Ngeblog Agar Tetap Waras

Saya menulis di blog sejak tahun 2007 saat masih bekerja kantoran. Ngeblog asyik-asyik saja sesuka hati, bercerita tentang keseharian. Jalan-jalan naik KRL yang masih kumuh dari Bogor ke Jakarta untuk membeli komputer rakitan, tenggat kerjaan di kantor, sampai curhat tak jelas. Senang betul bisa melihat ide-ide liar tiba-tiba beralih rupa jadi teks dengan font-font unik di layar komputer. Dan bisa diakses kapan saja, oleh siapa saja, di mana saja.

Tahun 2015 mulai ngeblog secara serius. Sebutlah itu profesional komersial, karena sudah ada tuntutan dapur, hehe. Selain merintis jualan wingko, saya aktif menulis di blog. Semula di tenteraverbisa.wordpress.com lalu saya migrasi ke domain baru seperti yang BBC Mania baca saat ini. Kenapa Belalang Cerewet? Jawabannya bisa dibaca di sini.

Seiring serius ngeblog, teman-teman bloger atau narablog pun bertambah. Dari Jakarta, Bogor, Surabaya, Kalimantan, Sulawesi, Bandung, dan banyak sekali. Kami bertukar kabar lewat blogwalking yang tulus; maklumlah kala itu belum ada tren brand yang memesan tulisan pada bloger seperti saat ini. Kami mengenal anggota keluarga masing-masing, termasuk insiden apa yang menimpa mereka.

Bloger adalah enigma

Sampai suatu hari teman-teman bloger menghimpun dana untuk meringankan beban bloger cewek di Bengkulu yang baru saja ditinggal suaminya meninggal. Terkumpul 10 juta kalau tak salah yang ia pergunakan untuk membuka warung kelontong dan memenuhi kebutuhan hidup. Ya begitulah blogging zaman dulu, sesekali kopdar dan bertukar hadiah.

Bahkan tanpa pernah bertatap muka pun, kami serasa dekat dan seolah saling mengenal dan merasa harus saling meringankan jika ada yang ditimpa kemalangan. Dalam buku berjudul Buka-bukaan Ala Blogger Kondang(an) saya menulis di bagian pengantar bahwa bloger adalah sebuah enigma. Mereka ini makhluk langka yang aneh, anomali, mungkin ‘bodoh’ yang masih mau tetap peduli meski di kehidupan nyata orang-orang cenderung demikian ganas dengan saling menipu dan memangsa.

1 | Evi Indrawanto

Beberapa teman bloger jadul yang saya kenal sudah banyak yang tak aktif. Ada yang sibuk mengasuh keluarga, sebagian lagi sibuk bekerja. Salah satu bloger itu adalah Uni Evi yang mengampu blog https://www.eviindrawanto.com/. Saya menikmati setiap fragmen perjalanannya yang ditulis dengan lengkap, hati-hati, tapi tidak kehilangan kegembiraan.

Blognya sarat informasi, baik perjalanan di penjuru Nusantara hingga sudut-sudut eksotis dunia seperti Nepal yang sangat saya impikan. Kuliner pun tak terlewat ia tuturkan di blog yang desainnya saya suka. Bukan sebatas kuliner yang dikomentari ‘enak’ atau maknyus begitu saja, tapi selalu ia ungkap anasir sejarah yang membuat ceritanya begitu kaya.

Navigasi blognya pun mudah, dengan loading yang cepat. Kategori dibagi dengan rapi dan tentu saja foto-foto hadir dengan bening, memikat hati siapa pun yang melihatnya.

Salah satu blogpost yang berkesan adalah Masjid Merah Panjunan di Cirebon, yang sempat saya baca sebelum saya bertolak ke Cirebon akhir 2018 untuk reportase lomba Astra. Walau saya gagal dalam lomba itu, saya puas telah singgah di masjid bersejarah yang merupakan akulturasi Jawa dan Tiongkok, salah satunya berkat informasi dari Uni Evi.

