Cara Asyik Parenting dengan Buku Catatan Mainan DIY Anak

img_20160914_093345_hdr-01

Judul: Catatan Mainan DIY Anak
Penulis: Virginia Tanumiharjo, Fenny Masudah, Husna Ika Putri Sari, Anies Anggara, Stella Sutjiadi
Penerbit: Bypass
Tahun Terbit: Cetakan Kedua, Mei 2016
Harga: Rp125.000
Tebal: 132 halaman, Ukuran: 21 x 29,7 cm
ISBN: 978-602-1667-477

 “Play is the highest form of research.” –Albert Einstein

 

HOREEE! BUKU yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Buku dengan sampul cantik dan isi yang bergizi. Bukan tanpa alasan kami menanti buku ini. Selain tidak mudah mencari buku yang cocok untuk konsumsi anak-anak (baik dari pertimbangan budaya maupun harga, hehe), buku ini disajikan dengan gambar-gambar atraktif dan menarik.

Read More »

Dua Saudagar yang Murah Hati

We make a living by what we get, but we make a life by what we give.

Winston Churcill

DI BANYAK tempat, diakui atau tidak, implisit atau eksplisit, terpaksa atau sukarela, orang-orang kaya sering mendapat penghormatan lebih dibanding orang yang kurang kaya atau miskin. Paling tidak di kampung tempat saya besar dulu. Orang kaya selalu mendapat jatah tempat yang istimewa dibanding tamu lain saat ada kenduri. Bila tamu undangan lain duduk di tikar biasa, maka kalangan orang kaya biasanya berkelompok dengan pembicara/ustaz atau pengurus desa di spot yang berkarpet bagus. Gestur dan air muka para undangan pun spesial terhadap orang kaya tersebut.

Empat persamaan

Namun saya tak tertarik bercerita apa menu atau perlakuan istimewa apa lagi yang diberikan kepada orang kaya di acara seperti itu. Merespons tema daily post dua hari, yakni kata generous, tiba-tiba saya teringat tentang dua saudagar kaya di kampung saya. Mereka menarik bukan hanya karena sama-sama saudagar, tetapi juga diikat oleh beberapa persamaan lain.

Read More »

Kenaikan Harga, Siapakah yang Bertanggung Jawab?

Begitu Ben Huberman melemparkan tema hike, bukan jalan-jalan di alam bebas atau pedesaan yang terbayang. Meskipun saya suka alam dan terutama daerah pegunungan, namun kebutuhan ekonomi nyatanya lebih menarik untuk ditulis, hehe. Saat membaca kata hike, yang spontan terbetik dalam pikiran adalah frasa price hike alias kenaikan harga.

Betapa tidak, bagi kami yang sudah bukan lagi karyawan, fluktuasi harga barang-barang sangatlah menentukan. Apalagi dua tahun terakhir kami serius menggeluti bisnis pangan yakni wingko babad. Penganan manis yang lebih banyak dikenal khas Semarang ini berbahan utama tepung ketan, kelapa, dan gula. Tepung ketan termasuk berada pada harga yang stabil mengingat kami berlangganan di sebuah toko grosir raksasa asal Korea. Harganya relatif bisa ditoleransi apalagi karena dibeli dalam jumlah banyak.Read More »

Recharge: Disuntik Agar Memercik

“Aku pengin banget jadi penulis. Tapi aku enggak suka baca.” Begitu ujar seorang kakak tingkat belasan tahun yang lalu. Saya mendengus agak kesal. Betapa tidak, bermimpi hendak jadi penulis atau novelis, tapi minat baca rendah. Bagaimana mungkin?

Bila otak tak diisi ilmu atau bacaan bermutu, maka pikiran akan mampet. Kalaupun lahir tulisan, mungkin akan berupa karya yang dangkal dan kurang greget. Bagi seorang penulis, kegiatan membaca bukan lagi hobi, melainkan kebutuhan rutin. Selain untuk memasok ide, membaca juga merawat pikiran agar tetap sehat. Dengan kata lain, membaca ibarat energi besar bagi seorang penulis.

Read More »