Happy di Bulan Februari: Dari Arya Saloka hingga Buku untuk Istri

Februari jadi bulan yang menyenangkan setelah Januari menandai usia saya ke-39. Bisa menjelang 40 tahun sungguh anugerah tak terhingga sebab saya punya riwayat sering sakit sejak kecil hingga remaja dan bahkan merasa tak akan sanggup hidup sampai dewasa, apalagi menikah. Desember 2020 jadi momen penuh ujian ketika kakak bercerita tentang kerugian usaha ratusan juta yang berdampak pada sakitnya ibu. Saya yang bertugas menemani beliau di rumah adik akhirnya ikut sakit pada bulan Januari. Syukurlah Februari datang penuh cinta. Saya menyambutnya dengan perasaan bahagia.

Perasaan happy membuncah bukan karena menerima limpahan rupiah, tapi lebih banyak sebab kesadaran yang dan pencerahan tak terduga. Bulan penyegaran setelah sempat sakit dan kini tengah masa pemulihan. Walau tak bisa bebas ke mana-mana seperti sebelum ada korona, kami bisa bergembira di rumah ketika Bolu Cinta Siliwangi datang menyambangi. Ditambah bolu kukus klasik rasa alpukat mentega, kami rasanya seolah berpesta. Mengulang kelezatan kue lembut sebagaimana saat masih di Bogor dulu.

Selain bisa kembali menulis di blog seperti sedia kala, hal yang saya syukuri dengan penuh sukacita adalah beberapa hal immaterial yang belakangan terjadi. Ya, ternyata bahagia itu tidak susah, banyak hal-hal kecil bahkan yang tampak trivial ternyata menawarkan kegembiraan besar. Setidaknya ada tiga hal yang mewarnai Februari tahun ini dengan sense of fulfillment. Saya memilih kata fulfillment sebab mengandung pengertian happiness juga satisfaction, momen di mana saya gembira dan legawa menerima diri dengan nurtured soul alias jiwa yang lebih matang.

Pada kata fulfillment saya juga memetik meaning and purpose. Betapa tidak, tiga hal berikut mengajarkan saya untuk lebih memahami setiap kejadian, terutama hal-hal yang tak mengenakkan, sebagai bagian hidup yang tak perlu saya keluhkan. Mungkin mirip pelajaran stoicisme yang sekarang lagi digandrungi, yaitu ketika kejadian dalam hidup (baik susah atau bahagia) tak memengaruhi perasaan kita, terlebih kejadian negatif yang tak perlu memercikkan dendam terhadap hidup apalagi kepada orang lain.

1 | Pelajaran dari biji

Terus terang saya marah kepada kakak yang pulang ke rumah membawa kabar menyedihkan yang menyebabkan ibu sakit, dan saya akhirnya ikut sakit juga. Harusnya kerugian besar itu bisa dihindari, atau setidaknya ditekan, seandainya dia bersikap jujur sejak awal. Namun kemarahan itu memudar ketika saya dan keluarga sudah balik ke rumah. Suatu pagi ketika hendak membuka pagar dan menjemur bunga telang di teras, saya menemukan pemandangan unik tepat di depan saung.

Beberapa biji telang yang terbawa angin di sela-sela batu kecil rupanya tumbuh dengan tunas yang akan segera berubah menjadi daun segar. Setelah duduk dan mengamatinya cukup lama, saya langsung mengabadikan momen unik itu sebagai pengingat diri. Ya, dari biji telang saya belajar tentang adaptasi, kegigihan, dan sikap pantang menyerah. Sebagai manusia yang diberkati dengan akal pikiran, juga kecakapan, tak semestinya saya terus galau selama sakit ditambah pendapatan yang menurun sewaktu pandemi.

