Waspadai Jika Anda Menerima Sebutir Mangga Muda

Ini cerita beberapa waktu lalu, lebih tepatnya selepas Idul Fitri. Seperti biasa, kami sekeluarga dan teman-teman sepakat berkumpul di Taman Kencana untuk piknik sederhana. Taman ini memang ideal sebagai tempat bertemu. Selain udaranya masih sejuk, lokasinya berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dari mana saja. Dan tentu saja banyak penjaja makanan yang siap menawarkan kelezatan dengan aneka hidangan.

Kali ini empat keluarga bergabung dalam piknik dadakan. Maka begitu tiba di taman, digelarlah semua makanan, baik buah maupun oleh-oleh dari masing-masing kampung. Sambil bertukar cerita selama mereka mudik, kami pun menikmati kudapan lezat. Begininilah suasana piknik hari itu.

Photo1216

Anak-anak ceria meniup balon di udara
Anak-anak ceria meniup balon di udara

Sepulang dari taman, seorang kawan dari Semarang mengulurkan satu bingkisan agak besar. Olala, ternyata beberapa ekor bandeng presto. Maaf, belum sempat diabadikan keburu tandas, hehe. Rezeki tidak berhenti sampai di situ. Kira-kira pukul sebelas saat semua hendak beranjak pulang, seorang kawan asal Lampung mengundang kami semua untuk menyantap makan siang di rumahnya. Kami (pura-pura) hendak menolak, namun karena dia berdalih bahwa makanan telah dipesan untuk sekian orang, maka kami pun bergeming dan mengarahkan kendaraan ke rumahnya. Alhamdulillah, rezeki tak boleh ditolak.

Selepas shalat Zuhur dan sejenak melepas lelah, kami pun bergerak merapat ke tepi meja di mana rawon, ayam goreng, rebon gurih, dan rujak segar telah menanti. Tanpa babibu, kami pun menyergap apa saja yang tersaji. Semua kami lakukan demi menyenangkan dan menghormati tuan rumah, xixi. Sungguh lezat. Rawonnya berbumbu medok dengan daging yang legit.

Sembari melanjutkan cerita dan update informasi seputar kabar terkin. Maklum, kami semua pernah bernaung di perusahaan yang sama, hanya saya yang tak lagi bergabung dalam perusahaan tersebut. Mendengar kabar dan kemajuan kantor sungguh menyenangkan. Tapi sayang, kebanyakan justru memuntahkan unek-unek dan berita yang tidak positif. Rata-rata ingin berhenti bila punya alternatif lain, yakni membuka usaha sendiri.

Saya tak mau banyak berkomentar karena jelas tak bisa memberi solusi. Alih-alih menawarkan pencerahan, saya memilih mengupas jeruk dan menelannya bulat-bulat. Lalu ada salak pondoh, kue, keripik pisang, dan rangginang. Semuanya menanti dihabiskan (dasar kemaruk, hehe) šŸ˜‰

Tibalah saatnya pulang. Setelah pamit, perut pun sejenak membuncit. Begitu akan mencapai gerbang, seorang teman tiba-tiba memetik sebutir mangga dari pohonnya. Hubungan kami memang sudah seperti saudara. Maka si empunya dengan senang hati merelakan mangga itu berpindah tangan. Tanpa dikomando, ia pun memetik sebutir lagi dan mengangsurkannya kepada istri saya. Kami tergeragap, lalu segera menerimanya setelah sang pemilik tersenyum (kecut). šŸ˜€

Dan puncaknya adalah setelah kami tiba di rumah. Tak kami duga tiada kami sangka. Menerima sebutir mangga sungguh menjadi prahara dalam keluarga. Betapa tidak, setelah tak mungkin dibikin jus (lantaran terlalu muda), mangga pun beralih rupa sebagai berikut. Sungguh tak terprediksi sebelumnya bahwa menerima sebutir mangga muda haruslah diwaspadai.
sambal mangga
Hanya dengan nasi hangat, tanpa teman apa-apa, makan seolah ingin terus, terus, dan terus. Waspadailah bila suatu saat Sahabat menerima sebutir mangga muda dan mengolahnya menjadi sambal mangga. Bisa terjadi perebutan nasi hangat. šŸ˜‰

Advertisements

29 thoughts on “Waspadai Jika Anda Menerima Sebutir Mangga Muda

  1. Baiklah saya akan waspada šŸ˜€
    Senang tentu ya mas kalau bisa silaturrahmi sama teman… banyak rejekinya šŸ™‚

    Like

    1. Iya, betul, Mbak. Di kedai seafood yang murah itu sekarang sudah taak ada menu sambal mangganya. Padahal enak banget di situ. Sekarang adanya sambal terasi dan kecap yang disediakan gratis. Tapi tetap enakan sambal mangga walaupun harus bayar šŸ™‚

      Like

  2. Kirain ada apa-apanya gitu mangganya, dihipnotis ato apa, ternyata dibikin sambel ya mas…hehehe, jadi ngiler

    Like

    1. Boleh tuh, Mak. Tapi masak ya ke Bogor cuma bawa mangga muda sih. Sekalian bawa tahu pong satu keranjang, bandeng presto satu truk kontainer, lumpia lima karung, dan tahu bakso Ungaran seratus kardus. Baru tuh endess! Haghag ….

      Like

  3. ceritanya makan2 estafet mas?
    woww .. mendadak koprol mendengar ‘waspada terhadap mangga muda, ternyata eh ternyata jadi sambel mangga muda.
    Kalo dirumah mangga muda biasanya dijadikn rujak kopyok sama anak2 muda.

    Like

      1. mangga muda diiris tipis2 dikasih garam gula dan irisan cabe lalu dimasukin mangkok dan dikopyok.
        kadang ditambahin irisan apel, kemlucur rasane…hehe.
        Pernah mewaspadai apel muda juga ga mas ?

        Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s