Meraup Keuntungan Potensial dari Dunia Digital

potensi digital

Meninggalkan comfort zone memang tak pernah mudah. mengundurkan diri dari . pekerjaan mapan, misalnya. jika biasanya sehari-hari kita mengikuti rutinitas yang telah terbentuk, maka akan muncul keganjilan atau perasaan aneh ketika mulai mengerjakan hal baru atau malah belum ada bayangan sama sekali. bukan hanya soal komentar tetangga tentang status kita, tetapi juga lantaran berkurangnya pendapatan rutin setiap bulan.

Perasaan aman dan nyaman mengenai terpenuhinya setiap kebutuhan pun perlahan menurun. Rasa takut atau kekhawatiran tak jarang mulai menyerang. Tapi itu dulu ketika era Internet belum berkembang sepesat sekarang. Mungkin dahulu orang meraup uang dalam jumlah besar hanya dari pekerjaan mapan di perusahaan bonafide atau kantor mentereng, kini kesempatan terbuka lebar untuk memperoleh hal serupa berkat kemajuan dunia digital yang potensial.

Intinya, tak perlu berkecil hati hanya karena kita dipecat dari pekerjaan semula, atau semata-mata karena memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. Laju dunia digital yang luar biasa telah menyediakan peluang masif bagi siapa pun yang mau sukses dalam berbagai bidang, termasuk finansial. Pengin tahu hal apa saja yang bisa kita kerjakan untuk memanen profit dari berkah majunya dunia digital tanpa harus bekerja kantoran sepanjang hari?

1. bisnis

Jawaban instan dan relevan yang biasanya terbayang soal pemanfaatan teknologi digital adalah menggunakan peranti canggih ini sebagai sumber daya untuk mendukung kegiatan bisnis. Berbicara tentang bisnis, normalnya kita akan merujuk pada kegiatan jual beli online, entah menjual barang ataupun jasa. Bukan rahasia lagi kalau era kita sekarang memungkinkan belanja beragam barang dan bahkan jasa melalui ponsel pintar tanpa beranjak dari tempat duduk.

Bukan hanya proses memilih produk, pembayaran pun bisa diselesaikan melalui bantuan Internet. Kehidupan manusia memang telah terkoneksi satu sama lain sehingga transaksi cukup mengandalkan pencetan tombol dan rangkaian password. Tak perlu lagi khawatir kita tinggal di peloso desa, selama tersedia jaringan Internet yang mumpuni, kita punya peluang untuk menjual barang yang kita produksi. Proses bisa berjalan cepat dan hemat.

Seorang teman saya, sebut saja Suga namanya, sukses berjualan buku secara online setelah dia resign dari pekerjaan yang lama ia tekuni. Saat awal memulai usaha, omset bulanannya sudah mencapai 15 juta yang bisa ia pakai untuk menggaji satu staf plus gajinya sebagai direktur. Labanya terus meroket dan ia semakin eksis sebagai toko buku online yang diperhitungkan. Bisa dibayangkan kalau produk yang kita jual bisa kita hasilkan sendiri. Tentu keuntungannya bisa berkali-kali lipat seiring banyaknya marketplace yang dapat mendongkrak percepatan bisnis kita.

2. menulis

Keterampilan menulis jelas tak dapat diremehkan di era serbadigital seperti saat ini. Bukan hanya menulis buku yang berpotensi sukses melalui menumpuknya royalti tetapi juga menulis di blog seperti yang saya kelola. Sudah banyak kisah sukses bloger yang berhasil meraup pundi-pundi keuntungan ekonomi berkat tulisan yang ia unggah. Bisa berupa kemenangan dalam lomba menulis ataupun tulisan pesanan dari brand atau agency. Bahkan sesederhana menulis caption di Instagram atau status pendek di Twitter pun bisa diganjar kompensasi yang lumayan.

Semua berawal dari himpunan kata-kata. Namun tentu bukan sembarang kalimat yang disajikan dengan serampangan. Selain menyampaikan pesan yang akurat, bloger harus memiliki keterampilan menyisipkan pesan itu melalui tulisan yang bergizi dan tetap bermanfaat bagi pembaca. Akhir tahun lalu seseorang menghubungi saya dengan maksud memintaku menulis mengenai usahanya. Karena sesuai dengan semangat blog dan profesi saya, maka saya penuhi permintaannya dengan imbalan sekian ratus dolar. Cring cring cring, asyik kan memperoleh profit dengan menulis?