Sebagaimana BBC Mania ketahui, saya memang jadi full-time blogger sejak pindah ke Lamongan awal 2017 silam. Selain itu, job membuat layout buku dan menerjemahkan masih ajek sebelum ada wabah. Sebagian besar penerbit yang terpukul otomatis mengurangi jumlah naskah yang akan diterbitkan yang berdampak pula pada merosotnya pemasukan para freelancer seperti saya. Belakangan lomba-lomba blog yang saya ikuti juga lebih banyak keok ketimbang menang. Walhasil, pikiran kalut dan merana–berandai-andai kapan pandemi akan usai.

Sampai suatu pagi pikiran saya tercerahkan ketika membaca IG story Nia Nurdiansyah sobat bloger asal Semarang. Ia mengunggah sebuah gambar berisi kutipan sebagaimana bisa BBC Mania baca di bawah ini. Kalau kita saat ini merasa terpuruk, mungkin seolah berada di titik nadir kehidupan, maka boleh jadi itu cara Tuhan untuk menggembleng kita agar keluar menjadi pribadi baru yang lebih kuat. Ibarat kepompong yang bertapa dengan berbagai keterbatasan sebelum bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah dan terbang ke mana saja.

Kutipan itu membuat hati saya membuncah dengan kebahagiaan sempurna. Mungkin saat ini kita terdampar di pelosok sejarah, terseok dalam ketidakberdayaan akibat dihina atau diremehkan orang, tapi yakinlah itu adalah bagian dari proses mendewasakan diri, an integral part to make you who you’ve always dreamed of becoming.

Tak ada yang kekal di dunia ini, termasuk apa yang kita sebut dengan penderitaan. Semua bergulir sesuai ketentuan Tuhan, sebagaimana Arya Saloka yang kini menjadi idola ibu-ibu Indonesia lantaran bermain dalam sinetron Ikatan Cinta di sebuah stasiun televisi swasta. Tak ada yang menyangka– mungkin bahkan dia sendiri–bahwa tokoh Aldebaran yang dimainkannya akan menjadi fenomenal seperti saat ini, bahkan kerap trending di Twitter.

Foto dari line.today.me

Padahal dulu dia pemain figuran dalam FTV yang salah satunya mendapuk dirinya sebagai seorang hansip yang terlihat culun. Lalu kini ia menjadi pesohor sekaligus selebritas di Tanah Air yang bayarannya mungkin fantastis. Atau lihat, misalnya, kehidupan para warga beberapa desa di Tuban yang berubah drastis setelah tanah mereka dibeli untuk proyek pembuatan kilang minyak Pertamina yang mengantarkan mereka ‘panen’ uang hingga miliaran rupiah.

Perubahan drastis juga terjadi pada seorang tetangga ibu di kampung. Dahulu keluarga ini kaya raya, punya bisnis timah dengan beberapa anak usaha. Seiring kebijakan pemerintah tentang pembakaran timah yang tak sanggup mereka penuhi, bisnis pun bangkrut dan kini gulung tikar. Mobil berderet hanya tinggal nama, rumah dan gudang luas sudah terjual semua. Ya akhirnya perubahan memang niscaya dan contoh terakhir ini membuat saya menyadari hal penting tentang investasi.

Sewaktu segalanya serbaada, jangan lupa menyisihkan sebagian untuk berinvestasi. Emas bagus, saham oke, tanah boleh, sukuk cakep, atau reksadana juga menjanjikan. Namun ivestasi terbaik yang tak boleh dilupakan, menyitir Nas Daily, adalah berbuat kebaikan, apalagi saat pandemi saat ini. Pada rezeki kita ada hak orang, maka berbagi rezeki selalu menguntungkan.

Pengalaman membuktikan bahwa orang-orang yang gemar menolong selalu punya hidup yang plong. Mereka yang rajin membantu selalu saja menemukan pintu saat semua seolah buntu. Orang-orang yang ringan tangan selalu menemukan jalan, dan mereka yang pemurah selalu dipertemukan dengan rezeki yang serbamudah. So, investasi dengan berbagi adalah koentji! Setuju?

