Melestarikan Bahasa Daerah di Dunia Maya: Solusi Mudah, Praktis, dan Murah

Tahun 2014 saya menghelat kontes di blog ini yang terbilang sukses besar untuk ukuran blog personal. Entah karena daya pikat hadiah berupa tablet PC atau karena pesona temanya, ratusan entri masuk didaftarkan sebagai partisipasi dalam lomba tersebut. Selain berjibun peserta yang menyerbu lomba, saya girang bukan kepalang karena ternyata para bloger masih akrab dengan bahasa pribumi yang melahirkan mereka.

BBC-Mania masih ingat kan dengan film animasi fenomenal berjudul Lion King produksi Disney tahun 1994 silam? Dari film itu lahirlah ungkapan viral hakuna matata yang diambil dari bahasa Swahili. Frasa pendek itu lalu digunakan banyak orang di seluruh sebagai mantra hidup atau kutipan penyemangat yang dicetak pada aneka cendera mata.

Saking kuatnya spirit dalam ungkapan itu, Disney bahkan mematenkannya guna mencegah penggunaan frasa ‘Hakuna Matata’ dalam produksi merchandise tak resmi selain buatan mereka. Walaupun langkah itu akhirnya berbuah pro dan kontra, satu hal yang jelas: kekayaan bahasa daerah tak bisa dipandang sebelah mata.

Potensi bahasa daerah

Pengalaman saya mengadakan lomba itu membuat saya menyadari betapa penting meningkatkan konten-konten lokal untuk diunggah di dunia maya, salah satunya lewat blog atau portal khusus. Dunia digital di Indonesia telah mengalami kemajuan luar biasa. Potensi pasar tumbuh sangat besar akibat revolusi industri 4.0 karena semua serbaterkoneksi dalam kerangka Internet of Things (IoT).

Sumbangsih kecil untuk melestarikan kekayaan Nusantara

Sebagai follow-up dari kesuksesan lomba itu, sejak akhir tahun 2018 saya memutuskan merintis blog yang khusus mengabadikan bahasa Jawa sebagai upaya melestarikan bahasa leluhur saya. Setelah maju mundur cantik, akhirnya saya meluncurkan misterblangkon.com yang sudah lama saya ingin miliki. Kebetulan saat itu saya memenangkan hadiah domain gratis dari sebuah lomba blog.

Klop deh! Sudah lama ingin punya blog khusus bahasa Jawa, lalu hadir tawaran gratis berupa domain yang bisa saya kelola secara terpisah dari BBC (Blog Belalang Cerewet) ini. Saya tinggal menyiapkan materi untuk diterbitkan secara rutin di blog baru agar mendapat perhatian Google dan para pembaca yang membutuhkannya. Karena masih merintis dan belum menimbang potensi finansialnya, saya masih menumpang di blogger.com alih-alih menyewa Web Hosting sendiri.

Pilihan saya terbilang tepat karena rupanya mengisi blog baru bukan perkara mudah. Selain karena fokus pada blog utama, kendala mengisi misterblangkon adalah karena faktor bahasa. Ya, saya sengaja menggunakan bahasa Inggris dalam blog itu karena ingin bahasa Jawa mengglobal. Dari penuturan dan pengalaman seorang teman yang berprofesi sebagai penerjemah, bahasa Jawa rupanya sering diminta diterjemahkan ke dalam bahasa lain dan sebaliknya.

Keuntungan perbanyak konten lokal

Singkat kata, ada pembaca potensial yang akan menjadi pelanggan blog baru ini. Bukan hanya penutur lokal tetapi juga penutur asing yang membutuhkannya. Setidaknya ada tiga keuntungan jika saya kemas misterblangkon dalam bahasa Inggris. Pertama, dengan memperbanyak konten lokal in English saya secara otomatis melatih kemampuan berbahasa Inggris dalam bentuk tulisan.

Walau blogpost tak harus panjang, setidaknya menulis dalam bahasa Inggris menuntut penggunaan kosakata yang tepat, tata bahasa yang akurat, dan gaya penyampaian yang memikat. Dari sini saya mesti belajar dan membuka kembali buku-buku referensi agar kemampuan lama tidak hilang dan malah diasah.

