Plus Minus Rice Cooker yang Rusak

KETIKA NASI DALAM rice cooker mendadak basi, kami pun tergoda untuk saling menyalahkan. Siapa yang sudah memasaknya? Dengan air apa beras itu dimasak: air sumur bor atau air isi ulang? Mengapa nasi tak segera diamankan dalam kulkas setelah dicabut dari kontak listrik? Dan seterusnya.

Selidik punya selidik, ternyata ada yang salah dengan rice cooker kami. Suatu pagi tak lama setelah nasi matang, ada aroma terbakar merebak di ruangan. Begitu saya cek, jelaslah bahwa elemen pemanas rice cooker mengalami penurunan fungsi.

image

Alih-alih segera membawanya ke tukang reparasi atau membeli alat penanak otomatis yang baru, kami memilih gaya memasak tradisional. Tradisional di sini merujuk pada teknik menanak dalam dua tahap, yakni merebus beras hingga setengah matang lalu dilanjutkan ke pengukusan dalam dandang. Sumber energi tetap berasal dari kompor gas, bukan kayu bakar.

Kelebihan

Ada beberapa alasan mengapa kami betah menanak nasi dengan gaya demikian, seperti terlihat sebagai poin-poin plus sebagai berikut.

1. Mendayagunakan dandang

Poin pertama ini lebih cocok untuk saya pribadi. Setelah insiden rusaknya rice cooker, istri terpaksa harus memasak dengan cara lama. Masalahnya, menggantungkan sepenuhnya pada dia untuk urusan masak ternyata tidak ideal. Pekerjaan rumah dengan dua anak cowok rupanya berjibun seolah tak ada habisnya.

Kalau menunggu kesibukan istri beres baru memasak nasi, kadang saat dibutuhkan nasi ternyata belum matang karena terlambat dimasak. Di situlah saya terdorong untuk belajar dan bertanya padanya cara menanak gaya lama. Kalau masak pakai rice cooker sih gampang. Tinggal cuci bersih beras, colok ke listrik, tekan tombol on, tunggu deh. Nah, masak dengan dua fase sungguh sangat menantang. Dan saya senang banget akhirnya dapat ilmu baru berkat rusaknya rice cooker kami. Hore!

2. Lebih lezat dan sehat

Sisi positif memasak menggunakan dandang adalah rasa nasi yang matang menjadi jauh lebih lezat dan konon lebih sehat. Apalagi saya suka tambahkan beberapa helai daun pandan saat merebus, hmmm … harum! Mungkin benar bila nasi lebih sehat saat dimasak lewat pengukusan di dandang, lantaran memasak dalam rice cooker memiliki kematangan yang dipercepat. Tahu dong sesuatu yang instan tidak bagus untuk kesehatan.

3. Lebih hemat listrik

Memasak tanpa mengandalkan elemen pemanas dalam rice cooker berdampak positif pada pemakaian daya listrik. Jelas dong, alat listrik yang bisa memasak dengan cepat konon memang menyedot daya cukup besar. Setrika dan rice cooker, misalnya.

Memasak menggunakan dandang berarti memanfaatkan daya dari kompor gas. Bila dikalkulasi, nyala dari gas elpiji terbukti lebih hemat dibanding listrik prabayar yang belakangan baru saja naik. Selisih biaya listrik bisa dialihkan untuk beli paket data atau ditabung. Asyik kan?

Kekurangan

Namun ada beberapa kekurangan yang terasa betul setelah kami memilih cara memasak tanpa rice cooker. Meskipun kelemahan itu tetap bisa ditoleransi, namun perlu saya sebutkan di sini.

1. Tak bisa ditinggal

Seperti yang ibu saya pernah jelaskan, memasak dengan bantuan rice cooker memang lebih praktis. Ibu mengaku sangat terbantu bila ada penanak nasi listrik karena tinggal memasak nasi lalu tekan tombol on dan bisa ditinggal ke masjid pada waktu Subuh. Nah, memasak nasi dengan merebus dan mengukus sangatlah berbeda. Butuh ketelatenan dan kesabaran.

