10 Resolusi Agar Hidup Makin Bergizi

Simon Cowell, salah satu juri yang dikenal “kejam” di sejumlah acara pencarian bakat, konon pernah berujar bahwa dia tidak memandang perlu menyusun resolusi setiap tahun berganti. Pendapat Simon tidak untuk kita debat atau persalahkan. Sebagai orang sukses dan kaya raya, Simon mungkin tidak secara sengaja menuliskan resolusi seperti orang kebanyakan. Namun saya menduga ia tetap punya rancangan besar tentang ke mana arah hidup dan keluarganya. Dalam konteks ini, resolusi bisa diartikan sebagai kebulatan tekad untuk mencapai apa saja dalam hidup kita tanpa harus terikat batasan waktu seperti bilangan tahun.

Dipakainya tahun sebagai rentang waktu yang layak diukur tentu agar memudahkan orang dalam melihat perkembangan hidup atau perubahan aktivitas selama 12 bulan yang mengisi kalender Masehi atau Hijriyah. Intinya, bicara soal resolusi bukan bicara soal prestasi belaka, tapi lebih ke arah impian dan keberanian meraihnya entah berakhir dengan kesuksesan atau kegagalan.

Cropped view of person hands typing on laptop computer

Walau Januari hampir tuntas, rasanya masih relevan berbagi resolusi atau rencana jangka pendek tahun ini agar kita bisa saling menyemangati dan mungkin malah menyontek. Selama memang positif dan bermanfaat, kenapa harus malu jika mesti meniru? Nah, berikut ini 10 hal yang ingin saya wujudkan dan bolehlah disebut Resolusi 2019 yang saya tulis beberapa hari sebelum berulang tahun, hehe.

1 – Outing class Saung Literasi

BBC Mania yang sering membaca blog ini mungkin sudah mafhum bahwa sejak Agustus tahun lalu saya kembali mengaktifkan Bright English Institute (BEI) di rumah baru kami. Rumah mungil itu menyisakan teras sempit yang akhirnya saya isi dengan gazebo mini yang dalam bahasa Sunda disebut saung. Saung ini sebenarnya adalah dipan jati dari rumah ibu yang tidak lagi dipakai. Ditambah atap, jadilah Saung Literasi yang memberi kesempatan anak-anak untuk menyelami dunia literasi dalam pengertian seluas-luasnya selain belajar bahasa Inggris tentu saja.

Bergembira dalam nyala pustaka

Belajar setiap Sabtu dan Minggu, respons mereka cukup bagus dan positif. Meskipun belajar di saung sudah sangat menyenangkan, saya sudah lama membayangkan kami bisa belajar di alam terbuka tanpa sekat-sekat fisik sehingga mereka bebas bergerak dengan lincah. Mencari kelas outdoor yang menarik di Lamongan bukan perkara mudah. Cuaca panas dan panorama alam yang biasa menjadi kendala utamanya.

Sewaktu ngider nasi bersama NBC setiap Jumat pagi, saya berjumpa lagi dengan Adieb, pemuda asal Batang yang bekerja di kantor pajak Lamongan. Adieb menuturkan bahwa Batang punya kebun teh yang dijamin bikin anak-anak semringah. Spontan terbayanglah wajah riang anak-anak mengikuti tea walk sambil bermain game edukatif. Tak lama berselang, Nia bloger asal Semarang mengunggah video pengalaman duo jagoannya berwisata ke kebun teh itu yang sangat mengesankan. Cocok deh tahun ini kami agendakan ke Batang untuk outing class!

2 – Kopi jola-joli

Pada postingan dua bulan lalu, saya membocorkan tentang rencana menggeluti bisnis kopi yang memang suka saya konsumsi. Kata para coach bisnis, menekuni bidang yang kita sukai sebagai ladang usaha setidaknya meminimalisasi kebosanan seandainya bisnis tak kunjung berkembang. Begitu juga soal kopi. Sambil belajar hal ihwal dunia kopi, saya pikir akan sangat nikmat jika minuman ajaib ini saya ubah sebagai peluang usaha.

