Kilau Digital Permata Flobamora, Bangkitkan UMKM Lokal Secara Digital

Setiap kali membaca kata NTT, saya seketika teringat pada sosok penyair misterius asal Sumba yang enggan terkenal tapi ketulusannya telah melahirkan figur publik terkenal seperti Emha Ainun Nadjib dan Ebiet G. Ade. Siapa lagi kalau bukan Umbu Landu Paranggi yang fenomenal di jagat kesusastraan Indonesia, yang mendapat julukan Presiden Malioboro karena menggembleng ratusan pencinta sastra di Jogja tahun 70-an.

Tidak berhenti di situ, Kopi Arabika dari Flores NTT yakni Bajawa ternyata sudah mendunia dan digemari para penikmat kopi di seantero jagat. Belum lagi cengkih khas Alor yang juga punya tempat tersendiri di pasar nasional. Ditambah kain tenun, aneka kriya, alat musik, dan eksotisme Labuan Bajo yang memesona—rasanya NTT tak pernah kehilangan daya tarik yang berbasis lokalitas.   

Cengkih, rempah berharga yang disukai bangsa-bangsa

Tak heran jika Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengajak penduduk Indonesia untuk tergerak memproduksi dan memasarkan khazanah lokal ketimbang sekadar mengonsumsi atau membeli produk luar negeri yang sering dianggap lebih berkualitas. Kecamatan Sano Nggoang, misalnya, punya minyak kemiri yang bermutu tinggi. Apalagi minyak marongge yang setengah liter saja harganya di atas 1 juta rupiah.

Kilau Digital Permata Flobamora

Di era serbamodern ketika semua terdigitalisasi, inilah saatnya untuk bangkit dari pandemi Covid-19 lewat potensi lokal. Nusa Tenggara Timur sendiri telah meluncurkan aplikasi bernama Go NTT atau Gerbang Online NTT sebagai wadah untuk mempromosikan kekayaan lokal NTT secara mudah dengan jangkauan pasar global.

Memang benar, pengelolaan sumber daya lokal menjadi produk potensial memang belum optimal jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi selama ini. Hal itu disampaikan Edi dalam puncak acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang dihelat pada Jumat, 18 Juni 2021 sejak pukul 08.00 WITA yang bertempat di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Mengusung tema Kilau Digital Permata Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor), acara ini dilaksanakan dalam bentuk tatap muka (offline) dan online melalui aplikasi Zoom dan akun YouTube Ditjen IKP Kominfo, serta disiarkan juga secara live di TVRI, Metro TV, iNews TV, dan radio RRI. Setidanya 1.000 peserta meramaikan perhelatan tersebut dan saya beruntung menjadi salah satu dia antaranya.

Kilau Digital Permata Flobamora dihadiri banyak undangan VVIP baik secara offline maupun online antara lain Presiden Joko Widodo, Luhut Binsar Pandjaitan (Menkomarves), Johnny G. Plate (Menkominfo), Perry Warjiyo (Gubernur BI), Tito Karnavian (Mendagri), Basuki Hadimuljono (MenPUPR), Sandiaga Uno (Menparekraf), Erick Thohir (MenBUMN), Teten Masduki (MenkopUKM), Abdul Halim Iskandar (Mendes PDTT), Viktor Laiskodat (Gubernur NTT), Ririek Adriansyah (Dirut Telkom), dan Edistasius Endi (Bupati Manggarai Barat) yang mendapat giliran pertama menyampaikan sambutan.

Mengenal BBI

Menkominfo Johnny Gerard Plate yang mendapat kesempatan berpidato berikutnya menuturkan bahwa Kilau Digital Permata Flobamora menandai tahun kedua berlangsungnya BBI atau Bangga Buatan Indonesia. Gerakan Nasional (Gernas) #BanggaBuatanIndonesia diluncurkan Presiden Joko Widodo tanggal 14 Mei 2020 sebagai ikhtiar untuk mendorong agar UKM dan UMKM bisa bangkit serta bertahan selama pandemi Covid-19.

Menkominfo menjelaskan dukungan platform digital untuk pengembangan UMKM.

Caranya mudah: cukup dengan mengonsumsi atau membeli produk lokal, serta mengajak masyarakat untuk mau mengadopsi produk-produk karya anak bangsa dengan penuh kebanggaan. Johnny mengingatkan bahwa kecanggihan ICT bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemasaran produk lokal.

