Ikhtiar Mendapat Momongan Bersama Dokter Indra NC Anwar, Sp.OG

bayi tidur pulas

Setiap kali membahas momongan, saya selalu teringat pada dua sahabat. Sahabat pertama saya kenal semasa kuliah, sangat dekat sejak dulu hingga kami sama-sama tinggal di Jabodetabek. Ia dan istrinya sangat berharap punya anak setelah beberapa lama menikah, lebih-lebih setelah berkunjung ke Bogor saat kelahiran anak kedua kami. Wajarlah jika mereka berdua ingin segera menimang bayi seperti pasutri lainnya.

Mereka pun sepakat menemui dokter untuk berkonsultasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukanlah masalah pada sperma suami yang tidak bermutu. Penyebabnya diduga adalah penyimpanan smartphone di kantong celana saat berkendara motor yang berdampak pada menurunnya kualitas sperma sehingga sulit membuahi sel telur. Dengan perbaikan sesuai saran dokter, alhamdulillah istri sahabat ini kemudian bisa mendapatkan kehamilan secara alami.

Kapan harus hamil buatan?

Sahabat kedua saya kenal di tempat kerja saat menjadi editor sebuah penerbitan. Setelah melalui berbagai drama karena 6 tahun gagal mendapatkan keturunan, termasuk keguguran walau berhasil hamil alami, ia dan suaminya akhirnya memutuskan untuk mengikuti prosedur inseminasi buatan. Setelah menjalani supervisi bersama dokter, syukurlah mereka pun kemudian dikaruniai anak, bahkan kini punya dua putri cantik nan sehat dan pintar.

Kisah kedua sahabat tersebut menyiratkan bahwa kehamilan bisa diupayakan asalkan tahu caranya dan pasutri saling mengerti lalu sadar untuk menjalani proses ikhtiar bersama-sama. jika tak memungkinkan hamil secara alami, maka tak ada salahnya menempuh hamil buatan sesuai kebutuhan.

Namun ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan loh, BBC-Mania. Beruntung banget saya berkesempatan mengikuti Kulwap alias kuliah lewat WhatsApp bersama dr. Indra NC Anwar, Sp.OG salah satu dokter kandungan terkemuka di Jakarta yang telah berhasil membantu banyak pasangan berikhtiar mendapatkan momongan, baik lewat inseminasi maupun bayi tabung.

Waspadai kehamilan risiko tinggi

Dokter Indra menyarankan agar pasutri melakukan persiapan kehamilan tanpa memedulikan usia mereka. Apalagi jika hamil terjadi pada usia 35 ke atas, itu akan membawa potensi risiko yang cukup tinggi bagi janin. Selain kemungkinan hamil secara alami menurun, hamil pada usia tua juga berisiko mengalami keguguran.

Jawaban ini diberikan untuk merespons pertanyaan Nunik Utami di Jakarta tentang kehamilan di atas usia 40 tahun. Dokter menegaskan bahwa usia 35 tahun ke atas bukanlah usia yang ideal untuk hamil sehingga ibu-ibu tidak disarankan hamil lagi. Akan tetapi, jika ada suatu kondisi yang mengharuskannya hamil maka pasutri mesti menyadari risiko tadi. Pada usia seperti ini tingkat keguguran bisa bertambah tinggi, yakni di atas 15% sementara kerentanan normal berada pada rentang 10 hingga 15%.

Kalaupun tidak terjadi keguguran, anak bisa lahir dengan kelainan kromosom, misalnya down syndrome yang paling sering ditemui. Oleh karena itu sebelum hamil sebaiknya dipastikan calon ibu mengonsumsi gizi secara seimbang, termasuk minum asam folat yang cukup dan kalau hamil alami maka idealnya pada kehamilan sekitar 11-14 minggu minimal dilakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan kromosom pada janin yang dikandung.

Calon bayi perlu diperiksa saat dalam kandungan. (Foto: Tatiana Dyuvbanova/Getty Images)

Pentingnya skrining

Namun lebih baik lagi selain USG juga dilakukan pemeriksaan NIPT (Non-Invasive Prenatal Test) guna mengetahui apakah ada kelainan kromosom pada janin yang dikandung dengan menguji darah calon ibu. Setelah itu calon ibu menjalani tes lagi yakni USG khusus saat usia kehamilannya mencapai usia 18-20 minggu sebagai langkah skrining anatomis atau mengetahui struktur janin. Ini terutama penting dilakukan pada kehamilan yang termasuk risiko tinggi itu.

