Don’t Dare to Dream: Ketika Cinta Tak Semudah Prakiraan Cuaca

Korea Selatan rasanya tak pernah kehabisan ide untuk diolah menjadi drama yang memikat dunia. Lebih-lebih masa pandemi begini, saat orang-orang bertahan di rumah untuk membatasi interaksi sosial, tak sedikit mereka menghabiskan waktu untuk menikmati drakor yang judulnya banyak dan temanya sangat beragam. Bukan cuma drakor produksi baru, film seri keluaran lama pun masih menggoda untuk ditonton. Salah satunya Don’t Dare to Dream atau Jealousy Incarnate yang memotret persaingan cinta beberapa orang.

Drama yang ditayangkan tahun 2016 ini mengisahkan perjuangan Pyo Na-Ri (Kong Hyo-Jin) yang ingin menjadi pembaca berita setelah tiga tahun sibuk menjadi pembaca prakiraan cuaca secara kontrak. Tiga tahun sebelumnya dia gagal terpilih sebagai pembaca berita saat SBC (Seoul Broadcasting Corporation) melakukan rekrutmen secara resmi. Na-Ri pun memanfaatkan peluang sebagai presenter prakiraan cuaca dengan harapan bisa beralih jadi news anchor nantinya.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama membiayai adiknya yang masih sekolah, Na-Ri membuka diri untuk mengerjakan apa saja di kantor, mulai dari mengambilkan kopi hingga merangkap jadi tukang rias untuk artis di stasiun tersebut. Hingga tibalah pada pengalaman yang membuatnya senang tapi gamang. Untunglah saya nonton Don’t Dare to Dream Sub Indo jadi bisa mengikuti alur dengan asyik.

Peluang baru bikin galau

SBC akan merilis video perekrutan pembaca berita yang baru. Shooting video itu akan dilangsungkan di Bangkok, Thailand. Salah satu talent yang akan tampil dalam video itu adalah Lee Hwa-Shin, news anchor mapan yang diperankan oleh Cho Jung-Seok. Demi mengirit biaya, Na-Ri pun dikirim ke Bangkok bersama sutradara untuk merias Hwa-Shin sebelum muncul di depan kamera.

Masalahnya, Na-Ri pernah naksir pada Hwa-Shin beberapa tahun lalu saat cowok ganteng itu masih bekerja di studio pusat di Seoul. Mengabaikan perasaan pribadinya, Na-Ri pun berusaha profesional. Yang membuat semakin rumit justru hadirnya tokoh baru bernama Ko Jung-Won (Ko Gyung-Pyo). Melihat Jung-Won yang imut, serasa menonton Chef Arnold versi slim, haha.

Justru itulah yang membuat hati Na-Ri galau. Pembawaan Jung-Won yang cair dan manis mau tak mau menyihir Na-Ri untuk menyukainya, diawali dari perjumpaan awal di pesawat kelas ekonomi sebelum mereka saling berkenalan. Jung-Won ternyata sahabat Hwa-Shin yang berjanji ketemu di Bangkok demi mengenang persahabatan masa lalu. Kira-kira pada siapa Na-Ri akan melabuhkan hatinya?

Sungguh kisah cinta tak semudah menyusun prakiraan cuaca. Sekembalinya ke kantor pusat di Seoul, Na-Ri semakin sering bertemu Hwa-Shin yang menunjukkan respons natural Na-Ri saat memencet dada Hwa-Shin. Dalam berbagai kesempatan, sejak insiden dada Hwa-Shin terluka sebelum shooting di Bangkok, Na-Ri memang seolah terobsesi pada dada lelaki ganteng itu. Sayangnya Hwa-Shin selalu cuek dan masa bodoh sampai kemunculan Jung-Won yang menjadi pesaingnya.

Pemeran Na-Ri kurang pas?

