Siapa yang Sebut Kuis Ikan Jokowi Pembodohan?

Berita kali ini berasal dari jaringan Tribunnews yang menampilkan polemik antara Rocky Gerung dan Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Warganet dan pembaca di tanah air tentu mafhum dengan kebiasaan Jokowi yang kerap melemparkan pertanyaan seputar nama-nama ikan kepada anak sekolah lalu menghadiahinya sepeda baru jika jawaban mereka benar. Menurut Rocky, pertanyaan semacam itu tidak mendidik dan bahkan pembodohan karena tidak menguji nalar, hanya bergantung pada hafalan belaka.

Atas kritik tersebut, Susi mengomentari Rocky dengan pedas bahwa tindakan Rocky itu termasuk kepandaian pandir lantaran sisi intelektual Rocky dipakai untuk mengejek atau menghujat orang lain—dalam hal ini Presiden Jokowi. Saya tak tertarik mengomentari adu komen Susi dan Rocky, namun ingin menyoroti judul yang dipergunakan Tribunnews sebagai kepala karangan.

susi

Siapakah yang menyebut kuis itu sebagai pembodohan? Jawabannya jelas: Rocky. Siapa yang mengomentari Rocky dengan pedas? Jelas itu Bu Susi. Namun judul yang tercantum di sana menyiratkan hal berbeda, sekurang-kurangnya ketidakjelasan siapa yang menyebut pembodohan. Dalam penulisan berita di koran, atas dasar efisiensi tempat, pelesapan atau penghilangan elemen tertentu lazim dilakukan. Misalnya menghilangkan subjek untuk menghindari pengulangan yang bisa berdampak pada panjangnya kalimat seandainya tidak dipotong.

Simak beberapa contoh berikut.

Merasa capek, Tony akhirnya tidur awal.

Karena Tony merasa capek, Tony akhirnya memutuskan tidur lebih awal dibanding biasanya. Hanya satu pelaku yang dibahas dalam kalimat.

Punya 15 mobil mewah, lelaki ini naik gojek.

Meskipun kaya, terbukti dari kepemilikan belasan mobil mewah yang mahal, lelaki ini ternyata memilih angkutan massal berupa ojek online yang dikenal murah meriah. Masih satu pelaku yang terlibat yakni si lelaki kaya.

Kita lihat contoh lainnya.

Simon buang sampah sembarangan. Pak Aris menegur Simon atas tindakan sembrono itu.

Dua kalimat ini bisa kita gabung menjadi satu kalimat majemuk:

Karena Simon buang sampah sembarangan, Pak Aris menegur tindakan sembrononya.

Di sini jelas siapa yang membuang dan siapa yang menegur. Namun masih terlalu panjang, perlu dipersingkat untuk keperluan judul berita. Coba lihat kalimat berikut.

Buang sampah sembarangan, Pak Aris menegur Simon.

Sudah cukup ringkas namun kita bertanya-tanya siapakah yang telah membuang sampah dan siapakah yang menegur si pembuang. Anda sudah memahami makna kalimat karena saya telah menyampaikan kalimat sebelumnya. Menurut kaidah bahasa, idealnya subjek yang muncul setelah tanda koma adalah subjek yang dimaksud dalam klausa pertama yakni klausa sebelum koma, bukan subjek lainnya. Jadi kalimat di atas harusnya berbunyi:

Buang sampah sembarangan, Simon ditegur Pak Aris.

Kalau pakai “Buang sampah sembarangan, Pak Aris menegur Simon”, di sini Pak Arislah yang membuang sampah lalu malah menegur Simon yang entah apa kesalahannya. Nama Pak Aris muncul tepat setelah tanda koma maka ia pelakunya.

Kesimpulannya, judul berita mengenai Bu Susi dan Pak Rocky pada Tribunnews tersebut kurang tepat. Bagi pembaca yang sudah tahu kabar perseteruan itu di medsos mungkin akan memahaminya. Namun pembaca awam harus mencernanya terlebih dahulu. Lagi pula dari segi bahasa rangkaian kalimat itu tidak tepat. Harusnya berbunyi begini: Sebut Kuis Ikan Jokowi Pembodohan, Rocky Mendapat Komentar Pedas dari Menteri Susi.

susi 2

Di sini jelas bahwa yang menyebut kuis itu sebagai pembodohan adalah Rocky dan nama beliau yang muncul langsung setelah tanda koma sebagai pertanda bahwa dialah subjek yang dimaksud dalam klausa pertama tetapi sengaja dilesapkan atau dihilangkan demi efisiensi kalimat. Bagaimana menurut BBC Mania?

Advertisements

8 thoughts on “Siapa yang Sebut Kuis Ikan Jokowi Pembodohan?

  1. Oooh saya baru ngeuh deh sekarang. Ternyata itu berawal dari pertanyaan tentang ikan yaa… Saya kira Pak Jokowi punya permainan ikan 😀
    Wah harus belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar lagi nih sayaaa

    Like

          1. Kudu baca sampe selesai. Jgn berhenti pada judul

            Sepakat, tuntaskan dulu alih-alih langsung ambil kesimpulan dari judul lalu asal dibagi-bagikan di medsos.

            Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s