Mengenal General Listrik serta Solusi Efisien untuk Kebutuhan Operasi Kelistrikan

Beberapa waktu lalu pemadaman listrik terjadi di Jakarta dan sekitarnya, yang segera memancing kericuhan di media sosial di tanah air. Tak cuma pengusaha rumahan yang megeluhkan kerugian, para aktivis digital atau influencer pun merasakan dampak pemadaman di luar dugaan tersebut. Jelas Ketersediaan listrik jelas sangat dibutuhkan oleh masyarakat modern, apalagi menunjang kebutuhan di era serbadigital saat ini.

Perlu diketahui bahwa mesin listrik pada umumnya dibagi menjadi 3 kelompok yaitu generator listrik, motor listrik dan transformator. Tentu, ketiganya ini memiliki fungsi yang berbeda di mana generator listrik adalah mesin listrik yang berfungsi untuk menghasilkan energi listrik. Sedangkan motor listrik memiliki fungsi yaitu mengubah energi listrik menjadi energi gerak dan transformator sebagai pemindah daya listrik yang sifatnya step down maupun step up.

Generator kelistrikan dengan menggunakan penguat sendiri selalu dirancang secara khusus menggunakan AVR atau biasa disebut dengan Automatic Voltage Regulator. Hasil ini berfungsi memberikan kontrol terhadap tegangan output stator. Artinya, jika tegangan yang diinginkan sebesar 220 volt atau 380 volt, maka AVR akan mengontrol sepenuhnya mulai dari besar hingga kecilnya arus yang masuk pada kumparan di penguat utama. Dan yang akhirnya akan disalurkan pada tegangan DC melalui slip ring maupun penyearah dioda. 

Adapun jenis jenis generator yang ada di pasaran cukup beragam sebagai berikut:

Berdasarkan letak kutub, generator terbagi menjadi dua yaitu generator kutub dalam di mana medan magnet biasanya terletak pada bagian rotor atau yang berputar. Sedangkan generator kutub luar adalah generator yang medan magnetnya terletak di bagian stator atau bagian diam.

Berdasarkan medan magnetnya, generator dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu generator sinkron dan  generator asinkron.

Berdasarkan arus yang dibangkitkan, generator dapat dibagi menjadi generator arus bolak-balik atau biasa disebut AC dan generator arus searah atau biasa disebut dengan DC.

Dilihat dari fasanya, generator dibagi menjadi generator satu fasa dan generator tiga fasa.

Berdasarkan bentuk rotornya, generator dibagi menjadi generator kutub menonjol. Adapun jenis generator ini kerap digunakan PLTA dan PLTD dimana tingkat RPM-nya cukup rendah. Sementara generator kutub rata atau biasa disebut dengan silindris biasanya digunakan untuk PLTG dan PLTU karena memiliki RPM yang tinggi.

Nah, dari penjelasan di atas sepertinya daya listrik yang dihasilkan cenderung lebih berorientasi pada kebutuhan yang minim. Pertanyaanya, bagaimana dengan sektor industri yang membutuhkan satu sistem untuk mengembangkan beban listrik? Jawabannya tentu saja dengan menggunakan load bank sewatama. Adapun fungsi dari load bank ini adalah satu perangkat yang digunakan untuk mengembangkan beban listrik yang diperlukan dalam kapasitas cukup maksimal. 

Advertisements

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s