Ini 5 Alasan Perpustakaan Jadi Tempat Asyik Tuntaskan Pekerjaan

Salah satu kelebihan bekerja sebagai fulltime blogger adalah fleksibilitas waktu dalam menuntaskan setiap tenggat (deadline). Jika dulu saat masih jadi pegawai saya mesti bertahan di kantor selama sekian jam dan tak boleh ke mana-mana jika tak mau kena sanksi, maka menjadi bloger penuh waktu tak ada ruang yang mengikat gerak. Batasan waktu berupa tenggat tetap ada, namun bisa dikerjakan nyaris di mana saja asalkan terdapat akses Internet yang memadai.    

Sejak memutuskan jadi bloger sebagai kanal pendulang rezeki, laptop menjadi senjata utama dalam bekerja. Saya pilih laptop alih-alih desktop karena laptop lebih praktis untuk dibawa ke mana-mana. Portabilitas laptop memungkinkan saya bekerja di mana pun: di serambi masjid, di taman, di rumah adik saat mengunjungi ibu, bahkan sewaktu menekuni pekerjaan lain. Untuk yang terakhir misalnya saat diundang meliput suatu event yang mengharuskan menginap beberapa hari, saya bisa membawa laptop dan merampungkan pekerjaan menulis pada malam hari ketika tak ada agenda.

Ketika pindah ke Lamongan, selain di rumah dan gazebo mini di depan rumah, saya terbiasa bekerja di perpustakaan daerah. Meskipun tidak mewah dan eksklusif seperti perpustakaan-perpustakaan yang ada di kota besar, tetapi perpustakaan di kota Lamongan lumayan dijadikan sebagai tempat bekerja saat bekerja di rumah terasa bosan dan monoton. Setidaknya ada 5 alasan mengapa saya suka bekerja di perpustakaan.

1 – Atmosfer mendukung

Yang paling utama kenapa bekerja di perpustakaan terasa nyaman adalah suasananya yang kondusif sehingga proses menulis bisa berjalan dengan lancar. Kita tahu bahwa perpustakaan adalah tempat orang mencari buku dan membacanya—baik untuk kepentingan tugas sekolah/kuliah maupun sebagai sarana relaksasi belaka. Situasi yang relatif tenang, dikelilingi rak-rak penuh buku, entah kenapa bisa melecut pergerakan ide dengan leluasa. Beberapa artikel lomba pun pernah saya garap di perpustakaan.

2 – Ruangan sejuk

Cuaca Lamongan yang cenderung panas tak ayal menciptakan hawa sumuk atau gerah. Bekerja di rumah mau tak mau harus ditemani dengan semilir angin dari kipas listrik karena rumah kami belum dilengkapi dengan alat pendingin ruangan atau AC. Kadang serbasalah kalau bekerja di rumah: kipas dimatikan, hawa ruangan panas, tapi kalau kipas dinyalakan—badan lama-lama terasa tidak enak dan waswas kena masuk angin. Nah, menulis di perpustakaan yang telah dilengkapi dengan AC adalah solusi jitu agar tenggat terpenuhi dengan tepat berkat suasana bekerja yang nyaman. Kesejukan ruangan membantu konsentrasi dalam menulis.

3 – Banyak buku bacaan

Perpustakaan menjadi tempat bekerja favorit karena di sana saya mudah mendapatkan buku-buku atau sumber bacaan untuk mendukung isi tulisan. Di rumah memang ada ratusan buku, tetapi tak semua judul memadai untuk mendukung materi yang akan ditulis. Belum lagi kalau butuh foto pendukung bernuansa buku atau pustaka, maka ruangan besar di perpustakaan sangat cocok untuk diabadikan. Saya ingat, salah satu foto saya di perpustakaan ini dipakai oleh media lokal untuk mendukung hasil wawancara kami tentang blogging pekan lalu.

4 – Akses Internet gratis

Abad digital tentu tak terpisahkan dari akses ke jaringan dunia global. Apalagi kalau bukan melalui Internet. Perpustakaan daerah menyediakan wifi yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh para pengunjung yang datang. Selain beberapa unit komputer desktop yang bisa diakses kapan saja, jaringan Internet juga bisa kita nikmati langsung di laptop dan ponsel genggam kita. Asyiknya, wifi di perpustakaan kami bisa dipakai tanpa harus memasukkan kata kunci atau password tertentu. Cukup login ke portal Telkom dan menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Untuk mengunduh atau mengunggah file berukuran besar, cocok sekali mengandalkan Internet di perpustakaan daerah Lamongan.

5 – Ajarkan anak cinta buku

Berkunjung ke perpustakaan secara rutin—entah untuk membaca atau menuntaskan tulisan—berdampak sangat positif pada anak-anak. Kehadiran kami di sana selalu membawa aura positif bagi mereka karena mereka jadi suka membaca dan meminjam buku pilihan untuk dibawa pulang. berada di antara kepungan beraneka buku membuat anak-anak bebas memilih judul yang disukai lalu dibaca di tempat. Punya kartu sendiri bikin mereka semakin bersemangat meminjam lagi dan lagi.

Opsi alternatif untuk merampungkan pekerjaan di kota kecil selain di rumah sejauh ini ya perpustakaan daerah. Harap maklum, belum ada co-working space atau kafe yang memadai kenyamanannya untuk dijadikan tempat bekerja. Banyak warung kopi yang menawarkan wifi gratis, tetapi suasana kurang kondusif karena cenderung ramai dan penuh kepulan asap rokok yang membuat saya justru pengap.

Bagaimana dengan BBC Mania, selain di rumah atau di kantor, apakah punya tempat bekerja lainnya?  

Advertisements

2 thoughts on “Ini 5 Alasan Perpustakaan Jadi Tempat Asyik Tuntaskan Pekerjaan

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s