“Siapa pun presidennya, bagaimana pun kondisi pasar saham, saya tak pernah risau. Kenapa?”

attract

Jika selama ini BBC Mania telah berjuang susah payah untuk memeroleh uang, atau mengkhawatirkan pekerjaan dan masa depan, nah buku ini cocok banget buat disantap.

Buku ini ditulis oleh Joe Vitale, penulis banyak buku laris. Dalam buku ini Joe akan membantu siapa saja, tak peduli siapa kita dan dan di mana kita tinggal. Enggak peduli pendidikan atau latar pengalaman kita. Entah punya pekerjaan atau punya bisnis saat ini. Yang dia pedulikan adalah kita sebagai pembaca, tanpa perlu tahu hal-hal lain selain kesiapan kita untuk berubah.

Ada banyak buku dan kursus tentang cara membeli real estate, berinvestasi dalam saham, atau memulai sebuah bisnis. Masalahnya, semua itu mengandaikan bahwa kita sudah punya uang. Nah, bagaimana kalau kita belum atau tidak punya uang untuk berinvestasi? Bagaimana kalau kita betul-betul bokek? Bagaimana kalau kita ternyata tak yakin dengan apa yang harus kita perbuat dengan sedikit uang yang kita punya?

Joe menawarkan formula tujuh-langkah yang telah dibuktikan sendiri olehnya dan kini ia menjadi penulis miliarder. Formula ini dijamin bisa ampuh untuk siapa saja, termasuk kita. Joe mengisahkan sedikit masa lalunya yang suram. Pada pertengahan tahun 1970-an, dia hidup sebagai gelandangan. Tak punya mobil. Tak ada rumah. Tak punya uang. Tak punya pekerjaan. Tak ada makanan. Tak punya teman. Tak punya harapan. Pokoknya sangat miskin.

Di akhir tahun 1970-an sampai awal 1980-an dia hidup melarat banget. Tinggal di sebuah kamar kos yang toiletnya hanya berada di balik tirai di ruang tamu. Dengan tarif 200 dolar per bulan, ia susah payah untuk bisa membayar uang sewanya. Ia bahkan sempat bertahan hidup dengan tidur di bangku gereja, di tangga kantor pos, atau di terminal bus.

Namun kini dia menjadi penulis lusinan buku, muncul di acara televisi nasional, termasuk Larry King Live, muncul di banyak film, seperti The Secret dan The Compass, dan punya banyak program audio, kursus rumahan, serta program Miracles Coaching yang terkenal seantero jagad.

Dia punya mobil keren, gitar, dan koleksi buku. Juga bisa menyumbang ribuan dolar untuk melengkapi hidup orang-orang asing, memulai sebuah gerakan bernama Operasi YES dengan tujuan menghapuskan gelandangan, dan bekerja dengan banyak kelompok dari seluruh dunia untuk memberantas kemiskinan.

Seluruh tabungan amblas

Joe Vitale lahir dan dibesarkan di Ohio. Dia sempat bekerja kasar sebagai pekerja pemasang rel kereta api sepanjang hari, bahkan di akhir pekan. Sejak lama ia ingin menjadi penulis. Terdorong keinginan mengubah nasib, ia pun pergi ke Dallas. Dengan iming-iming gaji besar, Joe kemudian tertarik melamar di perusahaan gas lepas pantai. Semua uang simpanannya sebesar 1.000 dolar ia serahkan kepada perusahaan tersebut karena dijanjikan pekerjaan lepas pantai di luar negeri dua minggu setelah itu.

Kira-kira seminggu kemudian kantor perusahaan itu ternyata tutup lalu bangkrut. Joe tenggelam dalam kesendirian, bokek dan bingung—sementara ia tak mau pulang ke Ohio dalam kondisi begitu walaupun keluarganya akan terbuka menerimanya kembali. Ia bertekad untuk bisa survive di kota itu.

Joe bisa berhenti sebagai gelandangan dan keluar dari kemiskinan dengan cara terus memperbaiki diri—membaca buku-buku self-help, mengambil tindakan, kerja serabutan namun tetap fokus pada visinya: suatu hari menjadi penulis buku yang membantu orang agar bahagia dan terinpsirasi. Joe berpesan bahwa kita harus fokus pada mimpi dan menceritakannya kepada orang lain. Sebab peluang ada di depan mata kita, kapan saja.

