Mengenal Sahabat Desa Berdaya dengan Program Ngaji Plastik di Pamoyanan Bogor

Mendengar Desa Pamoyanan, saya langsung kangen pada Bogor yang sudah tiga tahun kami tinggalkan. Betapa tidak kangen, sebelas tahun tinggal di sana, saya ketemu jodoh di Kota Hujan ini, dan anak-anak pun lahir di sana. Pamoyanan biasanya kami lewati saat menyusuri Bogor melalui jalur belakang. Sewaktu masih tinggal di Ciawi, kami biasa menempuh jalan alternatif melewati kuburan Cina dan perbukitan yang asri. Biasanya setelah mengunjungi teman di kota atau selepas berenang di kolam favorit.

Entah di manakah wilayah desa yang mendapat program pemberdayaan dari Rumah Zakat (RZ) ini sebab yang kami lalui dahulu adalah kompleks perumahan yang berada tepat di pinggir jalan raya. Sahabat Desa Berdaya adalah program pemberdayaan dalam cakupan wilayah desa (dan sebagian kelurahan) melalui pendekatan yang terintegrasi. Mulai dari program capacity building, peningkatan ekonomi, sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiapsiagaan bencana diberikan dalam kerangka Desa Berdaya. Sesuai namanya, program ini menargetkan agar desa-desa tumbuh dan berkembang dengan kelembagaan lokal yang berdaya.

Secara administratif, Pamoyanan masuk dalam Kecamatan Bogor Selatan, bagian dari kota Bogor, bukan kabupaten. Pamoyanan dipilih sebagai salah satu desa berdaya binaan Rumah Zakat sebab potensinya cukup unggul di bidang pertanian, peternakan, dan agrowisata. Tiga pilar ini sangat menjanjikan jika digarap dengan serius, terutama pertanian. Dukungan teknologi saat produksi dan promosi secara daring akan membuat potensi desa mendatangkan keuntungan.

Sejak tahun 2016 hingga 2019 Desa Pamoyanan bertransformasi dengan aktivasi dari Relawan Inspirasi. Pilihan RZ atas Desa Pamoyanan terbukti tepat sebab program-program yang dirancang dapat dilaksanakan sehingga Desa Pamoyanan mengalami perkembangan yang cukup pesat dari tahun ke tahun.

Ke Istana Negara berkat sampah

Beberapa program yang menonjol adalah Kelompok Tani Dewasa, Perpustakaan Sampah, dan Bank Sampah yang sudah terdaftar serta mengantongi SK dari kelurahan. Berkat keberhasilan Program Perpustakaan Sampah dan sejumlah program lainnya, tim Desa Berdaya Pamoyanan pernah diundang ke Istana Presiden. Untuk menunjang kelancaran program, sinergi dibangun melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Kelurahan guna memberikan controlling dan monitoring kesehatan ternak di bawah Kelompok Tani dan Bank Sampah.

Terlaksananya berbagai program pemberdayaan ini tentu berdampak pada meningkatnya jumlah penerima manfaat dari transformasi Desa Berdaya Pamoyanan. Di bawah binaan kelembagaan yang formal Rumah Zakat, warga desa mengalami peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup. Bayangkan jika Lembaga Amil Zakat (LAZ) lain melakukan hal serupa, tentu jangkauan manfaatnya bisa lebih luas.

Yang membanggakan, Desa Berdaya Pamoyanan pernah mendapat apresiasi saat menyabet Juara ke-2 Produk Hasil Pertanian Dinas Ketahanan Pangan (Tingkat Kota), Juara ke-2 Lomba Pelopor Pengolahan Sampah Dinas Kebersihan Pertamanan (Tingkat Kota), dan Penghargaan Penggiat Keluarga dari GiGa Indonesia. Apresiasi ini penting bukan hanya sebagai penanda kesuksesan program, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam program berkelanjutan dan berbasis desa.

“Ngaji Plastik”

Bukan hanya sektor ekonomi yang dikembangkan, bidang lingkungan pun diperhatikan. Adalah Elan Jaelani, seorang fasilitator Rumah Zakat Desa Berdaya Pamoyanan yang mengajak ibu-ibu setempat untuk ikut pembinaan rutin bulanan bertajuk Ngaji Plastik. Jaelani menggagas inisiatif ini setelah melihat semakin banyaknya plastik yang digunakan oleh masyarakat desa tersebut.