3. fotografi

Bukan hanya tulisan yang bisa kita berdayakan. Kemampuan menangkap dan mengolah foto ternyata juga sangat menjanjikan jika kita geluti secara online. Bagaimana caranya? Salah satunya menawarkan hasil bidikan kita yang bermutu di banyak situs penjualan foto berbayar. Berbekal kamera dan kepekaan menangkap gambar-gambar berkualitas atau unik, seorang fotografer asal Bandung konon dapat meraup 6-10 juta per bulan dari foto yang ia jual secara online.

Saya yakin ia tidak sendiri. Masih banyak fotografer andal lain yang memanfaatkan kameranya untuk mendulang keuntungan materiil yang cukup besar nominalnya. Ini belum termasuk keikutsertaan dalam lomba atau kompetisi bergengsi yang sangat sering digelar khusus untuk para pemburu foto. Hadiahnya tidak main-main. Bukan hanya uang puluhan juta atau gadget mewah, namun mencapai satu unit motor dan bahkan mobil. Jadi bila punya minat seputar fotografi, asahlah kemampuan Anda dan cobalah menjual kemampuan itu.

4. desain & ilustrasi

Sebagai orang yang begerak di bidang penerbitan dan perbukuan, saya mengenal beberapa orang yang piawai menggambar kartun dan menjualnya dengan harga yang sangat memuaskan. Bukan cuma untuk pasar dalam negeri loh, tetapi juga menjangkau pembeli atau pelanggan dari manca negara. Seorang kawan, sebut saja Arman, kini menjadi ilustrator sebuah majalah terkemuka tanpa harus pergi ke kantor dan merasakan perihnya macet di Jakarta. Berbekal kemampuannya menggambar, ia cukup tinggal santai di rumah dengan gaji yang wow.

Semua teman ilustrator tentu mengiri padanya sebab tak banyak kesempatan bekerja dengan skema demikian yang tersedia. Saya jadi teringat pada kawan ilustrator yang menolak tawaran bekerja di rumah lantaran takut tak nyaman meninggalkan rutinitas. Ketika kemudian hendak mengambil tawaran itu, peluang ternyata sudah hilang sebab sang bos berubah pikiran. Kesempatan p Kawan lain pernah menerima pesanan gambar dari biro penting berskala internasional dengan imbalan yang tentu saja bikin senyum mengembang. Lalu ada lagi Masih banyak lagi ilustrator Indonesia yang berpartisipasi dalam penggarapan komik yang dikerjakan secara remote melalui bantuan Internet.

Selain ilustrasi, berkah lain juga menyambangi para desainer. Desainer di sini banyak ragamnya, mulai dari desainer baju, desainer website, perancang sampul buku, hingga desainer yang mengerjakan logo dan aneka pekerjaan grafis lainnya. Seorang desainer sampul buku mendapat honor sebesar 1,5 juta rupiah dari satu desain saja. Hitunglah honornya jika dalam sebulan ia mengerjakan minimal lima order. Padahal ia ibu rumah tangga loh! Belum lagi desainer web atau logo usaha yang imbalannya bisa lebih mentereng jika kompensasinya dalam bentuk dolar.

Bagian asyiknya semua bisa dikerjakan secara online dengan tetap mengawasi kebutuhan keluarga di rumah. Bebas menentukan waktu dan kegiatan sendiri sesuai tenggat.

5. start-up & agency

Bulan Agustus dua tahun lalu saya mendapat tawaran untuk mengulas sebuah start-up atau bisnis rintisan mengenai properti. Meski tanpa imbalan uang atau barang, saya menerima tawaran tersebut demi ikut membesarkan bisnis yang mereka kelola agar semakin menonjol dan berkontribusi pada terpenuhinya kebutuhan warganet. Sudah ratusan juta rupiah mereka keluarkan dan mereka butuh dukungan publikasi salah satunya melalui blog agar platform yang mereka kembangkan bergerak positif.

