Ngeblog Bukan Untuk Ngeblok: Catatan Ringan Bloger Lamongan

ngeblog

Dalam KBBI edisi keempat cetakan pertama tahun 2008 kata blog diartikan dengan catatan harian atau jurnal pribadi di Internet yang dapat diakses oleh siapa saja. Sedangkan orang yang mengeblog disebut bloger. Jika merujuk pada pengertian itu, saya bisa disebut bloger sejak awal menulis di blog tahun 2006 silam. Kalau dihitung secara akumulatif, jalan panjang ngeblog berarti sudah terentang selama 12 tahun.

Jangan terjebak bilangan

Namun itu hanya hitung-hitungan di atas kertas yang tidak merinci bagaimana proses riil sesungguhnya. Tentulah ada masa-masa vakum atau hiatus karena berbagai alasan sehingga tidak menyumbang pada kalkulasi waktu ngeblog sebenarnya. Dan memang betul, mulai ngeblog tahun 2006 lebih banyak tersita oleh pekerjaan karena sat itu masih aktif sebagai karyawan di perusahaan swasta di Bogor.

Walau lumayan sering menulis di platform Multiply, namun kurang ada engagement dan asal posting saja. Bertukar komentar hanya dengan bloger itu-itu saja tanpa ada perluasan jaringan pertemanan. Di tahun yang sama sempat tergoda menulis di Blogspot yang ternyata tak lebih menggairahkan. Maklum waktu itu geliat komunitas dan kesadaran brand untuk melibatkan bloger dalam kampanye produk memang belum sedahsyat lima tahun belakangan.

Barulah ketika bermigrasi ke platform WordPress tahun 2012, saya menemukan passion yang kuat. Atas ajakan Zoothera yang kini sudah tak lagi aktif ngeblog sejak punya dua buah hati, saya kian rajin blogwalking sehingga teman-teman sesama bloger pun bertambah dari hari ke hari. Ngeblog semakin menyenangkan dengan acara kopdar alias kopi darat. Jaringan perkawanan semakin luas setelah bergabung dengan komunitas Warung Blogger. Jadi, jangan terbuai oleh bilangan waktu ngeblog karena partisipasi dalam komunitas ternyata berkontribusi sangat positif.

Mengenal banyak bloger lain yang lebih senior semakin membuat bangga menjadi bloger. Mulai dari Pakde Cholik purnawirawan jenderal bintang satu yang produktif dan sering menang lomba hingga Uncle Lozz Akbar yang telaten meraup dolar dari rumah maya. Sejak saat itu kuniatkan untuk terus ngeblog dengan sepenuh hati. Bukan hanya demi memenangkan lomba tapi demi membagikan sesuatu yang saya punya melalui tulisan. Entah pengalaman sederhana atau pengetahuan yang semoga bermanfaat.

Asyiknya Menang lomba

Seiring konsistensi ngeblog, aneka giveaway dan lomba mulai saya ikuti. Ada yang menang, tapi lebih banyak yang keok. Tak ada ruginya bahkan saat kita kalah karena jumlah post bertambah dan trafik biasanya relatif meningkat. Namun saat menang tentu saja menyenangkan. Mulai dari pulsa, baju batik, mainan anak, buku, uang hingga gadget pernah saya terima. Hadiah-hadiah itu menjadi berkah besar bagi freelancer seperti saya yang tak mungkin lagi bekerja kantoran karena alasan kesehatan.

Kalau boleh memilih, saya lebih menyukai giveaway yang dihelat oleh teman sesama bloger ketimbang lomba yang diadakan merek besar. Memang hadiah dari brand sering lebih menggiurkan, namun syarat-syaratnya sering tak mudah. Sekecil apa pun, hadiah dari teman bloger entahlah kok sangat mengesankan.

Adapun untuk lomba dengan penyelenggaran nonbloger, saya lebih banyak berjodoh dengan lomba resensi buku sebagaimana yang bisa BBC Mania lihat di keranjang hadiah. Hingga saat ini untuk hadiah uang tunai selalu mentok di angka 1 juta rupiah, yakni lomba resensi buku seputar wisata halal, KitaIndonesia oleh XL, dan dunia digital oleh Excite Shop.

Dua hal menarik

Menurut saya, ada dua hal yang sangat menarik dalam dunia blogging. Pertama, siapa pun bisa bisa menulis asalkan paham cara menyusun kalimat dan menguasai bahasa tertentu. Platform blog tersedia dalam banyak pilihan secara cuma-cuma. Jika ingin serius, baru bisa membeli domain dan hosting. Berbekal blog gratisan, tak sedikit bloger yang meraup keuntungan besar melalui tulisannya. Yang menyenangkan, lewat blog kita bisa membaca tulisan siapa saja dari latar belakang keilmuan yang berbeda untuk menambah wawasan atau ilmu tanpa perlu berhadap-hadapan. Gratis dan praktis kan?

