Liburan Ke Legoland, Melepas Kerinduan dan Mencari Pengalaman

Akhir tahun 2006 saya dan beberapa orang teman berencana backpacking ke Negeri Singa alias Singapura. Kala itu kami baru akan menempuh ujian kursus bahasa Mandarin di sebuah lembaga. Sebagai bagian dari upaya untuk mengasah kemampuan, kami ingin mempraktikkan bahasa ini di Singapura karena di sana banyak penutur Mandarin. Sayang sekali perjalanan darat yang dijadwalkan lewat Batam itu akhirnya kandas karena kesibukan masing-masing.

Tahun 2007 istri mendapat kesempatan mengunjungi Singapura bersama sejumlah rekan kantornya. Dari ceritanya Singapura justru bikin sakit hati. Apa sebab? Sebab pas balik ke Indonesia, kebersihan dan kerapian kotanya masih terekam kuat—jauh banget dibanding pemandangan di tanah air. Hati jadi geregetan karena kepala pusing lihat sampah di mana-mana.

Itu bukan hal mustahil, sebab menurut penuturannya, penegakan hukum di sana sangat ketat termasuk pelanggaran sampah dan lalu lintas. Bahkan orang meludah sembarangan pun bisa dikenakan sanksi. Ih, ngeriii! Alih-alih semangat, saya malah mengarahkan destinasi ke negara jiran lainnya. Pengin ke negara ini tentunya bukan tanpa alasan. Selain karena pendidikannya yang maju, di sana ada markas film animasi kesukaan duo krucil. Apalagi kalau bukan Malaysia, negeri asal Upin & Ipin.

Bertemu kawan

Keinginan melancong ke sana semakin kuat setelah seorang produser asal Kuala Lumpur meminta saya mengerjakan proyek pembuatan lagu bersama-sama. Tahun 2012 kami mulai menggarap satu per satu lagu yang sedianya akan terbit dalam satu album. Dia menulis lirik dalam bahasa Inggris dan saya bertugas menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Sean, nama teman baru ini, sangat menyukai dan mengagumi kekayaan musik Indonesia. Tak heran bila dia bermimpi menjadi salah satu kreator untuk meramaikan industrinya.

sean-KL

Kopdar singkat di Kota Hujan

Kalau pelesiran ke Malaysia, tentulah agenda utama adalah mengunjungi Sean di KL. Tahun 2015 lalu Sean berkunjung ke Jakarta dan kami sempat kopdar di sebuah RM Padang saat saya masih tinggal di Bogor. Hmm, jadi kebayang lezatnya rendang dan gulainya! Pertemuan singkat itu sangat berkesan apalagi kami juga sempat bertukar hadiah sebelum berpisah. Nah, sudah selayaknya dong jika saya membalas kunjungannya pas ke Malaysia nanti.

Praktik bahasa

Sebagai konsekuensi perbedaan suku dan bangsa, wajar kalau kami jadi berbeda bahasa. Karena tak mungkin berbahasa Melayu, bahasa yang kami pilih saat bercakap-cakap adalah bahasa Inggris. Sean tampak sangat menguasai bahasa ini karena pernah kuliah di Australia. Saya bisa belajar banyak ekspresi orisinal dari setiap percakapan kami. Dan yang paling penting, saya bisa mempraktikkan bahasa Mandarin selama berada di Malaysia. Bukan rahasia lagi bahwa bahasa Cina juga banyak dipakai dalam interaksi sehari-hari di sana. Jadi rencana tahun 2006 lalu bisa dilampiaskan dengan sekali merengkuh dayung.

klook.png

Gambar dari klook dotcom

Rencananya, hari pertama setelah tiba di Malaysia saya sekeluarga langsung ketemu Sean—hitung-hitung melepas kerinduan. Untuk menghindari hal-hal unfaedah selama di sana, kami bisa menghabiskan waktu di Petronas Twin Tower yang terkenal itu. Ditemani guide yang tinggal di negara tujuan, perjalanan kami bakal hemat waktu dan biaya. Kok bisa? Jelas dong! Kalau informasinya akurat, maka tak perlu pakai nyasar atau bayar. Kan bisa nebeng mobil—dasar iriters, hehe!

Mampir ke Legoland

Puas praktik bahasa dan ketemu teman, enggak afdal kalau ke Malaysia tapi enggak mampir ke taman satu ini. Apalagi kalau bukan Legoland. Liburan ke Legoland Malaysia bakal jadi pengalaman mengesankan bagi duo Xi karena banyak wahana menyenangkan di sana. Bukan hanya menyenangkan tapi juga berbau petualangan. Di taman yang sudah kesohor di dunia ini kita bukan hanya bisa mencoba 70 wahana berbeda, tapi juga menyaksikan sejumlah landmark dalam versi miniatur yang dibangun dengan balok-balok LEGO,  seperti Menara Kembar Petronas, Merlion, dan Taj Mahal.

taj mahal

Gambar dari legoland.com.my

Lalu ada wahana yang memungkinkan kita berjuang melawan naga-naga terbang atau berlayar di atas kapal bajak laut guna mendapatkan harta karun. Wah, anak-anak bakalan senang banget nih! Dari pukul 10 pagi sampai 7 malam kami dijamin bakal bingung pilih wahana karena tersedia tujuh area utama di Legoland. Di area Beginning kita bisa beli banyak aksesori dan pernik khas Legoland sebagai oleh-oleh karena di sini disediakan kafe dan toko cendera mata. Masak sih udah pelesiran ke Malaysia enggak bawa buah tangan buah keluarga di tanah air, ya kan?

