiaan lantas membuncah. Melihat statistik komentar yang meroket tinggi sungguh membesarkan hati. Hanya saja sayang sekali komentar yang ditinggalkan tak jarang kurang esensial atau kurang relevan dengan tulisan yang dikomentari. Tak sedikit saya dapati komentar yang dibubuhkan ala kadarnya sebagai syarat menggugurkan BW. Saya pribadi boleh jadi pernah berkomentar demikian dan itu sungguh itu PR yang harus digarap serius.

Saya teringat seorang bloger jadul yakni Om NH yang jago bermain piano dan aktif dalam Kelas Inspirasi. Beliau pernah mengapresiasi komentar-komentar yang singgah di blognya dengan melihatnya dari segi mutu komentar. Mutu di sini maksudnya deretan kata-kata yang ditulis di kolom komentar tidak sekadar berbunyi, “Nice info, Kak. Inspiratif! Keren banget nih bisa kayak gitu,” atau kalimat sejenis yang agak panjang tapi sebenarnya tak mencerminkan pembacaan utuh pada artikel.

Om NH memilih beberapa komentar yang bukan cuma komentar, melainkan komentar yang melengkapi artikel yang dikomentari. Jadi komentar tidak hanya menanggapi isi artikel tetapi juga menawarkan pengetahuan atau ilmu baru atau bahkan sepenggal pengalaman komentator. Inilah yang menurut saya kini semakin langka, yaitu komentar yang menukik pada esensi artikel, bukan kalimat berbunga penggugur tugas belaka.

Selain mutu komentar, BW pada masa kini cenderung bersifat transaksional. Itu yang saya rasakan. Jadi si A berkomentar di blog post kita bukan semata-mata karena tulisan kita bagus dan menarik perhatiannya secara autentik, melainkan karena kedua pihak terikat dalam sebuah pakta yang mewajibkan untuk saling berkomentar tanpa tuntutan lebih pada isi komentar. Ini berbeda dengan interaksi antarbloger jadul.

Bloger jadul dan inisiatif BW

Dahulu saat grup FB belum banyak, seorang bloger biasanya membagikan artikel di status Facebook dengan menyenggol beberapa teman bloger agar berkunjung ke blognya. Tulisan yang dibagi saat itu memang cenderung personal, santai, cair, dan mungkin agak bocor, hehe. Maklumlah, kala itu blog belum menjadi industri potensial seperti sekarang ini. Jumlah bloger terus meningkat sehingga persaingan semakin ketat—apalagi dengan kenyataan bahwa blogging generates profit.

“Saya sekarang jarang share di FB, Mas. Langsung aja komen di blog post teman, nanti mereka komentar balik di blogku,” begitu ujar seorang bloger jadul lain beberapa tahun silam. Tindakannya itu memang terbukti ampuh: sekian blog yang ia komentari selalu berbuah komentar balik. Atas ucapannya ini, beberapa waktu lalu saya sempat mengadakan eksperimen kecil. Saya sengaja absen dari agenda BW. Diam-diam saya salin tautan blog post peserta BW untuk saya kunjungi nanti. Saya benar-benar singgah dan mengomentari tulisan yang dipromosikan. Saya penasaran apakah akan ada kunjungan balik setelah itu.

Ternyata nihil, tak satu pun mengadakan kunjungan balik. Jauh berbeda dibanding kesaksian bloger jadul tadi yang rela BW dulu sebelum mendapat kunjungan balik. Dari situ saya simpulkan bahwa blogging sekarang memang beda kondisi dengan beberapa tahun silam. Orang semakin sibuk sehingga blogwalking atas inisiatif sendiri semakin sedikit atau mungkin tak ada. Komentar bermunculan sebab ada kesepakatan untuk saling meramaikan blog.

Tidak salah memang, karena tujuannya memang untuk saling mendukung teman. Kesalahannya bukan pada acara BW atau berbalas komentar. PR-nya, menurut saya, adalah kesabaran untuk membaca dengan santai agar memancing komentar yang lebih personal dan asyik—sekaligus membantu terjaganya bounce rate blog yang dikunjungi. Saya pribadi menulis ini sebagai catatan untuk diperhatikan saat berkomentar nanti.

