Melejitkan Minat Baca Anak Lewat Aplikasi Let’s Read yang Memikat

“Menyenangkan sekali ya, Yah, bisa dapat royalti!” ujar Rumi ketika saya bercerita tentang penulis yang komiknya baru saja tuntas ia baca. Komik asli Indonesia itu memang sedang tren dan punya karakter yang lucu, baik dari penampilan maupun penceritaan. Dua judul yang ia baca terakhir adalah seri perjalanan ke Thailand dan Labuan Bajo-Flores yang dituturkan lewat karakter komik nan menggemaskan itu.

“Tentu saja enak, Mas. Selain menyebarkan informasi, penulis juga bisa tambah tabungan. Yang paling asyik, jadi penulis bisa tambah teman loh!” ujar saya tak kalah bersemangat.

“Nanti teman-teman sekolah dan sepupu kita pada bangga dong Dek kalau aku jadi penulis!” pekik Rumi kepada Bumi adiknya di saung depan rumah sambil membaca buku. Adiknya yang lebih suka menggambar kendaraan berat mengangguk dengan mata mengerjap.

Itulah salah satu percakapan saya dengan anak-anak suatu petang. Rumi dan Bumi memang keranjingan membaca buku sejak mereka bisa membaca. Rumi sudah bisa membaca saat ia TKA sedangkan Bumi bisa membaca saat berusia TKB. Karena di rumah banyak buku, maka mereka tergerak untuk bisa membaca. Apalagi kami lelah kalau harus selalu membacakan buku lantaran tak bisa mengerjakan tugas lain.

Keranjingan membaca

Buku yang mereka baca biasanya berupa ensiklopedia anak, komik, buku sains bergambar, atau buku cerita anak yang didominasi gambar-gambar menawan. Dua komik yang kami belikan secara daring beberapa pekan lalu langsung dilahap sampai 5x sehari pada hari yang sama ketika komik itu tiba. Diulang baca begitu seterusnya pada hari-hari berikutnya, terutama dibaca santai di gazebo mini di teras rumah. Dari situlah tercetus keinginan Rumi untuk memiliki buku dengan cerita dan gambar yang ia buat sendiri.

Fakta memang membuktikan bahwa penulis buku laris bisa meraup royalti yang sangat besar berkat tangan dingin mereka. Sebut saja Dee Lestari, Tere Liye, Andrea Hirata, dan masih banyak lainnya. Namun untuk bisa menjadi penulis andal, dibutuhkan proses panjang menjadi pembaca yang jempolan. Maka minat baca anak perlu dipupuk sejak usia belia kalau mereka ingin sukses menjadi penulis, seperti yang dicita-citakan Rumi. 

Meski sadar bahwa peningkatan kualitas hidup bisa dicapai salah satunya dengan membaca buku, tapi nyatanya bukan perkara mudah membuat anak-anak keranjingan membaca. Setidaknya demikian yang sering kami dengar dari beberapa teman yang berjuang menumbuhkan minat baca pada anak mereka. Menurut pengalaman kami sekeluarga, sebelum menginginkan anak doyan baca, kita perlu pahami sejumlah alasan kenapa mereka enggan membaca.  

Penyebab anak tak suka baca

Mengapa anak tak suka membaca adalah pertanyaan yang sering diajukan orangtua lantaran mereka merasa sudah membelikan banyak buku untuk anak tetapi anak tak terlihat menikmati bacaan, bahkan menyentuh buku pun tidak. Orangtua pun kelimpungan mencari cara agar anak-anak ketagihan membaca.

1 | Tema tidak menarik

Setiap anak punya preferensi unik dan minat spesifik terhadap sesuatu yang sangat mungkin berbeda dari anak lainnya. Anak tak mau membaca buku boleh jadi karena tema atau isi buku tidak menarik perhatiannya. Seorang anak penggemar robot, misalnya, mungkin akan sulit menyukai buku-buku sains dengan muatan istilah teknis yang banyak dan membosankan. Kecil kemungkinan ia akan menikmati bacaan berbau fantasi padahal ia menyukai sains dan botani, misalnya. 

