Pulih dari Covid-19 dengan Dukungan BPJS

Setelah mendapatkan kemudahaan saat melahirkan berkat keikutsertaan pada BPJS Kesehatan tiga tahun lalu, keluarga bulik rupanya diuji dengan musibah lainnya. Kira-kira awal Januari 2021 suaminya mendadak meriang disertai mual dan muntah. Sepertinya magnya kambuh karena telat makan atau lambung bermasalah akibat salah makan. Karena beberapa hari tak ada perubahan selama perawatan di rumah, ia pun dilarikan ke klinik terdekat untuk diperiksa.

Dari klinik ia dirujuk ke RSUD setempat untuk menjalani tes SWAB. Setelah diisolasi selama beberapa hari, ternyata ia terkonfirmasi Covid-19. Entah tertular dari mana, yang jelas kondisinya yang drop karena positif corona sangat mengguncang keluarganya. Bulik atau istrinya harus standby di luar untuk mengurus kebutuhan atau dokumen yang diperlukan sewaktu-waktu. Otomatis dia harus meminta izin dari tempat kerjanya.

Pasien Covid-19 tengah ditangani oleh tenaga medis yang kompeten. (Foto: freepik dotcom)

Semua ditanggung pemerintah

Dari informasi yang beredar, biaya perawatan pasien terkonfrmasi sangatlah besar. Ada yang mengatakan nilainya 12 jutaan per hari jika tanpa komplikasi atau komorbid tertentu. Bayangkan jika itu harus mereka tanggung sendiri tanpa bantuan, tentunya mereka mesti berutang sana sini agar bisa pulih dari Covid-19. Belum lagi meninggalkan balita 3 tahun yang sedang nempel pada ibunya meski ia aman bersama sang nenek di rumah. Beban emosi dan keuangan bisa sangat memberatkan.

Untunglah beban pikirannya teringankan dengan dukungan BPJS Kesehatan yang mereka ikuti. Lagi-lagi dibantu kepala dusun setempat, pengurusan dokumen pun lancar tanpa hambatan. Biaya perawatan pasien yang terkonfirmasi Covid-19 memang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Namun, sebagaimana dinyatakan oleh Humas PB IDI Halik Malik, verifikasi klaimnya dibantu oleh BPJS Kesehatan. Dengan kata lain, keikutsertaan sebagai anggota BPJS sangatlah membantu proses penanganan dan perawatan, terutama mengenai biaya yang cukup besar.

Setelah dirawat selama dua pekan di RS Covid kabupaten, paklik pun diperbolehkan pulang karena dinyatakan negatif dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah sampai ia pulih total. Tak ada biaya sepeser pun yang bulik keluarkan selama suaminya dirawat selain kebutuhan makannya sendiri saat berjaga. Suaminya sehat, pikirannya ikut benderang dan siap bekerja kembali seperti semula.

Namun hal tak terduga terjadi selama paklik dirawat di RS Covid-19. Ini semua gara-gara ibu mertuanya yang tidak taat prokes dengan tetap berkunjung ke rumah tetangga, salah satunya rumah ibu yang lokasinya tepat bersebelahan. Apa kejadiannya? Akan saya ceritakan pada tulisan berikutnya. Stay safe ya, BBC-Mania!

2 Comments

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s