Lebaran Ketupat di Kampungku

apa yang bisa menahan godaan sebatang lepet yang lezat? Campuran kelapa membuat adonan beras ketan semakin gurih dan legit. Lepet pula yang selalu membuat saya kangen pada masakan ibu. Sayang sekali, lepet hanya diproduksi sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Sya’ban dan Syawwal. Jika pada tanggal 15 Sya’ban ketupat dan lepet dikeluarkan di masjid selepas shalat Magrib, tanggal 8 Syawwal duo kudapan lezat ini dirilis selepas Subuh.

lepet

Jadi ketika muncul, saya minimal harus meluangkan waktu untuk meluncur ke rumah ibu guna menyantap keduanya terutama lepet. Ini berbeda dengan pengalaman masa lalu istri yang lahir dan besar di Jabodetabek. Ia tak pernah bosan menceritakan memori tentang nikmatnya menyantap ketupat dan kari ayam sewaktu lebaran tiba. Tradisi ini diduga menduplikasi kebiasaan orang Melayu yang memang tidak lazim di kampung kami di Jawa Timur.

Lebaran kedua

Alih-alih merayakan kebersamaan keluarga saat lebaran dengan ketupat dan sayur lezat, kami memiliki tradisi lokal yang disebut rioyo kupat alias lebaran ketupat. Ada pula yang menyebutnya Lebaran Kaum Wanita sebab mereka umumnya berhalangan puasa Ramadan selama beberapa hari dan baru menggantinya di awal bulan Syawal.

Lebaran ketupat adalah momen ketika para wanita yang sempat berhalangan itu akhirnya menuntaskan puasa Ramadan yang tertinggal. Rioyo kupat diadakan pada tanggal 8 Syawal selepas salat Subuh dengan berkumpul bersama di serambi masjid. Disebut lebaran dengan asumsi para jemaah telah menuntaskan puasa enam hari dari tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Siapa saja boleh hadir dalam acara ini,  baik yang membawa ketupat maupun yang tidak. Faktanya, memang tidak semua jemaah membuat ketupat dan lepet untuk dibawa ke masjid. Mereka yang membawa gembolan atau bingkisan ketupat-lepet akan menjejerkan wadahnya di tengah venue lalu jemaah duduk melingkar.

Pak modin lantas membuka acara, menyampaikan sepenggal tausiyah dan akhirnya menutup dengan doa. Inilah saat yang dinanti. Semua wadah dibuka untuk mengungkap kelezatan aneka ketupat dan terutama lepet yang sangat legit dengan sisipan kacang hijau.

Seorang petugas lalu mengambil beberapa buah ketupat-lepet dari masing-masing wadah untuk dikumpulkan di tengah. Himpunan ketupat-lepet ini kemudian dimasukkan ke dalam kantong kresek kecil untuk dibagikan kepada mereka yang tidak membawa.

Sembari menunggu proses distribusi, para jemaah bebas mencicipi ketupat-lepet dari wadah mana saja–tentu yang terjangkau dari tempat duduknya. Momen ini selalu menyenangkan dan mengesankan, terutama bagi si sulung yang pagi ini menghabiskan dua ketupat dengan sambal serundeng.

Adakah adat serupa di daerah BBC Mania?

Advertisements

2 thoughts on “Lebaran Ketupat di Kampungku

    1. Dahulu seperti itu Kangmas, pakai kacang tunggak, sekarang kok sudah jarang–entah kacang tunggaknya yang langka ataukah orang di sini yang lebih suka kacang hijau. Dua-duanya tetap sedaaaap hehe.

      Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s