Menkominfo menambahkan bahwa setidaknya ada 64 juta UMKM dan ultra mikrousaha yang selama ini menjadi penopang 60% GDP nasional. Tentu ini hal membanggakan, lebih-lebih didorongnya STM Kominfo untuk menjadi institut digital nasional sebagai wadah pengembangan digital talent Indonesia.

Berbicara di tempat terpisah, Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi Gernas BBI yang diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi nasional lewat dukungan infrastruktur digital. Pengusaha perlu mengoptimalkan penggunaan bahan lokal atau TKDN dalam setiap produk yang dihasilkan guna mememberdayakan potensi dalam negeri.

“Pelaku ekraf dan UMKM dituntut untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif menciptakan produk-produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar dengan memanfaatkan platform digital termasuk media sosial untuk mengembangkan usaha serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi, dan pemasaran produk.”

Ma’ruf Amin, Wapres Republik Indonesia

Kaya tradisi, tak kalah gengsi

Mendagri Tito Karnavian pun mendukung Gernas BBI karena memberi kesempatan kepada para produsen untuk bisa mengekspor produk dari UMKM. Kita tahu bahwa produk lokal tidak kalah mutunya dibanding barang branded buatan luar negeri. Gernas BBi bisa menjaring pendapatan baru, sekaligus merangsang pemda lain bukan hanya NTT untuk melihat potensi yang bisa dikembangkan sebagai sumber ekonomi potensial.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, juga menunjukkan apresiasi tinggi pada acara Kilau Digotal Permata Flobamora sebab momentum ini bisa mendorong warganet untuk membeli produk-produk lokal, terutama NTT, karena produk Nusantara terbukti sangat kaya muatan tradisi sehingga tak kalah bergengsi. Bank Indonesia sendiri mendukung 11 UKM binaannya dalam pergelaran ini, meliputi produk tenun ikat, olahan makanan, dan kerajinan.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM RI, juga turut mengapreasisi peran pemda NTT dan totalitas BI dalam mendukung Gernas BBI tahun ini yang fokus pada produk-produk NTT sebagai primadona kebanggaan. Teten berharap bahwa Gernas BBI periode ini dapat menghadirkan model bisnis UKM digital yang dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi seluruh UKM di seluruh Indonesia dalam mengoptimalkan teknologi.

Turut memberikan sambutan singkat adalah Menparekraf Sandiaga Uno yang menyampaikan apresaisinya secara daring dari Makassar. Beliau membuka sambutan dengan pantun yang membuat acara pagi itu segar dan semakin cair.

Menparekraf mengaku bangga menjadi bagian dari Kilau Digital Permata Flobamora sekaligus mengungkapkan kegembiraan sebab Creative Hub di Puncak Waringin, NTT, telah siap difungsikan dan mengajak agar fasilitas ini dijaga bersama. Sandiaga lantas menuturkan permintaannya agar dikirimi salah satu produk kerajinan Mabar (Manggarai Barat).

“Pak Bupati, saya kehabisan kopiah produk ekonomi kreatif karya Manggarai Barat, Pak. Setiap kali saya pakai diminta orang, Pak. Tolong dikirim lagi 100 biji.”

Sandiaga Uno, Menparekraf

Dukungan pada Gernas BBI bertajuk Kilau Digital Permata Flobamora terus berdatangan, berikutnya dari Abdul Halim Iskandar selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang menegaskan bahwa dana desa boleh dimanfaatkan untuk digitalisasi demi peningkatan ekonomi dan pengembangan SDM.

Adapun Menteri BUMN Erick Thohir berharap bahwa inisiatif positif seperti ajang hari itu akan menjadi energi yang mendorong permata-permata lain Flobamora yang selama ini tersembunyi untuk bisa menampakkan diri dengan pasar yang lebih luas berkat pemanfaat platform digital.

Mudahnya beli produk NTT

Selain launching ceremonial, acara Jumat kemarin juga diisi dengan kegiatan Virtual Expo yang menampilkan secara virtual produk-produk UMKM yang telah dikurasi oleh mitra Top Brand seperti Telkom, Bank Indonesia, serta marketplace. Virtual Expo tersebut juga membuka kesempatan untuk seluruh masyarakat di Indonesia untuk membeli produk-produk dari para pelaku UMKM di NTT.

Dari ribuan UKMKM yang ada di Flobamora, ada 100 UMKM yang berhasil dikurasi dengan 1000+ SKU produk yang hari itu ditampilkan dalam expo, mulai dari fesyen, kuliner, dan kerajinan. Virtual Expo ini berlangsung selama satu bulan, mulai 9 Juni hingga 9 Juli 2021. Di sini kita bisa melihat-lihat sekaligus membeli sebagaimana pengalaman berbelanja di marketplace.