2 | Didominasi teks

Lazimnya anak-anak, mereka cenderung menikmati buku dari sisi visual. Mereka mudah terpikat oleh halaman-halaman buku berisi gambar atau ilustrasi atraktif dengan warna-warni yang dinamis. Tak heran jika buku untuk segmen pembaca anak-anak sering atau bahkan selalu ditawarkan dengan gambar atau foto menawan demi mendorong agar imajinasi mereka bisa hidup. Buku dengan teks yang dominan, dengan demikian, sulit memikat hati mereka.

3 | Bahasa rumit

Kemungkinan ketiga anak tak suka membaca buku adalah karena materi buku disampaikan dalam bahasa yang terlalu rumit sehingga sulit mereka pahami. Menulis buku anak jelas bukan tugas yang mudah. Sejumlah buku yang beredar di pasaran tak jarang ditulis dalam kalimat-kalimat panjang bersifat menggurui dengan bahasa yang akrab bagi anak-anak. Kata-kata tidak diperhatikan dengan selektif padahal segmen pembacanya anak-anak.

4 | Butuh pendampingan

Ada anak yang merasa lebih nyaman dan menikmati proses membaca saat orangtua atau orang dewasa mendampingi mereka. Entah orangtua membaca buku yang sama atau membaca buku lain di dekat anak, kehadiran mereka menciptakan sugesti positif bahwa kegiatan anak direstui. Mereka merasa nyaman karena bisa bertanya apa pun jika menemui kesulitan. Kendati Rumi dan Bumi sudah terbiasa membaca banyak buku anak, sesekali mereka tetap minta kami bercerita atau membaca bersama terutama jika buku-bukunya berbahasa Inggris.

5 | Butuh model

Penyebab terakhir anak enggan membaca adalah ketiadaan teladan dari orangtua sebagai model yang bisa mereka contoh. Anak mungkin bisa membaca, tapi tak ada jaminan akan keranjingan membaca jika orangtua tidak menunjukkan minat yang sama. Mereka butuh lingkungan kondusif untuk mendukung kebiasaan positif. Agak mustahil anak akan larut dalam bacaan bila orangtuanya lebih sering asyik mengakses ponsel pintar (smartphone) daripada menikmati bacaan, apalagi mendampingi si anak membaca.

Kisah keluarga besar Helvy Tiana Rosa selalu jadi inspirasi kami sekeluarga. Abdurrahman Faiz yang pandai menulis puisi adalah anak yang tumbuh dalam iklim keluarga yang sadar literasi. Faiz suka membaca karena selalu melihat kedua orangtuanya menenteng buku, terutama di lingkungan rumah. Pengalaman itu terlihat keren bagi Faiz dan menjadi impresi positif yang mendorongnya mengikuti jejak kedua orangtuanya untuk suka membaca dan mencintai literasi. Budaya membaca telah menjadi identitas mereka.

6 | Membaca dianggap percuma

Tak sedikit anak-anak merasa aktivitas membaca tak ada gunanya. Ini pola pikir wajar yang mesti direspons dengan bijak. Pikiran mereka boleh jadi masih terkooptasi oleh kenikmatan atau kegembiraan yang instan. Menonton video dengan gambar bergerak rasanya lebih menghibur ketimbang menelusuri bacaan walaupun bergambar. Belum lagi bermain game di gawai. Namun perlu dijelaskan bahwa manfaat membaca buku ternyata sangat banyak, bahwa membaca menyenangkan itu mungkin diwujudkan.

10 manfaat membaca

Sebelum membahas cara atau kiat-kiat menumbuhkan minat baca pada anak, ada baiknya kita memahami apa saja manfaat membaca bagi anak. Hal ini akan memercikkan semangat, baik bagi orangtua maupun anak, untuk membangun reading habit yang mumpuni. Sembilan manfaat berikut akan membuncahkan harapan dari bacaan yang kita tawarkan kepada anak-anak.

1 – Menambah kosakata | Membaca buku secara otomatis akan menambah koleksi kata-kata untuk anak. Bertambahnya kosakata bukan hanya berguna untuk membantu mereka menyusun kalimat baru secara kreatif dan variatif, baik untuk tugas sekolah ataupun menulis buku. Perbendaharaan kata yang banyak juga akan memberi pilihan yang luas dan luwes bagi mereka untuk mengekspresikan diri secara tepat menurut makna yang sesuai emosi.

