Hidup Kok Kalah Melulu!

Pernah tidak kita merasa terus-menerus dilanda kekalahan lalu merasa rendah diri, bahkan cenderung menyalahkan keadaan di sekeliling kita? Kalah dalam lomba, misalnya, hati lalu didera keperihan lantaran merasa apa yang kita lakukan ternyata jelek dan tidak punya kualitas yang layak menyabet hadiah yang kita incar — seolah kita orang paling bodoh dan tak berguna sedunia.

Kalah dalam urusan mendapatkan pasangan, hati pun remuk, hancur berkeping-keping seolah kita makhluk paling hina dan buruk rupa sejagat raya. Perasaan tercabik-cabik seakan diri tak punya arti dan ingin menghilang saja dari kerumunan manusia. Rasa sakit tak tertahankan sebagaimana yang pernah saya rasakan. Hidup teramat berat untuk dilanjutkan.

Kalah dalam prestasi atau pekerjaan, hati lalu menciut penuh kekerdilan sambil bertanya kenapa kita ada, seolah-olah kita tak punya fungsi selain hahdir sebagai objek penderita untuk dipecundangi dan selalu lemah—tak berdaya dalam kekalahan bertubi-tubi.

Kita lupa bahwa hidup bukanlah perlombaan soal menang dan kalah, tapi bagaimana memberdayakan yang kita punya meski oleh orang dipandang sebelah mata. Hidup adalah kompetisi untuk mengakumulasi kebaikan dan karya dengan atau tanpa penghargaan. Hidup adalah kesanggupan untuk terus berpijar walau dengan nyala paling lemah pada malam yang senyap.

Kadang-kadang yang menyakitkan dari sebuah kekalahan bukanlah kekalahan itu sendiri, melainkan perasaan diri yang merasa tidak berdaya oleh kekuatan lain yang belum bisa dikuasai. Yang paling berat adalah menyadari bahwa kita masih bodoh dan oleh karena butuh proses belajar lagi dan lagi.

Kalau kita merasa kalah, tentulah ilmu dan kecakapan masih terbatas, dan itu bisa diperbaiki, bukan sebaliknya jadi alasan untuk meremukkan diri. Menyadari kelemahan sekaligus menjaga energi positif adalah kunci untuk menciptakan kemenangan-kemenangan kecil di ruang-ruang yang mungkin malah mengharuskan kita jadi anonim: meraih kemenangan tanpa tepuk tangan atau apresiasi.

Pada tulisan lain, akan saya bahas apa saja manfaat kekalahan atau kegagalan. Apakah BBC Mania sering atau pernah merasa dikalahkan? Bagaimana perasaan saat itu?

10 Comments

  1. Saat kalah jd lebih introspeksi, apa yg kurang, dan lebih apresiasi dan belajar ke yg menang. Kekalahan justru menempa diri untuk lebih tangguh dan terus berjuang. Karena menang kalah hanyalah bonus, yg penting menikmati banyak pelajaran selama prosesnya hehehe

    Like

  2. Kalau aku misal belum beruntung menangin lomba (aku gk prnh nyebut kalah tpi belum beruntung😆) biasanya kecewa sih pasti mas. Tapi habis itu ngepoin para juara2.. instropeksi apa yg harus dibenahi..hehe

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s