Let’s recap, saya yakin komentar tetap akan sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah blog. Tentu bukan sembarang komentar tetapi komentar yang menghargai postingan dengan membacanya secara saksama dan jenak. Berkat kecanggihan teknologi, acara BW di banyak grup bloger adalah solusi jitu. Semakin banyak grup menurut saya semakin bagus. Bukan hanya sebagai cara untuk mendukung peningkatan kinerja blog tetapi yang lebih utama adalah sarana berjejaring guna mengembangkan diri melalui pertemanan dan mendulang rezeki melalui keterampilan menulis.

Jadi sudah BW ke mana sajakah hari ini, BBC Mania?

81 Comments

  1. Kayaknya aku doang yang ketinggalan zaman, ya. Gak pernah punya grup blog walking atau instagram walking ina inu. Tapi kalo pageviews blog selalu ribuan, dari Google semua asalnya. Sama, rindu juga dengan suasana blogging dahulu kala.

    Like

  2. Sepertinya blogger sekarang diramaikan oleh anak-anak milenial. Kebiasaan membaca tuntas 1 artikel rasanya terlalu lama buat mereka kecuali ada alasan lain. Biasanya yg komen blog lebih banyak orang yang sudah kita kenal lebih intens, apalagi kalau sama-sama anggota grub WA.

    Dan di blog mas Rudi ini mungkin BW ku yg ke 5 atau lebih malam ini.

    Selamat malam, mas Rudi. 😀

    Like

    1. Kebanyakan memang anak millenial, dan tak sedikit juga generasi Z, Mas. Memang era serbacepat, pengin yang instan saja. Begitulah fenomena terkini apa adanya. tetap bisa diperbaiki asalkan sepakat semua. Terima kasih udah mampir malam-malam, tanpa suguhi apa-apa. Maklum, persiapan buat sahur 😀

      Liked by 1 person

  3. Aku udah jarang banget bw (cenderung nggak pernah) buruknya aku, meski kerap cari uang dari blog, kalau bw akan cari postingan personal :((

    Apa orang tersebut berkunjung balik? Tentu saja tidak. Dan saya udah nggak peduli. Saya sungkan ikutan grup² BW 😦

    Btw, bloger jadul sering halu. Selalu mengingat masa lalu #eaaaaaa…. Dikeplak sampe mabok

    Hahahhahahah

    Like

  4. Saya nggak paham disebut jadul itu untuk tahun berapakah mas? Saya 3 tahun ngeblog termasuk yang ikut beberapa grup BW di WA. Apakah saya termasuk Blogger jadul atau kemarin sore kalau begini?

    Tapi Sejujurnya belakang saya mulai jenuh untuk BW. Selain memakan waktu kadang ya begitu, komentar tak sesuai isi, atau isi tulisan berbeda pandangan dengan saya.

    Saya akan mencari inspirasi tulisan para blogger di grup fb blogger. Dari sana saya akan memilih yang memang menarik untuk dibaca. Lihat saja kontras banget comments di blog saya kini dan beberapa bulan lalu.

    Like

    1. Ya kira-kira 8-10 tahun lalu gitu deh yang masuk kategori jadul. Setuju banget, risiko ikut program BW adalah pas nemu konten yang kita ga paham atau ga sesuai dengan hati, jadi bingung mau menanggapi. Apa pun pilihannya, yang penting terus ngeblog! Terima kasih sudah mampir,

      Like

    2. Rasanya kalau 3 tahun termasuk “baru” deh. Karena aktifitas blog walking dan saling bw balik itu aku rasaka. 9-10 tahun belakangan.

      Aku dulu habis publish tulisan selalu bw ke temen temen blogger. Udah pasti di bw balik tuh dan komen di tulis a terbaru kita. Sekarang mah boro boro, hanya 1-2 blogger yang berteman 10 tahun aja yang bw balik. Selebihnya gak ada.

