5 Alasan Nonton Drakor The Man from Nowhere

Menghibur hati dengan menonton drakor yang sudah lama, kenapa tidak? Salah satu film Korea yang masih asyik ditonton selama pandemi adalah The Man from Nowhere (TMfN) atau dikenal dengan Ajeossi dalam versi aslinya. Film TMfN yang saya tonton terdiri dari 8 bagian pendek yang tidak menguras waktu sebab bisa dinikmati di waktu senggang. Film ini sudah tersimpan di laptop teman yang saya beli tahun 2013 silam. Bagaimana kisahnya?

TMfNW mengisahkan seorang lelaki asing yang membuka gerai gadai di sebuah rumah susun. Saking misteriusnya, dia cukup dikenal dengan ajeossi, setidaknya oleh seorang gadis kecil yang tinggal di kompleks yang sama. So-Mi Jeong—gadis lucu itu—memanggilnya ajeossi yang berarti paman sebab ia melihat sosok ayah, atau paman, sekaligus sahabat pada lelaki misterius yang belakangan bernama Tae-Sik Cha.

Tae-Sik Cha yang diperankan dengan apik oleh Won Bin ternyata setengah hati bersahabat dengan So-Mi yang anak seorang penari malam, tak jelas siapa ayahnya. Hubungan keduanya berubah drastis ketika So-Mi dan ibunya diculik oleh kartel narkoba dan sindikat perdagangan organ manusia. Ibu So-Mi disebut telah mencuri sampel heroin dan menyimpannya dalam sebuah kamera yang ia gadaikan di tempat Tae-Sik.

Tae-Shik baru menyadari betapa besar ia menyayangi So-Mi ketika gadis kecil ini menghilang, mengingatkannya pada masa lalu yang pedih. Demi membebaskan So-Mi, dia harus berhadapan dengan tiga pihak sekaligus: gembong narkoba, sindikat penjualan manusia, dan kejaran para petugas DEA setempat.

1 | Tema yang relevan

The Man from Nowhere menjadi tontonan yang asyik karena mengangkat isu yang krusial dan terjadi di belahan dunia mana pun. Narkoba dan human trafficking sudah lama menjadi perbincangan dunia internasional karena melibatkan kekerasan dan efek domino yang berat. Sesaat saya teringat film Premium Rush ketika melihat anak-anak tak berdosa itu diculik. Walau beda konteks, tapi perdagangan manusia nyata adanya dan membuat film ini semakin bagus.

Menurut Jong-seok si bandar narkoba, penculikan anak-anak itu adalah win-win solution. Mereka rata-rata tak dinginkan oleh masyarakat sehingga kehilangan satu atau sekian anak pun rasanya bukan kriminal, justru menyelesaikan masalah sosial. Mereka toh sampah, jadi bisa berguna dengan dijual organ dalamnya. Logika yang mengerikan, bukan?

2 | Akting yang keren

Kalau ngomongin soal acting pemain Korea, rasanya bukan hal yang diragukan lagi. Setiap tokoh dalam film ini terlihat menghayati peran masing-masing dengan sangat kuat. Won Bin bisa memunculkan Cha Tae-Shik sebagai sosok yang pernah kehilangan, tarik ulur antara masa lalu dan masa kini dengan persona misterius tapi berkepribadian kuat.   

Ingat Kim Tae Hoon yang berperan sebagai dokter keren di My Unfamiliar Family? Dalam TMfN dia menjadi kapten yang mengepalai tim DEA yang memburu para bandar narkoba dan sindikat penjualan manusia. Walau badannya terbilang kecil, dia mampu menampilkan sosok penegak hukum yang tegas, ulet, dan cerdas—bisa mengimbangi Won Bin sebagai tokoh utama.

Belum lagi Kim Sae-ron yang memerankan So-Mi, ia berbakat dan sangat mengesankan saat mewakili keluguan gadis kecil yang tak dikehendaki teman-temannya, tapi punya energi positif yang bisa dikembangkan. Salah satu adegan yang bikin berurai air mata adalah percakapan antara So-Mi dan Tae-Sik di sebuah gang gelap setelah So-Mi dipergoki polisi siang harinya akibat mencuri tas. Para penjahat pun hadir dengan porsi dan karakterisasi yang solid. Bikin penonton geregetan.

3 | Persahabatan yang unik

Persahabatan unik antara So-Mi dan Tae-Shik menjadi daya tarik tersendiri. Kesendirian seorang lelaki dewasa yang pernah punya masa lalu menyedihkan rupanya terobati oleh kehadiran gadis kecil yang pintar seperti So-Mi. Rasa sayang seorang tetangga yang mendambakan anak begitu tampak, membela anak ini sekuat tenaga sebagai sesama manusia—tapi tidak mengarah pada pedofilia atau ketertarikan seksual yang menyimpang.

4 | Cerita yang menyatu

Lee Jeong-beom yang didapuk sebagai sutradara sekaligus penulis skenario mampu menjalin cerita dengan sangat rapi. Fragmen dalam setiap scene terlihat teratur dan menyatu dengan premis film. Sebagai sutradara yang juga terkenal oleh film Cruel Winter Blues (2006), tak heran jika The Man from Nowhere menegaskan kepiawaian jeong-beom dalam mengarahkan para aktor lewat film yang utuh dan enak ditonton.