2 | de Wets Wild

Bloger kedua yang saya nikmati tulisannya adalah de Wets Wild yang dikelola oleh Dries, seorang ayah yang kini bermukim di Afrika Selatan. Seingat saya dia warga Amerika yang menetap di sana. Seperti namanya, de Wets Wild memotret flora dan fauna di rimba Afrika yang sangat menghibur kami sekeluarga.

Ya, saya ajak Rumi dan Bumi untuk menelusuri pemandangan indah, juga eksotisme burung dan berbagai satwa di sana agar mereka belajar mencintai alam dan merawat kelestarian hutan. Sebab merawat hutan berarti merawat kehidupan.

Saya memang gemar dengan materi berbau alam, terutama kekayaan hutan yang seolah tak terbatas. Dries, Marilize istrinya, dan Joubert putra mereka bisa menyajikan kisah-kisah singkat dengan foto yang selalu saya tunggu. Saya seperti ikut bertamasya sejenak ke alam bebas walau sebenarnya berjarak.

3 | Mister Blangkon

Bloger ketiga tentu saja misterblangkon.com. Sering mengunjungi dan membaca blog ini karena memang lucu dan unik. Namanya mudah disebut: mister blangkon. Disebut begitu karena si bloger menuliskan tentang pelajaran bahasa Jawa tapi dalam bahasa Inggris. Dalam suatu post, dia beralasan bahwa bahasa daerah harus dirawat karena di seluruh dunia bahasa lokal semakin terancam kepunahan.

Dia memilih Jawa karena terlahir sebagai orang Jawa. Rasa cintanya pada bahasa Jawa mendorongnya mengabadikan ciri khas Jawa dalam setiap blogpost-nya. Ditulis dalam bahasa Inggris agar semakin banyak pembaca asing yang mengenal bahasa Jawa.

Job berbahasa Jawa

Dia ingat ada seorang teman lulusan sastra Jawa dari kampus negeri di Solo ternyata pernah mendapat job penerjemahan bahasa Jawa dari orang bule. Ini pertanda bahwa bahasa Jawa adalah bahasa yang potensial, sangat kaya, dan autentik.

Bahkan bukan hanya Jawa, sebenarnya bahasa lain di Indonesia punya potensi yang sama. Itulah sebabnya misterblangkon.com dibuat. Termasuk postingan terakhir tentang sarung batik yang cukup fenomenal desainnya dari Pekalongan. Ia ingin menunjukkan dukungan pada produk lokal agar bisa bersaing di pasar global.

Saya tahu banyak tentang Mister Blangkon karena memang paling sering bertemu. Setiap hari, kapan pun ketika saya berkaca di depan cermin. Akhirnya, tercapai juga memberi backlink gratis pada blog misterblangkon. Haha….

Terima kasih, Mbak Eno sudah memancing tema yang legit. Blogging memang sangat nikmat. Bertambah teman, ilmu atau pengalaman, dan bahkan rezeki, mana mungkin diingkari. Blogging saya rasakan seolah effortless, nyaris seperti bernapas. Ya, sudah menjadi kebutuhan, apalagi saya kini memang mengandalkannya sebagai pemetik pundi-pundi rupiah.

Dengan menulis di blog saya juga bertahan untuk tetap waras. Tetap up-to-date, bersikap cair, dan mengambil jarak estetis dari hidup sebagai bagian dari pengalaman terbaik–apa pun yang terjadi. Hoopla!


3 thoughts on “Ngeblog Agar Tetap Waras

  1. Waaah aku tertarik nih mau baca mister blangkon :D. Kliatannya menarik kalo menuliskan ttg Jawa dlm bahasa Inggris :).

    Kalo mba Evie, itu idolaku juga mas. Slalu suka Ama foto, video dan cerita perjalanannya. Saluuut, memang traveler sejati 🙂

    Like

  2. wahhh lama nggak main-main ke rumahnya mba evi
    noted dulu, buat list nanti BW
    kangen juga mau jalan-jalan virtual lewat blog

    Liked by 1 person

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s