      Aku sendiri udah jarang bw seh. Kecuali ke 1-2 temen blogger lama itu. 😆

      Like

      1. PR-nya sekarang banyak memang, dan masing-masing bloger makin sibuk jadi ya perlu usaha ekstra buat meluangkan waktu pas blogwalking. Yang penting jangan lupa menulis dan bahagia! 🙂

        Like

  5. Blogger jadul, seeprtinya saya masih di dalam golongan itu deh. Iya, dulu komentar tulisan saya rata-rata di atas 30-an dan saya sering berkomentar balik dari link nama yang berkomentar di blog saya tersebut.

    Selain itu, saya juga pernah ikut gerakan kata kunci tertentu dimana salah satu syarat gerakan itu adalah blogwalking.

    Sekarang memang sudah berbeda, mas. Tapi ya mau bagaimana lagi, sudah seperti tuntutan. Lanjut aja terus..

    Kangen, masa bloger jadul. 😀

    Like

    1. Saya juga kangen era blogging jadul, Mas. Tapi ya mau gimana lagi, tuntutan kebutuhan dan kemajuan zaman, harus mengikuti. PR-nya diperbaiki aja mutu komentarnya. Apa kabar Probolinggo, Mas?

      Like

  6. Baru sekarang ini BW ke blog mas Rudi ☺️.
    Pernah sih ikutan nitip link di grup, itupun kalau ada kerjaan. Kalau tulisan organik, suka sungkan nitipnya. Karena cuma curhatan ibu2 rumahan. Padahal dulu, postingan kayak gitu bisa sampai puluhan komennya.

    Baru ingat, ternyata udah 5 bulan ngga isi blog. Terakhir bikin postingan ngga ada yg komen 😁. Ada 1 yg komen setelah berbulan2.

    Like

    1. Ayo ngeblog lagi, Teh. Kalau saya memang pakai blog buat cari duit juga jadi ya kudu apdet rutin hehe. Memang zaman dah berubah, tren beralih, Teh. Orang makin sibuk, postingan receh sering ga laku lagi. Yang jelas, komentar tetap penting–tapi jangan asal komen gitu ya.

      Like

      1. Aku kadang baca postingan2ku yang lawas dan baca komen2nya jd nostalgia. Hawanya emang beda BW jaman dulu dan sekarang. Dulu itu kita sampe hapal nama anak2 nya blogger, kebiasaannya apa, karena baca tuntas blognya. Saya ikut list BW sesekali kalo ada job butuh traffic. Tulisan2 yg non job jarang banget diikutkan list BW. Dan terbukti sepiiii. Kalo ada yg komen, terharuu spt merasakan sebuah ketulusan BW.

        Like

        1. Iya, Mbak Rahmi. Saking akrabnya ya kita sampai hafal anggota keluarga, jadi pas kopdar tuh serasa dah kenal dekat banget. Betul banget, kemarin ada komentator yang datang dari FB, soalnya dia ga ikut grup BW, rasanya nyess…serasa bermanfaat postingan itu.

          Like

    2. Honestly aku ga terlalu banyak gabung grub BW, cuma 1 malahan. Alasan utama krn takut ga sanggup menjalankan tanggung jawab dan sekarang emah udah jaraang bgt share2 postingan di sosmed kecuali memang diharuskan share macam job gitu. Kubiarkan aja postinganku bekerja secara alami kalo memang ada yg butuh baca pasti baca tanpa dipaksa alhamdhulilah trafic so far masih bagus si

      Like

    1. Memang zaman berubah, Mbak. Dulu blogging buat asyik-asyikan, nulis curhat macam-macam, kalau sekarang blog sudah sangat menjanjikan buat tambah pendapatan, jadi lebih banyak postingan berbayar.

      Like

  7. Wah true banget nih.. sekarang, kadang berkunjung ke blog orang dengan harapan dikunjungi balik, tapi malah didiemin aja hehehe. Alhamdulillah kalau perspektif saya blog masih merupakan tempat mencurahkan isi pikiran, gak melulu tentang cari duit. Sedihnya, sekarang banyak blogger yang organic post-nya jauh lebih sedikit daripada paid post. Jadi agak bosan membacanya.