Keuntungan kedua, saya bisa mempromosikan bahasa Jawa di jagat maya dengan cara yang mudah tanpa harus meninggalkan rumah sebab dunia digital menjangkau seluruh dunia. Potensi pembacanya nyaris tak terbatas. Bukan hanya mudah tapi juga praktis dan terjangkau. Praktis karena materi gampang diunggah dan hasilnya gampang dibaca.

Terjangkau karena biaya pembuatan blog tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Tinggal cari Hosting Murah di banyak penyedia layanan hosting lalu bandingkan paket terbaik sesuai kebutuhan kita. Asyik kan? Tak perlu ke mana-mana untuk bisa mempromosikan sekaligus melestarikan bahasa daerah. Cukup duduk manis di depan komputer sambil rajin menghimpun materi yang relevan, maka konten lokal bisa diperbanyak seiring berjalannya waktu.

Keuntungan ketiga adalah kesempatan memperdalam bahasa daerah. Agar dapat mengunggah konten lokal dalam hal ini artikel tentang bahasa daerah yang bermutu, maka saya tentu perlu menyiapkan materi dengan serius. Secara otomatis saya mesti belajar lebih banyak saat menghimpun dan memilih materi yang pas. Dengan begitu pengetahuan saya berbahasa Jawa pun turut meningkat.

Keuntungan keempat punya blog bermuatan lokal berbahasa Inggris adalah peluang meraup dolar jika trafik meroket dan bisa didaftarkan pada AdSense. Dengan rutin memperbarui isi blog dan rajin membagikannya di media sosial, blog ini lama-lama bisa besar dan bisa menjadi mesin uang. Bukan cuma jadi alat investasi, tapi juga memberikan andil berarti walaupun kecil terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan konten lokal..

Tentu saja blogpost tak cukup ditulis sembarangan, tapi diimbangi dengan SEO dan riset keyword yang jeli. Sebagaimana buku-buku bermuatan lokal seperti Afrika, Timur Tengah, dan daratan Tiongkok yaang selalu memesona, saya yakin konten lokal seperti bahasa Jawa yang saya kelola akan mampu memikat pembaca dunia.

Konten lokal berpotensi fenomenal

Sebut saja tingkat kesopanan dalam pilihan kosakata saat menghadapi lawan bicara yang berbeda, ini merupakan keunikan tersendiri dalam bahasa Jawa. Belum lagi aksaranya yang menarik, ditambah khazanah sastra seperti Serat Centini, Serat Cemporet, dan para pujangga Jawa yang tak kalah keren karyanya. Ini semua bisa menjadi modal berharga untuk menarik publik global sebagai pembaca misterblangkon.com. Untuk itulah konten lokal perlu terus ditingkatkan jumlahnya di ranah digital.

BBC-Mania tentu ingat buku The Kite Runner karya Khaled Hosseini dari Afghanistan yang juga sukses difilmkan. Buku debut Khaled dengan corak lokal yang kuat tersebut terjual hingga 10 juta kopi di seluruh dunia diikuti buku keduanya A Thousand Splendid Suns yang mencetak 38 juta kopi di 70 negara. Daya pikat novel tersebut salah satunya berkat wawasan mendalam tentang sejarah, budaya, dan suku pribumi Afghanistan, termasuk sisipan bahasa daerah atau nama-nama lokal.

Lalu dari benua Afrika ada sebuah novel fenomenal karya Chinua Achebe berjudul Things Fall Apart yang menceritakan kehidupan suku pribumi di Nigeria sebelum dan sesudah kawasan itu dikuasai oleh para pendatang dari Eropa. Perjuangan Okonkwo sang kepala desa melawan kolonialisme yang menghancurkan budaya setempat sungguh sangat menarik sekaligus kompleks.

Kiat optimalkan konten lokal

Maka tak ada lagi alasan untuk tak punya blog atau website di era serbadigital saat ini sebab itu bisa kita manfaatkan sebagai media ampuh untuk mengabadikan, memperbanyak, dan menyebarkan konten lokal yang tidak dimiliki oleh budaya lain, baik bangsa kita sendiri maupun bangsa asing. Biaya bukan lagi kendala, tapi niat dan semangat belajarlah yang utama.