2 | Akun IG Rumi Bumi

Selama PJJ drama emosi yang tak bisa dihindari adalah menemani anak-anak belajar. Rumi dan Bumi masih belum kami izinkan belajar di sekolah meskipun beberapa teman mereka sudah bergilir tatap muka di kelas. Namun belajar di rumah menawarkan tantangan tersendiri. Kami jarang bisa tegas dan lebih banyak memberi kelonggaran. Apalagi kalau sudah menyangkut hobi mereka: menggambar.

Asalkan setiap hari sudah membaca buku dan mengerjakan tugas (kalau ada), selebihnya mereka boleh menggambar. Awalnya harus mengikuti jadwal yang ketat, tapi lama-lama mereka jadi tertekan. Akhirnya kami putuskan agar mereka makin menekuni hobi menggores di atas kertas. Dan voila, mereka makin semangat begitu kami buatkan akun IG khusus untuk memajang karya.

Dengan punya akun begini, mereka akan tertib untuk berkarya dan mengisinya. Mereka jadi punya wadah untuk showcase karya, syukur-syukur membangun portofolio masa depan. Kami tak muluk berharap mereka akan jadi ilustrator atau komikus, yang penting kegiatan ini positif dan mereka sukai ketimbang sibuk menatap layar gawai, dalam hal ini tablet PC.

Kami sadari banyak anak yang tidak belajar di sekolah karena selama ini belajar diidentikkan dengan sekolah. Faktanya, belajar bisa di mana saja, termasuk dengan skema homeschooling yang belakangan ini naik daun lagi seiring wabah tak kunjung musnah. Sebagai orangtua kami hanya mencoba mendorong dan memfasilitasi sesuai minat dan preferensi mereka saat ini. Begitulah….

Jangan lupa mem-follow ya, Kakak! Satu pengikut dan jempol sangat berarti untuk membesarkan hati anak-anak kami. Siapa tahu nanti kami bisa bikin giveaway untuk meresmikan akun mereka, hehe.

3 | Buku untuk istri

Naskah berjudul My Wife My Teacher ini merupakan karangan berisi inspirasi yang saya himpun berdasarkan pengalaman memasak bersama istri alias Bunda Xi. Seingat saya idenya muncul sejak masih tinggal di Bogor tapi baru saya eksekusi pada tahun 2017. Draft memang baru berisi separuh dengan daftar isi dan pengantar yang lengkap.

Setiap bab berisi sebuah teknik atau kiat memasak yang kemudian saya petik inspirasinya. Nilai yang terkandung kemudian saya lengkapi dengan contoh kisah nyata sehari-hari yang dekat dengan kita. Sepenggal kisah penguat itu saya beri nama: Cerita Penggugah. Misalnya rahasia mengulek sambel, mengiris bawang, membuat garnis, sampai menyimpan sayuran.

.

Buku sederhana untuk mengapresiasi istri tercinta

Pembaca yang menjadi target pasar buku ini adalah wanita maupun pria, mulai usia 17 hingga tak terbatas. Pasangan baru atau lama sangat butuh inspirasi untuk mencairkan ketegangan hubungan, misalnya. Mereka yang belum menikah bisa pula belajar semangat positif di dalamnya. Para istri akan sangat bangga melihat potret mereka diabadikan dalam buku sehingga merasa berharga, sedangkan para pria akan lebih menghargai pekerjaan domestik sekecil apa pun, terutama memasak. Dengan demikian buku ini layak dikoleksi oleh seluruh keluarga Indonesia.