    Like

    1. Blog buat cari duit sih tak masalah asalkan konten organik ga dilupakan. Malah ada blog yang isinya konten pesanan atau lomba semua, Kak, mirip etalase. Saya sendiri jadi malas mau komentar karena tak jarang ga sreg sama produknya. Beda banget ama cerita zaman dulu yang personal.

      Like

      1. Kok jadi kangen jaman Pakde Cholik sampai bikin grup BlogCamp Group, trus ada kuis mini dari beliau. Lalu ada model sampul BlogCamp Group. Dan saya senang terpilih jadi salah satu model…apalagi sempat dibuatkan buku antologi sama Pakde, penerbit Sixmidad…..kangen ngeblog dulu….santai tapi penuh persahabatan dan kekeluargaan…..

        Like

  8. Zaman dulu aku tuh males nyetrika aja bisa jadi 1 postingan panjang lebar dan rame komentar lho, nyasar di komplek juga aku posting lah, segitu recehnya blog aku! hahaha

    Zaman sekarang mah ehm, ya gitu deh hahaha

    Like

    1. Nah, itu Teh. Segala kulkas bisa jadi bahan postingan ya wkwkwkw. Pokoknya apa aja bisa dicurhatin di blog, dari anak ngambek sampai punya masalah yang butuh solusi. Ya emang masanya dah berubah, bagus aja sih blog buat cari uang, cuma postingan organik makin kurang dan komentar yang masuk jadi ga nendang.

      Like

    2. Termasuk peristiwa teh botol ibu Irma … warung mama ajeng …
      .
      Mistery telor yang hilang
      (yang ternyata dibawa si abah buat surabi)
      Hahaha

      salam saya

      Like

  9. Awal-awal blogging tahun 2001 silam, intens banget aku BW, apalagi kalau setelah itu bloger senior mengadakan kunjungan balik. Wuih rasanya udah bahagiaaaa bangettt hahahaha.

    Sekarang, udah jarang BW meski ikut group WA untuk para bloger. BW hanya sesekali di blog yang memang aku merasa nyaman baca di sana.

    Liked by 1 person

    1. Begitulah tren zaman dahulu yang kini bergeser karena peralihan fungsi blog yang semakin potensial buat mendulang uang. Konten organik sudah jadi barang langka karena sayang posting kalau tidak dibayar. Akhirnya orang BW pun malas, dan transaksional semata pas komen-komenan.

      Like

  10. Semenjak saya mulai ngeblog lagi, ada juga yg kyk blogger jadul mas, melakukan kunjungan balik, ada yg ampe bolak balik ngejawab komentar 😂 juga, tp yah cuma segelintir, tp walopun ga bnyk, kyknya kangen dgn gaya ngeblog jadul lumayan terpenuhi jg 😁. Dan justru, bloger2 jadul malah tulisannyo udh gak jadul, tulisannya udah serius, udah jauh meningkat, tp ya itu gak se fun kyk dulu lg 😅

    Liked by 1 person

    1. Betul, masih ada ya yang kayak gitu walau jumlahnya segelintir aja. Zaman dulu memang ngangenin, kita sampai mengenal keluarga masing-masing begitu dekat jadi pas kopdar tuh kayak ketemu sahabat yang lama ga ketemu, begitu akrabnya. Syukurlah bloger jadul masih banyak yang aktif dan bahkan meningkat mutu tulisannya.

      Liked by 1 person

  11. Memang kalau buat konten blogwalking ini, beneran banyak yang singgah ya bang. Begitu juga di tulisan saya. Bisa membuat banyak silaturahmi, salam bang dari Medan

    Like

  12. Saya masih pakai cara lama, Mas. BW jarang, tapi sekalinya BW kalau memang conten menarik, ya saya komen. Misal si dia nggak balas BW ke blog saya ya nggak papa juga. Soalnya saya ngeblog masih sebatas suka2 saja sih.

    Liked by 1 person

    1. Saya juga masih cara lama. Berlangganan blog teman-teman lalu mengunjungi dan komentar kalau memang tertarik. Kalau untuk balasan, memang kondisional sih. Cuma membandingkan dengan era jadul yang tik-tokan enak banget.