Mungkin bisa dicoba 9 langkah berikut agar konten-konten lokal yang kaya bisa semakin optimal di dunia maya. Rumus ini saya gabung dari berbagai sumber dan tidak saya klaim sudah saya lakukan semua. Sebaliknya, ia jadi semacam panduan atau reminder untuk dilihat lagi dan dan berproses terus-menerus.

1 | Temukan passion

Dalam sebuah webinar bertema bisnis yang saya ikuti Agustus lalu, seorang narasumber melontarkan pendapat menarik tentang salah satu kiatnya sukses menjalankan usaha penjualan laptop. “Passion, itulah kuncinya,” ujarnya dengan alasan bahwa kalau memang sesuatu sudah jadi passion maka kita akan menikmati jatuh bangun dalam usaha tersebut.

Jika ingin menggeluti konten lokal, pilihlah dengan selektif apa yang akan ditawarkan kepada publik. Dan pastikan kita mencintai bidang tersebut. Ini senada dengan tulisan Thomas J. Stanley dalam buku fenomenalnya The Millionaire Mind yang menyebut bahwa kecerdikan memilih bidang bisnis menjadi pijakan awal kesuksesan usaha.

2 | Tentukan goal

Tanpa goal yang jelas, kita akan sulit merumuskan strategi pencapaian. Di sinilah pentingnya tujuan yang jelas agar memudahkan kita menyusun langkah-langkah strategis menuju kesuksesan. Saya teringat pada buku Aspirations karya Andrea Molloy yang memberi panduan tentang penentuan goal yakni menggunakan metode SMART.

Sebagaimana BBC-Mania lihat pada gambar di atas, SMART adalah singkatan dari Specific, Measured, Achievable, Realistic, dan Timely. Pertama, tujuan kita harus spesifik, tidak umum atau yang penting ada. Kalau bisa juga ditulis. Alih-alih berbunyi, “Saya ingin sukses jualan kerajinan tangan khas kampung halaman,” kita mestinya menulis, “Tahun 2021 saya harus sudah punya merek untuk sepatu berbahan eceng gondok dan menjual setidaknya ke beberapa kota besar di Indonesia.”

Dari tujuan spesifik tersebut, kita lantas mengukur pencapaian dengan kriteria yang jelas. Seberapa banyak unit yang akan kita produksi, berapa kota yang jadi tujuan, dan indikator apa yang kita pakai untuk menunjukkan bahwa kita sudah berada di jalan kesuksesan.

Goal kita juga harus achievable yaitu ia harus sesuai dengan kompetensi dan sumber daya yang kita miliki. Pastikan tujuan itu punya tantangan yang bisa kita taklukkan. Jika kita tak mumpuni, dari mana kita bisa sewa tenaga yang andal? Kita juga bisa bandingkan dengan bidang serupa yang pernah digeluti oleh orang lain.

Seperti namanya, Realistic berarti realistis. Jangan sampai menyusun target atau tujuan yang ada di luar jangkauan sumber daya kita, apalagi baru mengawali usaha. Selain kewalahan, energi kita bisa habis tapi tidak produktif untuk membangun kemajuan usaha.

Terakhir, goal haruslah timely atau ada pula yang menyebut timed, yakni punya tenggat pencapaian tertentu untuk melecut usaha kita. Penentuan deadline juga akan memudahkan kita menyiapkan strategi cerdas untuk meraihnya. Tanpa patokan waktu, kita akan berleha-leha dan mungkin malah tidak fokus sebab tak ada batasan.

3 | Buat rules dan roles

Agar konten lokal bisa optimal di dunia maya, kita mesti menyusun rules yang jelas terutama jika produk yang kita kelola akan menjangkau wilayah yang lebih luas dan melibatkan banyak orang. Sedangkan roles menegaskan peran yang ingin kita ambil dalam kompetisi konten-konten lokal di dunia serbadigitaal saat ini.

CEO Brain Traffic, Kristina Halvroson, mengingatkan hal ini dalam bukunya berjudul Content Strategy for the Web. Bahwa memahami peran di dunia konten hukumnya wajib sebab content marketing melibatkan konversi menuju pembelian lewat edukasi dan kepercayaan bagi pelanggan dan itu butuh kreativitas serta fleksibilitas.