David membuka restoran sendiri

Salah satu contohnya, David. Dia bekerja di bidang konstruksi bangunan namun passion-nya di bidang kuliner karena ia sebelumnya seorang chef. Dia harus punya 200.000 dolar agar bisa membuka restoran sendiri. Joe meminta David agar fokus pada mimpinya. Beberapa bulan kemudian, David akhirnya berhasil membuka restoran milik dia sendiri. Salah seorang klien yang menerima jasa konstruksinya menawari David untuk memperbaiki gedung yang sebelumnya adalah sebuah restoran bangkrut. David menerima tawaran itu dan berhasil membuka restoran sendiri tanpa biaya sewa untuk tahun pertama dan mendapat diskon yang cukup besar untuk sewa dua tahun berikutnya.

Joe mengingatkan bahwa peluang ada di mana pun, kapan pun, bahkan di saat krisis ekonomi terjadi. Langkah awal untuk menarik uang adalah sikap kita untuk bersedia menerima diri kita bahwa kita layak mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita berhak sukses dan kita bisa. Adanya pemikiran umum bahwa “Uang adalah akar segala kejahatan” turut menjadi penyebab mengapa kita tak mampu menarik uang.

Perlu diingat bahwa uang bukan sumber masalah, melainkan CINTA berlebihan kepada uanglah yang menyebabkan malapetakan. Orang kaya tidak menyukai uang, tetapi menyukai kebebasan yang tercipta berkat adanya uang. Ini dua hal yang berbeda. Kesalahan cara berpikir tentang uang kerap menghambat kita dari kepemilikan uang.

Berbagi dengan tulus: kisah anak yang terkena stroke

Jangan ragu untuk menceritakan mimpi atau obsesi kita asalkan itu positif. Jangan takut ide kita akan dicuri atau ditiru oleh orang lain. Begitu gagasan usaha kita beritahukan kepada orang, semesta justru bergerak untuk memudahkannya. Asalkan kita juga tidak pelit dalam berbagi, terutama dalam hal uang. Joe sendiri telah membuktikan betapa memberi tanpa pamrih telah mengganjarnya limpahan dolar.

Suatu kali dia mendengar kabar dari temannya tentang seorang anak yang menderita stroke. Anak ini butuh uang untuk terapi. Joe lalu mengirimkan 1.000 dolar untuk Kirk, anak itu. Rasanya sungguh luar biasa. Setelah merasa bahagia karena bisa membantu, Joe lalu bertanya kepada ibu Kirk apa lagi yang mereka perlukan.

Ternyata Kirk butuh alat yang bisa membantunya berlatih berjalan. Harganya cukup besar: 15.000 dolar. Joe lantas mengajak para pembaca blognya untuk mau menyumbang. Sayangnya, uang yang terkumpul jauh dari harapan. “Kok tak ada yang mau bantu ya?” tanya Joe. Lalu dia menyindir dirinya sendiri, “Lah kenapa bukan kamu sendiri aja yang nyumbang?” Kemudian ia menulis cek senilai 15.000 dolar untuk dikirim kepada ibu Kirk.

Rasanya sungguh luar biasa setelah membantu orang yang tidak ia kenal untuk membeli alat yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Tapi rasanya sangat dahsyat! Hari itu juga ia mendapat kiriman cek senilai 35.000 dolar tanpa ia sangka. Pada hari lainnya untuk kejadian lain Joe menerima imbalan yang besar setelah memberi. Penerbit dari Jepang ingin membeli hak terjemahan bukunya Spiritual Marketing dan pada saat yang sama ia juga diminta untuk menulis bersama penulis lain yang mengganjarnya berlipat-lipat.

joe

Kata Joe dalam buku ini, “Banyak orang bingung bila ada perubahan. Siapa pun presidennya, bagaimana pun kondisi pasar saham, saya tak pernah risau. Mengapa? Karena saya sudah tahu cara menarik uang.” Joe juga menyinggung Think and Grow Rich ala Napolen Hill.

Buku yang inspiratif dan cocok bahkan dibaca berkali-kali. Mau uang, BBC Mania?

Advertisements

2 thoughts on ““Siapa pun presidennya, bagaimana pun kondisi pasar saham, saya tak pernah risau. Kenapa?”

  1. Wah, kurang tahu Mas apa sudah ada versi bahasa Indonesianya di toko buku kita. Dulu saya dapat ebook gratis dari penulisnya dan pernah saya ajukan ke sebuah penerbit tapi belum ada jawaban.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s