DALAM BEBERAPA pekan terakhir, medsos kita dihebohkan oleh perbincangan seputar tingginya biaya pendidikan, baik dasar, menengah, dan terutama pendidikan tinggi, yakni perkuliahan di Indonesia. Grup-grup Whatsapp pun tak sepi dari obrolan serupa, kebanyakan berisi kecemasan orangtua tentang peluang kuliah anak-anak di masa depan dengan ancaman inflasi dan penghasilan mereka saat ini.
Saya memilih diam menanggapi isu ini. Alih-alih memberikan komentar yang tidak produktif, saya pikir lebih bagus jika saya meneliti kondisi keluarga dan memastikan persiapan anak-anak ke depan, terutama si sulung yang tahun ini sudah lulus SD. Saya mulai dengan pemetaan potensi pendapatan.
Sebagai pekerja lepas yang sepenuhnya mengharapkan proyek berbasis freelance, saya jelas tak bisa mengandalkan gaji bulanan. Jadi, secara umum kekhawatiran saya harusnya lebih besar dibanding teman-teman lain yang memiliki fixed income setiap bulan dan bahkan tak jarang ditambah dengan bonus tahunan.

Modal kesuksesan anak masa depan
Maka selain menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung (dan tentunya mengandalkan keajaiban Tuhan), saya fokus menggarap agar Duo Xi (kedua jagoan saya) menjadi anak-anak yang kompetitif pada era serba canggih ketika teknologi merambah segala sisi kehidupan saat ini tanpa bisa dihindari.
Sudah banyak sumber menyebutkan—salah satunya University of Nebraska-Lincoln—bahwa kunci kesuksesan anak pada abad ke-21 bertumpu pada empat skill utama yang populer disebut 4C, yakni Critical thinking, Creative thinking, Communication, dan Collaboration. Para ahli sepakat bahwa keempat keterampilan ini sangat vital sebagai modal mengantarkan anak meraih kesuksesan di sekolah maupun kehidupan kelak.
Dalam konteks masa kini, critical thinking akan membantu anak-anak menyaring informasi, menyampaikan argumen yang logis berdasarkan bukti, dan kemampuan problem solving dengan menganalisis data atau membandingkan poin-poin yang ada. Dengan keterampilan seperti ini, anak-anak akan jadi pribadi yang jeli dan taktis dalam bekerja sehingga tak mudah termakan hoaks atau kabar bohong yang berbahaya.

Pemikiran kritis akan mendorong anak untuk menemukan solusi atas masalah yang pelik. Dari sinilah lama-lama tumbuh impuls kreatif yang menggerakkan mereka untuk menggagas ide yang solutif untuk memecahkan problem keseharian yang sangat dibutuhkan, baik di ranah sosial maupun ekonomi. Kreativitas jadi nilai plus di dunia yang persaingannya serba ketat.
Kemampuan analisis dan kreativitas kemudian didukung dengan kecakapan berkomunikasi (communication) sehingga apa yang dipahami bisa disampaikan kepada pihak lain secara runtut, masuk akal, dan memikat tanpa kehilangan inti pesan. Tanpa communication skill yang memadai, ide atau solusi sebagus apa pun akan terhenti tanpa eksekusi sebab tak didukung tim atau organisasi yang lebih besar.
Pada titik itulah kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Melalui kerja sama, suatu pekerjaan berat bisa dituntaskan dengan cepat dan lebih ringan. Kolaborasi memungkinkan distribusi tugas secara merata sesuai skill dan kemampuan sehingga saling melengkapi antara kelebihan dan keterbatasan.
Itulah sebabnya saya tak terlalu mengkhawatirkan masa depan anak-anak sebab saya yakin rezeki mereka sudah disediakan oleh Yang Maha Kuasa. Dengan mengerjakan yang saya bisa saat ini dan memastikan mereka jadi anak dengan penguasaan 4C yang baik, saya optimistis melepas mereka di medan persaingan dengan leluasa sebab dengan bekal ini peluang beasiswa atau magang kerja terbuka lebar—dan itu bakal memuluskan pintu menuju bangku kuliah tanpa biaya besar.
Kiat jadikan anak kreatif
Semua ingin anak kreatif, tapi tak jarang orang tua kebingungan menempuh cara apa agar anak terbiasa dalam kreativitas. Malah yang sering terjadi adalah orangtua tak sabar melihat anak berproses, hanya karena anak lambat mencapai target tertentu sehingga mereka dicap tidak berbakat. Berikut ini beberapa cara yang bisa dicoba untuk menumbuhkan kreativitas pada anak.
1 | Diskusi santai
Mengobrol dengan anak bisa menjadi momen penting untuk menanamkan jiwa kreatif dan pemikiran kritis. Diskusi bisa berisi hal-hal remeh atau serius, tapi harus dilakukan secara santai. Kami, misalnya, sering mengajak Duo Xi mengobrol sambil naik kereta ke Surabaya untuk mengunjungi kerabat di sana.
Dalam perjalanan kami bisa mendiskusikan apa saja, mulai soal pilihan transportasi massal, ragam profesi yang ditemui, kendaraan, gedung bertingkat, hingga orang-orang yang kami jumpai selama perjalanan. Dari sini mereka belajar secara langsung untuk memahami keberagaman tanpa dorongan melakukan penghakiman.
2 | Baca buku bersama
Baca buku sangat besar manfaatnya untuk menggembleng skill anak. Selain menambah kosakata baru, membaca juga dapat menambah pengetahuan baru, meningkatkan konsentrasi, membangun imajinasi, mengasah empati, melatih daya analitis, dan menyehatkan otak.