Borong yuk!

Jika biasanya saya membeli aneka kopi di marketplace, kini saatnya saya menawarkan produk dengan merek sendiri. Jola-Joli, itulah label yang kami tempelkan di kemasan pouch kopi Excelsa khas Gunung Anjasmoro yang terkenal dengan citarasa fruity atau asam mirip buah. Karena bekerja sama dengan seorang teman asal Jombang, maka kami pilih nama Jo-La yang merupakan akronim Jombang-Lamongan dan Jo-Li sebagai akronim oJO laLI atau jangan lupa.

Nama ini bukan hanya menyiratkan asal kopi yang saya jual, melainkan pengingat agar kami tidak lupa pada akar kedaerahan—juga sugesti positif agar para pembeli tidak pernah lupa pada kenikmatan kopi kami. Saat ini saya sudah menayangkannya di dua akun marketplace dan marketplace lainyang masih dalam tahap penjajakan. Semoga saja kopi Jola-Joli mulai dikenal dan menemukan penikmatnya yang fanatik melalui geliat online sales.

3 – Belajar desain dan videografi

BBC Mania tentu familiar bahwa saya mengelola blog ini sebagai pundi-pundi pendongkrak rezeki. Dua saluran utama pengundang uang selama ini adalah tulisan berbayar dan hadiah lomba menulis blog. Agar berjaya dalam berbagai lomba, unsur grafis tak bisa dipandang sebelah mata kendati tidak semua penyelenggara menggaransi kemenangan lantaran polesan fisik belaka.

Akan tetapi, tak bisa dimungkiri bahwa tulisan yang didukung dengan gambar dan infografik akan jauh lebih enak dinikmati karena kehadiran gambar/foto akan memberi jeda bagi mata saat membaca sehingga tak bosan atau lelah. Adapun infografik bakal memperkuat tulisan karena berfungsi memperjelas tulisan agar lebih visual dan mudah dipahami. Oleh sebab itulah, belajar desain grafis seperti penguasaan Photoshop harus jadi prioritas.

Sedangkan penguasaan videografi akan saya manfaatkan untuk mempromosikan produk kopi di kanal YouTube dalam bentuk video yang memikat dan pesan yang kuat agar para penonton menjadi pelanggan setia dan menularkannya kepada para warganet lainnya. Untuk meraih kemampuan mengolah video, tak perlu khawatir karena ada kursus video editing di Dumet school. Sebagai  penyedia kursus yang berpengalaman, bukan cuma tempat kursusnya yang bagus, tapi model pengajarannya student-oriented alias memudahkan siswa. Testimonial orang-orang yang pernah belajar di sana bikin makin mantap deh.  

Keunggulan Dumet

Selain pelatihan intensif seputar dunia digital, seperti web design, digital marketing, pembuatan aplikasi Android, video editing, dan banyak lainnya, program kelas di Dumet School dikemas secara unik. Pertama, kita bisa pilih jadwal sendiri sesuai waktu senggang kita. Kedua, kelas dikelola semiprivate jadi bisa lebih intensif dan cepat bisa karena terjadi interaksi yang leluasa. Ketiga, waktu kursus tidak ada batasannya, dijamin deh kita sampai bisa. Keempat, para pengajar bersedia memberi dukungan/konsultasi seumur hidup. Lebih hemat kan jadinya?

Bukan hanya dijamin belajar sampai bisa dan menghasilkan karya atau project, setiap siswa mendapat privilege untuk memperoleh akses ke iLab yakni sistem pembelajaran yang bisa kita akses di mana saja dan kapan saja semau kita. Enggak perlu waswas tertinggal pelajaran atau kurang paham karena kita bisa reseat atau mengulang kelas sepuasnya—tanpa dibatasi. Masih ragu ke Dumet School?