4 | Manfaatkan hosting gratis

Dengan belimpahnya ilmu digital marketing di Internet, juga banyaknya materi yang bisa disulap jadi konten lokal khas Indonesia, rasanya tak ada lagi excuse untuk tak menggelar ‘dagangan’ di dunia maya. Apalagi kini ada Hosting Gratis yang ditawarkan Indowebsite–sangat cocok kita manfaatkan. Sebagai brand dari PT. Tujuh Ion Indonesia, Indowebsite berkomitmen turut mencerdaskan anak bangsa dan mendukung optimasi konten lokal salah satunya dengan menyediakan hosting gratis. Punya StartUp atau usaha online yang baru Anda rintis? IndoWebsite solusinya!

Tak perlu galau tak perlu heboh, web hosting gratis ini ditempatkan di data center Indonesia yang menjamin akses lokal yang lebih cepat dan lebih stabil. Kalau sudah ada layanan yang benar-benar gratis seperti ini tapi Anda masih enggan memanfaatkan, sungguh percuma punya angan-angan besar sambil sibuk menyalahkan orang lain yang sukses. Fasilitas ada, tinggal mengeksekusi gagasan brilian dan out of the box. Setuju?

Ingat kutipan Napoleon Hill yang legendaris itu?

“If you cannot do great things, do small things in a great way.”

Inilah saatnya kita maju dengan ide-ide baru tanpa takut terkendala biaya. Ide lama pun oke asal dieksekusi dengan cara baru! Website bisa menjadi modal untuk menunjukkan portofolio karya dan kesungguhan kita berusaha. Bisa juga untuk menjual produk lokal agar menembus pasar dunia. Sekecil dan seremeh apa pun ide itu, sekaranglah momen yang tepat untuk mewujudkannya tanpa takut rugi. Blog atau website, pilih saja. Tinggal cara mengemas lewat marketing.

5 | Unggah tulisan berkualitas

Dalam contoh saya yang mengelola misterblangkon.com, konten yang bermutu adalah senjata utama untuk berperang di dunia maya. Setiap hari ribuan atau mungkin jutaan konten diproduksi di seluruh dunia, baik bertema umum ataupun bahasa daerah.

Saya yakin punya peluang dan itu bisa di-boost lewat tulisan yang SEO-friendly dan isinya bermanfaat bagi pembaca yang mempelajarinya. PR yang saya rasakan sepertinya adalah memilih foto/gambar yang tepat dan menyisipkan kisah nyata sebagai penguat setiap blogpost.

6 | Optimalkan media sosial

SocialMediaExaminer.com merilis data menarik Mei 2020 lalu. Dari 5.200 digital marketer yang disurvei, sebesar 86% menyatakan bahwa optimasi di media sosial ternyata mampu meraih exposure untuk bisnis mereka. Trafik pun meningkat sebesar 78%, sangat signifikan. Setidaknya separuh dari marketer tersebut mengaku bahwa penjualan produk meningkat berkat pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan usaha.

Mike Ramsey, presiden Nifty Marketing, pernah menulis bahwa cara favoritnya untuk mempromosikan konten lokal adalah menggunakan Facebook Ads. Beberapa teman bloger yang memanfaatkan fasilitas berbayar ini membuktikan manfaatnya. Blog atau website meraih kinerja lebih baik setelah didongkrak dengan FB Ads. Dengan biaya terjangkau, target audience bisa terukur. Selain itu tentu saja mendayagunakan iklan di Instagram jika kita belum memiliki basis pengikut (follower) yang besar.

7 | Gelar kuis & giveaway

Menghelat kuis atau giveaway sudah jadi rahasia umum sebagai cara efektif untuk memperkenalkan produk atau brand yang kita kelola. Sesekali gali interaksi dengan pelanggan atau calon pelanggan lewat kuis mudah dengan hadiah yang menarik. Bisa berupa saldo e-wallet yang kini makin populer atau berupa produk lokal yang sedang kita kembangkan.

8 | Survei online

Melibatkan pembaca atau pelanggan dalam survei adalah cara jitu agar konten lokal yang kita garap sebagai bisnis mendapat penilaian jujur dan bahkan masukan berharga dari kacamata konsumen. Data feedback semacam itu bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan strategi-strategi baru guna mempertahankan pembaca/pelanggan lama sekaligus membangun relasi baru dengan calon pelanggan baru sehingga bisnis kita terus tumbuh secara positif.