Menurut Gregory Berns ahli neurosains dan direktur Emory’s Center for Neuropolicy, yang telah memublikasikan penelitiannya di Jurnal Brain Connectivity, membaca novel ternyata bisa meningkatkan konektivitas pada bagian korteks temporal kiri, yakni bagian otak yang bertugas memproses bahasa. Berns menegaskan bahwa membaca novel favorit punya dampak jangka panjang dan positif terhadap kesehatan otak kita, tak terkecuali anak-anak.
3 | Menulis & menggambar
Kebiasaan menulis dan menggambar sengaja kami tekankan sebagai skill yang harus Duo Xi kuasai. Bakat menggambar si bungsu sudah tampak sejak usia 8 tahun, sedangkan kakaknya menonjol dalam aktivitas menulis yang dibuktikan dengan kemenangannya dalam sebuah lomba menulis surat bertema pandemi yang dihelat oleh sebuah BUMN tahun 2022 lalu.

Untuk mendukung bakat dan hobi mereka, kami sengaja membuatkan akun IG untuk mengunggah setiap karya yang mereka goreskan sebagai penyemangat dan selingan di antara kesibukan di sekolah. Berkat kegemaran ini, mereka pun rutin berkolaborasi dengan membuat komik bersama.
4 | Permainan edukatif
Untuk mengurangi waktu bermain game digital, kami sediakan permainan edukatif yang memungkinkan mereka berpikir dan berimajinasi. Selain papan catur, di rumah ada mainan lego, lilin malam, dan seperangkat board game tentang integritas yang dirilis oleh KPK untuk menempa kejujuran sekaligus menstimulasi kreativitas mereka.
5 | Sediakan tontonan berkualitas
Sebagai digital natives, anak-anak zaman now tak mungkin dijauhkan atau dilarang sama sekali untuk menikmati tayangan digital. Ragam konten digital memang sangat inovatif perkembangannya, setidaknya dibandingkan 20 tahun lalu. Dahulu smartphone masih berlayar sempit dengan kemampuan terbatas menayangkan hiburan visual.
Namun, kini tablet dan smartphone semakin canggih: bukan hanya foto dan teks, tetapi juga menampilkan video interaktif yang semakin memikat. Kalau tak dibatasi, bisa-bisa waktu seharian bisa dihabiskan di depan gawai; anak-anak dan dewasa sama-sama bisa tergiur untuk mengaksesnya secara berlebihan, baik berupa kanal Youtube maupun aplikasi populer TikTok.
Itulah bahayanya mengakses konten di gawai karena anak-anak berpeluang beralih ke tayangan lain yang mungkin berbahaya dan membuat ketagihan padahal belum tentu aman. Begitu koneksi Internet menyala, belantara maya pun terbuka—dunia misterius yang boleh jadi belum patut bagi anak-anak sebab ada ancaman pencurian data, scamming hingga child pornography.

