Kopi Kapal Api: Secangkir Semangat untuk Inspirasi Sukses

Kopi sudah menjadi bagian penting dalam hidupku. Kopi bukan lagi minuman selingan atau sekadar hobi belaka. Kopi bukan hanya mood booster atau pelecut semangat. Kopi adalah identitas yang mewakili nilai-nilai pribadi. Secangkir kopi mewadahi semangat dan pantang menyerah dalam menekuni hal-hal yang kupilih.

Menikmati secangkir kopi berarti membangun rutinitas yang positif karena memperkuat nilai-nilai yang diyakini. Menyesap teguk demi teguk kopi pilihan sama seperti mengingatkan pada integritas yang perlu dijaga dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Sayangnya, memilih kopi terbaik—yang nikmat dan sesuai dengan personal value—bukan semudah menulis status di akun Facebook, ya kan?

Untunglah berjumpa Kapal Api, kopi andalan yang lekat dalam ingatan sejak dulu. Perkenalan dengan Kapal Api bermula sejak puluhan tahun silam ketika sebuah iklan komersial muncul di awal hadirnya televisi swasta di tanah air. Memang saat itu aku belum mengonsumsi kopi sebagai penikmat lantaran masih duduk di bangku sekolah. Hanya sesekali menumpang kopi ayah yanag diseduh ibu.

Seorang suami yang terbangun oleh harumnya kopi Kapal Api buatan istrinya—yang ditampilkan dalam iklan tersebut—jelas merupakan potret bagaimana sebuah keluarga mengawali hari penuh semangat sekaligus kedekatan. Betapa secangkir kopi bukan sekadar minuman pelengkap di pagi hari, melainkan elemen penting untuk merencanakan vitalitas sepanjang hari sekaligus membangun kedekatan suami dan istri. Sejak itulah Kapal Api menjadi racikan wajib sejak aku berkeluarga, terutama ketika pindah ke kota kecil awal tahun lalu.

Sudah menjadi ‘adat’ kami (aku dan istri) untuk selalu menyiapkan stok kopi di rumah agar tidak kecewa saat hasrat ngopi muncul seketika dan bahkan setiap hari. Selama di Bogor, kami biasanya punya beberapa jenis kopi bubuk untuk dinikmati secara berseling. Satu kopi lokal dan kopi bermerek di pasaran, yakni Kapal Api. Sejak pindah ke kampung halaman, pilihan paling masuk akal adalah Kapal Api, versi Special tentu saja. Kopi tulen dengan aroma yang kuat. Selain mudah didapat, Kapal Api terbukti paling cocok dengan lambung dan lidah kami sebab kopi lokal di tempat kami terbilang terlalu asam sehingga kami tak tahan.

kapal 2

Itulah kenapa Kapal Api jadi primadona. Walau bukan seorang coffee aficionado, aku dan istri sudah mendapatkan yang kami cari dari sebuah kopi—si bubuk ajaib yang menemani hari-hari kami menjajaki tempat baru. Lima keunggulan berikut tak lagi bikin kami berpindah ke lain hati sebab kami puas berkat kualitas.SAAT MEMBUKA kemasan Kapal Api, sedap bubuk dari biji pilihan segera meruap menyergap indra penciuman. Tak sabar rasanya ingin segera menyesap teguk demi teguk kopi yang sangat enak. Bagaimana aku bisa yakin bahwa Kapal Api menawarkan aroma yang sangat harum dan menggoda?

Saat ini kami memiliki stok berupa lima jenis kopi yang berbeda. Dua kopi lokal yang kudapatkan dari sahabat bloger sebagai hadiah karena tahu aku pencinta kopi. Satu kopi lain adalah kopi lokal yang kubeli saat menjelajahi hutan Pekalongan Agustus silam, dan satu lagi kopi bermerek yang dikirim adikku saat Lebaran beberapa waktu lalu. Dari kelima jenis yang ada dalam stok, Kapal Api jelas yang paling harum. Jika kopi jenis lain kusimpan dalam kontainer atau stoples kecil, khusus untuk Kapal Api sengaja kubiarkan dalam kemasan aslinya guna mempertahankan aroma natural dari pabrik mereka. Cukup diamankan dengan seal tape dan disimpan di tempat yang aman.