9 | Terus belajar

Akhirnya untuk menggaungkan konten lokal di jagat digital yang kian mengglobal ini dibutuhkan semangat belajar tak kenal lelah dan terus meng-upgrade kemampuan dengan tetap fokus pada goal utama yang SMART. Harus rela menyediakan waktu untuk berbenah saat ada celah dan harus sudi berkolaborasi agar upaya-upaya kreatif semakin produktif mendukung terwujudnya impian.

Belajar dan bekerja sama, kiat ampuh meraih cita-cita (Gambar dari freepik dotcom)

Melestarikan bahasa daerah di dunia maya, kenapa tidak? Ini solusi yang mudah karena tak perlu meninggalkan rumah, praktis sebab kini tersedia hosting gratis, dan murah lantaran biaya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan target yang kita inginkan. Setelah membaca tulisan ini, saya yakin BBC-Mania semakin sadar tentang pentingnya peningkatan konten lokal untuk dioptimalkan di dunia digital, baik di Indonesia maupun dunia. Mulai sekarang juga yuk!

38 Comments

  1. The Kite Runner emang fenomenal banget, tapi novel kedua belum akrab. Layak diburu nih, suka sama yang berbau tribal atau kedaerahan. Setuju banget, sekarang saatnya berani menggunakan bahasa daerah atau meempromosikan konten lokal lain di dunia maya. Sekarang serbadigital jadi makin praktis buat nyebarin ide. Jadi cara mudah merawat bahasa daerah emang bisa lewat Internet kayak blog/website. baru tahu loh ada hosting gratis dari Indowebsite. Cus ah ke situsnya, cari-cari yang cocok. Jangan sampai heboh lagi poduk lokal diakui pihak asing kayak roti pandan belakangan ini. Biar ga diakui ya kudu dilestarikan sendiri. Nice piece!

    Liked by 1 person

    1. Ya gitulah biasanya, kalau kadung diklaim pihak lain baru deh kebakaran jenggot. Padahal potensi daerah di Indonesia sangat besar, baik berupa barang atau kekayaan intelektual seperti bahasa. sayang banget kalau enggak diberdayakan dan dihidup-hidupkan.

      Like

  2. Mas Rudi,

    Agak OoT, ya.

    Untuk penulisan artikel berbahasa Inggris utk pemula, trik apa yg biasa dipakai? Apakah baca dari sumber berbahasa Inggris lalu dikembangkan, atau langsung aja?

    Like

    1. Gapapa, Mbak. Kalau untuk pemula, menurut saya lebih enak langsung bikin saja. Yang penting bikin pendek-pendek sambil berlatih. Nanti bisa ditambah materi dari sumber lain.

      Like

  3. Setuju banget, Indonesia ini kaya dengan bahan dan produk yang bisa dikemas jadi konten lokal. Ya budaya, ya makanan, banyak banget. Enak banget ya ada hosting gratis gitu, Mimin jadi pengin usaha juga hehe ….

    Liked by 1 person

    1. Banyak yang bisa dijual ke luar daerah, bahkan luar negeri ya Min. Ayo NBC Lamongan juga gebrak dong dengan blog yang berbayar. Siapa tahu bisa manfaatin hosting gratis ini, Min. 🙂

      Like

    1. Harus dong selalu semangat dan optimistis mengenalkan budaya Nusantara, termasuk produk lokal menjaid konten yang berbobot. Hari gini enggak ada alasan buat enggak bikin konten, ya ga? Materi berlimpah di Internet, kita tinggal piliha pilah aja, ditambah pengalaman pribadi. Intinya, mencoba!

      Like

  4. Unik caranya untuk melestarikan potensi bahasa lokal. Tapi ya memang beginilah harusnya karena pemanfaatan media Internet dan mdia sosial bisa mengoptimalkan promosi konten lokal. Malah akhirnya jadi keuntungan yang menjanjikan. Mau bikin konten lokal apa ya? Blog aja masih jarang diupdate, hehe.

