Playlist Asyik yang Bikin Hidup Energik Selama Pandemik

Cajon alat musik pukul

“Music gives a soul to the universe, wings to the mind, flight to the imagination, and life to everything.” – Plato

Pandemi yang datang tak dinanti sungguh menjadi pukulan berat yang tak mungkin dihindari. Berbagai ikhtiar kita lakukan untuk terbebas dari virus, tapi yang jelas terasa adalah dampak yang menghantam semua pihak. Sektor ekonomi mengalami resesi dan setiap pribadi tak bisa lepas dari deraan emosi. Walau sudah ada program vaksinasi, langkah-langkah kreatif dan cerdas harus diambil agar tetap waras selama pandemi.

Selain menjaga kesehatan dengan berolahraga, makanan bergizi, dan menaati prokes yang dianjurkan, satu hal penting yang tak boleh dilewatkan adalah menjaga mood dan mempertahankan kewarasan. Berbagai kesulitan yang hadir akibat wabah Covid-19 tak boleh membuat kita menyerah atau takluk dalam jebakan pesimisme. Mendengarkan musik bisa menjadi terapi ampuh untuk mewujudkan hal ini. Inilah playlist asyik ala Blog Belalang Cerewet untuk menjaga agar tetap energik selama pandemik.  

1 – Rise | Katy Perry

Lagu pertama yang sering saya dengarkan selama dua tahun terakhir adalah “Rise“, tembang dari Katy Perry yang merdu dengan pesan yang sangat kuat. Lagu ini dirilis tahun 2016 yang mengisahkan tentang perjuangan mencapai kemenangan, menaklukkan tantangan, dan bangkit untuk mengalahkan lawan, apa pun pengertiannya. Bisa berupa lawan dalam lomba, pesaing bisnis, atau bahkan kemalasan.

Saya mengenal lagu ini kali pertama dari sebuah grup vokal yang ikut audisi dan berjaya dalam America’s Got Talent. Empat veteran perang tersebut mampu menampilkan spirit kebangkitan dan semangat dengan cara khas dan improvisasi yang memikat.

Tak heran jika lagu itu kemudian sangat terkenal dan membanjiri Youtube lewat versi cover dari berbagai penyanyi. Salah satu cover yang sangat manis dibawakan oleh One Voice Children’s Choir, paduan suara asal AS yang dipimpin Masa Fukuda musisi dan penulis lagu berdarah Jepang.

One Voice Children’s Choir mulai dikenal ketika Fukuda merilis “It Just Takes Love” untuk didaftarkan pada OST Olimpiade Musim Dingin di Salt Lake City tahun 2002 dan makin bersinar ketika tampil membawakan lagu Disney “Let It Go” di America’s Got Talent  2014.

2 – Bukan Superstar | Project Pop Ft. IndomusikTEAM

Lagu kedua yang tak kalah asyik adalah Bukan “Superstar” persembahan grup vokal asal Bandung, Project Pop. Khas dengan sentuhan kejenakaan, Project Pop selalu berhasil menghibur di saat gundah. Lagu ini menjadi makin terkenal ketika dijadikan OST sitkom Abdel dan Temon Bukan Superstar di sebuah staisun televisi tahun 2008 silam.

Musiknya yang rancak tak ayal membuat pendengar musik di Tanah Air menyukai lagu ini. Selain lirik yang unik, masing-masing vokalis punya ciri khas yang berbeda sehingga makin memperkaya lagu mereka. Kehadiran cajon membuat acara PETIK atau Perform Akustik di akun Youtube Indomusikgram serasa hidup dan kian berwarna–berbeda dengan versi di album.

Bagi yang belum familier, cajon adalah alat pukul atau perkusi berbentuk kotak segienam yang dipakai untuk menghasilkan ketukan yang biasanya minimalis atau ringan. Tampilan fisik cajon memang minimalis, tapi fungsi dan tujuannya mirip drum kit, yaitu memberikan ketukan pada irama permainan musik yang tengah diperdengarkan.

