Yang Tersisa dari Harlah Lamongan ke-448: Dari Nasi Boran Hingga Pameran Pendidikan

MINGGU (21/5) AWALNYA BERENCANA datang pukul 5.30 agar bisa ikut jalan sehat, kami ternyata terlambat atau malah sangat terlambat. Pukul 7.30 kami baru tiba di lapangan alun-alun kota Lamongan. Sudah beberapa hari badan tak enak, maka selepas subuh masih tergoda untuk melingkar di tempat tidur. Lantaran sudah janji sama anak-anak, kami pun tetap pergi untuk menyaksikan keramaian perayaan ulang tahun kota kami ke-488.

Selain agar Rumi-Bumi bersenang-senang, sebenarnya ada motif lain kami bersemangat datang. Pertama, kami yang penggemar fanatik nasi boranan tentu tak akan melewatkan menu ini, apalagi pagi itu dijajakan secara gratis. Iya, cuma-cuma alias enggak bayar! Ada puluhan pedagang nasi boran yang mangkal di pedestrian alun-alun siap menyambut warga yang datang.Read More »

10 Alasan Orang Tidak Menghadiri Reuni

SIAPA YANG TAK kenal kata reuni? Bagi kita yang pernah mengenyam dunia sekolah, reuni biasanya lazim diobrolkan saat telah bertahun-tahun meninggalkan bangku sekolah. Tak hanya sekolah, tetapi juga jenjang kuliah.

Namun secara umum, reuni sebenarnya tidak hanya seputar jebolan sekolah atau perkuliahan. Kawan-kawan seperjuangan, teman satu pesantren atau bahkan teman bermain bisa berkumpul dalam wahana asyik bernama reuni. Tapi tunggu! Apakah reuni memang demikian asyik sehingga kita mesti menghadirinya? Read More »

Kayak Gini Juga Rezeki

BERKALI-KALI KALAH dalam lomba tentunya tidak mudah dilalui meskipun itu hal lumrah sebagai peserta. Hadiah demi hadiah berlalu meninggalkan sesak di dada. Dadah, dadah, kurelakan engkau pergi untuk pemenang yang lebih beruntung. Meski sedih, kekalahan tidak untuk diratapi. Kendati kalah, kegagalan tak perlu jadi masalah.

Apalagi diam-diam ada rezeki lain yang membuat hati saya membuncah. Jadi jelas bahwa rezeki tidak melulu berupa hadiah lomba atau rupiah belaka. Kadang bisa pula maujud dalam dolar atau mobil mewah, #eh–just kidding! 🙂 BBC Mania pasti mafhum bahwa rezeki punya jangkauan yang luas–nyaris tanpa batas. Jika rezeki hanya dimaknai sebagai hal-hal bersifat moneter, tentulah hidup kita bakal lebih sering dirundung duka dan baper ketimbang kegembiraan.Read More »

Dulu Bitter, Lalu Better

Beberapa hari lalu seorang sahabat bloger menuliskan catatan tentang rencana akan dioperasi esok harinya. Di sepanjang tulisan bisa saya tangkap aura kengerian mengenai kesehatannya. Meski bukan kali pertama dirawat di rumah sakit untuk menjalani operasi, bibit-bibit ketakutan–atau trauma–jelas tak bisa disembunyikan.

Tahun lalu Eva, nama sobat bloger ini, mengalami pengangkatan kista pada ginjal, lalu kini ada benjolan di kelopak mata yang disinyalir sebagai tumor. Siapa yang tak horor mendengar anjuran dokter untuk menjalani proses operasi? Apalagi sewaktu kecil teman bloger ini juga langganan ke rumah sakit–yang kini juga diikuti putri kecilnya.Read More »