Kegiatan Ngaji Plastik ini kita sisipkan dalam pembinaan terhadap ibu-ibu, biasanya dengan mengundang ustaz, pegiat sosial dan kali ini dengan mengundang pengrajin daur ulang sampah dan Ecobrick. Dengan adanya program ini mudah-mudahan masyarakat akan semakin menyadari pentingnya mengelola sampah secara mandiri.”

Jaelani – Relawan RZ
Ngaji Plastik, mengolah sampah jadi sumber rezeki yang baik. (Gambar: wartabogor.id)

Lebih lanjut Jaelani menuturkan bahwa kata ngaji dipilih sebab sudah identik dengan kajian keagamaan. Warga akn tertarik karena ada ikatan religiositas. Bukan rahasia lagi bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian dari ajaran agama Islam. Ketika dibuang sembarangan, plastik dapat merusak alam dan menimbulkan bahaya yang serius. Kerusakan alam kebanyakan disebabkan oleh ulah tangan manusia sebagaimana telah disinggung dalam Al-Qur’an. Dalam hal ini Ngaji Plastik menjadi relevan dan menguntungkan.

Keset unik dan jelantah

Apa saja kegiatan Ngaji Plastik di Desa Berdaya Pamoyanan? Salah satunya para peserta diberikan keterampilan untuk membuat kerajinan keset dari kain baju bekas. Mereka juga diajak mengumpulkan jelantah dan menyetorkan sampah anorganik yang bernilai ekonomi ke Bank Sampah dan membuat Ecobrick.

“Jika mau lingkungan kita lestari, maka segera lakukan Ngaji Plastik. Mungkin hasilnya tidak bisa langsung kita petik dan rasakan saat ini karena proses penyadaran masyarakat itu masih panjang dan terus kita lakukan secara konsisten,” kata Entin selaku pemberi pelatihan membuat keset dari kain bekas dan kerajinan sampah plastik.

Butuh dukungan

Belajar dari Desa Pamoyanan, ternyata warga desa bisa berdaya asalkan dibina dan didampingi. Dari Pamoyanan pula kita menyadari bahwa LAZ di seluruh Indonesia bisa mengambil peran aktif untuk memajukan desa-desa tempat mereka beroperasi. Bukan hanya menyuntikkan semangat dan donasi uang, tapi juga membina dengan memberikan keterampilan termasuk pemasaran produk desa terkait.

Jika BBC Mania tertarik membeli aneka produk unggulan UMKM Desa Berdaya, jangan ragu atau bimbang. Langsung kunjungi akun Instagram berikut ini. Dari minuman nikmat seperti kopi hingga beragam camilan, bisa kalian temukan di sana. Kapan lagi membantu sesama sekaligus kita mendapatkan barang istimewa? Plus berpahala pula.

Untuk mendukung gerakan positif yang digalakkan oleh Rumah Zakat, silakan berpartisipasi dengan menyumbang agar warga Indonesia lebih bahagia baik lewat zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Mengawali hari dengan berbagi, teruslah meringankan beban di saat pandemi.

35 Comments

  1. wuah secara tidak langsung membuat ibu-ibu berdaya dan produktif ya
    juga, lingkungan menjadi bersih karena dijamin ibu-ibu akan oprak-oprak suami dan anaknya untuk hidup bersih dan memilah sampah plastik yang masih bisa dimanfaatkan kembali

    Like

  2. Jadi double manfaat hadirnya ngaji plastik ini, pertama jadi rajin mengkaji agama dan yang kedua makin paham kaji untuk bijak berplastik. Dengan begitu masyarakat semangat untuk berperan aktif melestarikan lingkungan

    Liked by 1 person

    1. Soalnya masalah plastik sudah sangat mendesak untuk ditangani, Kak. Jumlahnya makin banyak sementara alam tidak siap menerimanya. dengan cara menggunakan lagi jadi barang yang berguna, warga bisa sekaligus dapat manfaat ekonomi.