Mengenai keguguran, peserta lain Kulwap, Lia Angelia, ingin memastikan apakah autoimun dapat memicu terjadinya keguguran. Dokter Indra menyatakan bahwa salah satu penyebab keguguran atau malah sulit hamil memang bisa disebabkan oleh penyakit autoimun. Itulah sebabnya pasutri perlu berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter alergi dan imunologi yaitu dokter penyakit dalam yang khusus menangani masalah autoimun agar kondisi autoimun bisa dikontrol sebelum hamil. Ketika dinyatakan bisa siap diprogram untuk hamil, maka calon ibu bisa hamil secara alami jika faktor-faktornya menunjang.

Namun apabila tidak memungkinkan, maka program inseminasi bisa dipertimbangkan. Atau jika ada faktor kesuburan yang berat, maka opsi bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) bisa jadi solusinya. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa biasanya pada kondisi autoimun kerap menyebabkan kehamilan gugur atau janin yang tidak tumbuh sempurna yang disebut dengan blighted ovum.

Oleh karena itulah skrining sangat penting sebagai deteksi awal. Aliran darah ke rahim yang sering disebut sebagai darah kental harus benar-benar dideteksi karena kadang-kadang itu membutuhkan pengobatan bukan saja sebelum hamil tetapi selama kehamilan yakni dengan pemberian obat dalam bentuk suntik guna memperbaiki aliran darah ke rahim yang oleh orang awam sering disebut sebagai obat-obat pengencer darah.

Haid lebih cepat = menopause lebih dini?

Sebagai bagian penting proses kehamilan, menstruasi tak bisa dikesampingkan. Oleh karena itulah Kurniati dari Kebumen mengajukan pertanyaan apakah wanita yang mendapat mens lebih dini artinya datang haid pertama lebih dini akan juga mengalami menopause lebih cepat? Dokter Indra menuturkan bahwa secara alami sel telur pada wanita dengan sendirinya akan berkurang seiring perjalanan waktu.

Di dalam kandungan mungkin ada jutaan sel telur, kemudian dilahirkan dan menyisakan ratusan ribu. Menjelang menstruasi, sel telur akan terus dihancurkan dan baru akan dikontrol pengeluarannya jika sudah terjadi haid. Jadi sebenarnya semakin dini seorang wanita mendapat haid pertama, maka penghancuran sel telur makin cepat dikontrol sehingga pada waktu haid masih terdapat cukup banyak sel telur.

Cepat datang haid pertama tidak pengaruhi menopause. (verywellhealth.com)

Dengan demikian maka secara alami habisnya sel telur (menopause) justru akan terjadi lebih lambat. Maka keliru jika orang menduga bahwa semakin terlambat dapat haid pertama maka akan semakin lama habisnya sel telur. Dengan kata lain, jika haid terlalu lambat maka wanita harus cepat mencari pertolongan untuk mengupayakan kehamilan sebelum sel telurnya habis padahal usia masih relatif muda.

Yang lebih penting adalah bahwa sebelum menopause datang kualitas sel telur dan sperma harus dijaga agar selalu bagus sehingga kehamilan bisa diuwujudkan. Selain bertambahnya umur yang tak bisa dihindari karena memengaruhi kualitas sel telur dan sperma, hal-hal lain yang harus dihindari agar mutu sel telur dan sperma bagus antara lain kegemukan, kebiasaan merokok, kebiasaan minum minuman beralkohol, konsumsi minuman berkafein dan sejumlah kebiasaan atau gaya hidup yang buruk lainnya.

Termasuk hal buruk yang wajib diwaspadai adalah suami yang gemar jajan di luar. Meskipun perselingkungan tidak berpengaruh langsung pada kesehatan janin, tetapi ibu hamil bisa saja terdampak secara psikis sehingga membuatnya abai terhadap perawatan diri, tidak menjaga kesehatan, malas mengonsumsi gizi yang seimbang, dan minum suplemen kehamilan yang akhirnya memengaruhi kondisi janin. Yang paling berbahaya adalah risiko penularan penyakit seksual karena jika menginfeksi istri yang hamil, maka itu bisa menggangu kehamilan termasuk risiko keguguran.

