Satu Juta Per Hari Setelah Mengundurkan Diri

“Kini setiap hari dia mengantongi 1 juta rupiah,” begitu ujar Toto sahabat saya menceritakan Beni teman sekantornya yang sudah mengundurkan diri.

Beni awalnya bekerja sebagai editor dengan status kontrak di sebuah penerbit sekolah, dengan gaji 1 juta rupiah sebulan. Karena bisnis penerbitan buku pelajaran semakin berat, dan ia tak dikunjung diangkat sebagai pegawai tetap, Beni pun memutuskan mundur dan membuka usaha sendiri.

“Dulu dapat sejuta harus nunggu satu bulan. Alhamdulillah sekarang tiap hari dapat 1 juta.” Demikian cerita teman saya tentang pemasukan Beni sekarang.

Setelah berhenti kerja, Beni mengelola toko herbal online bersama istrinya. Ia bersyukur karena kini waktunya tidak terikat jam kantor dan penghasilan relatif lebih besar. Jika setiap hari omset 1 juta, maka total omset sebulan 30 juta. Andai keuntungan 20% dari omset, berarti 6 juta berhasil Beni kantongi setiap bulan.

Cerita ini sudah dituturkan kepada saya beberapa bulan lalu. Cerita ini penting sekali untuk melecut semangat saya bahwa usaha apa pun, APA PUN, akan menemukan hasil bila kita jalani dengan niat tulus dan jujur.

Rezeki bukan dari perusahaan, tapi dari Allah. Penghasilan bukan dari rekan usaha atau manusia; ia berasal dari Sang Maha Pemberi Rezeki. Bila punya niat usaha, segera lakukan. Bismillah, pasti ada jalan selama kita mau berusaha.

Bekerja pada orang lain atau membuka usaha sendiri sama-sama berpeluang meraup penghasilan. Sama-sama mulia asal dikerjakan dengan tanggung jawab. Semua ada risiko dan keuntungan masing-masing

#inspirasikita untuk diri sendiri πŸ™‚

Advertisements

22 thoughts on “Satu Juta Per Hari Setelah Mengundurkan Diri

  1. Yang kurang bagi pegawai macam saya ini adalah keberanian untuk memulai usaha. Saya, -alhamdulillah- sudah memulai dengan investasi pada usaha yang Insya Allah akan jadi mata pencaharian saya masa depan.
    Saat ini kerja jadi pegawai dulu sambil ikhtiar dan merintis usaha.
    Semoga sukses semua.

    Liked by 1 person

    1. Saya kira ketakutan seperti itu dialami hampir semua pegawai kok, Mas. Wajar saja. Pelan-pelan. Syukurlah bila sudah mulai membangun investasi untuk digeluti di masa depan. Kerja sama orang banyak juga manfaatnya, untuk belajar. Saya doakan bisa sukses ya Mas.

      Like

  2. Menurut saya yg masih goblog dan harus terus belajar biar bisa sukses : Teman mas itu sudah SUKSES mas. 😊 … dia itu bukan mengundurkan diri dari pekerjaannya, tapi ME-MAJUKAN dirinya sendiri untuk berpenghasilan lebih baik lagi dari pekerjaan yang diusahakannya. … Tetap semangat mencapai ke Suksesan. Aamiin

    Like

    1. Biarkan saja, ucapan mereka enggak mempengaruhi hidup kita kok. Makan atau tidak, mereka tak mau tahu kan. Yang penting usaha sebagai ladang ibadah juga untuk keluarga. Semoga sukses ya Kak.

      Like

  3. Bener banget banget, Mas. Apapun itu kalau dikerjakan secara sungguh-sungguh insya Allah jadi rejeki. Kalau malu dagang tapi nggak malu ngeksis di depan kamera, bikin aja video di YouTube. Sekarang juga banyak yang berpenghasilan lebih dari gaji PNS padahal kerjanya “cuma” upload video ke YouTube πŸ˜€

    Like

    1. Saya nyerah deh kalau disuruh mejeng di depan kamera. Selain ga pede, juga belum mumpuni mengoperasikan kamera. Berarti Mas Eko termasuk yang menghasilkan dong channel Youtube-nya. Salut dah. Mungkin suatu saat. Aaamiin.

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s