2 – Belajar hal baru | Dengan membaca, anak akan mempelajari dunia sekitar dunia mereka, tentang benda-benda dan fenomena yang kerap mereka temui. Membaca memungkinkan mereka mengenal dan memahami lingkungan tempat mereka hidup, tentu lewat sudut pandang mereka. Berkat membaca buku, mereka juga menghimpun banyak informasi tentang berbagai hal terutama bidang yang mereka sukai.

3 – Meningkatkan kepercayaan diri | Bertambahnya informasi atau pengetahuan akan membuat mereka percaya diri dalam pergaulan, baik saat berinteraksi dengan teman di sekolah atau lingkaran sosial yang lebih luas. Berbekal pengetahuan yang luas, mereka punya akses untuk mengembangkan diri ketimbang mereka yang tidak gemar membaca.

4 – Menyehatkan otak | Membaca buku dapat melatih otak untuk terus bekerja karena membaca melibatkan aktivitas kompleks bagi otak; membaca juga bisa memperkuat koneksi otak serta membangun koneksi baru yang sangat penting untuk peremajaan otak.

Otak bekerja aktif saat kita membaca. (sumber gambar: medicalnewstoday dotcom)

Gregory Berns, seorang ahli neurosains dan direktur Emory’s Center for Neuropolicy, membuktikan lewat penelitiannya yang dimuat di Jurnal Brain Connectivity bahwamembaca novel ternyata mampu meningkatkan konektivitas di bagian korteks temporal kiri, yakni bagian otak yang bertugas memproses bahasa. Lebih lanjut ia menuturkan bahwa membaca novel favorit dapat berdampak jangka panjang dan positif terhadap kesehatan otak kita.

5 – Meningkatkan konsentrasi | Dibutuhkan fokus saat anak membaca; dengan sendirinya mereka terus berproses untuk meningkatkan konsentrasi agar bisa mengikuti alur cerita atau kemauan teks yang dibaca. Bahkan buku bergambar dengan keterangan pun menuntut konsentrasi agar bisa dipahami.

6 – Sarana hiburan | Sebagaimana bermain aneka game, membaca buku bisa menjadi sarana hiburan bagi anak. Mereka bisa terhibur dengan menelusuri gambar-gambar, apalagi jika menampilkan pengalaman baru seperti kota-kota asing seperti yang Rumi dan Bumi nikmati saat membaca komik wisata. Di era pandemi seperti saat ini, membaca buku bisa jadi wahana rekreasi yang murah tapi bermakna.

7 – Membangun imajinasi | Ketika membaca, anak belajar memahami isi dengan membayangkan keadaan sesungguhnya. Mereka belajar menerjemahkan deskripsi yang tertuang dalam cerita untuk bisa dirasakan.

8 – Meningkatkan empati | Begitu imajinasi terbangun, empati bisa diasah melalui cerita yang dibaca. Anak-anak menghadapi berbagai skema kondisi seolah-olah diri mereka sendiri mengalaminya. Dari sana mereka perlahan mengasah kepekaan dengan mengaitkan pada pengalaman pribadinya.

Terus membaca untuk mengasah kepekaan rasa

Menurut studi yang dilakukan David Comer Kidd dan Emanuele Castano, membaca karya fiksi rupanya bisa mendorong terciptanya apa yang disebut “theory of mind.” Theory of mind yaitu kemampuan memahami kondisi mental, keyakinan, keinginan, dan pemikiran orang lain yang berbeda-beda. Hal ini menjadi keterampilan penting sebagai bekal menghadapi hubungan sosial yang kompleks.

9 – Membangun daya analitis | Aktivitas membaca juga dapat mendorong anak untuk membentuk daya analitis yang bagus. Cerita-cerita tertentu yang dituturkan dengan menarik akan membantu mereka berpikir analitis seperti tokoh yang terlibat dalam cerita. Ragam bacaan yang berbeda akan semakin memperkaya wawasan mereka sehinga problem solving skill bisa terbangun.

kiat menumbuhkan minat baca pada anak

Setelah mengetahui manfaat membaca yang ternyata banyak dan sangat krusial, kita perlu menerapkan dan mengembangkan cara atau kiat-kiat menumbuhkan minat baca pada anak. Membelikan aneka judul buku memang langkah yang baik, tapi belum cukup. Maka lebih baik lagi jika dibarengi dengan langkah-langkah berikut ini.