Cajon sendiri berarti kotak, krat, atau laci. Ia sebenarnya adalah drum yang sengaja dibentuk kotak menyerupai furnitur karena ada alasan tertentu. Cajon berasal dari Peru dan dibuat kali pertama oleh para budak asal Afrika yang dibawa ke sana. Dengan dibuat kotak menyerupai perabot, maka para budak kala itu tetap bisa bermain dan menikmati musik tanpa takut ketahuan atau mendapat masalah dari orang-orang Spanyol.

Cara memainkan cajon pun sangat mudah: pemain tinggal duduk di atasnya, kadang agak dimiringkan, lalu memukul bagian yang tipis. Bisa dipukul dengan tangan, ujung jari, atau telapak secara langsung atau dengan sapu kecil khusus. Cajon yang semula dimainkan untuk musik Flamenco kini berkembang untuk musik-musik lain seperti folk, rock, jazz, dan tentu saja pop.

Cajon, alat perkusi yang mudah dimainkan (gambar: blog.sweelee.com)

Cajon kian populer karena bentuknya yang ringkas sehingga tidak makan tempat. Cara memainkannya yang mudah membuat penguasaan tidak terlalu sulit sehingga banyak digemari. Institut Kebudayaan Nasional Peru menyatakan cajon sebagai warisan nasional pada tahun 2001. Jika dulu para budak Afrika tidak dilarang bermain musik, entah apakah cajon akan terlahir dan dipergunakan sebagai pemanis musik sampai sejauh ini.

3 – Mawar Bodas | Doel Sumbang

Lagu berjudul “Mawar Bodas” menjadi tembang favorit untuk saya degarkan selama pandemi karena mengingatkan pada tataran Sunda. Lagu ini diciptakan oleh Darso dan dipopulerkan oleh Doel Sumbang dan kini banyak ditemukan cover lagu tersebut di Youtube. Lagu yang dirilis pada 2001 ini dihadirkan dengan musik rancak didahului seruling yang sangat khas kemerduannya. Jadi kangen udara Bogor yang sejuk sambil makan nasi uduk dan oncom leuncah pedas. Sedaaap….

4 – Ali Magrebi | Buyoot Elfarh

Mungkin belum banyak yang mengenal penyanyi muda asal Libya ini. Awakening Records mendukung Ali Magrebi untuk membangkitkan semangat dan optimisme bagi siapa pun, terutama bangsa Libya untuk bangkit. Seperti tersirat dalam liriknya, banyak pelajaran yang saya petik dari lagunya antara lain tentang perpisahan, kegagalan (lomba, pencapaian sesuatu, hubungan, dll.), hingga menjauhnya sahabat atau tetangga akibat perbedaan keyakinan atau sikap mengenai Covid-19.

Life doesn’t stop after the one we loved says farewell and leaves: hidup tak akan terhenti ketika orang yang kita sayangi telah pergi. Entah pergi karena meninggal dunia atau pergi karena perbedaan visi maupun nilai, ya biarkanlah. Untuk apa disesali. Seperti yang menjadi judul lagi, Buyoot Elfarh atau homes of happiness, tersenyumlah karena masih banyak harapan. Tanpa harapan, apalah arti hidup ini? Tanpa ekspektasi, hampalah hidup kita ini.

The homes of happiness still contain a lot of goodness, and there are many // who still haven’t lost hope // And if you and I give up then what shall be done? // My heart, forget the wound!

5 – Hanya Rindu | Andmesh Kamaleng

Video lagu berjudul “Hanya Rindu” ini telah ditonton 154 juta di Youtube. Sebagai pemenang Rising Star Indonesia, nama Andmesh Kamaleng memang kian diperhitungkan. Bukan tanpa alasan ia melesat di jagat musik Indonesia sebab usia muda dan suara emasnya telah mengantarkannya mendapat nominasi untuk dua kategori AMI Awards 2019, yaitu Karya Produksi Terbaik-Terbaik dan Artis Solo Pria Pop Terbaik.

