Pemahaman yang Sangat Penting Tentang Alergi Dari Bahan Susu Sapi

SEROANG TEMAN KANTOR pernah dilanda masalah pelik. Di luar dugaan, anak balitanya mengalami reaksi hipersensitif terhadap susu sapi. Duh, ribet banget sih istilahnya, iya maksud saya si anak punya alergi pada susu sapi sehingga si ibu harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli susu kedelai buat buah hatinya. Tahu kan kalau harga susu soya khusus balita lebih mahal? Untunglah kedua anak kami bebas alergi. Saya jadi bertanya-tanya: kenapa sih alergi susu sapi bisa terjadi?

Perlu kita tahu alergi susu sapi adalah gejala alergi yang dapat menyerang organ karena masuknya protein hewani yang ada pada susu sapi sehingga menyebabkan alergi pada anak. Alergi tersebut dapat disebabkan oleh kandungan yang tidak cocok yang terdapat pada susu sapi seperti laktosa, zat kasein, zat warna, aroma rasa, minyak jagung, gluten, minyak kelapa sawit, komposisi lemak, DHA, dan zat lain sebagainya. Oleh karena banyak faktor tersebut makan orangtua perlu pemahaman alergi mengenai penyebab dan cara mengatasi alergi susu sapi.

Tes dulu, jangan terburu

Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa banyak faktor dan zat dalam susu sapi yang menyebabkan anak alergi. Namun, sebelum divonis bahwa anak mengalami alergi susu sapi akibat tidak cocok saat diberikan pertama kali, akan lebih baik untuk memeriksa apakah ia memang alergi atau hanya intoleransi terhadap bahan susu sapi. Anak yang intoleransi terhadap bahan susu sapi tidak boleh langsung diberikan susu dari bahan protein nabati seperti produk SGM Soya contohnya. Sebagai langkah awal, anak perlu dicek terlebih dahulu apakah ia juga mempunyai intoleransi terhadap susu berbahan protein nabati. Karena ada juga jenis susu yang dapat diberikan bagi anak yang alergi terhadap susu protein nabati maupun hewani.

Tes alergi susu tersebut perlu dilakukan karena bayi utamanya tidak boleh sama sekali diberikan susu protein nabati apabila ia tidak menderita alergi susu sapi. Alih-alih untuk memberikan yang terbaik untuk anak, justru orangtua tersebut dapat membahayakan bayinya. Oleh karena itu, semua tes dan cek alergi terhadap susu harus dilakukan oleh pihak profesional seperti dokter anak atau pihak medical.

Apabila orangtua sudah mendapat pemahaman tentang jenis alergi susu pada bayi, hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah solusi untuk mengatasi alergi tersebut. Umumnya alergi yang diderita oleh anak akan dapat sembuh dan hilang ketika berusia sekitar 6-7 tahun. Selain itu, pemberian ASI eksklusif dan pemilihan susu formula yang tepat juga dapat menjadi pencegah terjadinya alergi pada anak yang dibawa hingga dewasa.

Nah, sudah dapat gambaran kan seputar alergi susu. Jadi jangan langsung galau kalau balita sobat dilanda masalah yang sama. Pemahaman yang benar bisa menuntun pada tindakan yang tepat dan bahkan mungkin menghemat pengeluaran.

Advertisements

11 thoughts on “Pemahaman yang Sangat Penting Tentang Alergi Dari Bahan Susu Sapi

  1. Alhamduliah anak-cucu saya nggak ada yang alergi susu sapi.
    Selain asi mereka juga mengonsumsi susu non asi.
    Kehati-hatian memang penting sebelum mengonsumsi makanan dan minuman.
    Terima kasih infonya

    Like

  2. *liat judulnya ada susu sapi langsung tertarik*
    Iya bener, bahkan kelebihan susu pun nggak baik mau pas udah gede atau masih bayi huahua. Aku pernah jaman SMP awal-awal tiba-tiba ada bintik-bintik merah ala-ala alergi. Habis itu pas ke dokter, katanya karena aku kebanyakan makan dan minum produk susu/dari susu huhu 😦
    Jadi selama sebulan aku ndak boleh minum susu dan makan produk dari susu dan seterusnya harus dikurangi, sedih banget yg biasanya minum pagi-malem terus tiba-tiba dilarang 😦 curhat deh jadinya wkwk.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s