1 | Jelaskan manfaat

Langkah awal untuk memancing agar anak-anak doyan membaca adalah dengan menjelaskan apa saja manfaat yang bisa mereka dapatkan dari membaca. Selami sepuluh manfaat membaca di atas bersama anak agar mereka tergerak memulai membaca dan akhirnya menikmati aktivitas itu.

2 | Beri contoh

Sebagaimana saya sebut di awal, salah satu faktor kenapa anak tak tergerak membaca bisa jadi lantaran orangtua tidak menunjukkan contoh serupa. Jika orangtua memberi teladan sebagai pribadi yang menggemari buku, maka anak akan mendapat afirmasi positif dan lambat laun menirunya.

3 | Bantu pilih bacaan

Karena usianya masih belia, anak-anak perlu dibantu dalam memilih judul yang akan dibaca oleh mereka. Genre bisa dijajaki dari preferensi yang ditunjukkan oleh anak. pada tahap ini orangtua juga bisa meneliti isi buku secara selektif sehingga anak membaca materi yang benar-benar tepat dan sesuai usia mereka.

4 | Manfaatkan teknologi

Gunakan teknologi untuk meningkatkan kesadaran literasi.

Sebagai digital natives, anak-anak generasi Z sangat akrab dengan teknologi. Aplikasi pada gawai seperti smartphone dan tablet bisa kita manfaatkan untuk mengenalkan dan mendorong anak agar keranjingan membaca. Membaca buku cetak boleh jadi tak tergantikan karena menawarkan kenikmatan tersendiri. Namun memanfaatkan teknologi dalam bentuk aplikasi akan sangat memanjakan mereka karena lebih praktis dan portabel.

Alasan menggunakan Let’s Read

Salah satu aplikasi yang andal dan recommended adalah Let’s Read. Seperti nama yang disandangnya, Let’s Read memang mengajak anak-anak agar mau membaca dengan penuh kegembiraan. Beberapa alasan berikut menjadikan aplikasi ini sebagai aplikasi baca buku yang wajib diinstal di gawai setiap keluarga di Indonesia.

Sejumlah keunggulan aplikasi Lets Read

Gratis: Bisa diunduh tanpa perlu bayar sepeser pun selain koneksi Internet yang kita pakai. Jika ada jaringan WiFi, kita malah bisa mengunduh cerita terlebih dahulu untuk dibaca nanti secara daring. Lebih hemat dan nyaman kan?

Ringan: Instalasi aplikasi tak menyedot ruang memori internal gawai sehingga tak perlu mengkhawatirkan terhapusnya aplikasi penting lainnya. Tak perlu ganti ponsel atau tablet baru, cukup berdayakan perangkat yang sudah ada demi menunjang peningkatan literasi anak.

Aplikasi Let’s Read ringan dan responsif, nyaman diakses.

Responsif: aplikasi berjalan lancar dan gegas tanpa hambatan, sangat tepat buat pasar anak karena mereka sering tak sabar kalau aplikasi lambat saat dibuka. Respons Lets Read sangat bisa diandalkan.

Atraktif: ilustrasi yang ditampilkan sangat bagus dengan teknik dan warna yang memikat. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun akan menyukainya. Gambar-gambar menawan ini akan membantu membangkitkan imajinasi anak agar lebih hidup sehingga lebih mudah menangkap pesan yang dikehendaki cerita.

Ilustrasi yang ditampilkan sangat bagus, baik dari guratan maupun warna

Multilingual: memudahkan anak untuk belajar bahasa asing seperti Inggris atau mempertajam kemampuan berbahasa daerah setempat, atau setidaknya mengenal bahasa unik dari negara lain. Bisa jadi sarana tepat untuk memperkaya khazanah linguistik. Setidaknya ada 40-an bahasa yang bisa dipilih anak-anak dalam aplikasi ini.