Bulan Februari ini saya mendengar ada informasi lomba menulis buku yang diadakan oleh sebuah penerbit dan saya berniat mengirimkannya untuk kategori nonfiksi. Tentu saja PR saya adalah menuntaskan pembahasan terutama mencari kisah-kisah penggugah yang memang tidak mudah karena harus nyata terjadi. Agar pembahasan lebih hidup, saya lakukan layout sendiri mumpung sepi order layouting, hehe. Makanya BBC Mania jangan ragu kalau butuh jasa layouter buku, saya siap! πŸ˜€

Gambaran isi buku yang sedang saya tulis, dedikasi untuk Bunda Xi

Itulah kegembiraan saya selama bulan Februari. Tiga hal yang mungkin sekadar fragmen sederhana bagi orang lain dalam konstelasi hidup yang semakin rumit ini. Yang jelas, saya mensyukuri setiap peristiwa yang terjadi, setiap orang yang hadir, dan setiap pengalaman yang singgah. Saya yakin semuanya membentuk saya untuk menjadi lebih dewasa, lebih felksibel dalam perspektif, juga lebih happy dalam mengejar mimpi.

Apa hal-hal menyenangkan yang kalian alami selama bulan Februari, BBC Mania? pakah punya kejutan istimewa untuk pasangan tercinta seperti saya siapkan untuk Bunda Xibianglala? Kabarkan di kolom komentar ya, selamat berakhir pekan!

77 Comments

  1. mas rudi lahir di bulan februari juga? wah sama dong kita…
    bagiku februari juga penuh kesan mas, ya ulang tahun ya anniversary , hehe. .

    Like

    1. What a story 😍 amazed banget dan cukup tersentuh sama tulisan mas nya

      Thanks for sharing such a wonderful stories

      Like

  2. Wuih, selamat ya, Mas, untuk fulfillment yang sudah berhasil dicapai. Semoga dengan bertambahnya usia semakin bijak dalam menghadapi keadaan. Ya, freelancer seperti kita ini menjadi salah satu yang paling terpukul akibat pandemi. Tapi justru kita-kita yang biasa jadi PNS alias pencari nafkah serabutan yang paling siap menghadapi perubahan. Udah biasa kerja di rumah, udah biasa gajian nggak teratur, udah biasa kerja di mana-mana yang penting ada duit. Hihihi.

    Liked by 1 person

    1. Benar banet, Mas. Para PNS seperti kita ini malah cenderung lebih adaptif dan siap menghadapi dinamika hidup. Yang penting semangat kan, lanjutkan novelnya Mas!

      Like

      1. Hehehe, percobaan pertama gagal, Mas. Masih harus belajar lebih banyak mengenai formula webnovel dan model cerita (serta gaya penceritaan) bagaimana yang menarik pembaca.

        Like

  3. Selamat hari lahir, Mas Rudi. sehat dan bahagia selalu. Aamin…
    Tapi ebnar, Mbak. Seiring usia, saya pun belajar arti kehidupan. Termasuk di dunia ini tak ada abadi. termasuk kesulitan. Pasti suatu saat akan berganti dengan bahagia. Karena hidup ini pun seperti roda yang berputar. kadang dii atas, kadang di bawah, termasuk kadang di tengah hehehe.

    Like

    1. Terima kasih, Mas Bams. Ya begitulah, Mas. Dibikin ruwet ya ruwet, tapi kalau dibuat enjoy ya enjoy aja. Naik turun sudah biasa, yang penting enggak kehilangan semangat.

      Like

  4. Hi mas Rudi, terima kasih sudah ikut CR Challenge, ya 😁

    Menarik baca setiap cerita yang mas Rudi bagikan ~ terus lihat foto bolu kukus alpukat mentega, jadi penasaran bagaimana rasanya πŸ˜‚ *salfok sama makanan* — Eniho, mengenai pelajaran dari Biji, saya setuju, yang namanya hidup, kita akan selalu diminta untuk beradaptasi mengikuti apapun perkembangan yang terjadi di sekitar kita. Tapi dengan kita belajar adapt, dan gigih menjalani hidup, akan ada hal-hal baik yang menunggu kita di depan 😍 So, semangat terus mas Rudi, apapun masalahnya, semoga ada jawaban terbaik yang bisa didapat.

