Weekly Photo Challenge: Wanderlust

image

IT’S NOT EVERYDAY we have the opportunity to take our sons to the rice fields. While we have now resided permanently in proximity to where my mom lives, it takes about a half hour drive to see her paddy field in the village.

When David prompted us to show a variety of photos displaying wanderlust, this is instantly what I have in mind. Only a week ago did we visit my mom and accompanied her to the field in search of ketam (rice field crab).

Now that she is growing winih (seedlings of rice), she has had to keep the pinihan (seedbed) secure from considerable menaces like kol (poisonous freshwater snail) and rats. My mom has always used mutilated ketam to contain rat poison and it has proven effective. To keep the kol away, we normally place a plastic (sometimes metal) sheets to fence the seedbed.

It was amazing to see the kids enchanted by nature’s beauty. The scent of young paddy and various creatures endemic to rice fields had kept them captivated. Unlike previous visit back in Bogor where my eldest son had to pay in order to get muddy, the last encounter with field was far more memorable.

They rejoiced in the company of their beloved grandmother. They both enjoyed the ambience as well as the rare experience. It was an affordable yet valuable traveling experience which let them discover the true meaning of understanding.

5 Jurus Vital di Era Digital

MERAUP 6-10 juta per bulan hanya dengan tinggal di rumah, siapa yang tidak mau? Jumlah segitu sudah sangat besar beberapa tahun silam, bahkan hingga saat ini. Itulah pendapatan kotor seorang fotografer lepas asal Bandung yang menjual hasil bidikannya di situs-situs penjualan foto dengan skema royalti.

Tanpa terikat jam kerja atau sistem subordinasi kepada atasan, ia bebas menentukan gaya bekerja bahkan bisa dikerjakan di mana saja. Memang betul, di era modern sekarang kita ibarat tengah hidup di sebuah desa, tetapi hampir tanpa batas. Itulah yang kerap disebut global village di mana batas-batas geografis dan kontinental sudah tak lagi berpengaruh pada cara kita menjalani hidup dan mencari uang. Read More »

Waktu yang Meledak; Renungan Isra Mikraj

Dalam bukunya berjudul The Quran and The Life of Excellence Sultan Abdulhameed menurunkan sepenggal tulisan yang sangat menarik. Menarik sebab belum pernah saya baca interpretasi unik terhadap peristiwa penting yang dialami Rasulullah.

Tulisan berjudul Ledakan Waktu itu kontan menyita perhatian saya sehingga berulang-ulang kali saya baca hingga kini. Selain menyerap maknanya, saya memperlakukan tulisan ini sebagai peringatan untuk saya pribadi. Juga pelecut semangat saat emosi kacau atau hidup seperti tak berjalan sesuai harapan kita. Read More »

Menjadi Gravitasi dengan Berbagi Nasi

PERIH. BEGITULAH RASA yang mendera perut sepagian itu. Alih-alih membaca buku untuk menghibur diri seperti yang sudah-sudah, pagi itu saya hanya memegangi perut sambil melingkar setengah tertidur. Di atas kasur tipis di dalam kamar kos yang sempit, mata enggan terpejam. Perut keroncongan jelas tak mampu mendorongnya untuk terpejam walau untuk sesaat.

Di akhir tahun kuliah, belasan tahun lalu, rasa lapar rasanya begitu lumrah. Tak mungkin lagi meminta uang kiriman dari ibu yang single mother dengan adik yang juga sedang sekolah. Juga tak bisa lagi meminjam uang dari teman kuliah yang tinggal tak jauh kos saya. Malu karena sudah pernah. Maka berdiam di kamar sambil berdoa menjadi pilihan satu-satunya menahan kelaparan yang lumayan. Hati kalut oleh lapar perut. Membayangkan betapa makmurnya teman-teman yang berlimpah uang saku tanpa harus menahan lapar dan bebas makan atau beli apa saja.Read More »