Joana dan Laila

Tentang siswa Bright English Institute yang jumlahnya enggan bertambah, saya spontan teringat pada dua murid kesayangan saat masih mengajar di BBC belasan tahun lalu. BBC bukan British Broadcasting Corporation yang tersohor itu loh. Tempat kursus yang saya maksud adalah Build Better Communication yang eksis sebagai English Training Specialist di Indonesia.

Baik Joana maupun Laila sama-sama duduk di bangku SMP saat menjadi murid saya. Persamaan lainnya adalah keduanya cewek dengan kemampuan berbahasa Inggris yang menonjol dibanding teman-teman di kelas. Siapa sih guru yang tak bersemangat dan semringah mengajar anak-anak yang cerdas? Walaupun tentu tak melupakan tantangan mengajar anak-anak yang slow learner.

speak

Gambar dari udemy.com

Lisan dan tulisan

Perbedaan keduanya antara lain Joana mengikuti kelas malam selepas Magrib sementara Laila belajar di kelas sore menjelang Magrib. Perbedaan lain yang cukup mencolok adalah Joana mahir dalam penguasaan tata bahasa sementara Laila fasih dalam percakapan. Joana piawai mengerjakan soal-soal tertulis, sedangkan Laila jago dalam conversation.

Dalam setiap sesi ujian speaking, saya kesulitan memancing Joana agar mau mengekspresikan jawaban dalam bahasa Inggris. Lidahnya selalu tercekat, tak mau berkompromi. Berkali-kali ia menunjukkan keputusasaan untuk meluncurkan kata-kata secara lisan. Saya mencoba memandunya lewat gambits, namun hasilnya tak maksimal. Saya menduga di kelas-kelas sebelumnya Joana tidak dibiasakan bercakap dalam bahasa Inggris dan lebih banyak mengerjakan tugas.

Di sisi lain, Laila mampu merespons pertanyaan atau tema pancingan dalam bahasa Inggris. Saya patut menduga, di kelas-kelas sebelumnya Laila aktif berbicara dalam bahasa ini sehingga saya cukup memanen hasilnya saat ia berada di kelas saya. Sependek pengetahuan saya, baik Joana maupun Laila punya durasi kelas yang sama selama belajar bersama saya.

Joana canggung bertutur dalam bahasa Inggris, sementara Laila lepas begitu saja tanpa takut salah. Modal utama berbahasa apa pun adalah praktik dan mencoba dalam konteks nyata. Termasuk bahasa Inggris, pelajar harus berani mempraktikkan secara riil entah dengan guru atau teman dan bahkan penutur asli jika memungkinkan.

Ah, mengingat Joana dan Laila membuat saya merindukan mereka dan mengajar di kelas. Kini mereka tentu sudah jadi anak kuliah dan mungkin malah sudah bekerja. Sepenggal kisah Joana dan Laila hanyalah fragmen masa lalu yang bisa saya potret, jadi sangat mungkin keduanya kini telah berkembang pesat dan sukses di jalur yang mereka pilih.

Semoga semua murid yang pernah saya ajar menemukan passion dan jalur pengabdian yang membanggakan untuk diri sendiri dan negara.

Advertisements

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s