      Like

  13. Jujur, sekarang jarang BW…bukan knp2, tp karena sekarang ga kuat begadang..alias ngantukan. Aku termasuk yang nyantai soal BW ini…ga wajib kunjung balik…begitupun klo aku koment ke blog tmn..dasarnya ikhlas aja 😀

    Like

  14. Saya ikut bbrp grup BW. Malah ada yg ngadmin. Skrng lagi jenuh be-we. Liat² dulu, artikel lomba ga. Kalo banyak yg ngelist artikel lomba. Saya skip be-we deh. Hehe…Pilih² baca yg kira² menarik aja deh…Kalo ada blogger milenial & gen Z, aku apa yaaa…

    Like

    1. Iya, Mbak Hani. Saya sendiri pun agak kewalahan kalau harus komen di beberapa blog yang ikut lomba yang sama. Saya maklum sih karena untuk bisa jadi pemenang blogpost mesti ramai pengunjung dan komentar–saya pun gitu kalau pas ikut lomba hehe. Mbak Hani cocoknya bloger kolonial katanya rangorang 😀

      Like

  15. Haha saya jadi ingat jaman dulu sering blogwalking, tiap hari ke blog beberapa temen, emang seru mas bisa jalan jalan ke blog lain dan kadang dapet ide nulis setelah baca artikel temen temen

    Like

  16. Emang berbeda si mas, saya dulu akhir 2015 mulai ngeblog emang tujuannya bukan cari uang bahkan sekedar berbagi saja, seiiring berjalannya waktu ternyata ngeblog bisa menghasilkan uang, nahh disini permasalahannya. Awalnya hanya sekadar share pengalaman aja, mulai cari referensi untuk dijadikan artikel. Mulai kenal blogwalking, emang nyenengin walaupun “nice info gan” mungkin orgnya cuek makanya nice info aja 😂. Akhir-akhir ini mulai ngeblog lagi dengan konsep yang sama sekadar sharing, walaupun satu artikel ga sampe 500 kata, masih banyak yang harus diperbaiki dan sekarang mulai sering blogwalking, komentar aja yang relevan nanti bakal di kunjung balik, nggak di ngunjung balik ya udah dapetin manfaat dari baca artikelnya, itu aja sih.

    Liked by 1 person

    1. Memang ada perubahan tren karena potensi blog makin menjanjikan sih. Wajar aja, cuma kalau bisa BW tetap diadakan, kayak dulu-dulu. Kalau BW janjian biasanya banyak tema yang sulit dikomen karena ga kita kuasai.

      Like

    2. Iya, sekarang blogwalking tidak seperti dulu. Sekarang blogger baru lebih jarang blogwalking (menurut saya). Mungkin karena lebih sibuk promosi di sosmed ya? Sosmed juga bervariasi, dimana sekarang orang lebih sering buka instagram daripada facebook. Saya sendiri sekarang juga jarang blogwalking karena kerjaan kantor semakin banyak. Ngecek blog sendiri juga cuma sempet seminggu sekali. Padahal ngaku juga sih, blogwalking bisa bikin banyak teman baru.

      Liked by 1 person

      1. Bisa jadi karena kesibukan, Mbak. Dimaklumi apalagi kalau blogging bukan ladang utama cari penghasilan. Tapi emang bisa nambah temen baru kan BW, kayak dulu dulu yang hubungan bloger bisa sangat dekat kayak sahabat.

        Like

  17. Kalau saya gabut bisa bw sampai kemana-mana asal tulisan di blog yang saya kunjungi itu memang santai. Terlalu serius paling baca sampai pertengahan sudah nggak kuat. Iya sih sejak awal sampai sekarang saya duluan yang bw dan benci komen2an gak mutu soalnya merusak kolom komentar aja nggak enak dilihatnya. Padahal kalau komen sesuai tulisan yg ada pasti saya balas.

    Like

  18. Jadi inget tahun 2013 waktu awal masuk kuliah, iseng” baca” blog orang terus komentar eeeh dikomen balik sama blogger senior. Zaman itu blog aku isinya masih curhatan gak jelas gitu (bahkan sekarang lupa password blognya) haha yaampun seneng bgt waktu itu. Sekarang udah terasa banget beda esensi dri BW ini.

