Di Serambi Itu

Di serambi itu
waktu membeku
dan jarak meleleh
dalam zikir cinta
ketika kucari arah
pada kompas yang diam
di tanah suci.

Di serambi itu
hanya cahaya yang hidup
melenyapkan nyeri
dan kepenatan
setelah bertahun dosa
setelah jiwa pecah
sejadi-jadinya.

Di serambi itu
ingin kukirimkan pesan
kepada rembulan

Di serambi itu
aku termangu
membiarkan hati bergejolak
menanti dipersilakan masuk.

Aaaamiin.
Aaamiiin.
Aaamiiin.

Advertisements

6 thoughts on “Di Serambi Itu

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s