HARUS KUAKUI hingga saat ini kopi tulenlah yang lebih menggoda untuk kunikmati. Kopi tanpa campuran apa pun sehingga masih murni dan cukup ditambahkan gula saat akan diseduh. Bubuk kopi racikan dari Kapal Api terasa tepat baik tekstur maupun komposisinya, seperti yang tercantum dalam kemasannya. Bijinya ditumbuk dengan pas, tidak terlalu halus namun juga tak terlalu kasar sehingga menyumbangkan aroma sedap saat diseduh.

Kemurnian Kapal Api kuuji dari reaksinya saat kuseduh bersama gula yang sengaja kukurangi porsinya. Dari kelima jenis kopi dalam stok di rumah, baru Kapal Api yang bisa kunikmati dengan gula paling sedikit dibanding kopi-kopi lainnya. Karena murni, alias tanpa campuran apa pun, maka kopi tidak enek meskipun disesap dengan sedikit gula. Dengan begitu, rasanya terasa jauh lebih kuat dan bikin aku lebih sehat karena mengurangi konsumsi gula.

BAGAIMANA CARA mengukur tingkat kenikmatan suatu kopi saat diminum? Aku tak mengenal beragam teknik rumit saat menikmati kopi. Yang jelas, cara satu-satunya untuk mengetahui citarasa kopi adalah dengan meminumnya pada kadar yang cocok dengan selera kita—dengan serangkaian preferensi atau karakter pribadi yang turut mempengaruhi.

Gurih, itulah yang dapat kusimpulkan dari Kapal Api. Tentu saja gurih bukan dalam pengertian masakan sebagai perimbangan pedas dan asin. Gurih di sini menyiratkan sensasi rasa yang manis dipadu dengan pahit yang tepat memanjakan lidah. Gradasi manis dan pahit (karena kemurniannya) menciptakan rasa yang unik—yang kusebut gurih itu. Apalagi jika diminum saat masih panas saat berkepul asap atau minimal hangat. Ah, sedaap!!!

SEPERTI KUSINGGUNG di paragraf sebelumnya, dalam iklan yang kali pertama mengenalkanku pada kopi Kapal Api, secangkir kopi nyatanya memang bisa membangkitkan semangat. Rasa malas bisa digugah dengan secangkir kopi nikmat agar semangat bangkit lagi! Perasaan galau bisa diredam sejenak dengan segelas kopi panas karena tubuh bisa rileks dan hati jadi benergi kembali.

Jika badan sedang mager, atau pikiran kosong padahal pekerjaan me-layout atau mendesain cover buku sudah menanti untuk dirampungkan, segelas besar kopi selalu jadi opsi buatku. Siang hari hingga sore biasanya saat yang pas mengerjakan tugas-tugas sewaktu anak-anak lelap dalam tidur siang. Aroma kuat Kapal Api bikin vitalitas balik lagi dan rasa murni-gurihnya bikin otak on lagi. Berani coba?

BUKAN RAHASIA lagi bahwa ngopi banyak sekali manfaatnya, apalagi secangkir Kapal Api yang sudaha kusebutkan sejumlah keunggulannya. Salah satu kutipan di Instagram bahkan pernah menuliskan “No coffee no work” yang menunjukkan betapa penting posisi kopi bagi seseorang yang ingin mempertahankan kontinuitas kerja.

Walau mungkin terdengar ekstrem atau berlebihan, tapi manfaat ngopi memang benar ada. Setidaknya manfaat itu kurasakan dari setiap cangkir Kapal Api. Kenikmatannya bukan melulu dari kepulan asap sedap yang meruap setiap kali bubuk Kapal Api diseduh. Manfaat nyata sudah lama kurasakan sejak memilih Kapal Api sebagai teman pribadi, seperti bisa dilihat dalam infografik berikut ini.

5 alasan kapalapi

Teman bekerja. Salah satu manfaat utama minum kopi bagiku tentu saja untuk mendukung produktivitas kerja sebagai freelancer. Mengedit buku atau mendesain isi dan cover buku memang pekerjaan menyenangkan meskipun tak selalu berjalan lancar terutama saat inspirasi mampet. Di sinilah fungsi primer segelas kopi Kapal Api selain untuk menghindari kantuk, yakni sebagai inspiration booster sehingga kanal ide seolah terbuka dan membuka berbagai kemungkinan.

Teman makan. Makan apa pun, entah yang gurih, asam, apalagi yang terasa pedas, cocok sekali ditemani segelas kopi. Pahitnya kopi murni Kapal Api  pas banget sehingga langsung meredam pedas ketika suhu air juga tepat. Setiap kali menyantap menu utama di rumah, biasanya saat sarapan pagi dan makan siang, secangkir kopi selalu menemani. Harum kopinya bikin makan makin berselera!

