#Postcard Fiction: (Bukan) Gerimis Terakhir

Deana, Ketika rumput basah dan pohon-pohon menggigil, kau berujar lirih, “Inilah gerimis terakhir yang akan menghapus sisa jejak kita.” Jujur saja aku tak terlalu paham maksudmu. Namun aku ingat kala itu kupeluk Sinta erat-erat karena ku tak mau terpisah darinya. Entahlah apakah dia mengerti apa yang kita perbincangkan di taman itu. Mata eloknya tetap berbinar … More #Postcard Fiction: (Bukan) Gerimis Terakhir

#Postcard Fiction: Rembulan Mengantarnya Pulang

/I/ Cahaya rembulan perlahan pupus oleh serbuan air yang terhempas bebas dari langit. Petir dan guruh bergantian membelah malam yang beku. Sebeku hati Hans yang diliputi kabut kebimbangan. Sesekali angin tipis tedengar bekesiur di antara pepohonan randu dan akasia. Himpunan bambu berkerisik menciptakan musik aneh yang menakutkan. Hans serasa kian tenggelam dalam mendung yang kelam. … More #Postcard Fiction: Rembulan Mengantarnya Pulang

#Postcard Fiction: Rumah untuk Jana

Dalam hitungan detik Jana sudah berada di atas mobil bak terbuka itu. Kakinya yang terbiasa menapaki jalanan terjal terlihat begitu kokoh menopang tubuhnya saat melompat. Setelah merapat dan bersandar pada kepala mobil, ia menoleh kepada ibunya. Debu pasir yang tersisa beterbangan menyaput wajahnya yang kuyu. Tatapannya tajam tetapi kosong. Suaranya tampak ditahan agar tidak pecah … More #Postcard Fiction: Rumah untuk Jana