Harum Nikmat Kopi Owa, Kopi Liar dari Paru-paru Jawa

SIAPA YANG TAK kenal kenikmatan kopi? Biji-bijian harum yang disebut-sebut kali pertama ditemukan di Ethiopia ini telah menjamur di seluruh dunia dengan penggemar fanatik dari berbagai usia.

Bukan hanya di kota besar yang marak oleh coffeeshop dan kafe unik yang memanjakan selera para coffee aficionado. Di kota kecil seperti Lamongan pun warung-warung kopi merambah seantero kota dengan pengunjung yang hilir mudik.

kopi owa

Sejak tinggal di Bogor saya dan istri sudah menyukai kopi. Maka betapa semringah kami saat pindah ke daerah dan kini punya stok empat macam kopi. Satu bungkus kopi merek AAA kiriman seorang sahabat bloger dari Jambi, satu kantong kopi Mang Japra asal Bandung, Kopi Owa dari Pekalongan, dan kopi bubuk yang sudah cukup populer di televisi.

Semua kopi unik dan sedap, namun citarasa tertinggi kami dapatkan dari kopi owa. “Wah, ini kayaknya paling enak dari semua!” ujar istri sesaat setelah menyesap kopi Petung Kriyono, Pekalongan. Aku setuju karena kopi jenis robusta yang tumbuh liar di Hutan Sokokembang ini memang paling nikmat. Lidahku langsung takjub begitu mencicipinya di depan gerbang Petungkriyono sebulan yang lalu.

kopi petung

Kopi organik

Mungkinkah citarasa mantap itu berkat pertumbuhan pohon yang liar dan pengolahan yang tradisional? Boleh jadi. Menurut petani lokal, kopi Petung memang dirawat secara tradisional, tanpa pupuk atau pestisida. Paling para petani datang untuk menyiangi pohon agar cukup terpapar oleh sinar matahari. Sisanya, dibiarkan alami.

Meski menyandang nama owa, kopi ini tidak berhubungan langsung dengan pencernaan owa—jauh berbeda dari kopi luwak. Disebut Owa Coffee atau kopi owa karena terinspirasi oleh kerja konservasi owa Jawa di Hutan Sokokembang yang bertujuan mendukung kegiatan penelitian dan pelestarian primata di Jawa Tengah.

Nah, Wello Coffee yang juga kubeli di Hutan Pekalongan sebagai oleh-oleh untuk kakakku yang suka ngopi ternyata tandas dalam sekali seduhan. Sambil menikmati menu daging kurban, para warga kompleks sekitar rumahnya mengamini bahwa kopi itu khas banget dan langsung menghabiskannya. Tak heran sebab baik kopi wello maupun kopi owa dipetik saat masih segar di hutan Petungkriyono, paru-paru Jawa.

Kapan ya bisa ke Pekalongan lagi buat borong kopi Petung? BBC Mania ada yang gemar ngopi? Atau ngeteh?

Advertisements

5 thoughts on “Harum Nikmat Kopi Owa, Kopi Liar dari Paru-paru Jawa

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s