Setangkai Rumput Kering dalam Gulungan Surat Cinta yang Mengalir menuju Samudra dalam Siraman Cahaya Rembulan Pucat Dini Hari Itu Akhirnya Menjadi Kidung Misteri dan Eulogi bagi Sang Kapten Sebelum Cinta Biru Menyambutnya Begitu Damai

“Percuma aku jadi kapten,” berulang-ulang Kapten Bhirawa mengucapkan kalimat itu. Seolah kata-kata begitu saja terletup dari bibirnya. “Percuma. Percuma, percumaaaa…” tiba-tiba suaranya melengking, meraung-raung membelah kesunyian malam.

#Postcard Fiction: (Bukan) Gerimis Terakhir

Deana, Ketika rumput basah dan pohon-pohon menggigil, kau berujar lirih, “Inilah gerimis terakhir yang akan menghapus sisa jejak kita.” Jujur saja aku tak terlalu paham maksudmu. Namun aku ingat kala itu kupeluk Sinta erat-erat karena ku tak mau terpisah darinya. Entahlah apakah dia mengerti apa yang kita perbincangkan di taman itu. Mata eloknya tetap berbinar … More #Postcard Fiction: (Bukan) Gerimis Terakhir

#Postcard Fiction: Rembulan Mengantarnya Pulang

/I/ Cahaya rembulan perlahan pupus oleh serbuan air yang terhempas bebas dari langit. Petir dan guruh bergantian membelah malam yang beku. Sebeku hati Hans yang diliputi kabut kebimbangan. Sesekali angin tipis tedengar bekesiur di antara pepohonan randu dan akasia. Himpunan bambu berkerisik menciptakan musik aneh yang menakutkan. Hans serasa kian tenggelam dalam mendung yang kelam. … More #Postcard Fiction: Rembulan Mengantarnya Pulang

Yang Tersisa Dari Peluncuran The Coffee Shop Chronicles: Kedai Kopi dan Rahasia yang Tak Pernah Usai

MINGGU, 3 Juni 2012. Setelah membayar dua buku karya Yusuf Mansur pesanan adik saya, saya bergegas meninggalkan TM Bookstore DETOS. Berbeda dari hari-hari lain, udara Depok terasa sejuk dan langit pun bersahabat dengan memekarkan selaput mendung siang itu. Maka langkah saya menuju Gramedia Depok terasa ringan dan penuh semangat. Kaki-kaki menapaki anak tangga jembatan penyeberangan … More Yang Tersisa Dari Peluncuran The Coffee Shop Chronicles: Kedai Kopi dan Rahasia yang Tak Pernah Usai