Kopi dan Curahan Hati

Tadi sore saya berkunjung ke sebuah rumah sakit untuk menengok seorang kerabat jauh yang telah dirawat di sana selama tiga hari. Walau tampak agak kurus, seluruh hasil laboratorium menyatakan dia sehat walafiat. Awalnya diduga sakit jantung, namun tak terbukti bahkan menurut tes di dua rumah sakit yang berbeda. Sakit lambung pun tidak sebab data medis menegasikan dugaan itu.

Besar kemungkinan ia hanya tertekan, tak sanggup mengeluarkan unek-unek yang mengganjal di hati. Setelah bercakap-cakap sekian menit, akhirnya ia membuka suara tentang beban pikiran yang mungkin menumpuk sehingga memicu ketidaknyaman dalam dirinya. Tubuh meresponsnya secara negatif yang berujung pada rasa sakit pada punggung tembus ke dada. Napas tersengal dan sensasi menghunjam dirasakan di dada sesekali.

Butuh curhat

Alih-alih terus mengonsumsi obat, dia berpikir untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog tepat sesuai anjuran kakaknya yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah bergengsi di Surabaya. Saya pun mengamini rencana itu agar beban pikiran bisa dimuntahkan selepas-lepasnya sebab komunikasi dengan ahli boleh jadi solusi ampuh. Padahal sebenarnya ia butuh curhat, menumpahkan ganjalan hati atau pikiran yang bahkan tak mungkin dibisikkan kepada pasangan.

Ngeblog, dalam kadar tertentu, dapat menjadi kanal efektif untuk merilis stres atau perasaan tertekan. Blog punya ciri khas yang memberikan kesempatan bagi pemiliknya untuk menuliskan apa saja yang melintas dalam pikiran. Saya pribadi sangat terbantu dengan blogging demi menuangkan krenteg atau goresan hati yang tak bisa cukup dipendam. Ada tetangga julid, teman sombong, pemulung hebat,atau diri sendiri yang sok tahu bisa jadi bahan tulisan yang menarik.

Tak pernah habis

Tema-tema seperti itu kerap jadi renungan untuk diri pribadi. Tulisan berdasarkan lintasan pikiran semacam itu dapat maujud menjadi curahan hati yang lancar dalam jurnal eksklusif bernama blog. Saya sebut eksklusif karena kita bisa menuturkan nyaris apa saja meskipun kita sendiri bisa menentukan batasan. Topik berbasis curhatan hati tak pernah kehabisan sumber. Hanya perlu diolah dan diperkuat dengan contoh atau data. Misalnya kisah kerabat yang membuka tulisan ini.

Selain tema curhat, kopi menjadi ulasan favorit yang saya unggah di blog ini. Sebagai pencinta kopi, wajarlah jika hal-hal berbau kopi menarik minat saya—termasuk menceritakannya dalam bentuk tulisan di blog. Sejauh ini ada beberapa jenis atau merek kopi yang pernah saya ceritakan di Blog Belalang Cerewet menurut kota asalnya: Bogor, Bandung, Pekalongan, Lampung, Lombok, dan Jambi. Di deretan antre untuk diulas berikutnya ada kopi dari Palembang, Bengkulu, Banyuwangi, Kediri, dan kopi legendaris lain dari Bandung.

Pijar keharuman kopi

Selama merek atau produsen kopi terus tumbuh, sumber inspirasi penulisan kopi tak akan surut. Selain kenikmatan saat menyesapnya sambil curhat di blog, imajinasi tentang kopi saja sudah cukup membesarkan hati. Membuat semangat mencapai hal-hal besar entah krusial atau trivial.

Itulah dua tema yang menjadi afinitas atau kegemaran saya untuk dituangkan sebagai bara blog ini. Bagaimana dengan BBC Mania? Tema apa yang paling memikat untuk ditulis?

Advertisements

6 thoughts on “Kopi dan Curahan Hati

  1. Pikiran kalau gak dikelola baik efeknya memang kemana2, solusi non medis, blogging jadi aktivitas yang menyenangkan. Adakah blogger yang stres, sakit karena pikiran?

    Mungkin adalah deadline hingga lupa makan sakit deh

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s