Bagaimana prosedur inseminasi?

Jika kehamilan alami tak tercapai, maka pasutri bisa melirik inseminasi. Inseminasi adalah ikhtiar kehamilan dengan menggunakan bantuan lewat pencucian sperma atau sperm washing. Sperma dicuci dulu lalu dimasukkan ke rongga rahim tanpa melalui vagina dan mulut rahim. Agar inseminasi terpenuhi, kedua saluran telur harus terbuka dan jumlah sperma suami harus cukup. Jumlah idealnya di atas 10 juta dengan gerakan sperma di atas 20% dan bentuk sperma masih di atas 1%. Itu kondisi minimal untuk layak melakukan inseminasi. Jika tidak, maka bisa pilih IVF atau bayi tabung.

Prosedurnya seperti apa? Pertama, calon ibu harus datang ke klinik langsung pada hari kedua atau paling lambat hari ketiga haid, untuk dilakukan USG transvaginal guna menilai rahim dan kedua indung telur apakah sel telur cukup untuk prosedur inseminasi. Jika semua bagus, maka akan dilakukan perangsangan indung telur dengan obat-obatan kombinasi: obat minum (selama 5 hari) dilanjutkan suntik hormon (selama 3 hari). Setelah itu dilakukan USG transvaginal lagi untuk memeriksa ketebalan dinding rahim dan besarnya sel telur yang tumbuh.

Inseminasi buatan untuk mendapatkan momongan (Foto: freepik dotcom)

Jika setelah 5 hari minum obat dan 3 hari suntik hormon sel telur sudah mencapai 18 mili, maka perangsangan dianggap cukup dan bisa dilakukan penyuntikan yang disebut trigger, bertujuan memecahkan sel telur yang sudah besar tadi. Adapun masa ovulasi diperkirakan terjadi selama 34-36 jam setelah suntikan trigger.

Setelah 34-36 jam dari suntikan trigger, suami kemudian datang ke rumah sakit untuk diambil spermanya. Sperma lantas dicuci yang memakan waktu kira-kira selama satu jam. Setelah itu sperma yang berhasil dipanen dari proses pencucian akan diambil dan dimasukkan langsung ke dalam rahim istri dengan menggunakan kateter khusus.

Jadi suami datang terlebih dahulu pada pagi hari sesuai dengan suntikan trigger pada hari sebelumnya, baru satu jam kemudian dilakukan proses inseminasi pada istri. Istri diperbolehkan beristirahat selama 15 menit kemudian boleh pulang dan melakukan aktivitas biasa. Secara keseluruhan proses inseminasi berlangsung sekitar dua minggu.

Tak ada masalah, tak hamil juga

Lalu bagaimana jika kesehatan pasutri sudah diperiksa tetapi belum juga ditemukan faktor penghambat kehamilan? Ini kondisi yang dialami Riska dan suaminya asal Jambi. Dokter Indra menjelaskan bahwa kondisi tersebut dikenal dengan unexplained infertility. Dengan mempertimbangkan usia wanita, lebih-lebih jika usianya di atas 35 tahun, maka ia harus cepat mencari bantuan guna menemukan penyebab.

Dokter menyarankan dilakukan tes laparaskopi untuk mengetahui apakah di rongga perut terdapat gangguan atau hambatan yang menyebabkan ketidakkesuburan. Adapun di pihak suami bisa dilihat apakah spermanya normal dengan cara dilakukan pemisahan menggunakan teknik DNA Fragmentation Index untuk menilai fungsi sperma apakah cukup bagus untuk bisa membuahi sel telur.

Dari hasil uji tersebut dokter lantas memutuskan apakah ibu masih bisa hamil secara alami ataukah harus lewat inseminasi dan bahkan IVF seperti pasangan Irwansyah – Zaskia Sungkar yang berhasil mendapat momongan lewat bayi tabung di Morula IVF Jakarta.

