Masih tentang Belajar dan Berbagi

Salah satu juri American Idol yang terkenal dengan komentar pedas dan tak jarang menyakitkan, yaitu Simon Cowell, pernah menyatakan bahwa ia tidak pernah memiliki resolusi tahun baru. Menurut Simon, resolusi tak ada gunanya bagi dia karena tidak ada hal yang perlu diubah dalam dirinya. Sekilas pendapat ini mungkin terdengar arogan, tidak progresif, dan menyiratkan overconfidence. Namun itu sah-sah saja sejauh ia tidak menghakimi orang lain. Anda boleh tidak setuju dengan ucapannya karena itu murni pandangan pribadi Simon yang tidak mewakili hukum benar dan salah. Saya sendiri pun tidak sepakat dengan pandangan seperti itu karena bagaimanapun juga manusia bisa tetap hidup dan terus berkembang akibat dimotori dan digerakkan oleh mimpi. Bukankah banyak penemuan atau inovasi teknologi sebelumnya digagas dari sebuah mimpi yang terdengar mustahil? Sebab di dalam impian ada harapan, dan di dalam harapan bersemi akar-akar semangat. Nah, dalam konteks semacam ini resolusi bisa dipandang sebagai salah satu bentuk mimpi yang perlu dan bahkan harus diwujudkan. Semua bergantung kepada individu yang menyusun resolusi itu dan bagaimana ia merancang langkah-langkah untuk mencapainya.


Maka menurut saya resolusi adalah hal yang penting meskipun jujur saja saya tidak terlalu mengagung-agungkan adanya resolusi di setiap akhir tahun. Bagi saya pribadi resolusi setidak-tidaknya menjadi semacam pijakan agar saya tetap menjalani hidup degan penuh semangat selama setahun ke depan. Dan pada tahun 2012 mendatang, ada dua resolusi besar yang saya pandang penting. Saya katakan besar karena resolusi ini belum pernah ada dalam daftar resolusi tahun baru sebelumnya. Saya sebut penting karena pencapaiannya mencakup hajat hidup orang lain, walaupun mungkin tidak cukup banyak.

Resolusi yang pertama muncul setelah saya selesai berkomunikasi dengan seorang guru semasa SMA dahulu melalui pesan singkat (sms). Ketika akan mengakhiri sms, guru yang kini tengah mengajar di sebuah universitas swasta tersebut bertanya kepada saya tidakkah saya tertarik untuk kembali ke daerah dan mengabdikan ilmu saya demi kemajuan daerah saya. Saat ini saya bersama keluarga bermukim di Bogor sedangkan daerah asal saya adalah Lamongan, Jawa Timur. Pada waktu itu saya menyatakan bahwa untuk saat ini belum ada rencana pulang ke Lamongan karena berbagai alasan yang tidak memungkinkan, termasuk alasan pekerjaan.

mylot.com

Namun beberapa minggu kemudian, ternyata pertanyaan guru tersebut masih terngiang di kepala saya. Mendadak terbersitlah sebuah gagasan yang bisa menjembatani kondisi saya dengan usulannya. Saya membayangkan akan mendirikan sebuah tempat belajar di kota lele tersebut—entah itu akan disebut sanggar, rumah pintar atau sekadar tempat berkumpul anak-anak yang berminat belajar dan meningkatkan diri. Mereka boleh mengikuti ‘pendidikan’ atau serangkaian pelajaran di tempat tersebut yang akan membantu mereka terus mengobarkan semangat dan memupuk pikiran mereka agar bergairah untuk maju dengan apa pun yang mereka miliki. Karena latar belakang saya bahasa Inggris, maka sebagai langkah awal mereka akan digembleng untuk serius menyerap semua kompetensi bahasa global ini. Lambat laun tempat ini saya bayangkan akan menawarkan banyak hal selain pembelajaran bahasa Inggris. Yang paling utama adalah muatan pengembangan diri dan penumbuhan motivasi. Tentu saja pusat kegiatan belajar atau sanggar ini akan dikelola secara cuma-cuma alias gratis.