Hal menarik kedua adalah peluang meraup keuntungan atau kemenangan terbuka lebar bagi siapa pun tanpa mengenal usia atau jenis kelamin. Semuanya ditentukan oleh kesanggupan belajar dan konsistensi untuk mau maju. Saya mengenal Ardi, yakni bloger asal Lampung yang masih duduk di bangku SMK yang sering memenangkan kontes blog dengan hadiah wow.

Lalu ada Faisol, bloger asal Bondowoso yang kini duduk di bangku SMA Jember yang juga beberapa menang lomba bahkan ikut blogger gathering nasional di Pekalongan Agustus tahun lalu. Walau masih belia dan tampak polos, dia termasuk bloger yang mau terus mengasah diri untuk berkembang. Hingga kini ia masih konsisten menulis di saat teman-teman lainnya mungkin masih geje.

nizam mobil

Mau dong yang merah-merah. Foto: sinizam.com

Terakhir, Khoirun Nizam bloger asal Surabaya yang bulan lalu menghebohkan blogosphere tanah air setelah doi membawa pulang satu unit mobil Ayla dari Anugerah Pewarta Astra 2018. Siapa sangka dia ternyata masih berstatus sebagai mahasiswa di perguruan tinggi negeri di Suarabaya. Tak terduga bila tulisan sepanjang 1.000 kata tersebut berhasil mengantarkannya sebagai juara pertama dan berhak menggondol mobil Ayla keluaran terbaru seharga ratusan juta. Boleh dibilang, cuma butuh modal laptop dan jaringan Internet plus ketak-ketik saat menyusun tulisan.

Konsiten dan belajar

Tapi itu baru permukaan loh. Di blognya sendiri Nizam mengaku sudah sejak SMA ngeblog dan mencoba peruntungan ikut lomba. Berawal dari tulisan yang sarat typo dan ide yang kacau, dia lalu berproses dengan terus menulis dan belajar. Lambat laun beragam lomba pernah ia menangkan tentu dengan cara yang kreatif. Hadiahnya pernah berupa sepeda motor (yang ternyata belum rezekinya karena terlambat memberikan nomor telepon) hingga mobil yang ia sabet bulan lalu. Jadi bukan sulap atau sekali gebrak dan keluar sebagai jawara.

Kini setelah pindah ke kota kecil di mana event blogging tak pernah ada, paling tidak dibandingkan saat di Bogor dulu, maka semangat ngeblog saya harus lebih terkelola dengan baik. Yang paling berat memang konsisten dan telaten belajar agar bisa mengejar. Kendati begitu, ada hal yang saya syukuri karena seiring blogpost yang akhirnya mencapai 500 tulisan, Blog Belalang Cerewet mulai sering ditawari job dari banyak pihak. Nilainya dari yang kecil, sedang, hingga dolar yang bikin klenger, hehe. Ya untuk ukuran blog yang belum banyak dioptimasi baik lewat SEO ataupun tampilan visual, semua cipratan rezeki itu saya terima dengan ikhlas sambil berharap bisa meningkatkan mutu dan keterampilan menulis.

Mulai sekarang harus lebih teratur ngeblog-nya, mulai melirik beberapa lomba yang diharapkan bisa bikin rekening basah, uhuk. Siapa sih yang tak ingin tertular aura rezeki Nizam? Siapa tahu dapat sepeda gunung atau laptop baru, hehe ….

bloger

Tujuh ciri bloger

Nah, menutup tulisan ini, saya ingin menuliskan tujuh sifat bloger sesuai nama aslinya dalam bahasa Inggris, BLOGGER, yang bisa menjadi ciri khas mereka dibandingkan profesi lain di dunia maya. Tentu saja pendapat ini resmi menurut BBC dan khusus untuk BBC Mania. Mari kita simak.

Beneficial. Setiap konten yang dihasilkan hendaknya didasari semangat untuk berbagi manfaat untuk pembaca atau warganet. Kadang pengalaman sederhana yang kita ceritakan—asalkan tidak membuka aib orang—sangat bermanfaat bagi pembaca. Atau bisa pula berupa ulasan jujur setelah mengonsumsi produk atau menikmati jasa tertentu.

Loyal. Konsisten menulis adalah PR besar bagi setiap bloger, termasuk saya. Tak mudah melecut semangat untuk terus memperbarui tulisan. Loyal juga berarti mendukung kemajuan sesama bloger serta menunjukkan keberpihakan pada kebaikan tanah air dengan tidak mengunggah tulisan yang provokatif atau destruktif.