    By the way, gambar Rumi dan Bumi bagus-bagus yaaa, too bad, akun IG creameno saya sudah deactive sejak 2019 huehehe. Jadi hanya bisa support dari jauh dan mendoakan Bumi Rumi bisa semakin aktif berbagi karya, dan sukses ke depannya. Siapa yang tau if one day Bumi Rumi bisa jadi ilustrator terkenal, yang terpenting mas Rudi sudah membuka jalan untuk mereka berdua πŸ˜† Dan semangat juga dalam persiapan Buku Untuk Istri, semoga lancar πŸ₯³

    Liked by 1 person

    1. Betul banget, Mbak Eno. Dengan berusaha beradaptasi, hidup rasanya lebih luwes walau awalnya mungkin sulit ya seperti saat pandemi ini di mana pola lama mesti diubah. Untunglah ada bolu kukus mentega yang enak banget, coba kalau Lamongan Bali dekat ya, bisa ikut mencicipi, hehe. Terima kasih buat ajakan ikut tantangan menulis ini ya Mbak, termasuk doa buat anak-anak ke depan. Soal kelarin buku nih PR banget hihi…

      Like

  5. Pertama-tama, barakallahu fii umrik Pak Rudi, berkah usia dan bahagia selalu untuk selalu SemangatCiee berkarya.

    Kedua, memang pandemi ini banyak mengubah orang-orang baik pemikiran yang menjadi lebih dewasa dan bijak. Dari situ pembelajaran pastinya buat kita semua agar mampu bangkit dan optimis ya, Pak.

    Like

    1. Terima kasih atas doanya, Mbak Fenni. Begitulah kita kudu beradaptasi ke era baru dengan cara-cara baru yang mungkin semula enggak kita kenal atau sukai. Semangat!

      Like

  6. Februari juga bulan kesayanganku nih hehehhe, ultah pernikahan (Walau kadang suami lupa lagi haha)..Hidup ternyata soal bersyukur saja. Apapun yang dijalani dengan ikhlas, ya inshaAllah bikin kelegaan yang dalam huhu
    Pandemi? jangan ditanya naik turun kehidupan. Tapi easy going aja kak..
    btw, semoga bukunya sukses ya kak Rudi..

    Like

    1. Happy anniversary, Kak! Semoga langgeng dan saling menyayangi terus, kompak dalam setiap langkah. Karena dengan bersyukur hidup jadi asyik Mbak walau enggak sesuai keinginan.

      Like

  7. Selamat ulang tahun ya Mas, semoga usianya makin barokah. Usia kita ternyata BETI alias beda tipis hehehe
    Saya penasaran usaha apa yang dijalankan Kakaknya Mas Rudi kok sampai rugi ratusan juta, semoga beliau tabah dan diganti yang jauh lebih banyak dan barokah. Ibu bagaimana, sudah sembuh kah Mas? Salam buat beliau ya.
    Kereen buat Rumi dan Bumi, sekeren namanya. Semoga kelak bisa jadi ilustrator sukses aamiin.

    Liked by 1 person

    1. Toss, Mas! Pasti Mas Ihwan yang lebih tua kan? hehe…Itu awalnya usaha pengurukan dan pengadaan barang untuk proyek jalan tol gitu, Mas. Dia investasi terus tapi ternyata ditipu, ya begitulah ada unsur keteledoran juga sih. Alhamdulillah ibu sudah sehat, kemarin agak batuklagi katanya karena salah makan.Terima kasih buat doa dan dukungan Mas Ihwanbuat Rumi Bumi, sukses juga buat Keluarga Biru ya!

      Like

  8. Happy February! Selamat milad meski telat, Barakallah fii umrik, aku lebih tua 6 tahun ternyata haha
    Memang hidup untuk dirayakan, meski ada kesedihan sempat datang sungguh jika kita abaikan nikmat sederhana yang jika kita kumpulkan jadi segambreng banyaknya, malu rasanya!
    Sukses buat jadi guru anak-anaknya, membersamai potensi mereka, juga buat kelancaran buku tentang istri tercinta.!

