Kenali Etika Dunia Maya, Hati-hati dalam Berinteraksi

Businessman in his office with pilot hat

Entah sudah berapa kasus pencemaran nama baik yang akhirnya berujung di meja hijau hingga melibatkan polisi dan pengacara. Biasanya menimpa kalangan selebritas dan diwarnai dengan aksi saling sindir dan serang melalui medsos maupun tayangan televisi. Mungkin sebab dikuasai emosi sehingga masing-masing pihak seolah tak mampu menahan diri dan tergoda menanggapi setiap komentar dan malah memperparah masalah alih-alih meredakan ketegangan.

Tapi sindir menyindir dan menyinyir di dunia maya bukan domain kalangan artis saja. Orang biasa pun, yang bukan figur publik, kadang terlibat silang pendapat entah karena kekesalan semata atau malah sekadar kesalahpahaman belaka. Barangkali karena dipisahkan jarak yang cukup jauh sehingga kedua pihak tak enggan saling menyerang dan menjelekkan. Andai mereka sadar bahwa dunia maya juga punya etika, maka kejadian buruk seperti perundungan (bully) hingga berujung persidangan tak akan terjadi.

Yuk, ibadah di dumay!

Etika dunia maya berarti serangkaian prinsip yang kita gunakan untuk mengatur kehidupan di ranah maya tentang apa yang baik dan buruk, mengenai hal yang boleh dan hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat berinteraksi pada skop tersebut. Tentang etika ini, saya jadi teringat pada buku karangan Abdul Cholik seorang bloger kampiun asal Jombang yang juga purnawirawan jenderal bintang satu.

Melalui buku berjudul Yuk, Ibadah di Dumay! (Quanta, 2015), bloger yang kondang dipanggil Pakde Cholik ini memaparkan cara-cara menjadi remaja gaul dan unggul lewat dunia maya, mulai dari menggunakan media sosial hingga memanfaatkan blog sebagai cara berbagi manfaat. Meskipun target yang disasar adalah remaja, namun isinya sungguh cocok buat siapa saja yang bergelut di dunia maya.

Menurut saya, buku itu merupakan terjemahan bebas dari etika dunia yang diyakini sebagai moral conduct dalam menggunakan dunia maya secara optimal. Alih-alih mengulas isi bukunya—yang bisa Anda baca sendiri dengan membelinya—saya tertarik menurunkan beberapa poin praktik etika dunia maya yang diunggah oleh raksasa teknologi Microsoft di sini.

Menerapkan etika dunia maya berarti mematuhi hukum  agar lebih aman berselancar dan berinteraksi di jaringan jagat jembar alias world wide web. Karena produktif untuk kebaikan setiap penghuni jagat maya terutama pengguna medsos, maka Microsoft mengusulkan sejumlah hal berikut.

  • Manfaatkan Internet untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan banyak orang.Bertukar pesan menggunakan email dan aplikasi chatting adalah hal positif untuk berkomunikasi dengan orang lain entah itu teman, rekan kerja, atau bahkan sahabat baru di belahan dunia lain.
  • Jangan menjadi bully.Usahakan untuk memperlakukan orang lain di dunia maya seoalah-olah kita bercakap dan berhadapan dengan mereka. Oleh karena itu, hormati dan perhatikan perasaan orang lain. Hindari menggunakan bahasa kasar atau kotor, apalagimengancam dan melecehkan orang lain. Khusus untuk bahasa tulisan, pastikan tidak mengetik menggunakan huruf KAPITAL karena itu bisa diartikan kita sedang marah atau berteriak.
  • Laporkan jika terjadi cyberbullying.Coba catat setiap komentar yang ditujukan kepada kita lalu katakan kepada si perundung agar menghentikan serangannya.  Namun jika langkah itu tak diindahkan, kita terpaksa melaporkannya kepada pihak berwenang.
  • Jangan meladeni perundung.Abaikan saja jika ada orang yang menghina atau mengancam kita. Meladeni mereka justru akan memperkeruh suasana. Mungkin saja mereka akan berhenti kalau kita tak menanggapi. Atau coba manfaatkan built-in filter untuk memblokirnya jika ia mengganggu lewat email atau aplikasi berkirim pesan.
  • Gunakan Internet untuk melakukan riset dan menggali informasi. Internet ibarat perpustakaan dunia yang sangat besar, penuh dengan informasi mengenai banyak hal, mulai dari sejarah masa lalu hingga peristiwa terkini, mulai dari matematika dan sains hingga seni dan antropologi. Informasi yang kita peroleh dapat kita manfaatkan untuk memperbaiki kualitas hidup, memperbaiki pekerjaan, dan membantu kita agar lebih mantap mengambil keputusan penting.
  • Hindari melanggar milik orang lain.Internet menyimpan lautan informasi yang bisa kitasalin dan gunakan. Mengakui informasi yang kita ambil dari Internet sebagai milik kita adalah tindakan culas dan bahkan melanggar hukum. Materi yang disebut copyrighted (berhak cipta) berarti dimiliki orang lain. Menggunakan informasi tanpa izin atau kredit yang tepat berarti melanggar hukum.
  • Jangan mengunduh atau membagikan informasi berhak cipta.Mengunduh dan menyebarkan materi atau konten berhak cipta yang kita ambil dari Internet tanpa membayar atau izin termasuk pencurian.
  • Gunakan kemudahan dunia digital untuk berbelanja, bertransaksi bank dan menuntaskan pembayaran.Kemudahan online ini selain nyaman juga menghemat waktu dan uang.
  • Jangan terlalu mudah membagikan informasi pribadi.Pilihlah jenis dan kadar informasi personal untuk dibagikan dengan orang lain di dunia maya. Jangan gegabah menghadapi orang asing atau website yang meragukan dalam berinteraksi di dunia maya. Untuk memastikan situs yang kita kunjungi aman, coba lihat apakah alamat URL-nya berawalan https (huruf “s” di situ adalah singkatan dari “secure” alias aman). Selain itu, periksalah bagian alamat berwarna hijau yang merupakan sertifikat keamanan; biasanya dilambangkan dengan sebuah ikon berupa gembok terbuka—letaknya ada di jendela browser. Klik dua kali sertifikat tersebut untuk memastikan bahwa nama di alamat web benar-benar cocok dengan sertifikatnya.
  • Internet bisa kita gunakan untuk memperluas jaringan bisnis dan pertemanan.Kita bisa melacak keberadaan kawan lama atau mendapatkan teman baru juga membangun jaringan profesional.
  • Jangan pernah bohong.Di dunia maya penting bagi kita untuk bersikap jujur dan tidak berpura-pura menjadi orang lain. Jangan tanggapi orang yang mengajukan terlalu banyak pertanyaan pribadi apalagi yang cenderung mengusik.

Intinya berhati-hatilah dalam menggunakan bahasa selagi berinteraksi di dunia maya. Perhatikan budaya orang lain sebab yang kita pikir biasa boleh jadi menyinggung menyinggung SARA orang lain. Dengan berpedoman pada etika di atas, kita berharap bisa mendayagunakan Internet untuk mendukung bertambahnya ilmu dan peningkatan taraf hidup.

Advertisements

10 thoughts on “Kenali Etika Dunia Maya, Hati-hati dalam Berinteraksi

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s