Original. Masih ingat kan bagaimana seorang penulis muda dihujat akibat plagiarisme puluhan cerpen dan dimuat di media massa yang marak pekan-pekan lalu? Kadang tuntutan untuk tampil wah di depan teman menghalangi kita bersikap jujur dan memilih jalan pintas dengan menduplikasi karya orang. Konten yang unik dan sesuai kemampuan adalah wajib di dunia blog. Jika ada kutipan, cantumkan sumbernya. Jadilah diri sendiri tanpa takut dianggap kurang pintar dan sebagainya. Lebih baik menulis sepenuh hati.

Generous. Sebisa mungkin mari kita tumbuhkan semangat bermurah hati dan saling memberi dalam pengertian seluas-luasnya; bisa dengan sekadar kunjungan balik dan meninggalkan komentar atau mengadakan giveaway dengan hadiah semampu kita.

Growing. Berkembang dan berubah harus menjadi spirit utama kita dalam ngeblog. Harus ada peningkatan dibanding waktu awal kita ngeblog, dalam jumlah trafik, jumlah tulisan, tampilan blog, monetesasi, dan sebagainya yang menandakan bahwa kita punya tekad untuk belajar demi menambah pengetahuan atau mengasah keterampilan.

Educating. Saya pernah baca bahwa salah satu tugas bloger kalau bisa adalah melambatkan informasi; artinya ia tidak terburu menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya apalagi hoax. Bloger hendaknya berbeda dari media picisan lain dengan mau menyaring dan menggali sumber-sumber lain untuk membandingkan berita. Kita mungkin bisa menawarkan nasihat atau penilaian kritis atas isu-isu yang penting di masyarakat agar pembaca tidak bingung atau tersesat.

Resilient. Menulis di blog tentu tak selalu lancar; kritik, cemoohan, dan kekalahan dalam lomba tak jarang membuat kita sedih dan terpukul sehingga tak lagi bersemangat menulis. Hindari sifat demikian walaupun sulit. Bangunlah dengan ketangguhan dan keuletan entah menghadapi kekalahan atau ocehan orang lain. Hati-hati kemenangan juga dapat membuat kita gede rasa dan cenderung meremehkan bloger lain.

Yang paling penting, camkan bahwa kita ngeblog adalah demi tujuan berbagi apa saja yang bermanfaat. Bukan untuk memblok alias menghalangi kemajuan orang lain, baik pembaca rutin maupun warganet pada umumnya. Bukan pula memblok alias berpihak pada kepentingan tertentu namun mengorbankan integritas kita sebagai bloger hanya demi iming-iming uang.

Demikianlah catatan ringan ala BBC, yang dikelola bloger ndeso di Kota Tahu Campur, bandeng, dan lele. Apakah BBC Mania punya cerita atau unek-unek mengenai dunia blogging? Jangan dipendam, bagikan kisah kalian untuk saling menyemangati. Setuju?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Sinizam.com

 

 

Advertisements

15 thoughts on “Ngeblog Bukan Untuk Ngeblok: Catatan Ringan Bloger Lamongan

  1. wah keren nih kepanjangan dari bloggernya. kalau saya termasuk jarang ikut lomba karena minder duluan sama tulisan peserta yang lain. apalagi kalau kelasnya sudah lomba blog dari brand. duh langsung mengecil deh badan baca tulisan para master lomba

    Like

  2. Entah kenapa tiap baca postingan blog belalang cerewet, seketika itu semangat ngeblog semakin membara..

    Semakin bangga menjadi seorang blogger..

    Tetap semangat menulis konten2 inspiratif dan positif mas 😁👍

    Liked by 1 person

  3. Keren tulisannya..
    Setidaknya itu mewaklili kita sebagai blogger. Selain memang untuk hobi juga tidak menutup kemungkinan mendapat sedikit rezeki dari apa uang kita bagi

    Like

  4. Wah udah lama banget ya ngeblognya? Kalau saya baru satu tahun. Masih blogger pemula, tetapi allhamdulillah ada banyak hal yg tidak terduga saya capai dari ngeblog. Sebagai seorang guru yang kini berkarier menjadi ibu rumah tangga, membuat saya tetap ingin berbagi ilmu saya lewat tulisan2 saya, agar tetap dapat mengedukasi diri sendiru dan orang lain. Saat ini saya sedang fokus untuk terus membangun blog saya, salah satunya dengan konsisten menulis dan berbagi

    Like

  5. Bloger atau blogger yg benar, Kang? Aku suka bingung klo mau nulis ini. Hmmm jd mobilnya diboyong ke sby ya. Waktu itu tahu info lombanya dan hadiahnya yg wow…

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s