Masa-masa indah bersama anak-anak (dari 30 siswa menjadi hanya 6 orang:)

Saya dan istri pernah mendirikan brightenglish institute di rumah kami yang kecil (dan sempit:) di Bogor. Sejumlah anak tetangga dari kampung sebelah berdatangan untuk belajar bahasa Inggris di tempat les yang ala kadarnya. Sayangnya, kegiatan itu terpaksa terhenti saat kami harus pindah ke kota dan praktis les gratis tersebut hanya berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Saya bermimpi bisa kembali membangun brightenglish institute di Bogor yang nantinya akan diintegrasikan dengan tempat belajar yang ada di Lamongan. Dalam konteks inilah saya akan sangat menggantungkan layanan internet. Saya ingin berbagi informasi dan pengetahuan serta skill dari ilmu yang sudah saya dapat di kota untuk melengkapi kebutuhan pusat belajar yang ada di Lamongan. Tentu saja dengan bantuan banyak orang nantinya. Well, mungkin ini sebuah obsesi yang terlalu ambisius, namun saya yakin bahwa a dream is never too big to realize. Ini menjadi resolusi saya yang pertama.

Akan tetapi, saya menyadari bahwa kemampuan dan keilmuan saya belum dan bahkan tidak mencukupi untuk mewujudkan impian tersebut. Maka resolusi kedua saya akan mendukung tercapainya resolusi pertama karena keduanya saling berkaitan. Tentang resolusi kedua ini, saya teringat perjalanan dengan seorang teman ke sebuah perpustakaan di Jakarta, yakni perpustakan Diknas yang sebelumnya merupakan

blogs.mtu.edu

Perpustakaan British Council, yang berada di bilangan Senayan. Saat pulang saya sempat membawa beberapa katalog universitas di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Sejumlah katalog yang saya ‘borong’ cukup tebal dan memang didesain dengan tampilan fisik yang sangat memikat. Beberapa hari kemudian, saya coba melihat-lihat isi masing-masing profil universitas yang ada. Dan ternyata ada satu jurusan yang membangkitkan minat saya untuk dipelajari lebih lanjut, yakni psikologi pendidikan yang tersedia dalam program Master atau S2. Menariknya, program ini bisa ditempuh secara jarak jauh atau distance learning sehingga tidak mengharuskan saya datang langsung ke Inggris. Peserta kuliah diminta untuk datang ke Singapura setiap tiga bulan untuk melakukan meeting dan membahas perkembangan studi. Bukannya saya tidak ngiler singgah di negeri asal bahasa Inggris itu, tetapi dengan berbagai pertimbangan untuk saat ini saya rasa belum saatnya untuk belajar di sana. Dan lagi-lagi, untuk bisa mengambil program ini calon mahasiswa diharuskan memiliki akses internet karena hampir semua kuliah akan dimungkinkan dengan layanan internet yang andal. Siapa tahu ada peluang beasiswa yang memungkinkan saya mengambil program tersebut. Hehe, mupeng.com :p

Suasana tegang (?) saat ujian midterm--maaf Nak, tak ada kursi dan meja!

Jadi, ketika resolusi pertama bisa terwujud, saya masih punya kesempatan untuk memperdalam ilmu dan menambah wawasan sehingga bisa berbagi lebih banyak baik untuk tempat belajar di Bogor maupun di Lamongan. Kelak ketika kedua resolusi telah terealisasi, ada banyak alternatif pembelajaran yang bisa ditempuh dan diberikan. Dengan kehadiran layanan internet yang terpercaya maka anak-anak yang tergabung tempat studi tersebut dapat memperoleh banyak manfaat dengan mengakses situs-situs yang resourceful dan berdaya guna. Di store telkomspeedy misalnya, ada konten Bamboomedia OnNet yang bisa digunakan oleh 10 user dalam satu kelompok dengan biaya bulanan yang terjangkau. Siapa tahu kelak ada donatur yang berkenan menyumbang impian ini. Belum lagi beragam e-book gratis dan mailing list yang tersebar luas di dunia maya, di mana semuanya berpotensi memperkaya ilmu siswa. Dan semua itu akan menjadi mungkin dan sangat mudah dengan dukungan internet.