Saat merebus dalam panci, beras harus sesekali diaduk dan dicek kematangannya. Jangan sampai terjadi insiden buruk seperti yang saya alami. Dari lima kai memasak sendiri, dua di antaranya hangus saat direbus karena lupa, entah ditinggal menulis di laptop atau asyik mengobrol dengan istri. Untunglah nasi masih bisa diselamatkan dan dipindah ke dalam dandang. Pfuihh!

Ini kekurangan yang cukup ‘menantang’ sebab selama nasi belum matang dari dandang, kita mesti standby untuk memindahkan nasi ke dandang dan mematikan api saat nasi sudah matang. Berbeda dengan rice cooker yang telah memiliki fitur auto-off ketika beras sudah tanak.

2. Waktu lebih lama

Saat tiba di rumah dari bepergian lalu anak-anak mendadak minta makan, kami bisa segera menyiapkan nasi dengan rice cooker. Sekitar 20 menit nasi pun siap disantap tanpa harus ditunggui. Sedangkan memasak menggunakan teknik rebus dan kukus, kami butuh waktu yang lebih lama. Untuk mengukus saja minimal 30 menit, belum proses merebus sebelumnya. Dan tentunya tak bisa ditinggal ke mana-mana.

3. Nasi cepat dingin

Dalam rice cooker, nasi yang matang masih bisa bertahan hingga maksimal 12 jam. Dengan begitu, nasi bisa tetap hangat cukup lama meskipun tetap kurang menyehatkan bila terlalu sering dikonsumsi. Setelah batas waktu habis, rice cooker bisa dilepaskan dari kontak listrik dan tidak cepat basi hingga total 24 jam.

Sedangkan bila direbus dan dikukus, nasi mau tak mau harus dijauhkan dari api begitu nasi matang. Nasi bisa dikeluarkan dari dandang dan dipindahkan ke dalam wadah seperti bakul dan sebagainya. Akibatnya, nasi relatif cepat dingin dan mungkin basi bila tidak segera dimasukkan ke dalam kulkas begitu melewati masa kontak dengan udara.

Bagaimana dengan BBC Mania, suka memasak dengan cara yang mana? Share yuk.

Advertisements

8 thoughts on “Plus Minus Rice Cooker yang Rusak

  1. Masak dengan rice cooker biasanya, lebih praktis, apalagi buat sarapan anak yang mau sekolah. Masak pakai dandang saat mati lampu, rice cooker rusak atau saat masak beras merah. Karena nggak ada yang mau makan beras merah kecuali aku, terpaksa deh masak nasi putih di rice cooker dan masak beras merah pakai dandang. Nggak sering sih masak beras merah, banyak bolong-bolongnya karena meski masak sedikit tetap aja masaknya lamaaa pakai dandang 😀

    Like

    1. Kok ga pada doyan Mbak nasi merah? Kan enak. Alhamdulillah di rumah kalau nasi merah doyan juga, secara kami pemakan segala hehe. Berarti dobel dong kalau mau masak nasi merah.

      Like

  2. Kalo saya, masak sengaja dikit-dikit, biar nasi lekas habis. Kadang pake rice cooker, kadang pake dandang. Yang mana alat yang sedang siap pakai aja. Tapi, saat masak pakai rice cooker, setelah beras dicuci, pan saya panaskan di atas kompor dulu sampai mendidih. Tunggu beberapa saat, baru dipindahkan ke pemanas listriknya. Dengan begini, listrik lebih hemat, masak nasi pun lebih cepat.

    Like

  3. Selama puluhan tahun menikah saya caranya sih, beras diaron/ngaru terus dikukus di dandang. Rice cooker u darurat. Nah, berhubung tinggal dua-an aja sekarang, pakai rice cooker yg paling mini. Kalau ga habis masukkan lemari es…

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s