    Like

    1. Praktis juga, Kak karena Internet kan semakin mumpuni. Kuota pun makin murah jadi bisa dimanfaatkan untuk dongkrak promosi konten lokal. Yuk ikutan juga, siapa tahu punya produk UKM yang potensial.

      Like

  5. The rising percentage of Internet users, coupled with advance of technology, I think it’s a good initiative to promote local language that way. Fast and effective, hardly costly. Good job!

    Like

  6. Serius baru tahu ada hosting gratis buat usaha lokal, Kak. Bagus inisiatifnya, bisa mendongkrak usaha lokal dan bersaing di kancah global karena memanfaatkan teknologi digital. Semoga dilancarkan blog tentang bahasa Jawa!

    Like

    1. Coba aja klik dan kunjungi tautan yang saya sertakan, bro. Siapa tahu punya potensi lokal yang bisa diberdayakan. Pas pandemi gini cocok banget karena orang lebih banyak pakai Internet untuk cari barang atau ilmu.

      Like

  7. Bisa juga nih nyontoh idenya, Internet memang memudahkan bisa dimanfaatkan buat promosi apa saja termasuk konten-konten lokal. Jualan produk atau kekayaan nasional bisa banget. Asal mau berusaha, optimis bisa capai impian. Dukungan ilmu sekarang luas, apalagi hosting gratis digencarkan kayak gini. Salut, semoga konsiten, Gan!

    Like

    1. Kulik-kulik aja potensi daerah yang bisa dikemas jadi konten lokal. Indonesia kaya kok, banyak yang bisa dijual. Kalau saya pilih bahasa aja karena makin banyak ditinggal generasi muda, plus ngenalin ke pembaca asing. Syukur-syukur jadi ladang rezeki hehe. 🙂

      Like

  8. Point nomer 2 nih yang bener bener pengen banget saya capai. Sepertinya saya harus kembali mengumpulkan “keberanian” untuk mencapai target. Belajar lagi, dari awal.

    Like

    1. Iya, Kak. Jangan ragu untuk mencoba hal baru terutama mengenalkan konten lokal ke pasar yang lebih luas lewat dunia digital. Siapa tahu berbuah keuntungan finansial 😀

      Like

    1. Cuma bisa bahasa Inggris sedikit, Mbak. Hitung-hitung praktik biar enggak terlupa dari sisa kuliah, hehe. Sekalian promosi bahasa daerah. Siapa tahu membuka peluang baru, hehe. Bahasa kalbu justru bahasa wajib tuh, Mbak! 🙂

      Like

  9. Keren sekali, Mas Rudi punyablog khusus berbahasa jawa. Jadi selain melestarikan bahasa jawa, mengangkat budaya, juga memperkenalkan pada generasi sekarang. Jadi menginspirasi saya buat bikin juga, Mas hehehe.

    Like

    1. Bisanya bahasa Jawa, Mas Bams. Mau bahasa Sunda cuma senang dengarnya aja, hehe. Itulah Mas sekalian nguri-nguri budaya kan lewat Internet yang makin praktis dan hemat. Ayo bikin juga, promosikan konten lokal Kebumen termasuk kecap Kentjana yang legendaris itu. Mumpung ada hosting gratis loh!

      Like

  10. Waah keren sekali mas sampai punya blog berbahasa Inggris tapi mengangkat konten lokal . Kayaknya jarang ya yang bikin begitu kecuali memang orangnya pemerhati budaya. Salit buat njenengan Mas. Semoga konten lokal makin jaya ya.

    Like

    1. Salah satu cara biar bahasa Jawa tetap terpelihara, Mbak Nunung. Sekalian mempertajam kemampuan berbahasa Inggris agar tak terlupa. Ayo bikin juga, banyak kok konten lokal yang bisa digarap jadi produk unggulan, baik barang riil atau yang intangible. Terma kasih atas doa dan dukungannya 🙂

      Like

  11. Kayakjya masih sedikit yang tertarik kembangkan konten lokal ya kak… Hmmm

    Btw kerennbht kakak ini punya blog bule.juga yaaaa… Gimana ngelolaaanyaaaaa huhu

    Like

    1. Kalau masih sedikit, ayo Rini juga ikut partisipasi buat angkat kekayaan Indonesia sebagai konten lokal. Bantu merawat khazanah bangsa/daerah dan siapa tahu malah dapat untung, ya enggak? Untuk pengelolaan memang belum seoptimal blog utama BBC ini, tapi tetap diisi minimal sekali sebulan pakai skedul aja. Semangat!