Tak perlu saya informasikan, memang bisnis rintisan menjamur di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi. Mulai dari jualan barang, kredit, persewaan, hingga jasa tukang pun kini mudah diakses. Asal punya smartphone dengan dukungan Internet, dunia nyaris tak terbatas. Di situlah peluang bisnis start-up menemukan momentumnya. Saya pernah membaca sebuah website yang sanggup mengerjakan aplikasi berbasis Android hanya dengan biaya di bawah satu juta rupiah. Potensi berkembang menjadi besar atau suatu hari akan diakuisisi membuat generasi millenial berlomba menciptakan start-up business. Bagaimana tak menggirukan jika suntikan dana dari investor asing sering menyentuh miliaran rupiah.

Cara lain meraup untung di dunia digital adalah mendirikan agency yang berfungsi menjembatani kepentingan perusahaan dengan para content creator baik blog, foto, maupun video. Brand tak jarang lebih memilih menunjuk agency untuk mendukung kampanye mereka dalam rilis atau rebranding produk ketimbang menjalankan kampanye secara langsung. Mereka meminta agency menghimpun dan menyeleksi kandidat yang dibutuhkan dan tak jarang sekadar terima beres asalkan event mereka sukses. Maka agency berbadan hukum maupun berbasis komunitas pun mulai bermunculan seiring dengan potensi kerja sama dengan branda yang sangat menjanjikan.

6. investasi

Yang tak boleh dilupakan adalah bahwa keadaan bisa berubah kapan saja. Namun harus diyakini bahwa perubahan tak boleh kita benci sebab, seperti kata Charles Kettering, perubahanlah yang sering membawa kemajuan. Nah, kondisi berlimpah saat ini belum tentu bertahan hingga lima tahun ke depan. Masa depan harus disiapkan dan dipikirkan melalui langkah-langkah cermat yang terukur. Cermat berarti berhati-hati dalam membelanjakan pemasukan, terukur berarti realistis sesuai kemampuan.

Selain terus menulis sebagai investasi masa depan, sejak setahun lalu saya mendaftar pada investasi reksadana online. Persiapan semacam ini perlu karena bila uang hanya disimpan dalam rekening bank sering terpakai untuk hal-hal konsumtif yang tak jarang impulsif belaka. Nilai uang yang saya masukkan dalam simpanan reksadana boleh dibilang cukup kecil karena berasal dari saldo belanja di sebuah marketplace. Jujur saya tak mengharapkan imbalan berlebih selain menyimpan agar dana itu aman dalam jumlah aslinya.

Setiap bulan manajer investasi pemegang otoritas mengirimkan laporan tentang dana yang tersimpan tersebut. Ya karena jumlahnya tidak substansial, maka pergerakan saldo yang berputar di situ-situ saja. Tak apa, namanya juga iseng. Menurut Mas Dani bloger yang bankir, investasi reksadana memang idealnya terus ditambah, bukan untuk diambil dalam waktu cepat atau dijual meskipun bisa dijual kapan saja. Reksadana secara online bisa menjadi pilihan sebab sangat mudah mendaftarkannya dan bisa dimulai dengan dana yang sangat sangat kecil.

Kini setelah meninggalkan Bogor dan tinggal di kota kelahiran yang sepi, saya tak lagi khawatir bagaimana mendapatkan rezeki. Meskipun belum brudu-brudul seperti aliran air, semuanya bisa mulai diupayakan. Setidaknya ada harapan untuk menyongsonng masa depan lebih baik meskipun berdiam di kota kecil yang punya plus minusnya sendiri.

Terbatas atau tanpa batas pada akhirnya kita sendirilah yang menentukan. Terbatas bukan lagi soal jarak, tetapi pola pikir yang kita pelihara. Yang penting punya mimpi dan berusaha mengerjarnya. Bukankah begitu, BBC Mania?

Advertisements

5 thoughts on “Meraup Keuntungan Potensial dari Dunia Digital

  1. Bacanya jadi makin semangat memulai karir di dunia digital ini.. Tulisannya bermanfaat sekali mas.. 👍

    Kalo boleh tau situs online foto berbayarnya apa mas.. ? 😁

    Like

  2. Artikel yang menarik dan memotivasi.
    Keluar dari zona nyaman memang tidak mudah dan mulai berbisnis sendiri memang tidak mudah. Tapi jika ada niat baik untuk memiliki bisnis yang bermanfaat tentu akan ada jalan.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s