Laba-laba yang Sama

Gambar dari google

Laba-laba yang sama
berbicara kepadamu
pada hari yang terik dan sepi
“Di manakah langkahmu kini
setelah Ramadhan singgah, berpuluh-puluh tahun?”

Engkau tidak menjawab
Hanya wajah murung dan hati remuk
Berulang-ulang jadi mimpi buruk
Dikalahkan waktu yang bergegas.
Engkau tiada bersuara
sebab ruang-ruang telah menyerap bunyi
sebab bisikan demi bisikan selalu terhenti.

Semut ataukah laba-laba
Yang mengejarmu dalam segenap kertas suci
Kini kekuatan telah meninggalkan derap kaki
Saat kerinduan tak lagi punya arti.

Advertisements

8 thoughts on “Laba-laba yang Sama

      1. That’s pretty good. Saya jadi ingat. Sebulan lalu ada konferensi Psikologi yang diselenggarakan SUNY Buffalo, ada yang mempresentasikan riset mengenai tingkat kebahagiaan orang-orang yang getol mengejar sesuatu di dunia (baik uang, jabatan, atau apapun). Hasil riset itu menunjukkan bahwa orang-orang tersebut cenderung kurang bahagia. Justru ditemukan bahwa orang-orang yang bergaul dengan orang lain (disini saya terbayang silaturahmi) cenderung lebih ahagia dalam hidup.

        So it’s good that you’re seeing friends and family soon.

        Anyhow, saya nggak mudik. Dan sejauh ini, kawan-kawan di sini juga nggak mudik sih. Hehe… Rata-rata pulang saat studi selesai atau saat ada urusan.

        Liked by 1 person

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s