Syair Sederhana tentang Ibu

/I/
angkasa yang bijak
memahat cintamu
dan menyirami bumi
dengan pelangi
keindahan semerbak
merekam cahaya
di dalam benak
yang maha wanita
tegak berdiri
memeluk semesta
dengan puisi
ibu berkata lewat cinta
ia bertutur dalam syukur
hatinya embun
yang merekah
menyegarkan mimpiku
senyumnya rembulan
yang membara
meremajakan langkahku
aku makin habis
saat menembus
lapis-lapis kasihmu

/II/
engkau kata
yang tak habis kueja
metafor canggih
bagi segala yang bersih
kalimat maha gaib
yang kurapal
saat aku raib
di kelam sejarah
dirimu air
yang merdeka
mengalirkan matahari
ke dalam sujudku
ibadah berkelopak
memutikkan mimpi
dan pengalaman
hingga masa depan mbuncah
bercucuran menumbuhkan pagi
mencatat diriku
sebagai matahari

/III/
cita-cita yang retak
dibasuh cinta
yang maha hawa
mengakar di bumi
menghidupi keheningan
dan airmata
seberkas zikir
secercah doa
memilihkan jalanku
pada temaram dunia

/IV/
ibu mendaunkan hati yang remuk
mengajari cinta
melupakan bentuk
ia mengairi kerontang semangat
matanya danau
yang memantulkan setiap bening
bibirnya tasbih
yang meneteskan nabi-nabi
engkau detak
yang meniadakan jarak
antara cahaya dan gerak
bagai langit
yang paling biru
meredam rasa sakit
dalam lembut rindu
ibulah puisi
yang hadir tanpa bait
yang cerah dan digdaya
menjagaku di ini belantara
ia wirid
merangkum tafakur
dan derap sejarah
dalam laut yang maha denyut
yang tak pernah punah
mencucup luka-luka
sampai maut binasa.

/V/
diam sejenak
hinggap di hatimu
ribuan tahun
menempuh rahasia
tak selesai-selesai
sebab harum surga
selalu mendekapku
maka aku tak ke mana-mana
seperti dirimu
terus mengalir
terus mengalir
mendarahi jejakku
tak pernah ke mana-mana
tak pernah ke mana-mana
walau aku sampai
di mana-mana

Advertisements

10 thoughts on “Syair Sederhana tentang Ibu

    • Semua anak pasti rindu ibu ya Mbakbro. Aku jd ikutan kangen juga neh. Yang penting kita selalu mendoakan beliau, jasanya ga bakal bs ditukar sama apa pun…ga ada kata lain lagi: ibu emang luar biasa!

      Like

    • bener, tuaffi. Setuju. Sebuah lagu, puisi, atau bahkan bila uang yang ada di seluruh dunia dikumpulkan untuk menebus jasa seorang ibu, nggak akan cukup semua itu…nggak pernah cukup, nggak bisa sepadan, nggak akan pernah bisa menggantikan….

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s