Selama masa pemulihan setelah batuk sepekan kemarin, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk scroll di medsos, terutama video TikTok dan Youtube Shorts. Pascasakit, rasanya pengin makan yang gurih dan serbapedas. Nonton video masak memasak bikin semangat membuncah. Namun yang bikin tambah hepi tentunya lihat ekonomi kreatif yang bergeliat lagi. Produk-produk berupa barang dan jasa bermunculan di beranda medsos, baik lewat iklan maupun influencer.
Maraknya influencer di media sosial menandakan bahwa kolaborasi memang tak bisa dihindari. Era Industri 4.0 bukan melulu soal kompetisi, melainkan sinergi dan kolaborasi. Tepat seperti anjuran para pakar kalau ingin sukses di abad ke-21 kita mesti menguasai 4C, salah satunya collaboration. Adapun 3C lainnya adalah communication, critical thinking, dan creativity. Baik sebagai karyawan maupun pemilik usaha, 4C ini wajib ada di genggaman kalau mau sukses.
Di era serbadigital saat ini, gerbang informasi terbuka lebar, termasuk pasar nyaris tanpa batas. Untuk bisa mengakses dan menikmati peluang ini, keterampilan berkomunikasi mutlak dikuasai. Percuma punya produk keren tapi tak bisa mengomunikasikannya kepada calon pembeli. Itulah sebabnya peran KOL atau Key Opinion Leader masih dibutuhkan sebagai jembatan antara pemilik brand dengan konsumen.
Alasan pakai Jasa KOL

Mengapa jasa KOL masih relevan di era kekinian? Salah satu alasan utama adalah karena KOL bisa menggiring opini publik agar mau menggunakan jasa atau membeli barang yang dikemas dalam konten terstruktur.
1 | Pengaruh dalam konten rapi
KOL bisa memberikan pengaruh sehingga calon konsumen mau membeli atau menjadi semakin setia untuk menggunakan produk tertentu melalui tayangan tersebut. Itulah sebabnya mereka disebut influencer karena impact-nya signifikan terhadap konversi penjualan dibandingkan iklan yang cenderung pasif.
Iklan berbayar bisa jadi lebih murah tapi sering kali terkesan kaku dan kurang komunikatif. Kehadiran KOL atau influencer bisa menyajikan produk dalam konten yang luwes dan cair melalui cerita yang relate dengan konsumen. Hal ini tak bisa dilakukan iklan karena influencer mampu membangun story yang menyentuh dan menggugah kesadaran konsumen terhadap produk yang disematkan.
2 | Punya basis massa loyal
Alasan lain KOL atau influencer perlu diberdayakan dalam promosi produk adalah karena mereka biasanya sudah kuat dalam sebuah komunitas atau memiliki basis massa yang loyal.
Dengan melihat jumlah followers dan menakar engagement konten, pemilik brand bisa lebih optimistis dalam mendapatkan penjualan karena persentase pengikut yang akan terjaring dalam peluang pembelian lewat cerita KOL.
3 | Jangkauan pasar luas

Alasan berikutnya influencer itu penting lantaran konten yang dihasilkan bisa menjangkau pasar yang cukup luas, bahkan lintas platform. Misalnya video TikTok atau Youtube Shorts bisa dibagikan di grup WhatsApp. Selama videonya tidak dihapus, maka tautan (link) video tersebut akan terus-menerus menjadi materi promosi yang brilian dan berpotensi mendatangkan cuan.
Dengan ratusan atau bahkan jutaan followers, maka pasar terus terbuka hingga menciptakan multiplier effect karena masing-masing follower bisa menularkan pesan sesuai target pasar relevan yang disasar.
4 | Interaksi yang efektif
Menggunakan jasa kol management bisa jadi solusi cerdas karena KOL biasanya memiliki paket lengkap dalam mengemas konten yang memikat. Sudah pasti bukan cuma konten yang sesuai brief, tapi juga penguasaan 4C yang di awal sudah saya singgung. KOL punya kemampuan berkomunikasi yang mumpuni sehingga pesan tentang produk akan sampai kepada target pasar.
Pesan itu dikemas dengan kreativitas, baik dalam video atraktif maupun copywriting yang membujuk calon pembeli untuk melakukan pembelian. Critical thinking berarti KOL punya cara pandang unik dalam memilih angle sehingga konten tak terkesan menggurui dan justru empati dengan kondisi konsumen.
Jasa KOL Rankpillar solusi pintar
Masalahnya, memilih KOL yang tepat tak semudah membalikkan telapak tangan. Harga murah dan janji belaka bisa membuai kita sebagai pemilik brand padahal eksekusi konten ternyata memble dan konversi penjualan bikin kecewa. Biaya yang sudah dikeluarkan akhirnya sia-sia sebab target tak terpenuhi. Jangankan laris manis, konten yang diproduksi pun sudah membuat kita malu untuk disebarkan.
Namun, BBC-Mania tak perlu khawatir karena sekarang ada Rankpillar. Mencari KOL melalui Rankpillar adalah cara pintar untuk meningkatkan omszet tanpa meningkatkan biaya iklan yang mungkin malah tidak signifikan.
Omzet bisnis bisa ditingkatkan berkat kolaborasi dengan KOL sesuai kebutuhan. Dengan bekal pengalaman, keahlian, dan analisis yang mendalam, Rankpillar telah membantu banyak klien untuk meraup hasil yang luar biasa melalui berbagai layanan andal mereka yang excellent.
Dengan menggandeng KOL yang kompeten dan target terukur yang bisa dijanjikan, maka kesuksesan bisnis bukan lagi impian. Jangan sampai menghamburkan uang dengan beriklan yang cenderung pasif dan kurang interaktif sementara dana kita terbatas—misalnya sebagai usaha rintisan.
Mempercayakan promosi usaha pada KOL management seperti Rankpillar adalah jawaban buat siapa pun yang ingin meraih kemajuan. Seperti video The Overpost di atas, menggunakan KOL sangat menguntungkan karena akan tercipta fly wheel yang saling terkoneksi. Perusahaan diuntungkan dengan revenue sesuai harapan, KOL mendapat cuan dengan merekemondasikan barang pilihan, dan customer mendapatkan rekomendasi barang sesuai kebutuhan.

Hiks, ratecard-nya piro nek wis derajatnya KOL gitu 😀
LikeLike
Pokoknya lumayan, Mas.
LikeLike