images.businessweek.com

Akhirnya, 2012—dan tahun-tahun selanjutnya—akan menjadi tahun bagi saya untuk terus menimba ilmu, belajar, dan berbagi dari apa yang sudah saya pelajari. Semoga ada banyak waktu dan kesempatan bagi kita semua untuk berbuat sesuatu demi mengubah negara kita tercinta menjadi lebih baik. Kecuali kalau kita setuju dengan ucapan Simon Cowell yang merasa tak perlu mengubah apa-apa dari tahun ke tahun.

Advertisements

17 thoughts on “Masih tentang Belajar dan Berbagi

  1. Inspiring… mimpi, mimpi, dan mimpi.. hanya dengan mimpi kita bisa melanglang buana ke mana saja dan bila terbangun kita masih merasakan kesang mendalam dari mimpi tersebut, itu tandanya kita harus mewujudkannya di dunia nyata..
    Keep Dreamin bro n make it come true..
    Sukses ngontesnya, masih belum ada ide euyyyy untuk ikutan kontes ini 😀

    Like

    1. Benar sekali, Zoothera. Jangan pernah meremehkan mimpi kita, sekecil apa pun atau se’liar’ apa pun, sebab kita tak tahu keajaiban apa yang akan mengantarnya menjadi kenyataan dan manfaat apa yang akan dimunculkannya…Sukses juga, ayo masih ada 4 hari lagi kok. Jia you..ayo kita semarakkan acara ini dengan menebar mimpi yang positif. Yuk mare…

      Like

    1. Sir Wisnu, it’s okay to have such a dream, isn’t it? You too could have one, even bigger than mine. Maybe we’ll be able to have another brightenglish institute in Semarang, who knows? It is dreams that make us alive, I believe, don’t u think? Btw, thanx for stopping by and dropping a few lines here in my blog. Please do update yours, Sir. Semoga tahun baru membawa banyak kesusesan dan perbaikan dalam hidup kita ya, Sir. Salam untuk keluarga….

      Like

    1. Wah, Mbakje neh tukang komporin orang. Awas lo tar ane bisa meledak buahaya, hahaha..ya Jat, memang terpikir untuk melakukan hal itu, cuma memang masih terkendala banyak hal..Bismillah, semoga bisa ya. Intine kan berbagi toh Jat? Btw, Aqila Foundation gimana, tambah sukses kayaknya ya?

      Like

  2. LUAR BIASA….
    Jujur saya senang ada orang yang memberi pendidikan gratis seperti brightenglish institute yang sobat dirikan, semoga bisa lebih besar lagi, amiinn…

    dan tercapai tuh studynya, 😀

    Like

    1. Sobat Gandi, terima kasih dukungan Anda! Semoga saya berhasil mewujudkannnya ya…Dan demikian juga dengan sobat, semoga 2012 Anda semakin sukses dalam segala hal..Salam hormat!

      Like

  3. Ayooo… Mimpi akan lebih cepat terwujud kalau mulai dikerjakan. Nggak masalah dari hal yang kecil, sambil nunggu dapet kesempatan untuk mewujudkannya. Dari dulu aku pengen bikin sekolah, tapi dulu cuma jadi angan-angan aja karena ngerasa nggak punya duit dan nggak mampu. Tapi, setelah dimulai dengan bikin perpus keliling, ternyata ada banyak tawaran yang mungkin beberapa tahun lagi mimpi tadi bisa terwujud.

    Like

    1. Mbak Lutfi, benar Mbak, memang kendala utama justru sering datang dari kita sendiri antara lain karena was-was soal biaya dan sumber daya. Les gratis di rumah dahulu juga begitu. Sayangnya harus terhenti sementara waktu. Untuk resolusi yang saya sebut di tulisan ini, sekarang lagi intens komunikasi dengan guru tersebut demi terwujudnya mimpi itu Mbak. Sukses untuk Anda ya..Semoga bisa saling berbagi dan memberi semangat!!

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s