Teman mengobrol. Bercengkerama bersama keluarga atau orang tercinta cocok sekali ditemani secangkir kopi. Setidaknya itu yang sering kujalani saat mengobrol bersama kakak, misalnya, yang juga pencandu kopi. Kopi panas menemani setiap obrolan santai sehingga percakapan tidak tegang, berjalan rileks seolah ada bahasa yang mempersatukan kami. Itulah secangkir Kapal Api!

Teman mengudap. Aku sekeluarga sangat suka mengudap alias ngemil. Setiap hari di rumah harus selalu tersedia kue atau camilan sebagai pendamping aktivitas kami sekeluarga. Mulai dari kue mangkuk, bakpao, pisang goreng, hingga cracker atau snack modern lainnya. Khusus aku, ubi kukus/rebus dan roti tawar tak boleh dilewatkan. Sejak tinggal di Bogor, ubi telah menjadi bagian integral dalam keseharianku layaknya kopi yang tak bisa dipisahkan sebab aku tidak merokok. Setangkup roti tawar tanpa isi selalu kurindukan saat perlahan-lahan dilahap bersama teguk demi teguk Kapal Api.

Teman pelipur. Kalau yang ini bersifat personal karena berhubungan dengan memori selama mendiami Kota Hujan dahulu. Bogor adalah kota terjauh yang pernah kusinggahi dan paling lama kuhuni sebagai tempat perantauan. Di sanalah aku menemukan belahan jiwa dan tempat lahir kedua anakku. Bogor pula yang menjadi saksi aku mulai menjadi coffee addict. Mengenal berbagai jenis kopi dan sama-sama menikmatinya bersama istriku.

Bahkan kedua anakku pun sesekali suka ikut mencicipi kopi kami. Nah, setiap kali menyeduh dan meminum secangkir kopi, pendar kenangan pun bangkit kepada sebuah kota yang selalu kami rindukan. Kesejukan kotanya, keramahan warganya, kekayaan budayanya, kesyahduan bahasanya, hingga pesona kulinernya tak pernah lekang dalam benak kami–terutama aku. Dan semua itu bisa kubangkitkan lewat aroma Kapal Api, kopi nikmat yang jelas lebih enak diminum kapan saja dan bersama siapa saja.

Cara menikmati Kapal Api

Ini salah satu kiat yang kutiru dari web Kapal Api, yakni bagaimana cara menikmati kopi kemasan agar terasa lebih enak. Ternyata kenikmatannya berbeda loh begitu aku ikuti tip sederhana ini. Selain memilih kopi kemasan berkualitas baik–tentu saja Kapal Api dong–kita mesti melarutkan bubuk kopi dalam air dingin terlebih dahulu

Setelah memasukkan bubuk kopi dalam gelas/cangkir, aku menuangkan beberapa sendok teh air dingin, lalu kuaduk hingga bubuk kopi larut sempurna. Kenapa begitu? Karena  jika kita langsung mencampur bubuk kopi kemasan dengan air panas, maka kandungan amylum yang terdapat dalam kopi akan mengeras. Akibatnya, kopi pun jadi terasa “powdery” atau kasar. Mencampurkan air dingin dengan bubuk kopi akan membuat larutan menjadi lebih halus sehingga aroma dan rasanya pun akan lebih enak. Berani coba? Aku sudah dong!

Jurus lain setelah bubuk kopi dicampur air dingin adalah menambahkan air panas yang masih fresh. Air fresh artinya air yang baru saja dididihkan di atas kompor, bukan air panas yang sudah disimpan dalam termos atau air hangat yang direbus lagi. Rahasianya adalah memanaskan air ketika kita memang benar-benar akan meminum kopi. Tahu tidak bahwa setiap kita merebus air, ada oksigen yang terlepas sehingga berpotensi mengubah rasa air tersebut. Bayangkan bila air yang sama kita rebus berulang-ulang, tentu sensasi rasa air itu berkurang karena sudah fresh lagi!

Kesuksesan sejati

Menutup cerita ini, bisa kusimpulkan bahwa Kapal Api sudah menemani langkahku dan keluarga untuk menjalani hari-hari dingin di Bogor juga hari-hari panas di Lamongan. Secangkir kopi bukan lagi minuman pahit biasa, melainkan percikan semangat yang mendorongku untuk terus berusaha dan bekerja sesuai pilihan, misalnya menjadi fulltime freelancer seperti saat ini.