    Like

    1. Nah kan ngerasain sendiri, hehe. Berasa istimewa ya dikomen bloger senior, kita ngerasa berharga. Ngeblog makin semangat karena ada manfaatnya buat orang–apa lagi kalau ada yang japri soal konten yang kita tulis. Wow!

      Like

  19. Sekarang mau bw syaratnya banyak karena fokusnya udah ke monetasi. Spam score harus rendah, DA harus tinggi dll. Ya sudah sih, sekarang aku memang jarang bw kecuali artikelnya bener2 menarik atau ikut list saling bw, daripada yg punya blog ngomel2 karena merasa link blog aku bikin turun performa blognya karena DAku lebih rendah atau SSku lebih tinggi dsb. Di bw list pun nggak menjamin, ada juga yg sengaja matiin link di kolom komentar karena takut broken link, jadi nggak timbal balik dong. Di luar bw list, ya jadinya kita nggak bakalan di bw balik karena dia kan nggak tau kita dari blog apa kalau dimatiin gitu linknya. Rumitlah dunia per-bw-an sekarang, ada hitung2annya, nggak sesederhana bahwa yg bw udah mau meluangkan waktu & pulsa jadi harus dihargai. Nggak bisa nyalahin juga sih, apalagi yg sudah menjadikannya sebagai sumber nafkah. Aku memaklumi dan memilih nggak mikirin itu lagi, yang penting nulis terus untuk pembaca umum, bukan cuma buat sesama blogger.

    Like

    1. Iya, Mbak. Memang DA/PA dan printilannya makin jadi perhatian pas blogwalking. Kadang ada juga bloger yang ngelarang komentator mencantumkan bahkan link blognya sendiri. Akhirnya ya yang penting tetap menulis, buat siapa saja yang membutuhkan–dianiatkan sebagai ibadah. Semoga bermanfaat.

      Like

  20. Saya juga jarang banget blogwalking, tapi biasanya akan komen dengan ikhlas jika ada sebuah postingan yang ketemu di Google atau di sosmed, dan memang perlu untuk bertanya sesuatu di tulisannya.

    Kadang komen juga kalau suka dengan postingannya, seperti tulisan ini, saya sukarela komen hahaha…

    Dan mungkin rasanya itu juga yang terjadi pada blog-blog saya, orang nemu di Google dan mereka berkomentar untuk bertanya sesuatu.

    Tapi ya memang beda nuansanya blogwalking dulu dan sekarang 🙂

    Dulu blogger rajin banget balesin komen, sekarang misal ada yang komen mereka balesin aja enggak, padahal kan itu salah satu tips untuk menghargai pembaca, ya kan?

    Biasanya kalau ada yang bertanya di blog saya akan menjawab panjang lebar, karena itu memperkaya isi konten kita juga. Bagus di mata Google.

    Memang sepertinya perlu update beberapa hal supaya tetap eksis di mata Google dan di mata Blogger.

    Salam kenal ya…

    Like

    1. Iya, Mbak. Ada kepuasan tersendiri kalau ada pembaca mampir dari pencarian Google. Karena kebutuhan dan tuntutan zaman sih sekarang komentar dan BW makin langka. Ya mau gimana lagi, yang penting tetap belajar dan update informasi. Salam kenal balik 🙂

      Like

  21. Mas Rud.. aku juga sangat merindukan dimana BW itu benar2 satu aktifitas yang ga perlu bersyarat. Serius deh .. aku ada beberapa grup BW dan bisa dibilang aku juarang banget ikutan list. Pernas beberapa kali coba klik link yg ada di list buat ikutan kometar. Dan ga ada komentar balik di post aku…

    Terkadang mikir, aku nulis tapi ga ada yang komen apa tulisanku buruk… Atau memang sekarang harus ngelist BW buat ada yg komen.. hahahah.. baper mas baper…

    Makanya halu juga kalau merindukan blogspere jaman dulu. Yang cuma share link lalu banyak komentar dan related komennya….

    Selamat menunaikan ibadah puasa ya mas Rud… Salam buat keluargaa.