      Like

  3. Suamiku dulu waktu zaman kuliah jadi relawan rumah zakat loh mas. Memang gerakan-gerakan positif dari rumah zakat sudah terbukti dari dulu dan sudah selayaknya kita menyalurkan ZIS kita ke sana.

    Like

  4. baru pernah mendengar dan namanya unik juga, ngaji plastik. bener2 dengan hal yang paling akrab dan pendekatannya pas ya karena keseharian kalau di desa, dengan kayagini maka rasanya tak menjadi asing

    Like

  5. Unik juga ya istilah ngaji plastik. Ternyata kegiatannya ada keterampilan untuk membuat kerajinan keset dari kain baju bekas. Ini kegiatan yg positif sekali, perlu dicontoh komunitas lainnya

    Like

  6. sambil mengaji sambil memberikan info tentang plastik pokoknya mantab betul deh, dapat pahala dan dapat info juga.. semoga tetap di teruskan nih

    Like

  7. Memang di daerah itu sebenarnya banyak potensi yang bisa digali, tapi selama ini minim modal dan pendampingan. Dulu saya pernah gabung LSM perempuan yang bergerak di bidang pemberdayaan daerah pedalaman, potensinya luar biasa tapi sayang tidak digarap. Bersyukur sekarang makin banyak lembaga yang peduli seperti LAZ begini. Biar sejahtera makin merata.

    Liked by 1 person

    1. Benar, Mbak. Desa punya potensi beragam, kadang untuk maju butuh dukungan seperti manajemen produksi, pemasaran, dan terutama modal. Makin banyak yang terlibat, makin banyak yang bisa mengambil manfaat.

      Like

  8. Subhanallah, keren sekali orang-orang ini. Bahkan berkat sampah pun, bisa timbul ide kreatif yang bermanfaat. Semoga semangatnya didukung dan terus banyak yang membantu ya. Semangaaaaat

    Like

  9. Masyaallah… keren dan inovatif sekali ya idenya untuk menjaga lingkungan sekaligus bermanfaat bagi warganya. Yang paling menarik “ngaji plastik” tuh karena pas sekali dengan ibu-ibu yang kadang sering nurut kalau ada embel2 ngaji. Nurut awalnya semoga lama-lama bisa lebih sadar lingkungan gitu kan ya

    Like

  10. Aku belum pernah ke Bogor, duhh kudetnya.. hihiiii…
    Masya Allah ya, Mas, acara kajian ternyata bisa banget digunakan untuk penyuluhan hal-hal inspiratif ke masyarakat seperti masalah sampah plastik ini. Memang kalau melakukan pendekatan ke masyarakat desa harus lebih sabar dan pakai bahasa sederhana agar mereka paham dengan visi baik yang diajarkan *soalnya aku juga tinggal di desa. Angkat topi untuk pejuang Rumah Zakat yang terus memberdayakan masyarakat melalui pembinaan moral maupun materil.

    Like

  11. keren ya program ngaji plastik dari rumah zakat ini, seneng jika teman teman kita di pedesaan berdaya, sehingga yang dari desa tidak perlu ke kota, tetap di desa dengan penuh cinta dan berdaya ^_^

    Like

    1. Iya, Kak Umi. Bisa tetap produktif walau tinggal di kampung. Intinya sekarang kita kudu sinergi, saling membantu tanpa memandang kota dan desa. Demi kepentingan bersama, terutama kelestarian alam.

      Like

  12. Ada daur ulang sampah ini juga bikin keluarga otomatis mulai memperhatikan sampah di rumah. Memilih, memilah, hingga mulai ikut coba-coba meniru kreativitas kegiatan seperti yang dilakukan komunitas atau bank sampah.

    Like

  13. Bagus banget programnya, bisa Mimin contoh nih. Sampah plastik bisa dikurangi, penghasilan warga bisa bertambah secara ekonomi. Keren, Rumah Zakat!

    Like

  14. Keren banget loh ini program desanya, jd masyarakat nya teredukasi mengelola sampah, semoga makin sukses dan makin banyak yang berdonasi untuk membantu kelancaran nya

    Liked by 1 person

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s