Variatif: cerita beragam dari berbagai negara di Asia. Serasa berpetualang ke negeri-negeri asing tanpa meninggalkan rumah. Keragaman cerita akan membuat mereka betah mengakses aplikasi dan melecut mereka untuk membentuk budaya membaca sebagai bagian dari kepribadian mereka.

Cerita dari berbagai negara akan menarikminat anak.

Edukatif: cerita-cerita mengandung ajaran moral dan pesan sosial yang kuat penuh edukasi sekaligus hiburan agar anak belajar banyak terutama menghargai cerita-cerita lokal yang selama ini hidup di kampung halaman atau lingkungan mereka.

Simpel dan lengkap: fitur-fitur tersaji sederhana tapi lengkap. Tak butuh lama untuk menggunakannya; sangat praktis, serta gampang dioperasikan oleh anak-anak. Sebut saja pilihan level bacaan yang bisa diperhitungkan sendiri oleh anak. Lalu ukuran dan model tampilan teks juga bisa disesuaikan saat dibaca cerita. Bukan cuma itu, karena masih ada pilihan tags untuk memilih jenis bacaan apakah bernuansa superhero, petualangan, kisah binatang, critical thinking, dan masih banyak lagi.

Selain perubahan bahasa yang bisa dilakukan dengan instan, opsi mengunduh untuk dibaca dalam mode offline adalah keunggulan aplikasi ini.

Buku digital yang sudah diunduh dan siap dibaca walaupun tanpa koneksi Internet.

Tepercaya: inisiatif ini dikembangkan oleh The Asia Foundation, lembaga yang telah puluhan tahun berkiprah dalam peningkatan pendidikan di seluruh Asia. Saya mengenal The Asia Foundation kali pertama di bangku kuliah ketika rajin menyambangi perpustakaan kampus yang buku-buku bagusnya banyak disumbang oleh lembaga ini. Lembaga tepercaya tentu hanya menyajikan cerita yang bermutu tinggi.

5 | Dampingi

Meluangkan waktu untuk menemani anak membaca sangat bermanfaat untuk pertumbuhan mereka. Para dokter di Cleveland Clinic menyarankan agar orangtua membaca bersama anak sedini mungkin. Membaca bersama akan membangun hubungan hangat dan membahagiakan, terutama meningkatkan kecintaan anak pada buku sehingga mereka akan tetap mau membaca saat dewasa. Entah reading aloud atau storytelling, komunikasi bisa berlangsung dua arah dan sangat positif untuk membangun bonding.

Mendampingi anak membaca membangun bonding dan kenyamanan.

6 | Wisata pustaka

Sesekali ajaklah anak berkunjung ke toko buku atau perustakaan. Di sana mereka bisa bebas memilih materi bacaan sesuai minat. Berada di antara rak-rak buku dengan ratusan bahkan ribuan judul buku dengan tema beragam akan memberi sensasi kegembiraan tersendiri bagi mereka dibandingkan jika monoton berada di rumah. Perpustakaan keliling kini juga banyak tersedia dan cuma-cuma. Seperti Rumi dan Bumi yang bangga memiliki kartu perpustakaan sendiri karena bisa digunakan untuk meminjam buku atas nama mereka.

7 | Bikin resensi

Menyusun resensi atau ulasan buku bersama-sama bisa dilakukan untuk memahami isi buku. Dengan membuat resensi, mau tak mau anak membaca buku sampai tuntas. Orangtua bisa membantu jika dirasa perlu. Pekan lalu Rumi mengirimkan resensi atau kesannya selama membaca komik Juki kepada para kreatornya. Selain gembira karena berhasil menulis ulasan, ia juga senang karena terinspirasi ingin menjadi ilustrator serupa.

8 | Cerdas cermat

Salah satu kiat yang sudah kami coba agar anak mau membaca adalah dengan mengadakan kuis semacam cerdas cermat tempo dulu. Formatnya sederhana, kami bergiliran memberi pertanyaan, dan penjawab yang benar mendapat skor. Itu sangat menyenangkan bagi mereka asalkan orangtua ikut terlibat—apalagi jika diakhiri dengan reward atau imbalan sekecil apa pun, entah makanan atau buku baru.