Caranya sangat mudah: cukup kujungi situs Kilau Digital Flobamora di kilaudigitalflobamora.id. Klik menu Pameran Virtual lalu lakukan registrasi dengan memasukkan nama, nomor ponsel, dan alamat email. Lalu pilih area expo yang ingin kita jelajahi, yakni Food A, Food B, Fashion, dan Craft. Setelah memilih barang, kita bisa bertransaksi dengan dukungan QRIS Bank Indonesia melalui metode yang kita inginkan, misalnya OVO, ShopeePay, GoPay, Dana, dan Link Aja.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan, pagi itu langsung mencoba berbelanja produk NTT di portal virtual expo kilaudigitalflobamora.id. Menggunakan laptop yang disediakan panitia, transaksi kain tenun berjalan cepat dan mudah. Pengiriman sengaja menggunakan kurir pribadi karena lokasi penjual kebetulan berada di Puncak Waringin.

Barang sudah masuk keranjang dan alamat telah diisi.
QR Code muncul untuk memudahkan pembayaran.
Pembayaran telah dilakukan.

Belanja di Bumdesmart

Menkominfo mendapat giliran melakukan demo pembelian barang di pasarflores.id, yakni pasar online yang menjual hasil pertanian, peternakan, halil laut, dan produk olahan lokal secara mudah dan praktis. Jadi pilihan pas apalagi selama pandemi seperti saat ini. Karena bersifat lokal dengan hasil bumi dan peternakan segar, maka wilayah yang dilayani pun terbatas untuk Kota Ende, Maumere – Sikka, Mbay – Nagekeo, dan Sabe – Raijua.

Langkah-langkah Johnny G. Plate saat membeli kopi dalam Paket BBI Flores adalah sebagai berikut.

Dengan kemudahan ini, besar harapan kita ekonomi akan bangkit lagi dengan mengoptimalkan teknologi digital untuk memasarkan potensi lokal di pasar nasional atau bahkan global. Tak ada alasan untuk berpangku tangan sementara kekayaan daerah bisa dikemas dan dipromosikan dengan pasar yang jauh lebih luas, bahkan menemukan momentum saat pandemi berlangsung.

Desa wisata makin mendunia

Dalam acara itu juga diperkenalkan JP Hub atau Jaringan Pariwisata Hub yang merupakan kolaborasi antara Kominfo, Telkom, dan Kemenparekraf melalui platform wonderin.id. Lewat JP Hub ini, desa pariwisata akan terdigitalisasi agar lebih dikenal dan mudah diakses. Dalam jangka pendek, program piloting digitalisasi desa wisata akan menyasar 5 destinasi superprioritas, yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba, dan Likupang.

Wonderin memanfaatkan big data yang menampilkan informasi secara integratif tentang paket tur, venue dan atraksi wisata, akomodasi, penerbangan domestik dan internasional, hingga jadwal kereta api. Jadi jika ingin desa wisata kalian semakin terekspos, kini saatnya mendaftarkannya dalam JP Hub.

Dalam rangka mendukung kelestarian kampung adat sebagai bagian dari identitas masyarakat dan kekayaan intangible, maka Kantor Perwakilan Bank Indonesia Povinsi NTT mempersembahkan aplikasi dan website bertajuk Pi Kampung yang bertujuan merawat kekayaan dan kekuataan NTT sehingga tak lekang dimakan zaman akibat gempuran budaya asing dan kemajuan teknologi.

Langsung saja klik situsnya di pikampung.com atau instal aplikasinya untuk menemukan permata budaya Nusa Tenggara Timur yang kaya dan penuh pesona. Temukan eksotisme tradisi dan sikap mandiri warga kampung adat yang semakin langka.

Bukan hanya wisata yang diperhatikan, dalam acara itu juga diperagakan busana berbahan kain ikat khas NTT yang bermutu dan terkenal indah. Keindahan tenun khas Flobamora NTT Fashion show yang dipimpin oleh Julie Laiskodat (Ketua Dekranasda Provinsi NTT) itu juga diselingi dengan hiburan musik dan Bazaar Expo produk-produk khas NTT dari UMKM yang bisa dibeli langsung maupun lewat aplikasi.