    Like

    1. Terima kasih banyak atas doanya, Mbak Dian. Memang ya kita kalau fokus ke kesulitan rasanya hidup terasa sempit dan pelik–akhirnya lupa bersyukur deh. Yang penting belajar terus dan semangat ya….

      Like

  9. Pak, kok bisa nemu Arya Saloka versi sek ireng culun gitu? Btw, selamat milad Pak, barakallah fii umrik. Aku inget wayahe aquarius ki Pak Rudi. Tapi ga tahu tanggale 😁 Wah, Bunda mesti bahagia banget nih diabadikan dalam sebuah buku… 😊

    Like

  10. Eh sama Mas (yang ternyata lebih muda dariku). Tapi yang kuamati bukan biji pepaya sih. Tapi rumput atau sejenis pakis yang numbuh di tembok atas (tempat ngejemur cucian). Kecil, ujug-ujug numbuh di situ buat menyampaikan pesan: MASIH ADA HARAPAN. Daya juangnya pasti luar biasa.

    Like

  11. Tulisan ini berikan banyak hikmah untuk saya. Makasi ya mbak. Sejatinya, dunia ini memang hanya panggung sandiwara. Semuanya adalah ujian, baik senang ataupun susah. Semangat dan investasi kebaikan adalah kunci untuk bertahan hidup dgn baik.

    Like

    1. Saya cowok, hihi, makanya punya istri. Kesenangan dan kesulitan sama-sama ujian, jadi buat apa mikir terlalu dalam ya. Jangan lupa bersemangat dan terus mencoba.

      Like

  12. Pak Walang keren nih bikin buku yang didedikasikan untuk istri tercinta. Ntar kalau udah diajukan untuk lomba dan dicetak, aku pesen yooo… seriyes.
    Gambarnya Bumi apik-apik, ngono iku ndakyo nurun seko pakne to? Ketoe ora percoyo akuuu.. :))

    Like

    1. Iya bikin buku buat istri biar kelihatan romantis, haisy! Nanti kutowel dirimu kalau sudah berhasil dicetak. Soal gambar, memang ga menurun dari aku. Da aku mah apa atuh, bikin titik aja mencong mulu. Puas puas??!

      Like

      1. Hahahaha
        Saya tidak suka sinetron, sukanya drama Korea
        Tapi kalau lagi ga punya duit buat nonton legal di aplikasi yaa ga dipaksakan.
        Nunggu sampai lowong lagi..

        Liked by 1 person

  13. Saya selalu terpukau tulisan yang lahir dari pemikiran panjang dan belajar dari apa yang terjadi di sekitar kita
    Apapun itu semoga bahagia selalu meskipun bukan Februari

    Like

  14. Kalo ditanya, apa hal-hal menyenangkan yang kalian alami selama bulan Februari ini maka jawabannya buanyaaak banget. Apalagi Februari adalah hari kelahiran saya (saya sering pura2 lupa untuk yg ini 😜 tapi herannya suami selalu ngingetin πŸ˜•πŸ€£)
    Menjelang usia 40 adalah usia istimewa karena dalam islam sendiri usia 40 digambarkan sebagai usia ‘masterpiece’. Fase dewasa dan dianggap cukup umur untuk mengemban tugas sebagai khalifah. Huhu.. Jadi inget umur.

    Bumi Rumi keren nih punya galeri ig sendiri. Anak saya yg sulung mah mesti ngamuk2 klo gambarnya diposting gitu. Gak pedean anaknya. Ntar aku mau tunjukin ig nya Bumi Rumi ke dia, mas. Yg kecil pede tp gak begitu suka nggambar. Piye ya. Tp lumayan bisa bantuin emaknya klo lagi endorse. πŸ˜…

    Like

    1. Iya, Mbak Santi, kalau ditelisik bakalan banyak sih kabar bahagia meskipun itu terlihat sepele. Menjelang 40 tahun benar-benar deg-degan, Mbak. Semoga bisa lebih baik dan lebih banyak menyebarkan manfaat.
      Yang penting jangan paksa mengunggah tanpa seizin mereka, Mbak. Anak beda-beda, nanti ada masanya mereka mau berbagi gambar di medsos. Yang penting disemangati terus.

