Kembali ke Bogor, Mau Tahun Baru

Balik ke Bogor, sejuk dan dingin lagi. Macet lagi dan bising lagi, hehe. Makanan orang kota sehari-hari yang entah kenapa dibetah-betahin. Jalan tol dekat rumah akan diperpanjang, isyarat kemacetan akan semakin parah hingga belasan bulan. Polusi udara, polusi suara–entah kenapa nyaring di telinga. Bukan telingaku tentu saja.

Jadi makin mantap untuk pindah. Pindah ke mana? Pindah ke lokasi yang tenang dan tidak macet. Kampung halaman boleh jadi. Apalagi kalau ada yang bantu mengongkosi, hihi. Liburan seminggu di Lamongan lumayan asyik, ngademin hati karena ketemu ibu. Sayang sekali anak bini tak ikut, jadi sebenarnya rada kecut karena apa-apa kurang terlecut.

Sudah empat hari sejak mengunggah tulisan terakhir, hari ini tiba-tiba sudah tanggal 30. Sebenarnya bukan tiba-tiba, tapi karena kita manusia terlalu asyik sama dunia. Waktu bergerak cepat, itu kata kita. Waktu berjalan normal, biasa saja. Kita yang abai, melupakan banyak hal yang lebih berarti demi sesuatu atau banyak suatu yang kelihatan penting saat ini.

Tidak sampai 100 jam kita akan memasuki bulan Januari, tapi dengan angka tahun berbeda. Bulan spesial nih, bukan karena saya lahir di penghujung Januari, tapi menjadi bulan pertama di mana beberapa resolusi akan maujud–akan menjadi nyata. Apa itu? Apa ini? Jangan banyak tanya, sebab saya pun juga bertanya-tanya.

Jadi apa menariknya post kali ini? Tak tahu. Yang jelas, dua hari lalu saya berdoa agar selalu dilimpahi keberkahan dalam apa saja. Sehari lagi tahun baru, tahun yang begitu juga kalau kita enggak berbuat apa-apa. Sehari lagi, sama seperti hari-hari lain, akan ada hari Minggu, Senin, Selasa, dan hari lainnya hingga Sabtu. Kenapa harus dirayakan sementara ulang tahun pernikahan kami tanggal 28 lalu saja enggak kami peringati?

Kasih kadolah…. 🙂

Advertisements

12 thoughts on “Kembali ke Bogor, Mau Tahun Baru

  1. Kalau di tulisan di atas ada tentang Jalan Tol yang mau diperpanjang, kayaknya tinggal di kisaran Cimanggu ya mas.. Berarti deket dengan rumah saya dong Mas Belalang Cerewet.

    Hahahaha.. ga nyangka ada temen Blogger di dekat rumah..

    Salam dari Lovely Bogor Mas

    Like

    1. Iya betul, dulu pernah tinggal di Bukit Cimanggu City, Mas Anton. Lalu pindah ke Taman Yasmin. Tapi sekarang sudah enggak di Bogor lagi. Pindah ke Jawa Timur. Kabarnya macet banget sekarang jalan baru.

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s