Di akhir acara Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi juga sempat berdialog secara daring dengan pelaku usaha, salah satunya pemilik homestay yang meminta saran agar bisa menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Luhut menyarankan agar pemilik homestay menjaga kebersihan penginapan dengan harga yang wajar sesuai fasilitas. Luhut mencontohkan homestay di Banyuwangi dan kawasan Borobudur yang berhasil minat pelancong asing untuk tinggal karena homestay yang bersih, nyaman, dan penuh keramahan.

Dengan Kilau Digital Permata Flobamora, mari kita beli dan konsumsi potensi lokal guna mendorong national branding produk lokal unggulan, sehingga tercipta industri baru, dan pertumbuhan ekonomi selama pandemi bisa meningkat positif. Dengan begitu, program percepatan transformasi digital dan industri kreatif nasional akan terwujud guna mendorong para pelaku UMKM untuk memasuki ekosistem digital yang lebih potensial.

Mulai dari kita sendiri, dari tempat kita tinggal, dengan kesadaran untuk meringankan beban dan memudahkan tercapainya kemajuan bersama — yuk sebarkan pesan bahwa negara kita kaya dan bisa berjaya!

36 Comments

    1. Iya, Kak. Privinsi NTT sangat kaya dengan pesona alam dan kerajinan, juga kuliner lokal. Sangat sayang kalau tak dimanfaatkan untuk menyejahterakan rakyatnya. Yuk dukung ekonomi lokal secara digital!

      Like

  1. Dari dulu yang pengen aq liat dengan mata kepala sendiri dari NTT ialah Labuan Bajo nya yang udah terkenal sangat indah. Tapi ternyata selain Labuan Bajo masih banyak hal indah dan menarik yang ada di NTT ini termasuk kulinernya

    Like

  2. Ngiler ama produk hasil olahan tenun NTT. Pas lihat di fesyen show, keren banget anjir. Pingin ikutan beli ah di Filbamora. Kali aja dapat diskon ampe dikirim ke rumah.

    Semoga Gernas Bangga Buatan Indonesia ini tidak hanya seremoni semata ya. Bisa jadi gaya hidup yang dilakukan kita sehari-hari.

    Liked by 1 person

  3. Jadi, dua figur penyanyi top sekelas Emha Ainun Nadjib dan Ebiet G. Ade itu berkat tangan dingin Umbu Landu Paranggi?? Kok saya baru tau ya, waduh ternyata saya mainnya kurang jauh ya, hehehe.

    Memang benar ya, Indonesia punya segalanya, tapi kurang maksimal dalam pengelolaannya, bahkan masih dikuasai asing juga.

    Bagus ya ada gerakan Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan Presiden Jokowi semenjak tahun 2020 silam. Semoga saja UKM dan UMKM bisa segera bangkit kembali ya, apalagi semenjak pandemi ini.

    Like

  4. Ini program yang bagus. Hanya saja saya baru tahu dari posting ini. Mungkin promosinya perlu lebih gencar. Bila perlu stasiun televisi nasional menyisihkan slot iklan gratis khusus untuk mendukung produk UMKM.

    Like

  5. Wow keren banget! Semoga lebih banyak lagi produk UMKM NTT pada khususnya, dan produk UMKM wilayah lain di Indonesia pada umumnya, yang bisa terkenal, punya pasar, dan export ke luar negeri ya mba 🙂

    Liked by 1 person

  6. kalau sebut NTT jadi ingat 2007 lalu sempat mampir kesana, sempat berkunjung juga ke tempat-tempat penjualan oleolehnya, tapi karena uang jajan terbatas jadi gak bisa beli ini itu *maklum saat itu masih mahasiswa, hihih
    saya masih simpan tempat HP, beli itu aja saat itu buat diri sendiri dan suka banget dengan motifnya yang unik itu.
    keren NTT, sudah go online gini, semoga UMKM nya semakin maju. 🙂

    Liked by 1 person

  7. banyak ya sebenernya potensi daerah di Flobamora, mulai dari hasil panen, kreasi masyarakat maupun alamnya. Moga dengan makin banyak pihak yang mendukung para pelaku usaha disana, bisa semakin maju n dikenal gak hanya di lingkup nasional tapi juga internasional

    Like

  8. Kopi Arabika sudah mendunia tapi kadang orang Indonesia sendiri malah gak tau itu kopi asal negaranya ya. Makanya perlu banget para UKM juga meningkatkan produknsinya supaya lebih dikenal lagi di dalam negeri.
    Semoga dengan adanya aplikasi Go NTT bisa lebih mengenalkan produk lokal ya terutama kekayaan lokal NTT. Eh baru tau kalau Flobamora itu kependekan dari Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

    Liked by 1 person

  9. Semoga program seperti ini akan terus berlanjut dan bergantian dengan wilayah-wilayah lain. Dengan demikian produk UMKM yang notabene adalah 100% produk dalam negeri bisa dikenal hingga ke seluruh penjuru negeri bahkan go international.