Tak sedikit yang menyesalkan didapuknya Hyo-Jin untuk memerankan Pyo Na-Ri. Mungkin sebagian berpendapat karena dia kurang cantik sementara diperebutkan oleh dua cowok keren yang banyak jadi idola. Saya pribadi sempat berpandangan begitu, tapi cuma di awal. Begitu masuk ke dalam cerita kita akan paham bahwa Hyo-Jin mampu membawakan sosok Na-Ri yang responsif, lugu, jujur, dan pekerja keras dengan tingkat kematangan yang bisa mengimbangi tokoh lain terutama Lee Hwa-Shin.

Mungkin oleh tokoh lain ia dianggap oportunis atau bahkan bodoh, tapi yang jelas Na-Ri punya semangat bahwa apa saja patut diperjuangkan, termasuk mimpinya menjadi pembaca berita dan kisah asmaranya tanpa khawatir akan berakhir seperti apa. Kecemburuan, sebagaimana judulnya jealousy, memang mewarnai film ini, terutama selama berada di studio SBC.

Dua mantan kakak ipar

Perseteruan sengit terjadi antara dua reporter senior yakni Kye Sung-Sook dan Bang Ja-Young. Kedua wanita paruh baya ini rupanya punya masa lalu yang saling terkait denga Hwa-Shin, si news anchor angkuh itu. Sung-Sook pernah dinikahi kakak Hwa-Shin bernama Joong-Shin tapi bercerai. Perceraian itu disinyalir atas hasutan Hwa-Shin. Joong-Shin lantas menikahi Ja-Young tapi tak berlangsung lama pula.

Singkat kata, kehidupan Joong-Shin terpuruk ketika Hwa-Shin membongkar ketidakjujuran bisnis kakaknya tersebut yang berakhir kebangkrutan. Hwa-Shin lari ke Bangkok untuk menenangkan diri sementara Joong-Shin dan putrinya Bbal-Gang (Mun Ka-Young) menyepi di sebuah rumah kos yang dimiliki Kim Rak (Lee Sung-Jae). Dari sinilah kebencian dua reporter itu memuncak: Sung-Sook menyalahkan Hwa-Shin atas perceraiannya dan Ja-Young menyalahkan Hwa-Shin atas pemberitaan ‘kejujuran’ tersebut.

Nonton Don’t Dare to Dream Sub Indo ini memang sangat mengasyikkan. Pastikan streaming kalian lancar atau terlebih dahulu mengunduhnya agar acara nonton tidak terganggu. Jangan lewatkan bagian Kim Rak, si chef macho yang diperebutkan oleh Sung-Sook dan Ja-Young. Pertemuan mereka bertiga dipicu oleh kondisi ayah Bbal-Gang yang memburuk akibat minuman keras hingga berakhir penyumbatan di otaknya. Dari sinilah kedua ibu tiri itu berusaha melacak keberadaan Bbal dan ayahnya.

Asyik dan menggelitik

Gabungan plot maju mundur menbuat drakor ini tetap memikat, bahkan menguatkan cerita utama. Akting para pemeran sangfat menjiwai dan berkontribusi pada bangunan kisah yang solid sampai tuntas 24 episode. Terutama persahabatan Hwa-Shin dan Jung-Won yang kadang sengit akibat romansa (sampai terjadi perkelahian) dan kadang karib saat minum kopi bersama.

Butuh tontonan ringan di akhir pekan? Jangan ragu menggunakan waktu luang untuk menuntaskan serial ini. Selain mengetahui seluk-beluk dunia pertelevisian, kita juga akan dibawa masuk ke dalam cerita keseharian yang relevan, yang bisa terjadi meskipun film tersebut fiksi belaka. Namun apa pun yang terjadi dalam hidup kalian, BBC-Mania, jangan takut berharap dan jangan berhenti bermimpi. Hindari drama dan lakukan yang terbaik sesuai kemampuan untuk menunggu kejutan di masa depan.

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s