Kiat Produktif sebagai Freelancer di Masa Pandemi

Bunda Xi, demikian panggilan saya kepada istri, beberapa bulan belakangan punya kesibukan yang luar biasa. Ia mendapat job untuk menyunting naskah yang beberapa tahun lalu sempat menjadi rutinitasnya. Ya, ia memang pernah bekerja sebagai editor di sebuah penerbit buku di bilangan Rancamaya, Bogor. Tak heran ia jika sangat bersemangat menyambut tawaran tersebut karena datang secara tiba-tiba dari sebuah penerbit di Jakarta yang sempat putus kontak selama lima tahun. 

Datangnya tawaran pekerjaan freelancer selama pandemi sungguh anugerah tersendiri. Wabah yang sudah memasuki tahun kedua tak ayal turut mempengaruhi kondisi ekonomi pekerja lepas seperti kami. Sebagai bloger, misalnya, saya harus rela melepas banyak acara offline sejak awal 2020 akibat pembatasan aktivitas di era New Normal.

Produktivitas sebagai freelancer harus jadi perhatian selama pandemi. (Gambar: freepik dotcom)

Harus tetap produktif 

Walhasil, kami mesti mengatur siasat agar tetap produktif sehingga hidup berjalan sesuai harapan meskipun pandemi belum menunjukkan kesudahan. Kami saling menyemangati dengan melakukan beberapa hal penting berikut ini. 

1 | Target dan prioritas

Hal pertama yang tak pernah kami lupakan adalah menentukan target atau goal yang jelas. Tanpa target, hidup akan hampa sebab tak ada yang dikejar sebagai cita-cita. Target kami selama pandemi tak muluk-muluk: tetap mendapatkan income secara kontinu dan bisa menabung untuk keperluan yang datang tak terduga. Kami atur goal yang masuk akal agar kami tak ngoyo dalam mewujudkannya.

Rahasia kami dalam menentukan target adalah sesuai kondisi spesifik kami sendiri, tidak menuruti standar atau ukuran yang ditetapkan oleh orang lain. Yang penting bagi orang belum tentu sama bagi kami. Meminjam pendapat pengarang Nigeria Jaachynma N.E. Egu, β€œDon’t set your goals by what other people deem important,” maka kami pun tak pernah meniru mentah-mentah impian orang yang belum tentu cocok bagi keluarga kami.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah memiliki skala prioritas. Dengan skala ini, kami bisa memilih dan memilah mana yang harus dituntaskan terlebih dahulu sesuai dengan sumber daya yang kami miliki. Menurut para pakar manajemen, kemampuan menentukan prioritas akan membantu kita hidup lebih produktif. Skala prioritas dapat menghemat waktu dan tenaga dengan tidak memfokuskan seluruh sumber daya pada semua kegiatan tanpa prioritas.

2 | Olahraga  

Bukan rahasia lagi selama pandemi kita dituntut untuk sehat dan bugar sepanjang waktu. Dengan badan yang sehat, pikiran akan ikut terjaga kejernihannya. Ditambah makanan yang bergizi seimbang, berolahraga akan  mendorong terwujudnya badan yang kuat dengan imunitas yang terjaga. Asupan herbal seperti rempah, madu, juga sayuran menjadi santapan wajib agar badan tetap prima.

4 | Mengendalikan stres

Membaca buku dapat peringankan stres sekaligus menambah ilmu.

Dengan skala prioritas yang rapi dan olahraga secara teratur, kami berharap  bisa menjalani rutinitas dengan lancar dan puas. Yang tak mungkin dilupakan adalah menjaga agar stres tetap terkendali sebab stres tak mungkin dihilangkan sama sekali. Kami biasa membaca buku bersama anak-anak atau menonton film yang mengasyikkan di rumah. Mencoba resep masakan baru juga bisa menjadi terapi anti stres yang mujarab.

Saya sendiri menikmati waktu luang dengan mencoba menyusun empat judul buku yang saya harapkan rampung awal tahun 2022 seriing usia saya mencapai 40 tahun. Ada buku pantun, buku puisi, buku tentang inspirasi memasak, dan satu buku renungan dalam bahasa Inggris. Buku terakhir berjudul The Day I Lost My Hair: a Story of Nope and Affinity saya tulis karena terinspirasi karya Desi Anwar yang diterbitkan tahun lalu berjudulΒ Offline: Finding Yourself in the Age of Distractions. Setelah mengikuti bedah buku ini bersama penulis awal Maret lalu, saya makin bersemangat menuntaskan karya ini.