    Like

    1. Ya kondisi sekarang udah beda memang. Ga kayak blogging era dulu, belum ada tuntutan ini itu, jadi ya masing-masing punya pertimbangan. Selamat berpuasa juga ya Bu. Semoga pandemi segera terhenti dan bisa kopdar ya!

      Like

    2. Kebiasaan saya dulu baca post sampai ke komen2nya, karena seringkali justru ‘rame’nya di situ..berbalas komen antara pengunjung, penulis dan juga pengunjung lainnya. Sekarang, fenomena seperti ini agak susah..terlebih dg adanya post2 sejenis di 1 list BW..hihi..terus terang ku kadang kewalahan nulis komen yg berbeda-beda..hihi..

      Like

      1. Ya sekarang memang beda kebutuhan, zaman sudah berubah, Mbak Mechta. Emang bener bingung juga pas nemu tulisan dengan tema sama. Yang penting terus menulis dan jangan lelah berbagi lewat tulisan ya. Salam!

        Like

  22. Kalau aku sih, sama seperti halnya menulis, blogwalking pun ku buat santai saja. Kalau lagi malas BW sendiri, ya ikutan list BW di WAG. Kalau nggak malas, BW ke blog-blog yang di share di group FB atau group menulis lainnya, kadang dari blog yang disaranin WP. Kuusahakan satu hari itu baca beberapa blog, buat nambah wawasan dan biar nggak kudet. Kalau aku paham, ya komentar, tanpa mengharapkan yang punya blog berkunjung ke blogku.
    Kalau dipikirin kunjung balik atau enggak, ya capek. Hidup ini udah ruwet sama kenyataan hidup, jangan sampai blogwalking pun meruwetkan, hahahaha.

    Like

    1. Saya pun begitu, Mbak Indah. Kangen masa-masa BW yang memang pengin tahu kabar bloger yang kita BW-in. Kalau sekarang kan beda, ada tuntutan kalau pas ikut jadwal BW di grup WA. Tapi ya mau gimana lagi, tututan zaman karena blog semakin menjanjikan. Saya juga masih BW tanpa rencana kalau ada postingan teman atau kenalan yang bagus. Yang penting jangan lelah berbagi lewat tulisan ya, siap!

      Like

  23. Wah… Saya orang yang menang aga telaten sama Blogwalking. Padahal kegiatan itu justru manfaatnya balik ke kita sendiri. Saya rasakan saat malas Blogwalking justru visitors maupun view malah turun. Kalau sudah begitu buru-buru Blogwalking lagi

    Like

    1. Iya, Mas. Selain mencari pembaca baru, blogwalking juga bisa nambah pengetahuan atau ilmu baru dari blog yang kita kunjungi. Apalagi kalau baru kali pertama, bisa nambah teman deh!

      Like

  24. zaman dulu sama zaman sekarang ya, sedikit ada perbedaan.
    Untuk blog walking zaman dulu, saya jarang2 blog walking sih sebenernya cuma dulu lebih intens pertemanan di dunia maya..

    Like

  25. Wah saya saking udah banyakan hiatusnya, sampe gak ngikutin lagi blogwalking list gitu-gituan. Semakin kudet di group2 blogger. Pernah juga sempat nyobain BW manual langsung via URL blog teman2, hasilnya memang jarang ada kunjungan balik. Sudah beda zamannya yaa. Orientasi blogger saat ini sudah semakin maju, lebih ke arah monetasi bukan sekedar hobi. Interaksi blogger dulu —lewat kolom komentar— memang terasa lebih hangat dan dirindukan.. 🙂

    Liked by 1 person

    1. Iya, Mas Chaidir. Memang sudah beda zaman, beda tuntutan. Blog makin menghasilkan, bloger makin hemat waktu buat menjalin hubungan yang mungkin kurang menguntungkan. Emang beda ma zaman dulu yang lewat komentar bisa tukeran info apa saja termasuk pengalaman atau curhat pribadi. Apa kabar Medan, Mas?

      Like

      1. Jadi keingat masa masa dulu ketika blog walking itu sebuah kegiatan yang menguntungkan satu sama lain.

        Semuanya berubah, ketika aktifitas ngeblog sudah lebih menuju ke monetize. Saat itu pelaku blog walking malah mencari keuntungan semata dengan saling klik iklan. Sejak saat itu BW disalahgunakan.

