Jangan Dengarkan Wanita

BELASAN TAHUN LALU saya menangkap sebuah kutipan dari seorang penulis asing yang dicetak di sudut sebuah tabloid. Sayang sekali lupa nama penulis dan redaksi kalimatnya. Intinya kira-kira: berkonsultasilah dengan wanita, lalu ambil langkah sebaliknya.

Ada nada inferioritas yang disematkan pada sosok wanita. Seolah-olah pendapat wanita tidak bermutu sehingga cukup didengar tanpa perlu dilaksanakan. Padahal kenyataan kerap membuktikan sebaliknya. Saat ‘my wave‘ berpesan sesuatu dan saya sengaja mengabaikannya, eh ndilalah kok ternyata peringatannya itu benar dan jadi kenyataan. Saya sering kecele akibat mempertahankan ego pribadi. Read More »

Rindu Menggantung di Petung, Hati Tertawan di Pekalongan (Bagian 3)

judul 3
Photo credit: MohamadZainuri

“BAGUS BANGET ya?” ujar Mas Zain saat kami melintasi sebuah masjid megah di pinggir jalan. “Iya dong, Mas!” jawabku cepat seolah tadi dia tanya, “Topimu bagus juga ya Rud!” Mas Harviyan tetap anteng menyetir sambil mengamini kemegahan Masjid Al-Fairus. Bukan isapan jempol belaka, masjid seluas satu hektar ini memang memesona, sebab kami pernah Subuhan di masjid ini dua tahun lalu saat mudik lebaran.

Lokasi Sahid Mandarin Hotel tempat kami menginap ternyata tak jauh dari masjid ini. Hanya belasan menit berjalan kaki. Semula saya berniat akan beristirahat di sini sambil menunggu jadwal check-in hotel setelah Jumatan dengan pertimbangan lokasi yang berdekatan. Namun rencana berubah begitu kawan-kawan dari Jakarta bergabung dan memutuskan menjelajah Museum Batik di hari pertama.Read More »

[EF.17.2] Merdeka Means Less Stuff and Free of Envy

merdeka2

ONLY THREE DAYS ago did we experience a great feeling. That was exactly one day after Indonesia’s Independence Day. It is probably quite ordinary for some people but remained impressed in the deepest of our heart. Later in the evening when BEC offered us to comment on what merdeka means for me, I rushed to write a draft on my WordPress App to include what we experienced that morning.

We have lived in Lamongan for nearly seven months now since we left Bogor back in February. We’re so excited to finally live in proximity to where my mom lives. In fact, living closer to her has always been her dream we’re supposed to make happen. After all goods and household equipment were successfully transported into the new house, we hurried to unload all the cardboard boxes and placed them in order.

Read More »

Rindu Menggantung di Petung, Hati Tertawan di Pekalongan (Bagian 2)

petung

APNE, UNTUK ITULAH kami datang. Mohon baca dengan cermat ya, APNE, bukan ACNE sebab artinya sejauh Sabang dan Merauke. Sebanyak 80 pegiat dunia digital meliputi bloger, jurnalis, fotografer, dan pilot drone diundang untuk mengikuti program 3 hari 2 malam bertajuk Amazing Petung National Explore 2017 yang dipendekkan menjadi APNE 2017.

Dari nama yang diusung, BBC Mania mungkin bisa menduga ini hajatan untuk mempromosikan wisata daerah. Betul memang, agenda tersebut benar-benar membawa kami menelusuri eksotisme hutan tropis Petungkriyono yang disebut-sebut sebagai satu-satunya hutan alam yang tersisa di Pulau Jawa. Tak heran bila paru-paru Jawa disandang hutan yang kaya agro and eco-wisata ini. Kita simpan cerita wisata untuk nanti ya.Read More »