9 | Proyek literasi

Proyek literasi yang saya maksud adalah menulis apa saja yang berkaitan dengan dunia literasi. Dalam hal ini kami mendorong anak-anak agar rutin menulis diary dan menceritakan pengalaman apa saja termasuk buku apa yang mereka suka atau ingin baca.

Proyek menulis bisa mendorong anak untuk memperbanyak bacaan.

Kebiasaan menulis kejadian harian dan membaca buku yang rutin membuat mereka ingin membuat buku sendiri. Seperti Rumi yang tulisan pendeknya saya kumpulkan dengan judul Misteri Burung Puter. Memang belum sempurna, maka saya semangati terus untuk banyak membaca agar karyanya semakin berbobot dan menarik.

10 | Apresiasi

Memberikan apresiasi dalam bentuk apa pun sangat berarti buat anak. Pujian atau barang sama-sama menyenangkan mereka. Jika Rumi-Bumi bisa menyelesaikan sebuah buku bisa menceritakan kembali isinya, kami biasa menawarkan makan di kedai favorit atau mengunduh tontonan kesukaan dari Youtube. Dan tentu saja paling sering adalah berupa buku lain yang mereka inginkan. Sesederhana itu, tak harus berupa materi yang merepotkan orangtua.

Akhirnya, bagaimana mungkin kita bisa membangkitkan minat baca anak jika orang-orang terdekat mereka tak pernah terlihat asyik membaca buku atau memperbincangkan keseruan isinya? Budaya membaca jelas perlu dibangun sejak belia, dimulai dari keluarga, dimulai dari sekarang.

Sudah saatnya buku menawarkan pengalaman membaca menyenangkan, bukan sebaliknya malah merepotkan, apalagi membosankan. Banyak cara agar kegiatan membaca menjadi memikat, salah satunya dengan mengunduh Aplikasi Let’s Read dan membiarkan anak-anak berpetualang di dunia tanpa batas.

29 Comments

  1. Wah, baru tahu aplikasinya nih. Bagus ya. Ada ilustrasi nya juga. Pasti anak2 jadi betah. Anakku suka baca juga nih mas.

    Like

    1. Aku juga belum lama tahu aplikasi Let’s Read, Mbak Santi. Anak-anak langsung suka karena beda banget tampilannya dibanding app serupa lainnya. Terutama gambarnya colorful dan unik banget. Ayo ajak mereka baca-baca di sini, Mbak. Cocok buat mager di rumah pas pandemi, hehe. Apa kabar, Malang?

      Like

  2. Keumala juga lagi seneng2nya baca buku ya walaupun masih dibacain ya tp dia semangat banget klo diajak baca buku. Aku juga udah coba download lets read dan nemu banyak bacaan baru yg asyik buat keumala.
    Btw mas Rumi keren euy udah bisa bikin cerita. Semangat nulis terus mas biar bisa keren lel ayah dan bunda

    Like

    1. Udah awal yang bagus itu Mak kalau anak sudah suka dibacain. Rumi Bumi juga awalnya suka dibacain sampai yang bacain lama-lama lelah. Terus pengin bisa baca sendiri dong biar bisa pilih bacaan sesuka hatinya. Sekarang kalau mau tidur, pasti ambil buku. Banyak buku yang sampai diulang berkali-kali. Nah, aplikasi Let’s Read ini solusi kreatif buat kita ortu agar anak-anak ketagihan dan menikmati bacaan. Gratis loh, udah gitu pilihan ceritanya banyak banget. Biar anak ga nge-game aja kan? Hehe…. Ayo, Kak Nadia bikin cerita juga, dimulai dengan nulis diary!

      Like

  3. Let’s read, salah satu aplikasi yg saya pertahankan meski memori sudah full dan anak sudah bisa baca sendiri. Dulu aplikasi ini buat cari bahan bacaan kalau anak minta dibacakan cerita sebelum tidur. Sekarang, saya jadikan referensi kalau mau baca buku anak untuk anak pengajian. Maklum buku di kampung tidak banyak. Dan mereka ga mungkin cuma baca itu itu saja. Let’s read ini membantu banget

    Like

    1. Iya, Teh. Bener banget, Let’s Read ini aplikasi multifungsi sebagai solusi bagi daerah-daerah yang sulit mengakses buku cetak. Kalaupun ada, buku cetak kadang ga terjangkau harganya.

