Charity After Party, Membuka Januari di Minggu Pagi

c

Kota Hujan sunyi, setelah semalaman diwarnai lesatan kembang api dan dentum petasan. Azan Subuh belum lama berkumandang ketika Rumi dan Bumi kami bangunkan. Mereka bergegas ke kamar mandi karena semalam berangkat tidur lebih awal sesuai yang kami rencanakan. Rencana apa?

Rencana untuk menembus kabut pertama bulan Januari tahun 2017. Tapi bukan itu agenda utamanya. Sejak beberapa hari sebelumnya, kami telah sepakat untuk turut meramaikan hajatan Bernas Bogor bertajuk #CharityAfterParty yang digelar selepas kemeriahan malam Tahun Baru. Bersama kawan-kawan IndoCharity (ICHI), kami akan menyusuri jalanan Bogor untuk menyapa para penyapu jalan yang sibuk membersihkan sisa-sisa perayaan tadi malam.

Tentu tak cuma mengobrol, sebab kami mendapat amanah dari banyak donatur, baik internal maupun donatur luar, untuk menyampaikan bingkisan berisi sembako dan sarapan pagi. Hingga menjelang tahun baru dana yang masuk mencapai 7 juta rupiah yang segera kami tukar dengan beras, minyak, susu, dan lain-lain termasuk satu paket nasi ayam bakar dan air mineral. Ada sekitar 100 paket yang hendak kami distribusikan pagi itu.

ken

Ken, saat briefing sebelum acara dimulai.

Persiapan dan sarapan

Berangkat di pagi buta, tentu kami tak sempat sarapan. Meeting point seperti biasa di depan Masjid Raya Bogor (Mesra), Jl. Pajajaran. Seperti saya sebut di awal, ngider kali ini spesial karena ada kunjungan teman-teman ICHI yang turut menghimpun dana bersama Bernas Bogor khusus untuk event ini.

Tiba di depan Mesra, rupanya kru Bernas Bogor belum siap. Sebagian tengah menjemput nasi pesanan sedangkan yang lain mengecek kembali bingkisan sembako yang siap edar di beberapa unit mobil. Begitu nasi dan air datang, kami bergegas menyatukan keduanya dalam satu kantong plastik. Sedangkan paket sembako tetap di kantong tersendiri karena cukup berat.

bungkus

Pilih-pilih, bungkus…bungkus….

Sambil mengepak nasi + air, kami bertukar kabar karena sudah lama tak berjumpa lewat Bernas yang biasa ngider setiap Jumat dua pekan sekali. Rizkhi (Kiki) misalnya, sedang sibuk kuliah di Depok dan lebih aktif di Bernas chapter Depok. Ada Ikhwan, Jeni, Kanaz (yang jauh-jauh dari Serang), Ken dari Jakarta, Sandi yang energik, dan nama-nama baru yang sebelumnya tak pernah bersua. Dan asyiknya ada Ayun yang pagi itu ditemani sang suami. Jadilah pagi itu saya berasa ada teman sebab bukan satu-satunya yang datang bersama pasangan, hehe.

Sudirman dan Pajajaran

Sambil menunggu semuanya siap, Rumi dan Bumi ditemani istri merapat ke salah satu gerobak makanan yang sudah buka. Karena belum lapar, saya masih bertahan bersama ana-anak muda lain. Sebelum matahari naik, kami harus segera meluncur ke beberapa titik, salah satunya di area Car Free Day (CFD) di Jl. Sudirman yang tiap malam ramai oleh anak-anak nongkrong. Nyatanya, hari itu CFD libur jadi kami cukup kesulitan menemukan petugas penyapu jalan yang standby di sana.

kiki.jpg

Kiki dan keceriaan si abang

 

Saya, Sandi, dan Kiki menyisir Jl. Sudirman sementara tim lain menyusuri Jl. Merdeka hingga Pajajaran. Ada satu mobil tim ICHI juga mengikuti di belakang kami. Satu per satu mulai tampak penyapu jalan tengah bekerja. Mata mengerjap seolah tak percaya bingkisan sembako dan makanan siap santap menyambangi mereka. Karena jumlah penyapu jalan pagi itu tak sesuai dugaan, maka bingkisan sebagian kami alihkan untuk bapak-bapak pengayuh becak dan pemulung.

Setelah gagal menemukan tukang sapu jalan di Jl. Tentara Pelajar seperti yang saya usulkan, kami pun kembali ke Jl. Pajajaran melalui Kebon Pedes arah ke Mal Jambu Dua. Di perempatan lampu merah kami berpapasan dengan tim lain yang dipimpin Ken dan Jeni, hanya saja kami berlawanan arah. Perut mulai keroncongan, matahari semakin terik naik perlahan-lahan.

Ke GOR menjemput pie

Saya mengajak Sandi dan tim untuk melaju ke arah Indraprasta yang ternyata lumayan juga bisa menghabiskan beberapa bingkisan untuk mas atau pak pasukan kuning. Karena amunisi kian menipis, kami balik arah menyusuri Pajajaran menuju GOR sesuai kesepatan untuk bertemu dengan tim lainnya. Cuaca di GOR sejuk meski cahaya matahari terlihat menyemburat dari sela dedaun pohon-pohon besar.

gg

Bersila di bawah pohon

Ken segera memimpin rapat evaluasi dan semuanya berjalan lancar. Memang sempat ada kendala koordinasi antara motor dan mobil yang kadang tidak sejalan disebabkan perbedaan kecepatan dan kepraktisan sementara semua sembako ada di mobil. Kue pie susu bikinan Jeni menyemarakkan acara pamungkas pagi itu. Perut saya sedikit terhibur setelah memrotes minta diisi. Pie susunya enak banget dan istri jadi pengin pesan minggu berikutnya.

ff

Di mana ada pertemuan, di situ ada makanan foto keroyokan. Demi memelihara semangat dan kegembiraan menuntaskan hajatan #CharityAfterParty pagi itu, kami pun berfoto bersama. Silakan nikmati pose-pose jaim berikut dan temukan manakah Jeni si pembuat pie susu yang sangat lezat itu. Clue-nya: ia seorang gadis.

d

Tua muda bersatu.

Pulang dari GOR, anak-anak masih terbawa aura kegembiraan. Di sana mereka sempat mengumpulkan ranting-ranting pohon lalu mencoba menyalakan api. Percobaan manusia purbakala katanya, ah. Perut lapar tak bisa dibohongi. Pun mereka mengeluh lapar lagi, haha. Sambil membawa tiga bingkisan yang masih tersisa, kami kembali memutar ke Jl. Pajajaran tepatnya di seberang Bank Muamalat. Di sana satu paket berpindah tangan.

Satu bingkisan lagi kami sampaikan kepada seorang pemulung di kawasan Cimanggu dalam perjalanan pulang ke rumah kami. Satu paket lagi berpindah ke tangan seorang ibu pemulung yang luar biasa gembira saat kami sapa di tepi Jl. Sumeru tak jauh dari RS Marzoeki Mahdi.

Giliran kami meluncur ke Pecel Pincuk Bu Marni. Sudah sering lewat tapi tak singgah. Kini saatnya kubabat pecel yang bumbunya merekah. Charity after party, let’s celebrate our gratitude in every possible way. Itulah sepotong kisah sederhana membuka Januari pada suatu Minggu pagi. Sampai jumpa tahun depan! Thanks, Bernas, terima kasih Indocharity….

nasi

Ini pecelku, mana pecelmu?

 

Advertisements

3 thoughts on “Charity After Party, Membuka Januari di Minggu Pagi

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s