Maka solusi paling mudah untuk menghindari kecenderungan anak mengakses konten-konten sebelum waktunya adalah menyediakan layanan TV berbayar. Tontonan di televisi relatif aman sebab paketnya bisa dipilih dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi, sekaligus dibatasi sesuai kebutuhan anak. Sebut saja Blue’s Clues, yakni serial televisi produksi Nickelodeon yang didesain bagi pemirsa anak prasekolah untuk merangsang cara berpikir dan problem-solving skill.
Dalam sebuah studi, Daniel R. Anderson dan timnya meneliti dampak menonton program televisi terhadap perilaku dan kemampuan kognitif anak. Anderson menuturkan bahwa seiring penguasaan konten tayangan, anak-anak pun menjadi semakin vokal dan interaktif. Studi jangka panjang menyimpulkan bahwa anak-anak yang rutin menonton Blue’s Clues ternyata mengalami perkembangan kognitif yang signifikan dibanding anak-anak yang tidak menonton acara yang sama.
Paket Kids solusi ciamik
Nah, BBC-Mania—terutama papa mama—enggak usah repot atau bingung untuk memberikan tontonan berkuliatas buat anak-anak di rumah. Pilih saja paket tv anak untuk menemani waktu bersantai anak tanpa kehilangan makna. Sebagai orangtua, kita tak perlu khawatir anak-anak berkeliaran entah di mana, cukup bertahan di rumah sehingga bisa dipantau apa kegiatan mereka.
Akan sangat bagus jika sesekali kita mendampingi mereka saat nonton tayangan favoritnya. Momen ini bisa kita gunakan untuk mengobrol ringan tentang film seri yang sedang ditayangkan sehingga anak merasa diperhatikan. Selain memintanya menjelaskan nama atau sifat suatu karakter, kita bisa menginternalisasi nilai-nilai baik melalui obrolan santai tersebut.

Mengapa Paket Kids persembahan Nex Parabola ini layak dilirik sebagai pilihan ideal bagi anak-anak zaman now? Pertama, jelas karena harga paket layanan yang sangat terjangkau. Enggak sampai Rp10.000 kita bisa memberikan tontonan berkualitas bagi anak-anak tercinta di rumah selama satu bulan penuh. Jika ingin lebih hemat, bisa pilih paket 6 (enam) bulan yang bisa ditebus dengan Rp50 ribu atau malah paket setahun seharga Rp100 ribu.
Alasan kedua, paket TV anak di Nex Parabola cukup lengkap dengan berbagai pilihan yang disukai anak-anak sekarang. Waktu si bungsu tahu ada Kungfu Panda dan SpongeBob Squarepants, matanya langsung berbinar. Selama ini Po jadi karakter favoritnya karena panda imut itu selalu perhatian pada teman, percaya diri, humoris, dan pantang melihat ketidakadilan. Karakter baik ini akan bagus jika ia tonton secara berulang.
Adapun Spongebob, meskipun ada yang mengkhawatirkan kontennya, tetap saja jadi sosok yang menggemaskan. Ceritanya sering di luar nalar dan solusi yang dipilih Spongebob tak jarang out of the box, tak terbayang oleh logika kebanyakan. Fragmen-fragmen itu sangat bermanfaat untuk mengasah jiwa kreatif anak untuk tidak memandang masalah secara linier. Dengan mengubah sedikit sudut pandang, kita malah menemukan jalan keluar yang tak terbayangkan.
Dan satu lagi, serial Santiago of the Sea akan memanjakan Duo Xi yang memang suka belajar bahasa asing. Santiago mengisahkan perburuan dan penyelamatan harta karun dengan latar budaya Latin dan Laut Karibia. Lewat tontonan ini, anak-anak bukan hanya belajar tentang strategi dan teamwork (kolaborasi), tetapi juga bahasa Spanyol yang sangat berguna untuk kehidupan mereka kelak.
Dengan tayangan bermutu produksi Dreamworks, Nickelodeon, Nickelodeon Junior, dan Animax, kita sebagai orang tua patut berharap kreativitas mereka akan terasah seiring waktu berjalan dan mereka akan bersyukur telah dipilihkan layanan terbaik yang bermanfaat selama masa kanak-kanak sebagai hiburan yang mendidik.
Yang tak kalah asyik adalah kita bisa berhenti berlangganan kapan saja sesuai dengan yang kita inginkan. Jika ingin berganti paket berlangganan pun bisa, tinggal menghubungi Nex Parabola melalui Whatsapp atau Call Center lalu tim Nex akan mengontak guna memproses pemberhentian paket berlangganan terakhir.
Dengan kemampuan receiver menjangkau 17.000 pulau di seluruh Indonesia, Nex Parabola adalah pilihan keluarga Indonesia masa kini. Jadi dimanapun kita tinggal, kita bisa bebas menikmati semua tayangan berkualitas dengan layar jernih dan bebas hambatan.