      Like

  4. Kalau anakku senang baca yang ada gambarnya
    Jadi makin semangat lalu seringnya dia malah berimajinasi sendiri berdasarkan gambar itu
    Keren nih aplikasinya. Langsung download deh aku

    Like

    1. Betul, Mas. Kalau anak-anak lihat kita menikmati bacaan, mereka dengan sendi akan meniru. Tinggal kita carikan deh materi yang bagus, salah satunya ada di aplikasi Let’s Read. Cobain, Mas buat anak atau keponakannya.

      Like

  5. jangankan anak anak, orang tua juga kalo yang dibaca semua tex tak ada gambar juga kadang membuat bosan, jadi memang salah satu cara membuat anak anak tertarik membaca ya dengan membaca cerita bergambar, itu lebih cepat menarik perhatiannya utk fokus dan membaca terus

    Like

    1. Iya, Kak. Kalau ada gambar yang bagus, anak-anak makin suka membaca. Aku ngiri kenapa pas kecil belum ada aplikasi gratis kayak Let’s Read ya jadi irit dan enggak perlu berat bawa buku ke mana-mana. Dulu emang belum secanggih sekarang ya Internet.

      Like

  6. boleh dicoba nih aplikasi lts read. atraktif gitu. pasti bikin anak-anak jadi makin suka membaca. biasanya beli buku fisik hargamya juga mahal banget.

    Like

    1. Betul, Kak. Solusi serbaguna karena hemat banget tanpa harus bayar. Dijamin anak-anak bakalan suka baca di aplikasi ini. Main game atau Youtube sesekali aja. Kalau app-nya keren kayak Let’s Read, mereka bakalan betah sih mengulik aneka bacaan menarik. Yuk instal juga, Kak!

      Like

  7. Keponakanku susah banget kalau disuruh membaca, padahal banyak buku bacaan anak yang sudah dibelikan. Sepertinya kita-kiat di atas bisa aku terapkan nih, agar minat baca keponakanku bertambah.

    Like

    1. Barangkali bisa dicoba beberapa pendekatan mudah di atas, Mbak Sy. Apalagi anak gen alpha, coba deh diajak baca-baca di aplikasi Let’s Read. Bakalan suka kok karena tampilannya memikat banget. Plus ga perlu bayar, hehe….

      Like

  8. Saya salah satu anak yang hobi membaca.. alhamdulillah kelas 1 smp sudah menerbitkan buku di lini penerbitan anak dar! mizan dulu. semoga anak-anaknya semangat terus membaca dan menulis ya kak, biar bisa dapat royalti hehe

    Like

    1. Wah, keren nih, kecil-kecil dah bisa menulis di penerbit mayor! Selamat ya! Terbukti kan bahwa suka baca itu akan berdampak positif, salah satunya bisa mengantarkan pembaca jadi penulis. Semoga terus konsisten menulis dan baca ya Kak Fira. Terima kasih doanya, semoga Rumi Bumi bisa ikuti jejak Kakak buat jadi penulis. Sementara biar betah dulu baca buku dan cerita lewat app Let’s Read.

      Like

  9. Betul banget, cara paling gampang agar anak doyan baca adalah kasih contoh bahwa ortunya juga suka membaca buku. Sekarang tambah praktis aja dengan kehadiran aplikasi Let’s Read. Gratis semua itu ya? Waaah…cakep pula ilustrasinya, anak ma ortu bakalan suka. Thanks infonya. Bermanfaat banget

    Like

    1. Ayo unduh dan instal aplikasi keren ini, Kak. Dijamin suka dan bikin anak betah membaca. Memancing keingintahuan mereka biar bisa keliling dunia lewat beragam cerita keren di app ini. Terima kasih juga sudah mampir, Bun.

      Like

  10. Aku juga berusaha membekali anak-anak dengan kemampuan Literasi, mas. Ya sebisa aku dan semampu mereka sih, menyediakan sarana dan prasarana lalu memotivasi. Paling tidak itu, semoga mereka tergerak dan termotivasi

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s