Blog Gratisan Bisa Mendulang Uang Jutaan? Bisa Banget!

Blog gratisan mungkin sudah tak lagi populer pada saat ini. Blog gratisan mulai ditinggalkan karena beberapa alasan. Pertama, alamat url blog menjadi panjang sehingga mungkin sulit dihafal. Dalam kenyataan, memang ada blog berplatform WP atau blogger.com yang mengadopsi nama subdomain yang ribet sehingga sulit dicerna. Alaih-alih singkat atau unik, kombinasi huruf dan angka malah menyulitkan. Saya pernah menjumpainya. Alasan kedua kenapa blog gratisan mulai kehilangan penggemar adalah karena domain berbayar TLD (top level domain) harganya semakin terjangkau.

Alasan ketiga mengapa bloger ramai-ramai bermigrasi ke TLD adalah agar memiliki alamat blog yang lebih ringkas—apalagi jika menggunakan nama diri, maka kebanggaan akan terbangun dengan sendirinya. Terdengar lebih keren dan profesional walau konten tidak menjamin sekeren alamat blognya. Alasan berikutnya, semakin banyak peluang meraup uang dari blog dengan platform berbayar. Agency terus berburu blog-blog bermutu untuk mendukung kemajuan bisnis klien. Brand-brand bersaing bloger berkualitas untuk menjadi corong produk mereka.

Rahasia menaikkan DA

Namun keunggulan blog dengan TLD tidak selamanya digaransi. Di mata mesin pencarian, misalnya, blog dengan domain berbayar tidak selalu memuncaki deretan pencarian informasi. Seringkali blog-blog gratisan malah bertengger dengan jemawa di halaman-halaman awal Google karena memiliki struktur SEO yang terpelihara. Punya blog berdomain TLD bukan akhir perjalanan blogging, masih banyak PR yang mesti dikerjakan.

Sebut saja DA (Domain Authority) yang kini boleh dibilang menjadi primadona bagi employer saat membidik blog yang akan diajak bekerja sama. Kian besar skor DA sebuah blog, semakin besar pula peluang untuk dilirik brand atau agency untuk membangun digital presence produk mereka. Namun ingat, meningkatkan skor DA bukanlah tugas mudah. Konon, faktor utama agar DA kita terdongkrak naik adalah banyak backlink bermutu yang masuk ke blog kita. Dengan demikian, broken link mesti dibasmi agar blog kita sehat. Kinerja SEO juga wajib dipertahankan agar konten-konten kita disukai mesin pencarian.

Satu post ditawar 500 ribu rupiah

Awal Januari 2016 sebuah email menyapa saya. Berisi tawaran menulis review sebuah portal khusus menjual perabotan dengan desain unik. Blog yang saya kelola secara gratisan, waktu itu belum migrasi ke dotcom, mendapat tawaran secara mengejutkan karena fee yang dijanjikan adalah Rp500 ribu rupiah. Sebuah angka yang sangat besar bahkan untuk saat ini–apalagi mengingat blog saya masih menumpang di Wodpress.com.

Walaupun akhirnya tawaran itu melayang karena tak ada kejelasan tenggat, tetapi blog gratisan sebenarnya masih menjanjikan. Namun jika ada dana, tentu migrasi ke TLD jauh lebih menjanjikan dan membuka lebih banyak peluang. Lebih enak lagi, saya menyarankan agar tetap mengelola blog gratisan di samping blog berbayar sebagai media menyalurkan pengalaman kita apa adanya seperti blogging masa lalu. Atau merekam cerita yang mungkin tak cocok dipublikasikan di blog utama yang ber-TLD.

Menang lomba belasan juta

Saya pun masih merawat blog gratisan bernama BCC alias Blog Cuap-Cuap untuk mencatat hal-hal yang tak mungkin saya unggah di blog ini. Sedangkan Blog Seorang Pelupa (BSP) juga blog gratisan yang kadang saya manfaatkan untuk ikut lomba. Ternyata punya BSP sangat bermanfaat karena bisa saya gunakaan saat BBC sedang down bulan Maret lalu.

Waktu itu sedang ada lomba yang saya minati karena hadiahnya menggiurkan. Seenarnya lebih karena ada ide sih sehingga saya tulis di BSP. Alhamdulillah, rupanya blogpost itu keluar sebagai pemenang pertama, mengalahkan blog ber-TLD di urutan berikutnya. Hadiahnya memang bukan uang tunai, tapi jika diuangkan sangat besar kan?

Barangkali ada yang berminat membantu saya menguangkan voucher ini? Hehe…

20 Comments

    1. Oh tidak selalu, Kak. Memang ada penyelenggara yang mensyaratkan blog harus berdomain TLD, tapi ada juga kok yang bebas, yang penting kontennya bagus dan ada syarat minimal umur blog atau jumlah postingan.

      Like

    2. Mas Jarwadi itu biarpun blognya gratisan, tapi tulis-tulisannya selalu bermakna dan original.
      Kegratisan domain blog itu sebetulnya bukan sesuatu yang dipandang negatif kok, karena mutu blog itu tetap diprioritaskan dari kontennya.

      Liked by 1 person

  1. Waduuuh selamat ya Mas Belalang. Itu beneran mantul hadiahnya Mas, bisa buat modal makin produktif di dunia digital.

    Ternyata bisa juga ya blog non TLD menghasilkan. Dulu sebelum TLD, blog lama saya isinya curcolan hehehe.

    Liked by 1 person

    1. Iya kenyataan ternyata membuktikan demikian, Kak Maria. Blog curcolan malah langka sekarang karena kebanyakan isinya paid post yang sering kaku penulisannya. Makanya saya merawat blog WP yang gratisan juga hehe.

      Like

  2. Wah mantep mas menjadi energi positif untuk kita-kita terkadang suka males ikut lomba hehe

    Semoga ke depan lebih rajin hehe

    Ngomong-ngomong berarti voucher-nya nggak bisa cair ini hihihi

    Like

    1. Ayo, Mas, pilih lomba yang cocok dan diminati. Selain update blog, bisa berpeluang dapat rezeki. Ya sementara ini mau dijual saja karena lebih butuh yang cair-cair, hehe…

      Like

  3. Harus super sabar ya ini mah, ke-konsistenan untuk menulis setiap harinya juga sangat diperlukan oleh seorang blogger. Hehe..

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s