Bagi penggemar olahraga, tenang ada channel yang sangat lengkap kok. Silakan pilih dan kunjungi akun Instagram Nex Parabola untuk mengetahui info dan supaya tidak ketinggalan promo menariknya.
6 | Ajari ambil risiko
Cara lain melatih kreativitas pada anak adalah dengan mendorong mereka untuk terbiasa mengambul risiko. Anak-anak perlu diajari bahwa kegagalan bukanlah hal yang memalukan. Kreativitas justru menuntut coba-coba hal baru, termasuk misalnya ‘kegagalan’. Saya sering menyitir pendapat Sunita Biddu, seorang digital business coach asal India yang mengatakan:
“You don’t fail when you lose. You fail when you quit.”
Sunita Biddu
Ini terbukti saat si sulung bermalas-malasan untuk menuntaskan proyek doodle tentang Covid-19 yang akan kami kirimkan untuk lomba yang cukup bergengsi di Provinsi Jatim. Gambar yang ia kirimkan ternyata tak menang, bahkan masuk juara favorit pun tidak. Gambar itu lantas saya unggah di Facebook untuk membesarkan hatinya.
Di luar dugaan, seorang teman online yang sekarang menjadi dosen di Waseda University Jepang ternyata terpikat oleh doodle karya si sulung. Menurutnya gambar itu autentik, natural, dan ekspresif walau tak harus sama dengan gaya para pemenang lomba sebelumnya. Ia langsung menyatakan niatnya untuk membeli doodle tersebut seharga juara favorit dengan mentransfer uang hari itu juga.
Dengan mengingat kutipan Sunita, saya tegaskan kepada si sulung bahwa seandainya dulu ia malas dan tidak menyelesaikan doodle, maka peluang gambar dibeli tidak akan ada. Kekalahan toh bukan akhir segalanya sebab ada peluang lainnya. Bahkan ia kemudian mendapatkan kiriman pensil warna mewah langsung dari Jepang sebagai bagian dari kesepakatan pembelian.
7 | Berikan pujian
Anak-anak butuh apresiasi bukan hanya saat mereka berhasil meraih prestasi. Orangtua perlu bijak memberikan pujian terhadap effort atau usaha yang telah anak lakukan—bukan semata hasil yang sesuai keinginan. Menghargai ikhtiar anak dalam mengerahkan daya kreativitas akan menciptakan growth mindset dan keberanian anak dalam mengambil risiko atau tantangan tanpa takut dicemooh atau diremehkan.
Dengan langkah-langkah tersebut, kita bisa berharap bahwa anak-anak akan tumbuh sebagai pribadi yang kompeten sesuai bakat tanpa kehilangan kegembiraan di masa kecil. Tugas kita adalah mendorong dan memupuk sifat rasa ingin tahu mereka. Jangan ragu menjawab setiap pertanyaan, termasuk yang terkesan absurd sekalipun.

Yang tak kalah penting, jadilah role model yang bisa dijadikan rujukan anak. Ajak anak berdiskusi dan berkreasi dengan mengeksplorasi karya bersama-sama dengan menyediakan sumber-sumber bermutu seperti buku, aplikasi edukasi, dan tontonan berkualitas sesuai minat mereka sebagai bekal serta modal kesuksesan masa depan.
Jadi, tak perlulah overthinking tentang biaya kuliah anak di masa mendatang karena itu hanya akan membebani pikiran dan menggerogoti daya kreatif kita untuk mencari pemasukan. Sembari mengerjakan yang kita mampu dan menyisihkan sebagian pendapatan, yakinlah bahwa setiap anak itu unik dan kreativitas adalah penting tapi perlu cara-cara yang unik untuk membangkitkannya.
Pahami hobi dan preferensi anak untuk menemukan pendekatan yang tepat. Namun, termasuk kategori apa pun anak Anda, menonton paket tv anak di Nex Parabola adalah solusi jitu untuk memberi hiburan sekaligus memupuk jiwa kreatif mereka. Selamat mencoba!

Semoga sehat dan sukses selalu, Kang.
LikeLike
Makasih, sehat sehat dan sukses selalu, Da. Apa kabar? Di Timur atau Barat ini?
LikeLike