      Like

  12. Aku jadi terinspirasi buat bikin blog dengan konten lokal juga. Akutu miris sama anak2 zaman sekarang yg ga ngerti sama bahasa daerah nya.
    Btw, penasaran sama hosting gratis nya nih mas.

    Liked by 1 person

    1. Ayo bikin juga, Kak. Banyak banget bahan dan kekayaan daerah yang bisa diangkat jadi konten lokal. Salah satunya bahasa daerah yang sayang banget kalau enggak dirawat. Kepoin aja Indowebsite buat tahu hosting gratis itu.

      Like

  13. inspiratif banget ini
    salah satu cara untuk melestarikan bahasa daerah yg mana kadang anak2 sekarang malas menggunakan tuk bahasa sehari2.
    saya jadi termotivasi juga untuk bisa bikin konten yang bisa melestarikan budaya ini

    Like

    1. Iya, Kak. Cara gampang buat lestarikan bahasa daerah ya begini, lewat dunia digital aja karena murah dan praktis. Mengawetkan kekayaan bangsa di dunia maya yang jangkauannya luas tanpa batas. Ayo bikin juga blog atau website dengan muatan lokal yang kental, siapa tahu bisa diduitin, hehe.

      Like

  14. Kami nih rada keteteran dng bahasa daerah. Aku dan suami, Jawa. Anak lahir di Jakarta dan Bandung, sekarang menetap di Bandung. Anak-anak engga fasih bahasa Sunda maupun bahasa Jawa, ya bahasa Indonesia aja deh…Aku tadi mampir ke misterblangkon…Unik nih, blognya cerita ttg Jawa tapi bahasa Inggris…

    Liked by 1 person

    1. Oh saya pikir Mbak Hani asli Bandung, ternyata latar belakangnya suku Jawa ya. Pas saya pindah ke Lamongan juga anak-anak sempat terkendala, Mbak. Di rumah pakai bahasa Indonesia tapi komunikasi dengan teman-teman mereka pakai bahasa Jawa, jadi di rumah tinggal belajar bahasa Inggris sebagai pelengkap. Minimal bahasa Indonesia jangan sampai terlupa, bahasa persatuan kita. Terima kasih sudah mampir ya 🙂

      Like

  15. Kak ada satu kata salah ketik di paragraf terakhir. Ini sih sama sekali nggak mengurangi bobot konten yang BBC tulis. Saya suka membacanya, telaah pustaka dan tarikan lembut benang merah dengan misi yang dibawa terasa smooth dan mengena. Semoga sukses, Kak!

    Liked by 1 person

  16. Jadi ingat, tahun 2013 lalu kalau ndak salah pernah ikut GA Bahasa Daerah juga, yang selenggarakan waktu itu Blogger Manis bergingsul, Niar Ningrum. Banyak juga yg ikut, tapi yang punya Mas ini saya kelewat deh kayaknya, padahal bahasa daerah itu bagus banget kalau dibahas, biar bisa saling belajar bahasa daerah, dan kalau ke daerah tertentu jadi bisa sedikit-sedikit ngerti bahasanya kam ya 🙂

    Like

    1. Oh iya betul, aku juga iktu giveaway yang digelar Niar, sayang sekali dia sekarang hiatus ya. Semoga nanti bisa saya gelar lagi kalau punya dana atau dapat sponsor lagi kayak dulu. Itulah kehebatan Indonesia ya, banyak suku dan bahasa, masing-masing unik jadi teramat sayang kalau tak dilirik untuk dilestarikan sebagai konten lokal di era serbadigital sekarang.

      Like

  17. Wah, keren masnya nih melestarikan bahasa daerah dengan membuat satu blog khusus. Auto kepoin blog misterblangkon. Aku penasaran sama bahasa Jawa soalnya.

    Like

    1. Ini yang saya bisa sekarang, Gem. Ya memanfaatkan kecanggihan Internet karena praktis dan ekonomis. Apalagi sekarang udah ada tawaran hosting gratis. Yuk bikin juga konten lokal untuk dipasarkan di dunia digital!

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s