“Hanya Rindu” ditulis Andmesh untuk mengungkapkan kerinduannya pada mendiang ibunya yang selalu ia sayangi. Tembang yang tergabung dalam album Cinta Luar Biasa itu juga laris mendapat versi cover di Youtube, bukan hanya dari penyanyi nasional tapi juga internasional. Semuanya banjir view. Mungkin karena ditulis dari hati, maka pemuda asal Kupang ini mampu menuangkan emosi dalam notasi yang menggetarkan hati.

6 – Because We Believe | Andre Bocelli

Bagi penyuka penyanyi opera, tak mungkin melewatkan keindahan suara Andrea Bocelli. Selain Luciano Pavarotti, Bocelli yang dilahirkan di Tuscany Italia ini memang penyanyi tenor yang bisa dihitung jari. Walaupun takdir semula seolah tak berpihak padanya, Bocelli kini meraup sukses sebagai penyanyi yang disegani.

Saat masih dalam kandungan, janin Bocelli disarankan untuk diaborsi. Doktor menyarankan langkah itu sebab calon bayi terindikasi lahir dengan disabilitas. Dan benar, ketika lahir Andrea Bocelli bermasalah dengan penglihatannya yang kemudian didignosis menderita glaukoma dini pada usia 5 bulan.

Sejak belia Bocelli sudah sangat gandrung pada musik. Musiklah yang mampu menenangkan dirinya, begitu kata sang ibu. Dia mulai ikut les piano pada umur 6 tahun dan kemudian belajar memainkan instrumen lain yakni flute, saksofon, terompet, trombone, gitar, dan drum. Umur 7 tahun, ia mulai tertarik pada tarik suara tenor dan mampu mengenali juga menirukan para penyanyi terkenal kala itu.

Like stars across the sky // We were born to shine // All of us here because we believe

Walau menderita kebutaan total sejak umur 12 tahun, Andrea Bocelli tak pernah menyerah untuk mengejar mimpi. Seperti lagunya “Because We Believe” yang menyiratkan semangat hidup dan daya juang, juga keyakinan untuk bersinar dengan cara kita sendiri-sendiri. Kita hadir di dunia ini dengan sebuah alasan, jangan meremehkan diri hanya karena keterbatasan atau perbedaan dengan orang kebanyakan.

Kita semua pernah merasa sendiri atau ditinggalkan, tapi yakinlah dalam kegelapan justru ada bintang yang akan bersinar di atas langit. Like stars across the sky // We were born to shine; kita akan menemukan kemenangan suatu saat nanti, termasuk keluar sebagai pejuang sejati dari pandemi saat ini.

7 – We Are The People | Martin Garrix feat. Bono

Lagu ini sangat populer karena diperdengarkan terus-menerus saat perhelatan EURO CUP 2020 belum lama ini. Ini menjadi salah satu Piala Eropa yang sangat bersejarah karena diselenggarakan saat wabah corona tengah menyerang dunia. Syukurlah vaksina telah ditemukan dan bisa disuntikkan sehingga baik pemain dan penonton sepak bola bisa berkumpul di stadiun bersama-sama.

Suara Bono sang vokalis U2 memang sangat berkarakter. Ringan dan melengking dengan artikulasi yang jelas membuat pesan optimisme terdengar begitu kuat. Judulnya penuh harapan, menyiratkan soliditas ide bahwa kita bisa menjadi apa pun yang kita bayangkan atau inginkan. Saat dunai didera wabah seperti sekarang, kita tetap bisa bangkit dan melakukan yang terbaik.

‘Cause you’ve faith and no fear for the fight
You pull hope from defeat in the night

Sentuhan gitar The Edge atau David Evans membuat tembang berjudul “We Are The People” ini semakin nikmat dan berdencing di dalam bilik jiwa kita masing-masing. Tepat seperti bunyi liriknya: I hardly know you // Can I confess? // I feel your heart beating in my chest // You come with me, tonight is gonna be the one. Ya meskipun kita tak saling mengenal, tapi hati kita bertautan, saling menguatkan untuk melanjutkan hidup yang kita idamkan.