4 | Bangun jaringan dan kolaborasi

Era serbakompetitif saat ini harus disiasati dengan luasnya jaringan atau network agar bisa survive. Dari networking kita bisa membangun kolaborasi dengan kolega atau orang lain yang lebih ahli. Saya teringat kata Kang Maman, eks-jurnalis dan pegiat literasi, yang menyatakan bahwa kita justru tengah mengancam eksistensi content creator jika kita mengaku bisa mengerjakan semuanya sendirian

Dengan kolaborasi pekerjaan berat bisa lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan. Dengan melibatkan orang lain yang punya keterampilan berbeda, tugas kita menjadi ringan dan kekurangan kita tertutupi. Berkat networking yang luas, peluang meraup rezeki dari kerja sama pun menjadi semakin terbuka sehingga kita makin percaya diri. Kami jadi rajin mengikuti beragam webinar yang tersedia secara cuma-cuma selama wabah berlangsung.

5 | Memanfaatkan teknologi

Di era Industri 4.0, semuanya serbaterkoneksi dengan kecanggihan Internet. Internet telah menyatukan kita semua, nyaris tanpa batas. Bukan hanya komunikasi yang berlangsung secara digital, tapi kita bahkan bisa bekerja, belajar, memesan makanan, tiket, hingga berjualan yang pasarnya sangat luas. 

Selama pandemi, kita makin mengandalkan teknologi. Bukan apa-apa, sebab teknologi canggih memang memudahkan semua urusan dan membuat semuanya menjadi praktis. Belanja dan bayar tagihan apa saja kian mudah tanpa harus meninggalkan rumah. Bahkan berdonasi pun bisa lewat aplikasi di smartphone

Aplikasi pajak online 

Salah satu kemudahan berkat inovasi teknologi adalah pelaporan pajak secara online yang sangat menggembirakan. Sebagai itikad baik dalam membangun bangsa, tentu kita tak mau dong absen membayar pajak. Sebisa mungkin, penghasilan yang kita peroleh punya kontribusi sekecil apa pun dalam memajukan pembangunan sesuai peran yang kita ambil. 

Kreativitas berupa aplikasi pajak online adalah solusi yang mempermudah urusan kita dalam urusan pajak, lebih-lebih selama pandemi. Tak perlu repot mengunjungi kantor pajak, cukup lapor pajak secara online karena dijamin lebih aman dan lebih pas buat kami yang berprofesi sebagai freelancer.

Salah satu aplikasi pajak online yang telah terdaftar sebagai Application Service Provider (ASP) resmi dan diawasi oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak) adalah Ayo! Pajak. Dengan Ayo! Pajak kita bisa mengelola kebutuhan pajak mulai dari menghitung pajak (yang terintegrasi dengan software akuntansi Jurnal), membuat ID Billing, pengarsipan data, membayar pajak, dan melaporkan pajak melalui E-Filing.

Pastikan Anda punya email yang masih aktif dan mendaftar terlebih dahulu di  pajak.go.id untuk mendapatkan kode EFIN. Asyiknya, sekarang kode EFIN bisa kita peroleh secara online tanpa pergi ke KPP sesuai NPWP kita. Cukup dengan mengunduh dan mengisi formulir lalu mengirim ke KKP terkait dilampiri swafoto bersama KTP dan NPWP yang jelas.

Dengan memanfaatkan Ayo! Pajak, kita bukan hanya menghemat waktu dan tenaga karena tak perlu ke KKP yang mungkin berisiko terjebak macet di jalan, tetapi juga menghindari antrean panjang para wajib pajak di KPP yang malah bikin kita tidak produktif.

Selain itu, kita turut mengurangi penggunaan kertas yang berarti ramah lingkungan. Memanfaatkan sistem online akan menekan penggunaan kertas atau dokumen fisik yang juga berarti minimnya biaya cetak. Kalau ada yang praktis, kenapa pilih yang susah?

Nah, apa pun peran atau profesi yang kita emban dalam masyarakat, jangan lupa untuk tetap taat membayar pajak sebagai bagian dari partisipasi menyukseskan pembangunan. Pajak yang kita setorkan akan terakumulasi dan dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup penduduk seluruh negeri yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan masih banyak lagi. 