Memang keadaan tidak sama seperti sewaktu di Bogor di mana peluang seolah tak terbatas. Mencari uang begitu mudah dengan berjualan apa saja. Namun kesuksesan bukan lagi pencapaian hal-hal besar bersifat materi atau benda semata. Sukses sejati berarti berani berkorban, dalam hal ini mengorbankan kenyaman Kota Hujan demi mendekat pada ibuku meskipun kami harus beradaptasi dengan panasnya kota bahari saat ini.

Sukses berarti berani menjalani keputusan yang sudah kita ambil. Aku tak menyesal pindah ke kota kecil toh sekarang semuanya bisa dijembatani dengan koneksi Internet. Keterbatasan di sana-sini bukan untuk diratapi tapi dicari celah peluangnya, yakni bekerja menggunakan keterampilan kreatif lalu dipasarkan melalui jagat maya.

Sukses sejati adalah ketika kita berbuat yang bermanfaat, seperti kursus bahasa Inggris bertajuk Bright English Institute dan Saung Literasi yang akan kurilis tahun depan bersama istri–melanjutkan pengabdian kami tiga tahun di Bogor dulu. Tak banyak yang bisa kami lakukan, namun banyak yang bisa kami syukuri untuk berbakti kepada masyarakat, kepada negeri tercinta berdasarkan kemampuan kami.

Sepenggal cerita yang kusajikan ini paling tidak menegaskan mengapa kopi Kapal Api jelas lebih enak dibanding kopi merek lain. Secangkir Kapal Api menjadi inspirasi sukses yang melecut semangat dan membangkitkan gairah untuk berbuat yang bermanfaat, baik bagi keluarga ataupun masyarakat. Bagaimana menurut BBC Mania? Kalian suka ngopi dan punya tips agar meminum kopi lebih nikmat? Share dong!

Advertisements

20 thoughts on “Kopi Kapal Api: Secangkir Semangat untuk Inspirasi Sukses

  1. bekerja tanpa secangkir kopi selalu terasa kurang. kerjaan jadi tidak fokus, dan terkadang malah mengantuk. Kopi juga menjadi minuman favorit di kala nongkrong, Secangkir kopi selalu menjadikan percakapan dengan teman menjadi lebih hangat dan mengasyikan. tapi ingat, jangan terlalu banyak minum kopi, imbangi dengan juga banyak – banyak minum air ya biar tetap sehat sehingga bisa terus menikmati kopi setiap hari

    Like

    1. Betul banget, Mas. Ngopo bisa bikin kerjaan cepet kelar ya. Tapi tetap kok rajin minum air putih biar seimbang. Plus olahraga, Mas. Terima kasih sudah mampir di sini. Sudah habis berapa cangkir Kapal Api hari ini?

      Like

    1. Saya malah penyuka kopi tulen, Mbak. Biasanya Kapal Api yang spesial. Awet enaknya, bikin bergairah. Cocok buat tamu juga kan? Kapan kapan mau dong bertamu biar dijamu ikan patin atau udah oseng hehr

      Like

  2. Waaaaa…cocok buat teman ngopi saya ini. Sepertinya kalo kopdar wajib ada kopi ya mas biar nggak garing obrolan kita hehehe. Aku udah suka ngopi dari kecil mas…dari SD sepertinya…lanjut ampe sekarang tetep suka

    Like

  3. Sebagai pecinta kopi, aku sangat setuju kalau kopi hitam bubuk dari brand lokal yang paling pas dari segi rasa dan aroma adalah kapal api, i’m big fan of kopi kapal api hahaha… tapi sekarang masih belom bisa ngopi lagi soalnya masih menyusui takut ngaruh ke ASI padahal waktu hamil ngopi mulu ga apa2 hehehe

    Like

    1. Kapal Api memang bikin berapi-api hehe. Pas gurihnya pas wanginya. Enak banget sebagai mood booster Mbak. Ya tunggu nanti kalau sudah beres menyusui Mbak. Sehat selalu ya….

      Like

  4. Selamat menikmati kopi kapal api Mas, sebab konon katanya kopi kapal api “jelas lebih nikmat” mohon ijin share ke penggemar kawan saya penggemar kopi ya? Kalau saya penggemar kopi juga, kopi kegemaran saya kopi cap Oplet, kopinya orang pinggiran dan belum pernah di iklankan, tulisannya bagus, menarik, selamat beraktivitas, salam kontak perdana dari penggemar kopi cap Oplet. Tks.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s