Jika masih tak ada hasil, mungkin pasutri bisa mempetimbangkan opsi donor sel telur atau sperma. Kendati belum dilegalkan di Indonesia, tapi praktik ini lazim terjadi di sejumlah negara maju. Donor sel telur ditempuh karena jumlah sel telur calon ibu sedikit atau kualitasnya menurun karena faktor usia atau adanya kista endometriosis. Akhirnya dokter menyarankan program bayi tabung (IVF) dengan menggunakan sel telur dari donor.

Bukan cuma sel telur yang bisa didonorkan, sperma pun bisa dan bahkan ada yang meminjamkan rahim karena kondisi tertentu yang dikenal sebagai surrogate mother demi mendapatkan kehamilan hingga persalinan.  

Menimbang keberhasilan egg freezing

Dalam Kulwap tanggal 20 Januari 2022 lalu juga disinggung tentang egg freezing atau pembekuan sel telur yang belakangan sempat viral menyusul Luna Maya yang memilih prosedur tersebut. Achi Hartoyo dari Jakarta menanyakan hal ini dan segera ditanggapi oleh dr. Indra NC Anwar.

Apakah egg freezing pilihan tepat? (Foto: parensfertility.com)

Dia menjelaskan bahwa dalam prosedur egg freezing sel telur diambil setelah diadakan perangsangan agar tumbuh banyak sel telur. Ketika sel telur sudah matang, yaitu ukurannya cukup besar sekitar 18 mili atau lebih, maka sel telur lantas diambil yang disebut dengan ovum pickup atau egg collection sebagaimana yang terjadi pada prosedur bayi tabung. Bedanya, pada egg freezing sel telur tidak langsung dipertemukan dengan sperma, melainkan dibekukan lalu disimpan.

Nah, wanita yang usianya relatif mudah, misalnya di bawah 35 tahun, biasanya akan menghasilkan sel telur bermutu bagus dan jumlahnya banyak. Lalu bagaimana keberhasilan penyimpanan? Sebesar 90% bisa dipakai untuk diencerkan. Adapun kemungkinan untuk bisa dibuahi setelah melalui egg freezing itu tergantung pada usia wanita ketika sel telur diambil, termasuk jumlah sel telurnya. Semakin muda usia wanita saat dilakukan egg freezing, maka semakin besar pula peluang untuk bisa hamil.

Yang perlu dicatat adalah: usia perempuan yang diambil sel telurnya untuk disimpan tidak boleh lebih dari 35 tahun. Hal ini akan menentukan angka keberhasilan kehamilan. Kasus Luna Maya, misalnya, belum bisa dipastikan hasilnya sampai sel telur digunakan di kemudian hari. Satu hal yang pasti: sel telurnya bisa disimpan sampai kapan pun di Morula IVF Menteng selama dia membayar biaya penyimpanan.

Calon ibu sehat harus semangat

Untuk menutup tulisan kali ini, saya ingin menuliskan pesan dr. Indra di akhi sesi Kulwap. Bisa dibilang bahwa persiapan untuk menjadi ibu hebat dimulai sebelum memutuskan kehamilan. Bukan hanya bagi pasutri yang lama tidak mendapatkan momongan, tetapi juga bagi pasangan tidak menemukan kesulitan, misalnya pasangan yang baru menikah.

Tujuannya agar kehamilan bisa diwujudkan dengan kondisi terbaik, termasuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan jika dideteksi sejak dini bagi pasangan usia berapa pun. Sel telur bisa dipastikan tumbuh dan berkembang dengan normal sehingga pembuahan bisa maksimal. Sebab tujuan utama program hamil bukan hanya bisa mendapat (pregnancy rate) tetapi juga memperoleh bayi yang dilahirkan dengan selamat dan sehat (live birth rate).

Satu hal yang perlu diingat bahwa ikhtiar harus dijalankan agar bisa mendapatkan kehamilan. Memang tidak mudah, tapi jangan menyerah. Jika ingin lebih mudah, tentunya lebih asyik kalau mendapatkan bantuan profesional. Jangan ragu menghubungi dr. Indra untuk berkonsultasi, baik offline maupun online.

Untuk daring, silakan kontak beliau melalui halodoc dengan mengklik tautan dr. Indra agar bisa bertukar chat dengan dokter sesuai kebutuhan. Bismillah, yakinlah semua ada jalannya.







1 Comment

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s