4 – Belajar SEO

Sambil menunggu meningkatnya kemampuan mendesain dan videografi, penguasaan SEO untuk tulisan blog juga harus didongkrak agar semakin mumpuni. Kepiawaian menggarap tulisan dengan dukungan SEO yang tepat akan menjadi ladang rezeki tersendiri. Bukan melulu dari para agency atau brand yang mencari saya untuk menugasi saya menulis berbayar, namun yang lebih penting adalah bagaimana memasarkan produk kopi serta pesan-pesan gerakan sosial pendidikan yang sesuai dengan passion saya selama ini.

5 – Optimisasi misterblangkon.com

Sudah sebulan ini saya merapikan misterblangkon.com sebagai rumah maya kedua setelah Blog Belalang Cerewet (BBC). Bila BBC ber-niche gado-gado, misterblangkon dotcom saya siapkan untuk khusus membahas keunikan bahasa Jawa bagi penutur asing sebagai wujud cinta pada bahasa daerah dan pelestarian bahasa lokal yang didukung oleh Google. Jadi, blog ini akan sepenuhnya saya tulis dalam bahasa Inggris—tentu sesuai kemampuan. Selain bisa praktik menulis dalam bahasa Inggris, saya proyeksikan blog ini untuk menjadi sarana pendulang rezeki lewat AdSense kelak.

6 – Menulis buku

Momtraveler atau Muna Sungkar sudah lama mengajak saya menulis buku yang sesuai dengan latar belakang pendidikan kami, yakni bahasa Inggris. Buku panduan praktis rasanya masih relevan dan terus membanjiri pasaran. Pertengahan tahun lalu kami sudah bertemu di Semarang untuk membahas kerangka dan model buku, namun sayang hingga masuk tahun baru belum kami eksekusi.

Lanjutkan!

Selain itu, ada buku nonfiksi yang akan saya garap sendiri. Buku ini berisi renungan atau refleksi seputar kegiatan memasak bersama istri yang ternyata banyak melahirkan inspirasi kehidupan yang bijak. Progress naskah sudah 30%, tinggal melengkapi bahan yang kurang dan menyempurnakan dengan layout naskah yang ciamik. Semoga tahun ini bisa terlaksana.

7 – Beli kamera

Kamera lama sudah tak memadai sehingga saya jual saja akhirnya. Selama ini saya mengandalkan kamera ponsel yang ternyata tak mampu menghasilkan bidikan-bidikan yang saya inginkan. Tahun ini saya mengincar kamera mirrorless karena lebih ringan dibanding DSLR dan bisa difungsikan untuk mendukung vlogging yang lebih produktif. Resolusi ke-7 ini boleh jadi paling menantang karena butuh pengetatan anggaran dan akumulasi dana yang cukup sehingga mungkin harus tarik ulur dengan kebutuhan lainnya. Apa pun kendalanya, kamera khusus untuk liputan harus bisa saya wujudkan.

8 – Workshop blogging for beginner

Dalam kopdar bersama sejumlah bloger Lamongan akhir tahun lalu, tercetuslah ide untuk menindaklanjuti tawaran staf dari sebuah kampus swasta di kota kami untuk mengadakan pelatihan blogging bagi pemula. Bloger yang aktif di Lamongan bisa dihitung jari. Rencananya saya kebagian menyampaikan materi seputar cara meraup rezeki melalui kompetisi, yakni partisipasi dalam berbagai lomba blog yang tak kunjung reda di jagat maya. Datang silih berganti dengan hadiah yang menggiurkan.

Lebih dari itu, saya ingin menekankan kepada peserta bahwa blog hendaknya bukan sebagai media pendulang rupiah saja, melainkan sebagai sarana menyebarkan pesan damai dan menangkal arus hoaks yang merajalela. Hal terakhir ini agaknya selalu kontekstual dan dalam hal ini blog punya peran besar dalam menyumbangkan konten-konten bermutu melalui pasar Internet yang kian meraksasa dan menjangkau kita hingga ke ruang-ruang privasi.