Sebagai warga negara yang baik, sudah selayaknya kita mendukung kebijakan positif untuk membangun Nusantara tercinta dengan patuh membayar pajak sesuai profesi. Tak perlu repot atau ribet karena sekarang ada Ayo! Pajak yang memudahkan pelaporan dan pembayaran pajak termasuk konsultasi bagi lembaga yang membutuhkan bantuan. Hidup produktif bisa dimulai dari kejelian memilih aplikasi yang memudahkan. Itulah kiat produktif ala saya sebagai freelancer, bagaimana dengan BBC-Mania?

 

13 Comments

  1. Lapor SPT cara online itu emang menguntungkan kita banget. Simpel, nggak perlu repot-repot keluar rumah pergi ke kantor pajak. Kadang saya juga cuma klak-klik lewat hp. Sudah sejak 2015 pindah ke Lamongan ni saya pakai cara ini.

    Like

  2. Wehhhh, seperti biasa, artikel mas Rudi selalu bernyawa!
    Hal pertama yang tak pernah kami lupakan adalah menentukan target atau goal yang jelas. Tanpa target, hidup akan hampa sebab tak ada yang dikejar sebagai cita-cita.

    Bener buanget iki, Mas. Bismillah. semoga aku juga bs punya target/goal yg clear ttg kehidupan ini, karena jujur, situasi yg ga kondusif nih rentan bikin nglokrooo

    Trus, aku juga sepakat kita better manfaatkan Ayo!Pajak.
    Keren khanmaen

    Like

  3. Aku suka sama quote di poin no 1 dari mbak Jaachynma, emang bener kudu punya goal yg g berdasar apa yang orang lain anggep penting, btw ak belum sempet pake apps pajaknya tahun ini lapor SPT via webnya DJP aja, tapi enak kok g harus lapor manual ke kantor pajak apalagi dh ada apps gini lbh simpel jadinya

    Like

  4. Sebelum pandemi hidup di Jakarta sudah kenal aplikasi, saat pandemi lebih mengandalkan lagi. Apalagi jika kondisi di luar sedang ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat begini, aplikasi beneran jadi solusi. Termasuk beli kebutuhan sehari-hari sampai printilan lain. Senangnya bayar pajak pun kini sudah ada aplikasi pajak online-nya!
    Btw, semoga sukses bukunya diluncurkan di tahun 2022 seperti rencana, dan ternyata saya 6 tahun lebih tua πŸ™‚

    Like

  5. Memang sebuah kebahagiaan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata yaa ketika seorang freelancer tiba-tiba dapat job yang sesuai apalagi project yang dilakukan dari hati dan dibayar mahal. Setuju sih kita tetep melakukan aktivitas lain seperti olah raga, mengendalikan stress, daaann tetep bayar pajak tepat waktu. Untung ada aplikasi pajak online ya kak, lebih praktis

    Like

  6. Asik nih ada Ayo! Pajak pake Application Service Provider (ASP) resmi dan diawasi oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak) lapor pajak jadi makin praktis dan gak ribet lagi

    Like

  7. Memang sudah seharusnya hidup kita dibuat semudah dan senyaman mungkin, apalagi urusan pelaporan pajak, pemb ayaran pajak dll. Kalau kini diurus secara online, tentu praktis dan hemat segala2 ya, yang penting jangan sampai telat aja hehehe πŸ™‚ Hidup mesti berirama, semua dikerjakan dengan suka cita terutama aktivitas2 harian supaya bahagia πŸ˜€

    Like

  8. Teknologi kini semakin memudahkan rupanya, sekarang bayar pajak tidak seribet dan sekompleks dahulu. Ini saya juga masih kembali harus konsisten dalam merapikan arsip pemasukan dan pengeluaran untuk mempermudah pencatatan SPT tahunan.

    Like

  9. Eh bener lho, aku kebantu banget sama aplikasi pajak online ini
    Jadinya gak perlu pakai antrian panjang lagi klo mau laporan SPT tahunan
    Dari rumah aja udah beres. Kitanya juga jadi lebih hemat waktu, tenaga dan pastinya lebih aman

    Like

  10. Warga negara yang baik taat pajak ya sekarang dimudahkan dengan melaporkan SPT secara online.. Iya daku juga harus pandai mengatur keuangan sebagai penulis serabutan nih Mas, semoga dimudahkan proses menulis bukunya ya Mas aamiin..

    Like

  11. Pas banget ini baru belajar dengan aplikasi satu ini soalnya sudah dapat teguran karena lupa submi SPT tahun kemari, haha
    Semoga next enggak lagi deh…

    Like

Leave a Reply to Rahmah Chemist Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s