Salah satu wahana yang harus kami kunjungi adalah Land of Adventure’s Dino Island. Kami bisa mengajak anak-anak berpetualang ke masa lalu pada wahana Pharaoh’s Revenge dan Lost Kingdom Adventure. Selama ini duo Xi sudah sering meminjam buku tentang sejarah peradaban masa lalu dari perpustakaan daerah. Hasil baca mereka bakal klop dengan sensasi bermain ala petualangan masa kuno. Area wajib kunjung berikutnya tentu saja Lego City, yakni kota yang semuanya didesain dari balok lego khusus untuk anak-anak. Waaah … kebayang asyiknya!

jj

Gambar dari legoland.com.my

Biar liburan ke Legoland Malaysia makin nyaman, pastikan tiket sudah dipesan jauh-jauh hari ya BBC Mania! Tak perlu khawatir, ada Traveloka yang bisa diandalkan kok. Kita bisa pesan tiket sesuai kebutuhan secara online. Jadi praktis dan mudah kan? Tinggal buka aplikasi di smartphone atau akses di website Traveloka, pesan tiket beres deh. Sekadar catatan, proses masuk lokasi kadang bisa agak lama gara-gara E-ticket loading terbaca di ponsel. Sebagai antisipasi, terutama saat peak season, lebih baik kita juga mencetak tiket masuk demi kenyamanan saat memasuki Legoland.

tiket leg.png

Kalau masih ada waktu, nanti kami bisa singgah sejenak di water park yang buka dari jam 10 pagi sampai 6 sore, atau tutup 1 jam lebih awal dibanding theme park. Maklum, anak-anak mana sih yang enggak doyan main air?  Kalau enggak sempat, ya terpaksa main air di kolam hotel saja, hehe. Irit juga kan, tetep! Nah, soal tempat menginap jangan sampai terlupakan loh gaes. Kenyamanan selama berada di negeri orang juga ditentukan dari hotel tempat kita beristirahat.

Untuk keperluan akomodasi, tak perlu jauh-jauh. Traveloka lagi aja! Bukan hanya menampilkan daftar hotel dari rate terendah sampai tertinggi, Traveloka juga menghadirkan fitur bisa pay at hotel alias bisa bayar nanti pas check-in. Asyik banget kan; seumpama enggak jadi pergi pun enggak rugi-rugi amat karena belum bayar biaya menginap. Tinggal buka web atau app Traveloka, pilih tanggal dan lokasi—voila,  bebas deh tentukan hotel yang cocok di kantong!

hotel travelokapay at hotel

Duh, baru bayangain aja sudah hepi banget. Walau capek tapi mengasyikkan! Bisa ketemu teman dan praktik bahasa asing, jalan-jalan ke Menara Petronas dan pelesiran ke Legoland—lengkap! Perjalanan udara selama 2-3 jam rasanya terbayar lunas dengan berbagai wahana dan daya tarik Malaysia. Agar pulang pergi lancar, tiket pesawat jangan dianggap sepele, manteman! Kudu jauh-jauh hari biar dapat harga terbaik.

Beli tiket pesawat ya di Traveloka juga karena sudah terbukti enggak ribet, cepat, dan disertai pilihan hotel yang lengkap di seluruh Indonesia bahkan di dunia. Tiket pesawat ke mana saja ada, dan yang jelas pembayarannya mudah. Verifikasi pembayaran otomatis. Kita enggak perlu khawatir soal transportasi, jadi bisa fokus sama rencana liburan bersama keluarga.

tiket pesawat

Wah bentar lagi akhir tahun nih. Pastikan cuti masih ada dan dana mencukupi untuk segera pesan tiket pesawat, hotel, dan tempat wisata yang kita tuju. Seperti Legoland di Malaysia yang menjanjikan sensasi luar biasa. Liburan ke Legoland Malaysia memang tak biasa karena diselingi agenda pribadi yang sangat berkesan di hati, plus cari pengalaman unik praktik berbahasa Mandarin. Apakah ada di antara BBC Mania yang berencana berlibur dalam waktu dekat? Tak ada salahnya segera persiapkan semuanya mulai dari sekarang.

Off we go, ready to fly away ….

Advertisements

5 thoughts on “Liburan Ke Legoland, Melepas Kerinduan dan Mencari Pengalaman

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s