      Like

    2. Wah quote nya menarik banget dan benar adanya. Buku untuk istrinya bikin aku terharu lho Mas, apalagi dilayout dengan cantik seperti itu.
      Oh ya, akun karya Bumi dan Rumi membuatku terinspirasi nih jadi ingin buat juga untuk anak-anak ku. Siap follow =)

      Like

  15. Selamat Ulang Tahun ya mas Rudi. Semoga sehat dan happy bersama keluarga. Ilustrasinya Bumi & Rumi bagus. Walaupun masih anak-anak, natural aja, tapi tarikan garisnya udah punya karakter sih. Menurutku biarin aja, bebas…
    Ternyata mas Rudi romantis iniiii…Membuat buku untuk istri. Buatku itu mah romantis. Hehe…
    Semoga jadi keluarga sakinah-mawaddah-wa-rahmah yah

    Like

    1. Terima kasih, Mbak Hani. Sehat dan sukses juga buat Mbak sekeluarga di Bandung. Benar, Mbak, RumiBumi kalau diatur-atur malah ga mau, yasudah yang penting beraktivitas. Makasihjuga atas doa buat keluarga kami, semoga bukunya bisa beres ya.

      Like

  16. Masih kinyis2 kalo kata Pakde belun 40 tahun ternyata πŸ˜€
    Februari bulan yang menggembirakan ya. Nah jadi lebih kreatif ya buat hasil karya diupload di sosmed gambarnya bagus2

    Like

  17. Makjleb, deg, nyes di hati. Saya sering mengeluh ini dan itu tapi kadang lupa baru usaha sedikit. Iya, belajar dari biji, mengajarkan kita kepada kegigihan, mau keras apa enggak?

    Alhamdulillah ya, bulan Februari benar-benar penuh cinta. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Sukses dunia dan akhirat.

    Wah, hasil karya anak-anak boleh juga tu..kreatif banget.

    Like

    1. Yuhu, Kak. Kita lebih beruntung kalau mau jujur jadi kudu bersyukur. Hidup mungkin keras, jadi kita harus lembek dalam artian ga ngoyo. Stoisisme gitulah, yang penting semangat.
      Terima kasih, jangan lupa follow akun mereka ya hehe.

      Like

  18. Masyaallah, membacanya saya haruuu… banyak yg patut kita syukuri di balik segala kemalangan yang justru lebih sering dilihat. Ilustrasi Rumi dan Bumi baguuusss sekali, saya jadi terinspirasi… dan salam buat nyonya yaaa, buku resepnya menawan…kapan-kapan ingin review krn saya juga suka memasak πŸ™‚

    Like

  19. Anak pertamaku juga lahir di februari hehe. Barakallah ya mas Rudi.

    Btw aku jadi penasaran sama buku my wife my teacher.

    Like

  20. Duh saya malah fokus sama foto Arya Saloka. Padahal belum pernah nonton sinetronnya karena di rumah nggak ada TV eh tapi dari situ kita bisa belajar ya. Dunia selalu berputar, kadang kita di atas, kadang di bawah semua bisa saja terjadi.

    Btw semoga naskah bukunya bisa segera launching ya..

    Like

  21. Selamat hari lahir mas Belalang Cerewet hehehe. Segala doa terbaik untuk masnya. Wah pas buka artikel langsung disuguhi Bolu Kukus Siliwangi yang alpukat mentega. Ditambah ada mas Aldebaran pula huehehe. Oh ya, tak lupa gambar anak-anaknya bagus-bagus, IG nya auto aku follow barusan πŸ™‚
    Semoga Rumi dan Bumi selalu semangat untuk terus berkarya dan membagikan hasil gambarnya di media sosial.

