Meraup Untung dari Kampung

Geliat pasar offline atau toko-toko fisik semakin lama semakin lemah akibat tergerus kuatnya pasar online terutama untuk produk busana, gawai, bahkan aksesori. Bukan hanya itu, produk olahan untuk konsumsi pun kini bisa dibeli dengan mudah melalui berbagai marketplace atau online shop. Selain praktis, harga yang ditawarkan pun cenderung lebih terjangkau sehingga sejumlah gerai pasar offline tak sangup bertahan dan terpaksa gulung tikar.

Perkembangan dunia teknologi yang sangat pesat memang membuka peluang untuk mendulang rezeki dari mana saja nyaris tanpa batas geografis. Tak lagi terikat dimensi ruang dan waktu. Jarak bukan lagi masalah berkat kecanggihan Internet. Berbagai aplikasi muncul untuk memudahkan kehidupan manusia modern terutama dalam ranah bisnis atau perdagangan. Tak heran bila bisnis online kian diminati sebab relatif minim modal dengan potensi yang menggiurkan. Apa pun profesi Anda saat ini, bisnis berbasis Internet bisa jadi pertimbangan untuk menambah penghasilan.

asus2 copy

Oleh karena itulah saya dan istri berencana mengembangkan penjualan online setelah kami pindah ke kampung halaman. Membuka toko fisik jelas bukan opsi ideal mengingat modal yang diperlukan cukup besar, belum lagi waktu untuk mencapai BEP. Akun toko online yang sudah berjalan di sebuah marketplace akan saya optimalkan demi meraup untung meski kami kini tinggal di kampung. Namun sebelum melangkah lebih jauh, kami mempertimbangkan tujuh hal berikut agar bisnis lebih terarah dan profitable.

1. Analisis pasar

Hal pertama yang krusial kami lakukan adalah riset pasar. Kami memantau dan mempelajari produk apa saja yang menjadi tren dan diminati pasar dalam jangka waktu yang panjang. Kami lakukan penelitian sederhana dan diskusi agar bisa menentukan barang atau jasa apa yang layak kami tawarkan dengan potensi yang masih menjanjikan.

2. Seleksi produk

Bekal informasi pada tahap pertama kami manfaatkan untuk mengeksekusi produk apa yang akan kami tekuni. Buku dan kopi, misalnya, saat ini menjadi fokus kami karena sesuai dengan passion serta geliat pasar yang positif. Tapi tugas belum selesai sebab kami masih harus memilih jenis atau merek kopi apa yang bakal mencuat sebagai barang andalan. Kami bahkan mempertimbangkan untuk mengangkat label atau brand kopi sendiri untuk menekan harga jual sekaligus meningkatkan margin keuntungan.

3. Merancang pemasaran

Salah satu elemen vital dalam bisnis adalah pemasaran atau marketing. Sebagus apa pun produk atau jasa yang kita miliki, tak akan ada gunanya selama tidak didukung dengan pemasaran yang efektif. Dalam beberapa kasus bahkan tak jarang produk biasa mampu menjadi tren lantaran pemasaran yang cerdas atau masif. Meramu teknik promosi yang jitu memang bukan perkara mudah, tapi juga bukan hal mustahil. Kadang kala pemasaran beranggaran rendah malah jauh lebih efektif jika dipikirkan dengan rapi dan diarahkan ke target pasar yang tepat.

4. Menyiapkan peralatan

Peralatan utama dalam mendukung bisnis online berupa aset tangible dan intangible. Aspek tangible misalnya kantor/bangunan dan laptop untuk menunjang tugas sehari-hari. Adapun pengetahuan seputar bisnis dan analisis pasar ditambah jaringan Internet termasuk dalam aspek intangible. Nah, memilih perangkat keras seperti laptop nyatanya bukan perkara mudah. Sudah saatnya kami menambah senjata karena laptop yang ada selama ini saya pergunakan untuk menulis dan pekerjaan mendesain.

Laptop baru sudah masuk dalam agenda kami sejak beberapa waktu lalu dan kami mulai berburu tipe dan merek yang sesuai dengan budget serta kebutuhan. Karena butuh untuk pekerjaan ringan seperti mengetik dan mengunggah produk, maka laptop yang perlu dibeli tak harus dengan spec tinggi. Minimal prosesor harus dua inti (dual core) dan RAM 2 GB, itu patokan kami. Selain itu, laptop harus tipis, ringan, dan didukung daya tahan baterai yang mumpuni.

asus

Fitur-fitur itu kami temukan pada laptop pabrikan Taiwan yakni Asus VivoBook E12. Laptop ini dirancang untuk mobilitas tinggi, tepat seperti yang kami butuhkan. Dengan bentang layar 11.6 inch, laptop ini bakalan nyaman dijinjing ke mana-mana saat kami liburan. Prosesor seri N3350 yang dibenamkan dalam laptop ini terbilang sangat hemat energi sehingga baterai bisa kuat hingga 10 jam.

Yang paling mengasyikkan, Asus VivoBook E12 bisa diatur pada posisi mendatar hingga 180Β° sehingga kami tak perlu pusing bila harus berbagi konten atau data dengan lawan bicara. Apalagi harga laptop Asus kini makin terjangkau jadi kami bisa menghemat biaya untuk investasi awal. Dengan dana 3 juta lebih sedikit laptop tipis nan memukau ini bisa kami andalkan untuk memperluas pasar dan membesarkan bisnis di jagat maya.

5. Manajemen waktu

Senjata mumpuni dan pasar yang jelas bukan jaminan suksesnya sebuah usaha. Sebab bukan lagi karyawan kantoran dengan atasan, maka kami harus menyusun timeline sendiri agar waktu terbagi secara proporsional untuk bisnis dan keluarga. Tak mungkin kami mengabaikan anak-anak hanya karena tuntutan di depan laptop melulu. Tak elok juga kami melupakan usaha demi keluarga semata yang harus disokong secara finansial dari usaha itu. Manajemen waktu bukan lagi pilihan, tapi keharusan.

6. Inovasi

Untuk bisa bersaing dengan kompetitor yang jumlahnya semakin banyak dengan budget yang kadang lebih besar, kami memerlukan inovasi. Perlu kecerdasan menyusun strategi pemasaran atau varian produk agar bisa menyentuh hati konsumen. Diskon atau sistem membership bisa pula kami terapkan untuk menambah nilai plus. Intinya, kami harus terus berbenah agar tidak tertinggal oleh pesaing dan permintaan pasar.

7. Evaluasi

Proses apa pun tak boleh luput dari evaluasi agar kita belajar mana bagian yang sudah mumpuni dan mana yang perlu diperbaiki. Pada tahap ini sering kali kita mesti membuka diri untuk menerima kritik atau saran dari pelanggan sebagai bahan perbaikan. Sisi-sisi lemah yang perlu ditingkatkan, apalagi berkaitan dengan kesalahan manajemen, layak dikaji demi kemajuan.

Bila semua langkah berjalan, kami berharap bisnis yang dikelola dari kampung bakal bisa memanen untung sebab didukung elemen dan peranti usaha terpilih. Sumber daya yang ada semoga dapat kami manfaatkan untuk berjualan sekaligus memberi manfaat bagi orang lain. Bagaimana dengan BBC Mania?

Advertisements

18 thoughts on “Meraup Untung dari Kampung

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s