9 – Bikin zona oksigen

Dalam kunjungan ke Cirebon bulan lalu, saya sempat terpesona pada keberadaan beberapa titik zona oksigen di sebuah RW seluas 5 hektar di kawasan kota. Seperti namanya, zona oksigen berfungsi menyuplai gas oksigen bagi warga sekitar sekaligus menawarkan potensi ekonomis karena aneka tanaman rambat yang dipasang ternyata produktif, seperti timun jepang, anggur, markisa, daun cincau, dan banyak lagi. Bukan hanya sejuk dan rindang, zona oksigen juga berpotensi meningkatkan angka harapan hidup para manula—demikian ujar ketua RW setempat saat saya mewawancarainya.

Berbagai tanaman rambat menyegarkan pernapasan dan mendongkrak pendapatan

Cirebon dan Lamongan punya kemiripan, sama-sama panas karena berdekatan dengan pantai. Musim kemarau begitu panas, sedangkan musim hujan tak jarang dilanda banjir. Zona oksigen bisa saya tiru minimal untuk di blok tempat saya tinggal sekarang karena panasnya enggak ketulungan saat kemarau menjerang. Saat ini saya sudah siapkan beberapa pot bunga telang yang merambat hijau dengan bunga ungu yang segar banget saat diramu menjadi teh berkhasiat.

10 – Membentuk LLG

Saya sempat singgung dalam tulisan beberapa hari lalu tentang kegembiraan saya begitu mendapat sepeda pengganti saat mengantar sepeda si sulung yang harus menginap akibat reparasi berat. Bapak pemilik bengkel rela meminjami saya sepeda jengki agar saya bisa beraktivitas terutama pulang ke rumah sementara menunggu sepeda anak saya beres diperbaiki. Sepeda itu menginap dua malam di rumah saya, dan saya sungguh terbantu.

Bapak tua itu sepertinya tak tahu bahwa saya telah mengusulkan bengkelnya agar dimasukkan oleh Google ke dalam Google Maps sehingga orang-orang sekitar—terutama penghuni baru—punya referensi saat mengalami kerusakan sepeda. Ada kepuasan tersendiri ketika bengkel mungil di samping jembatan itu akhirnya dimasukkan dalam GMaps dan ramai pengunjung. Harap maklum karena saya memang terdaftar sebagai Local Guides (LG) level 7.

L for Lamongan!

Bersama beberapa orang bloger yang juga LG, kami ingin menindaklanjuti pembentukan LLG atau Lamongan Local Guides yang akan menjadi wadah bagi para LG agar bisa berkumpul dan bersinergi dalam memajukan usaha atau bisnis lokal tanpa biaya promosi. Mereka diuntungkan karena semakin dikenal, sedangkan kami para LG terus meroket dalam level sehingga berpotensi mendapat voucher belanja atau voucher menginap dan bahkan berkesempatan melancong ke markas Google di California sana.

Itulah 10 resolusi tahun 2019 yang semoga bisa saya wujudkan agar tahun ini menjadi momen yang bergizi—bagi saya sendiri dan lingkungan sekitar dengan hati yang makin peduli. Bagaimana dengan BBC Mania, adakah resolusi yang sangat mendesak dan bahkan sudah hampir teraih? Share yuk di kolom komentar biar bisa kita aminkan dan cepat terkabul. Have a nice wekeend ….

Advertisements

15 thoughts on “10 Resolusi Agar Hidup Makin Bergizi

  1. Ya Allah, aku tiap baca tulisan Mas Rudi tuh bawaannya selalu merinding deh, merinding jadi semangat mengisi diri dgn banyak hal bermanfaat, kemudian juga memikirkan gimana biar bisa berbagi ilmu dan memberi manfaat. Semoga proyek bareng istri segera selesai ya Mas. Btw makasiy udah masukin videonya duo ET

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s