Ramadan tanpa Lagu

nyanyian demi nyanyian
gagal memadamkan sunyi. hati merayakan pilu
dan perih rindu, perih rindu.
di bawah sabit ramadan. demam wajah ibu
istighfar sepanjang subuh—merekah jalan mimpi
lagu terhenti. jam-jam luruh. maut menanti. matahari yang sepuh
mengusir nyanyian demi nyanyian; ketika suara makin jauh
di bawah sabit ramadan. cahaya wajah ibunda
bergetar merendahkan angkasa—melipat jarak dalam diri
berdenyut segenap nyeri. di bawah sabit ramadan
lagu-lagu musnah. syair-syair punah. matahari yang lelah
di bawah sabit ramadan. dunia menyempit; ketika suara menjauh
dan menjauh—menyatukan perih rindu, perih rindu.
nyanyian demi nyanyian
nyanyian demi nyanyian
meninggalkan hatiku. yang tak pernah ramadan.
nyanyian demi nyanyian. nyanyian demi nyanyian
gagal memadamkan sunyi. hati merayakan pilu
dan suara makin jauh; mengungsikan ramadan
bahkan dari mimpi. suara-suara menjauh
menjauh. menjauh

2007

Advertisements

35 thoughts on “Ramadan tanpa Lagu

    • Iya Dah, sedih memang, Ini setahun sebelum menikah, waktu masih menjadi perantauan dan merindukan ibu. Ramadan ga banyak perubahan, menyedihkan bukan?

      Sama-sama Tante, semoga Ramadan tahun ini membawa angin kebahagiaan dan keberkahan untuk kita semua, Aamiin. Met mudik juga 😀

      Like

    • Kami sekeluarga juga mohon maaf bila ada salah atau khilaf. Salam untuk Pascal ya Mbak, udah sembuh kan?

      Like

  1. Mohon maaf lahir batin, dan selamat menjalan ibadah puasa semoga selalu diberikan kelancaran dan kebarokahan dalam beribadah di bulan suci Ramadhon tahun ini. Amiiiiin….

    Salam wisata

    Like

    • Sama-sama, Pak. Semoga Ramadan membawa keberkahan dan perbaikan dalam hidup kita. Salam wisata, Pak Indra 🙂

      Like

  2. Selamat menunaikan ibadah puasa, mas Rudy, semoga Ramadhan kali ini penuh dengan berkah..

    Btw, asli Jawa toh Mas? Hehee..

    Saya juga mohon maaf lahir batin, ya.. 🙂

    Like

    • Iya Bunda, sama-sama ya. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadan membawa berkah dan kebahagiaan dalm segala hal untuk kita semua.

      Iya saya asli Jawa, Mbak.

      Salam cubit untuk Vania ya 🙂

      Like

    • Iya Mas, betul. Mari pancarkan aura positif dengan membaca Al-Quran 🙂 Dan tentu saja menghiasi hari-hari kita dengan perilaku Qurani. Selamat berpuasa juga, semoga Ramadan tahun ini membawa angin kebaikan dan keberkahan. Aamiin.

      Like

    • Halo, Mbak, Kabar baik. Bagaimana Kemanggisan? Banyak ga yang jual takjil ga? jolla-jolly mo ikutan bisa kan? 🙂

      Like

    • Oya Pak? Saya jarang nonton televisi Pak selama Ramadan. Paling PPT pas sahur 🙂 Lainnya penuh ketawa-ketiwi bikin hati ngos-ngosan 😦

      Like

      • TOS dulu, saya malah gak liat tipi klo di banyuwangi sih.

        #njawab ttg Kopdarnya, di jogya kan? kalau pas moment lebaran saya berada di Jawa Timur. InsyaAllah 17-18 Agustusnya di Jogya

        Like

    • Saya anggap kalimat Kang Haris adalah doa. Maka perlu saya aminkan: “Aamiin ya Rabb. Semoga kesalehan dapat kita rawat bahkan selepas Ramadan.”

      Like

    • Waduh, masak saya disamakan sama Pendekar Syair Berdarah, rek. Haha, mendingan Arya Kamandanu aja, Mas. Terkenal sampe dibikin nama kereta, hehe 🙂

      Like

  3. Bukan hanya lagu.. tapi mercon bumbung, patrol dan masih banyak lagi yang udah langka di suasana Ramadhan kali ini

    Like

    • Begitu ya? Di kota apalagi om, semua sudah serba petasan dan kembang api. Buang-buang duit secara sah, heh 😦

      Like

    • Mohon maaf baru balas, Kangmas. Begitu juga dengan saya, mohon maafkan segala khilaf dan salah. Moga-moga selepas Ramadan kita makin giat mendekati-Nya ya:)

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s