8 – Skyfall | Adele

Siapa tak kenal Adele, penyanyi kelahiran London ini menyeruak dengan bakatnya dalam tarik suara yang memukau lewat demo yang ia unggah di MySpace. Berkat lagu “Hometown Glory”, ia kemudian dikontak oleh label rekaman yang menawarinya kontrak pertama. Pada umur 18 dia sudah punya album dan memulai karier sebagai penyanyi profesional.

Adele memiliki suara mezzo-soprano yang sangat kuat, dengan jangkauan vokal hingga tiga oktaf yang membuatnya mampu menjangkau titi nada yang tinggi dan tetap memukau. Bukan hanya piawai bernyanyi, Adele juga pandai menggubah lagu sendiri yang menjadi nilai plus bakatnya.

Suaranya memang sangat khas, powerful dengan cengkok indah yang mampu menggugah berkat kemampuannya menavigasi sisi-sisi emosional kita. Tak heran jika albumnya berjudul ’25’ menjadi satu-satunya album yang terjual hingga satu juta kopi di Inggris hanya dalam waktu 10 hari.

Lagu “Skyfall” yang pernah dipilih sebagai OST film James Bond layak dimasukkan sebagai playlist favorit selama pandemi. Dalam lagu ini kita dikuatkan dengan motivasi untuk terus berusaha dan menghadapi tantangan, termasuk pandemi yang tak tak kunjung usai.

Let the sky fall
When it crumbles
We will stand tall
Face it all together

Bahkan ketika langit runtuh, jangan mengeluh. Tetaplah optimistis untuk melalui masa gelap ini, dengan bekerja sama dan kekuatan hati kita akan menaklukkan ujian ini. Di antara berbagai ketidakmungkinan masih ada peluang yang bisa kita ambil dan perjuangkan.

9 – Ummati | Maher Zain

Lagu lain yang menjadi menu wajib untuk saya dengarkan selama PKKM saat pandemi adalah “Ummati” yang dibawakan oleh Maher Zain. Suaranya yang empuk dan mendayu sudah tak asing lagi mampu menyampaikan pesan-pesan positif dan menusuk hati. Apalagi kalau lagunya mengangkat sosok Nabi Muhammad, aduhai mata langsung basah, sebab diri ini makin merindukan kehadirannya saat pandemi sekarang ketika korupsi malah merajalela.

Pandemi berskala global ini memang unik: bisa melembutkan hati manusia karena pertobatan akibat berbagai keterbatasan yang terjadi, atau sebaliknya malah mengeraskan hati-hati congkak nan serakah untuk bisa bertahan sendiri dengan mengorbankan sesama. Sosok seperti Nabi yang pemurah memang masih ada, tapi seperti kalah jumlah. Kemurahan hati beliau selalu menginspirasi. Dengan keluasan hati tak terhingga dan cinta kasih tiada batasnya, maka umat selalu mengidamkan pertolongan beliau kelak.

Apa pun kondisi Anda saat ini, BBC Mania, yakinlah selalu ada jalan untuk maju dan bertahan. Carilah kekuatan dari hal-hal yang bisa Anda andalkan; agama, keluarga, persahabatan, dan sinergi-berbagi akan mampu menyelamatkan. Pandemi ini tidak mudah, tapi jangan menyerah. Selalu ada harapan dan peluang. Meminjam ucapan Milton Berle, “If opportunity doesn’t knock, build a door.” Jika peluang tak kujung hadir, ciptakan! Setidaklah, pancinglah dengan hati gembira dan sedekah.

Apakah BBC Mania punya lagu lain yang juga asyik dinikmati sebagai playlist favorit agar selama pandemik hidup tetap energik?

42 Comments

  1. Kalau lihat Om U2 pasti keingetnya adalah gelaran Piala Eropa kemarin karena jadi soundtrack nya. Memang playlist yang asik biar tetap semangat menjalani rutinitas.

    Like

  2. Lagu Adelle sky fall dan Bono yang jadi fav ku :D. Apalagi yg Adelle, ya ampuun merinding …. Cocok bangett Ama movienya.. ini salah satu film Bond yg aku suka, Krn ada lagu Adelle yg sky fall ini.