        Sedih rasanya.

        Memang sih tak boleh disalahkan juga ketika tujuan ngeblog untuk monetize, tapi harusnya main bersih. Biarkan pengunjung mengklik iklan dengan sendirinya. Bukan dengan manipulasi seperti tadi.

        Like

        1. Oh baru tahu ada praktik BW untuk saling mengklik iklan, Mas. Memang blogging sekarang sudah bergeser motif, buat keuntungan ya sah-sah aja. Kalau rekayasa iklan ya bisa bahasa juga kan, selain ga tulus juga potensi salah klik atau gimana bisa berabe.

          Like

  26. Hai, Pak Belalang…
    Duh jadi ingat acara TVRI Medan jadul, tokohnya namanya Pak Belalang.

    Jadi gini,
    Soal BW ya…

    Hahaha, gosah terlalu serius kali lah…
    Aku percaya, apalagi di era digital semua aspek mengalami perubahan, soon or later, termasuk dunia BW.

    Setiap orang juga punya prioritas!

    Ada yang pro BW ada yang ehem mungkin alergi BW atau apapun lah namanya.

    Intinya,
    Saling menghormati kepentingan saja!

    Salam dari Bumi Borneo 🙂

    Like

    1. Justru Mbak Rosa yang serius menanggapi, hehe. Enggak kok, Mbak. Saya cuma mengisahkan fenomena blogging terkini–sebenarnya lebih ke mutu atau kualitas komen sih karena kewajiban BW balik aja. Saya juga menyadari ini problem termasuk saya sendiri, dan paham bahwa ya memang dunia bergerak, tren berubah. Lagi-lagi saya menjadi bagian di dalamnya, ikut arusnya dan menikmati geliat itu. Salam hangat dari Kota Soto, Kak. 😀

      Like

  27. Sepakat banget dengan seluruh bagian yang dituliskan di posting berani ini. Blogwalking masa kini hanya sekedar seremonial, basa-basi, lipstik, dan karenanya cukup dengan sebaris kalimat yang memperlihatkan sekali kalau di peninggal komentar tidak membaca isi posting. Makanya sekarang kolom komentar aku moderasi selalu. Jangan harap komentar model begitu lolos moderasi, NO WAY.

    Grup blogger? Grup BW? Aku udah cabut dengan semua grup blogger, terutama yang kegiatan intinya adalah bertukar komentar alias saling bw. Nggak deh, terima kasih. Mending nggak ada komentar ketimbang cuma dapat komentar basa-basi yang nggak nyambung dengan isi tulisan.

    Sekarang paling banter join grup job, itupun karena memang harus kan ya biar koordinasi mudah. Tapi ya gitu deh, begitu pada setoran tulisan dan aku kunjungi satu-satu semua tulisan yang disetor ke blog, yang mampir balik bisa dihitung pakai jari satu tangan. Padahal ketika melihat nama-namanya, ada beberapa di antara mereka yang kuingat betul di masa lalu pernah kirim pesan di Facebook, yang minta diajarinlah, yang laporan barusan beli bukuku dan terinspirasilah, yang curhatlah, hahaha.

    Ya, blogosphere memang sudah sangat berubah sekarang. Tapi sebetulnya masih ada satu hal yang sama dari dulu hingga sekarang: siapapun blogger yang dilihat/dianggap berpenghasilan tinggi, itulah yang “disembah” ramai-ramai dan blognya akan terus dikunjungi.

    Like

    1. Kalau aku masih sering ikut BW terjadwal di grup gitu, Mas. Terutama sedang optimasi blog baru buat menumbuhkan trafik. Sayangnya ya itu komentar sering meleset dan formalitas. Jadi ya kadang mikir kalau mau ikutan program yang sama. Bener banget Mas, sekarang era berubah ketika blog harus menghasilkan. Maka ga heran kalau bloger berpenghasilan tinggi yang diburu dan dipuja-puja. Ya wajarlah sekarang pada cari kepuasan ekonomi.

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s