Persaingan antarbandar, persahabatan beda usia, hingga perburuan jaringan perdagangan manusia dan narkoba dengan memanfaatkan anak-anak yang dilambangkan sebagai pasukan semut adalah kecerdikan yang membuat film hidup. Tak heran jika film yang dirilis tahun 2010 ini dibanjiri penghargaan, salah satunya pada pergelaran Korean Film Awards 2010 yang mengantarkan Won Bin menyabet Best Actor dan Kim Sae-ron sebagai Best New Actress. Selain meraih Best Cinematography pada KFA, film TMfN juga sukses meraup awards pada belasan festival lain, baik di Korea maupun luar negeri seperti Amerika.

5 | Aksi laga yang memukau

Entah apa bela diri yang dipakai dalam film ini, yang jelas aksi laganya sangat menarik, walaupun di beberapa adegan perkelahian melibatkan gore yang vulgar sehingga harus dibatasi usia tontonnya. Tae-Shik terlihat gesit dan cekatan dalam melumpuhkan lawan, termasuk centeng Man-seok asal Vietnam yang berdarah dingin dan lincah.

Sebagai film lama, The Man from Nowhere atau Ajeossi masih sangat layak ditonton di waktu luang. Penggambaran tokoh dan dunia kriminal yang realistis, sinematografi jempolan, akting yang memukau, dan kisah yang padat akan membuat BBC-Mania jatuh cinta. Bagi yang risih dengan adegan intim seperti kissing, dalam film ini sama sekali atak ada scene begitu. Jadi tunggu apa lagi?

 


36 thoughts on “5 Alasan Nonton Drakor The Man from Nowhere

  1. Won Bin tibakno manly bangett yaaa.
    Thn segitu, aku blum terjerumus lembah drakor. Kayaknya ini mau cari2 link streaming drakor ini aahhh

    Aku ngedrakor baru2 ini aja. Masuk Drakorian jalur pandemik corona qkqkqkq

    Like

      1. Iyooo, Mas. Soale ga onok hiburan maneh wkwkw. Arep dolan nang mall yo wedi corocoro kuwi kan? Walhasil sibuk ngedrakor dan gegosipan Han Ji Pyeong di wa grup emak2 wkwkwkw

        Like

  2. Kalau drakor dulu tuh cowok cowoknya masih yang ganteng macho dengan tulang pipi lebar gitu ya, nyenengin. hehehe beda sama pemain drakor sekarang ini. Aku jadi pingin nonton yang ini juga Mba. Thanks reviewnya ya Mba

    Like

  3. Aku engga tahu samsek soal drakor, belum nonton ini. Satu-satunya yg ditonton Jewel in the Palace. Duh jadul sekaleh. Baru tahu kalo drakor ya ada actionnya. Kirain ya drama aja gitu, sedih, roman…Haha…

    Like

  4. Kalau lihat dari ringkasan ini, fix meski drakor lama tapi dijamin keren. Kayaknya ini film jenis drama action ya. Saya suka nih film-film drama, runtutan ceritanya biasanya bagus banget.

    Like

  5. Wah ternyata mas rudi suka drakor juga? Saya move on dulu nih dari drakor. Gak berani nonton takut ketagihan. Dulu susah banget keluarnya. Haha
    Tapi emang drakor tuh penokohan dan jalan ceritanya kuat banget ya.

    Like

    1. Bukan suka sih, Mbak Santi. Ini nonton ya karena filmnya udah tersimpan di laptop yang kubeli dari teman, hehe. Enggak berani cari-cari judul lain, takut ketagihan juga. Karena rata-rata serius digarap jadi mutunya bagus.

      Like

  6. Ya ampun ngeri-ngeri sedap ya itu pemikirannya, jual organ segala. Aku bukan pecinta drakor jadi baru tau kalau ada drakor yang genre nya kaya gini. Bakal jadi tontonan yang seru abis nih.

    Like

  7. Awet juga tuh film Korea nempel di laptop dari tahun 2013, hehehe…

    Rata-rata film Korea itu, selain jalan ceritanya realistis, kemampuan aktingnya juga gak diragukan lagi. Terus ceritanya juga gak lebay dan gak halu terus, yah gak kayak sinetron gitu deh.

    Saya kok malah jadi penasaran ya sama drakor, soalnya belum pernah nonton sama sekali… Kayaknya film The Man From Nowhere ini recommended.

    Like

  8. Ya ampun Won Bin Oppa ganteng banget sih disini, pesonanya nggak luntur-luntur hihihi… Jadi pensaran Mas sama film ini banyak adegan berdarah ga? ga kuat nonton yang keras-keras..

    Like

  9. lohhh suka ntn korea juga toh kak, hihi

    aku belum ntn ini dahhh,,, lgsg kumasukan ke list deh ini,, aseeekkkkkkkkkkkk

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s