    Like

    1. Iya, Mbak Fanny. Suara Adele memang luar biasa, apalagi pas menyanyikan Skyfall–menciptakan kesunyian tapi juga kekuatan. Enggak heran kalau Skyfall diganjar sebagai the best original song pada perhelatan Oscar tahun 2013.

      Like

    1. Silakan, Kak. Lagu Ali Magrebi easy-listening banget, dengan lirik yang seolah ringan tapi penuh kekuatan. Biar terlupa sejenak dari kemelut pro-kontra Covid-19.

      Like

  3. Saya kurang update dengan lagu terbaru. Masih nyaman dengerin lagu-lagu lawas Mas, kayak Bon Jovi, Scorpion, Oasis, The Cranberries dan sejenisnya. Namun dari playlist di atas, saya tertarik sama lagu Mawar Bodas, Sunda banget. Apalagi dibawain sama Doel Sumbang, pasti makin menjiwai. Jadi keinget kampung halaman euy.

    Like

    1. Sama, Kang, Aku pun ga terlalu mengikuti lagu-lagu terbaru, kebanyakan ya sudah lima tahun lalu tapi tetap asyik dinikmati. Miris ya di Mawar Bodas, yang dikangeni eh malah udah ada yang memiliki.

      Like

  4. Lagu nomor dua itu kocak, selalu bikin senyum-senyum.

    O, ya. Klo lagu yang kerap saya dengarkan konsisten sedari dulu, koleksinya Aerosmith yg jadi soundtrack Armageddon, Semua lagu Queen, Bon Jovi, GIGI, SO7, Glenn, Nirvana, Kitaro …. Wis, pokoke ituuuu wae sampai diprotes anak hahahaha ….

    Like

  5. Lagu Hanya Rindu dari Andhes ini yang paling aku suka. Bener-bener nada dan liriknya bisa tergambarkan lewat si penyanyi. Jadi kombinasi yang luar biasa.

    Like

  6. Suara Bocelli bagus banget, Aku baru tahu mas kisah butanya itu. Selalu ada kelebihan dibalik kekurangan seseroang itu ya.

    Kalau lagu kesukaanku belakangan ini lagunya Rahat Fatih Ali Khan yang dibawakan sama Momina Musthesan berjudul Afreen mas, bagus dan enak didengar..

    Like

    1. Iya, Kak. Kalau mau bersyukur, banyak berkah di balik musibah yang kita terima. Seperti Bocelli yang mengalami kebutaan ternyata menyimpan suara emas yang memperkaya musik dunia. Bayangkan jika sang ibu menuruti kata dokter untuk menggugurkan janin sebelum lahir, pasti berbeda ceritanya.
      Aku baru tahu soal Momina Musthesan yang bawakan lagu berjudul Afreen, aku coba cari ah. Terima kasih.

      Like

  7. Ku Bukan Superstar Project Pop ini favorit aku banget loh mas. Udah puluhan tahun yang lalu mengenal lalu ini dan tetap enak aja didengar sampai sekarang ya. Wah, setelah aku icipin lagunya easy listening semua ya. Makasih rekomennya

    Like

  8. Setelah membaca artikel ini aku baru nyadar kalau akhir akhir ini jarang mendengarkan musik. Besok aku coba ah, mungkin akan aku mulai dari Sheila On Seven hehehehe

    Like

  9. Duluuuu lagu Bukan Superstar itu favorit aku juga.
    Karena emang benar sih lagu ini menjadi makin terkenal ketika dijadikan OST sitkom Abdel dan Temon Bukan Superstar.

    Heitssss pada jamannya ya.

    Like

  10. Wah thanks banget buat lagu” yg sangat bagus dan cocok banget playlist saya, saya yakin bisa banyak referensi lagi lagu”nya

    Like

  11. Saya sangat suka lagu Hanya Rindu-nya Andmesh, sampai ngoleksi beberapa versi, English, instrumental, ada di playlist yang kuputar kalo ngelembur kerjaan malem-malem.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s