    Like

  22. Mengharukan dan menyentuh ceritanyaaa. Semoga selalu diberi ketabahan meskipun rugi ratusan juta. Kisah Aldebaran luar biasa banget, dari hansip culun tokoh figuran hingga kini jadi aktor utama yang diperhitungkan yaaa.

    Like

  23. Halo mas Rudi, salam kenal. sebelum bulan Maret datang saya sudah baca postingan ini dan udah berusaha kirim komentar dua kali. Cuma ternyata setelah cek lagi komentar saya nggak muncul di sini.. hu hu hu sedih, karena saya udah submit komentar yang agak panjang lebar. Saya nggak tau kenapa, apa karena pakai komputer kantor, soalnya sering terganggu proses login saya ke akun blog WP di komputer kantor.

    Jadi saya mau ucapin lagi selamat atas diluncurkan bukunya mengenai pelajaran berharga dari memasak bersama sang istri tercinta. Pasti Bunda Xi senang sekali ya dianugerahi buku My Wife My Teacher. Dan gambar anal-anak mas bagus-bagus ih. Terus berlatih ya supaya skill-nya makin terasah 😊

    Like

  24. Yes, akhirnya komentar saya muncul! Hahaha girang jadinya. Oh ya, semoga kesehatan ibu mas dan mas sudah membaik ya saat ini. Hmm.. bolu kukus rasa alpukat menteganya looks so yummy!

    Saya juga tanam bunga telang di rumah, dari tulisan mas di sini saya jadi tau kalau ternyata bunga telang itu tumbuhnya gigih juga ya. Dan tahan segala medan macam tumbuh di antara kerikil gitu. Yah, kalau tau bunga telang gampang tumbuh, saya biarin aja deh benihnya langsung di atas tanah. Soalnya saya selalu nanam dengan disemai dulu di pot, setelah menthik baru pindah ke tanah dekat tempat rambatan 😊

    Like

  25. parutan keju di kue bolunya nggak nguati, aku kalau menikmati kue seperti ini suka diambilin kejunya dulu, jadi kuenya terlihat botak πŸ˜€
    aku sendiri berharap semoga pandemi cepat berakhir ya, karena sangat berpengaruh sekali ke roda perekonomian masyarakat
    aku suka gambar kaka rumi dan bumi, aku ga bisa gambar sedetail itu hehe
    oia, selamat ulang tahun ya mas Rudi, panjang umur dan selalu diberi kesehatan oleh Allah swt

    Like

  26. Waw,, si telang emang luar biasa. Meski di tanah berbatu, dia tetap bisa tumbuh. Padahal cuma biji yang nyasar tertiup angin, tapi tetap tumbuh.

    Gambarnya Bumi dan Rumi cakep. Diasah terus biar makin jago.

    Untuk project buku barunya, semoga sukses yang Mas Rudi. Wish you all the best!!

    Like

  27. Kita lahir di tahun yang sama berarti mengingat umur sama :D. Cm aku masih Juni 39 nyaaa hihihi

    Setujuuu banget, investasi dengan berbagi, itu kunci kebahagian dan kekayaan sebenarnya :). Papaku dari dulu selalu nekanin, perbanyak zakat, perbanyak sedekah. Jgn takut utk berbagi sebagian dr harta, profit ato apapun yg kita punya. Itu hak org miskin, bukan hak kita. Itu salah satu nasehat papa yg slalu aku pegang banget. Takut kalo sampe aku menahan hak org lain, efeknya mungkin bisa kena ke keluarga.

    Intinya, aku juga slalu inget, apapun yg kita punya, sbnrnya bukan punya kita kok. Cm titipan. Kapan pun yg di Atas mau ambil, kita bisa apa…

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s