Frail: Masih tentang ISK

Kangmas Ben Huberman beberapa hari lalu menantang blogger WP buat menulis soal Frail. Menurut kamus yang menempel di ponsel lipat Samsung Citrus saya, frail berarti kondisi seseorang yang tidak sangat kuat atau sehat.

Membaca definisi itu, saya teringat saat ISK kambuh. Bila anyang-anyangan sudah menyerang, tidak hanya fisik yang capai. Batin pun turut merintih. Bolak-balik ke toilet bukan perkara mudah, Sob. Selain penat bersuci, aktivitas yang terganggu akan semakin membuyarkan konsentrasi.

Badan jadi letih, kadang panas seperti meriang, lalu hati ikutan panik, sedih, kadang meratap. Dalam kondisi begitu jiwa mudah koyak atau rendah diri. Merasa hopeless dan tidak berarti. Dalam kadar tertentu, perasaan itu berbahaya. Untunglah dulu punya murid-murid yang selalu bikin hari-hari penuh semangat.

Di sisi lain, kadang ragu saat kolega atau rekan sesama pengajar bertanya, “How are you doing, Sir?” Saya tak ingin memancing keprihatinan yang bisa merusak mood mereka dengan menjawab jujur, “I am not feeling okay. Something is terrible with my urination.” Akhirnya yang terucap adalah ekspresi yang sedikit difabrikasi, “Great. You?” Dengan demikian, semua orang akan semangat mengajar tanpa terpengaruh frail yang saya alami.

Advertisements

12 thoughts on “Frail: Masih tentang ISK

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s