Unfinished: Buku-buku yang Belum Selesai Dibaca

BUKU MENJADI klangenan tersendiri bagi saya. Menghibur diri, tenggelam dalam himpunan kata-kata dan cerita–fiksi maupun kisah nyata–memberi kekuatan, semangat, dan pengharapan akan banyak hal. Mengambil jarak sejenak dari hidup keseharian dan memandang hidup secara lebih optimis. Mempertegas komitmen sebagai manusia yang harus terus belajar dan bekembang. Namun membaca buku bisa tidak mudah tatkala kesibukan datang mendera. Memecah waktu … More Unfinished: Buku-buku yang Belum Selesai Dibaca

Pura-pura

Pura-pura berarti bukan sebenarnya. Pura-pura berarti keluar dari kungkungan sesuatu yang nyata menuju sesuatu atau kondisi yang dibuat seolah ada. Pura-pura adalah mengambil keputusan untuk menegasikan apa yang sudah ada, melawan dengan penyangkalan agar tercapai tujuan tertentu. Pura-pura berarti rekayasa. Pura-pura yang positif Pura-pura bisa didekati dengan dua cara–secara positif dan negatif. Pada pilihan pertama, kita biasanya bertindak sebagai manusia yang … More Pura-pura

Recharge: Disuntik Agar Memercik

“Aku pengin banget jadi penulis. Tapi aku enggak suka baca.” Begitu ujar seorang kakak tingkat belasan tahun yang lalu. Saya mendengus agak kesal. Betapa tidak, bermimpi hendak jadi penulis atau novelis, tapi minat baca rendah. Bagaimana mungkin? Bila otak tak diisi ilmu atau bacaan bermutu, maka pikiran akan mampet. Kalaupun lahir tulisan, mungkin akan berupa … More Recharge: Disuntik Agar Memercik

Radikal Itu Sip!

Secara umum, kata radikal menyiratkan kaitan dengan hal-hal mendasar, fundamental, atau yang menyangkut prinsip. Di ranah sosial atau politik, radikal kerap dipakai untuk menggambarkan perubahan yang progresif atau ekstrem. Di luar definisi tersebut, ternyata ada makna lain yang tersemat pada kata radikal, setidaknya dalam bahasa Inggris. Karena minat saya lebih besar pada bahasa, maka radical … More Radikal Itu Sip!

Perplexed: Yang Berpiutang Malah Tenang

Merespons tema daily post tanggal 14 September lalu, saya punya cerita unik bila tidak ingin disebut aneh. Perplexed, itulah perasaan yang menggelayuti selama setahun lebih. Kali pertama mengenal kata perplexed kira-kira sebelas tahun lalu dari sebuah buku berjudul A Guide for the Perplexed yang ditulis E. F. Schumacher. Sesuai judulnya, buku ini berisi penjelasan atau … More Perplexed: Yang Berpiutang Malah Tenang

Zing! Bernas Bogor 16 September

SUDAH SEBULAN sejak kami ngider nasi tanggal 17 Agustus silam, tepat di hari orang-orang akan merayakan Proklamasi dalam upacara bendera. Berkali-kali menyepakati hari untuk kembali menyisir Bogor dan berbagi nasi, sayang sekali jadwal dan kesibukan masing-masing belum ketemu di satu titik kompromi. Jumat 16 September 2016 menandai kembalinya Bogor Sawargi, entah sudah yang kali keberapa. … More Zing! Bernas Bogor 16 September

Kesuksesan yang Semakin Elusif

Apakah arti elusif? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menampilkannya dengan definisi sebagai berikut. Saya menduga, bahasa Indonesia mengadopsi kata elusif dari bahasa Inggris, yakni elusive. Kata sifat ini berasal dari kata kerja elude yang berarti gagal diraih, menghindar dari, atau mengelak. Kita simak definisinya dalam kamus Merriam-Webster.

Sandwhich: Tiga Pekerjaan Dalam Sehari

Mendengar kata sandwich, bukan makanan yang terbayang. Yang segera mencuat di pikiran adalah memori sewaktu masih tinggal di Semarang. Bagi saya kenangan manis ini sangat penting untuk terus diingat betapa hidup tidak selalu mudah sesuai yang kita harapkan penuh dengan keajaiban. Di Kota Lumpia itulah saya pernah bekerja pada tiga tempat secara bersamaan. Awalnya saya bekerja sebagai instruktur bahasa … More Sandwhich: Tiga Pekerjaan Dalam Sehari

Bagi-bagi Kue

Begitu mendegar kata cake, bukan kue ulang tahun atau deretan kue manis nan menggoda yang terbayang. Yang segera muncul dalam pikiran adalah bagi-bagi kue yang menjadi praktik umum di kalangan politisi. Sulit bagi saya pribadi untuk melihat kejernihan dan keseriusan tekad mereka untuk berjuang untuk negeri ini. Kalau pun ada, kelompok seperti ini tentu minoritas. Bagi-bagi … More Bagi-bagi Kue

Eclipse

berkaca pada lesatan cahaya sepi beribu pengalaman coba memapah langkah rembulan menjebak rindu jauh ke pondok hujan tapi ada sinar tiba-tiba mengiris pipi malam bayangan siapa, hoi, telah kutanam dengan dendam di setiap kota yang senantiasa cacat! betapa pantai suatu saat kembali mengering lalu menetes dari mata setiap orang doa-doa yang terus dipulangkan meski bumi … More Eclipse

Sok Pakar Berpotensi Makar

Dalam sebuah simposium atau diskusi panel, sejumlah pakar biasanya dihadirkan untuk menyampaikan pandangan atau komentar sesuai kepakaran mereka. Karena sudah pakar, maka ucapan atau pendapat para pembicara itu layak kita cerna dan perhatikan. Namun belakangan ini, seiring mencuatnya pamor berbagai media sosial di jagat maya, didukung dengan kebebasan berpendapat, muncullah begitu banyak pakar dadakan. Merekalah … More Sok Pakar Berpotensi Makar

Salah Kita Sendiri Kenapa Pilih Yang Kayak Begitu

Ingin kucolok matamu saat kau bilang kau tak pantas makan di Warteg alias Warung Tegal. Kau ini anggota dewan yang dipilih oleh rakyat dengan harapan besar untuk membantu mewujudkan kesejahteraan kami. Tapi ucapanmu ngawur seolah kau tak berpendidikan. Kau bilang anggaran untuk makan di luar tak cukup karena kalian tak mungkin makan di warteg. Bagaimana … More Salah Kita Sendiri Kenapa Pilih Yang Kayak Begitu

Weekly Photo Challenge: Frame

Saat membaca ide frame dalam foto, saya membayangkan dahan-dahan pohon ini sebagai bingkai yang memberi sekat bagi mata untuk menentukan sudut pandang. Dan memang betul, sudut pandang dalam berbagai hal kerap menentukan bagaimana kita menjalani hidup–apakah dengan waswas, kecemasan, ataukah kegembiraan. Perspektif yang kita gunakan untuk menelisik suatu persoalan akan menentukan apakah keindahan ataukah kegaduhan yang tampak. Sering kali kita mesti … More Weekly Photo Challenge: Frame