    Liked by 1 person

  10. Semoga dengan adanya Flobamora ini pengelolaan sumber daya lokal bisa terus menjadi produk potensial dan dikembangkan dengan lebih optimal lagi. Memajukan UMKM itu wajib gotong royong ya kak.

    Like

  11. Sering denger istilah Flobamora dan pernah baca juga artikel yang mengulas hal ini dari teman-teman blogger.

    Dn baru tahu hari ini kalau Flobamora tuh singkatan dar flores, sumba, timor dan alor 😀

    Liked by 1 person

  12. Acara seremonialnya dihadiri banyak orang penting, sudah pasti ini program mantul dan harapannya berimpact besar untuk kemajuan UMKM di sana. Akses dalam memilih dan pembayaran pun dipermudah menggunakan platform, begitu juga diperkenalkan pada hasil-hasil produksinya ya namun juga potensi desa wisata, misalnya melalui pikampung

    Liked by 1 person

  13. Walah dalaahh, ini canggih bener siik
    komitmen yg luar biasa utk memajukan dan memakmurkan para pegiat UMKM
    Wastra Nusantara juga kudu semakin mendunia!
    Ciamiiikk!

    Like

  14. Event yang keren nih, biasanya kalau pengen cari produk-produk UKM khas daerah kan harus datang ke daerahnya atau tunggu ada pameran. Dengan virtual expo kek Kilau Digital Permata Flobamora ini jadi berasa datang ke pameran beneran, ya.

    Like

  15. Indonesia kaya akan tradisi. Produk UKM banyak yang kental akan tradisi lokalnya dan itu sangat menarik perhatian mereka yang mencintai produk Indonesia. Kalau didigitalkan seperti ini, akan sangat membantu pemasaran dan pengenalannya ke dunia.
    Tapi ada juga sisi lain yang perlu diantisipasi yaitu ketidakmerataan. Mendigitalkan produk biasanya dilakukan mereka yang melek dan memang mampu, sementara banyak yang tidak bisa. Jadi harus ada pelatihan, pembinaan dan pemberdayaan

    Liked by 1 person

  16. Jadi pengen ke NTT, wisata sana tuh menarik banget..
    Tapi sekarang lebih praktis ya, karna bisa blanja online barang nya..

    Like

  17. Bagus nih upaya pihak berwenang untuk memajukan dunia pariwisata di timur Indonesia. Keindahan alam Indonesia memang harus dikelola seperti ini agar dapat maju dan bisa bermanfaat untuk penduduk sekitar.

    Liked by 1 person

  18. Flobamora unik ya selamat buat NTT atas situs barunya untuk memasarkan produk UMKM nih.
    Semoga kedepanya banyak menghasilkan dan terus menjadi contoh bagi kota yang lainnya untuk bisa menerapkan hal serupa.

    Like

  19. Beneran bangga menggunakan produk terbaik dari karya anak bangsa.
    Aku beberapa kali dapat kain khas NTT, karena omku menikah dengan orang asli Mataram.
    Alhamdulillah, semakin maju dan gemilang budaya Indonesia Go Internasional.

    Like

  20. Bagus sekali gerakan terhadap pariwisata NTT

    yang ditunjukkan dengan aksi nyata dengan adanya situs Kilau Digital Flobamora di kilaudigitalflobamora.id.

    sehingga konsumen bisa berbelanja langsung produk UMKM NTT

    Dulu, sering banget dengar kisah kemiri terbuang percuma karena sulit pemasarannya

    Alhamdulilah kemajuan digital dan kepedulian banyak pihak mengubah keadaan

    Like

  21. NTT nggak cuma kaya dengan pesona alamnya ya kak. Tapi juga hasil karya kerajinan rakyatnya yang potensial. Semoga dengan hadirnya event ini bisa mengangkat perekonomian rakyatnya dan menjadikan hasil lokal lebih dikenal dan diminati.

    Like

  22. Baca ini jadi ingettt kalau pernah beli kopi dari Flores. Salah satu kopi yang katanya jadi komoditas lokalnya flobamoraa. Sampai sekarang masih adaa. Syg banget mau diminum hahaha.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s